إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ

"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain." [HR Muslim]

أَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا : مَنْ لاَ يَرَى قَدْرَهُ ، وَأَكْبَرُ النَّاسِ فَضْلاً : مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah melihat kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah melihat kemuliannya (merasa mulia).” [Syu’abul Iman]

الإخلاص فقد رؤية الإخلاص، فإن من شاهد في إخلاصه الإخلاص فقد احتاج إخلاصه إلى إخلاص

"Ikhlas itu tidak merasa ikhlas. Orang yang menetapkan keikhlasan dalam amal perbuatannya maka keihklasannya tersebut masih butuh keikhlasan (karena kurang ikhlas)." [Ihya’ Ulumuddin]

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [HR Muslim]

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”[HR Ahmad]

Thursday, August 4, 2022

TAKHBIB, BIANG KEROK RUMAH TANGGA

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

مَنْ خَبَّبَ زَوْجَةَ امْرِئٍ أَوْ مَمْلُوْكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا

Barang siapa yang merusak istri seseorang atau budaknya, maka ia bukan bagian dari kami. [HR Abu Dawud]

 

Catatan Alvers

 

Viral istilah “Takhbib” pasca beredarnya video klarifikasi youtubers Tasyi Athasyia di media sosial yang diduga bermasalah dengan kembarannya, beauty vlogger Tasya Farasya. Ketidakhadiran Tasyi di acara ulang tahun anak Tasya menjadi tanda tanya besar bagi netizen akan permaslahan diantara mereka. Akhirnya Syekh Zaki, suami tasyi memberikan klarifikasi akan permasalahan tersebut terkait dengan “takhbib”. Video itu ditonton 1,8 juta viewers kurang dari 24 jam pasca tayang. [suara com]

 

Apa itu “Takhbib”? Kata takhbib merupakan mashdar dari fiil madly “khabba” yang bermakna “khada’a wa afsada”, menipu dan merusak. pekerjaannya disebut dengan “khibbun” atau “takhbib” dan pelakunya disebut “khabbun” sebagaimana disebutkan dalam hadits :

لَا يَدْخُل الْجَنَّة خَبٌّ

Tidaklah masuk surga, “khabbun” (seorang pelaku takhbib). [HR Ahmad]

 

Selanjutnya perbuatan takhbib ini dijelaskan oleh Al-Abady sebagai :

خَدَعَهَا وَأَفْسَدَهَا أَوْ حَسَّنَ إِلَيْهَا الطَّلَاق لِيَتَزَوَّجهَا أَوْ يُزَوِّجهَا لِغَيْرِهِ أَوْ غَيْر ذَلِكَ

Menipu dan merusak rumah tangga seorang Wanita atau memotivasinya untuk bercerai supaya ia bisa menikahi wanita tersebut atau dinikahi oleh orang lain atau tujuan lainnya. [Aunul Ma'bud]

 

Secara praktis, takhbib digambarkan :

بِأَنْ يَذْكُرَ مَسَاوِئَ الزَّوْجِ عِنْد اِمْرَأَتِهِ أَوْ مَحَاسِنَ أَجْنَبِيٍّ عِنْدَهَا بِأَيِّ نَوْعٍ مِنَ الْإِفْسَادِ

Menceritakan kejelekan suami di hadapan istrinya atau menyebutkan kebaikan-kebaikan pria lain di hadapannya dengan cara apapun (untuk meretakkan rumah tangganya). [Aunul Ma'bud]

 

Perkataan yang bisa memperkeruh hubungan antara suami-istri adalah perbuatan yang buruk sekali. Nabi SAW bersabda :

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفْسِدُونَ بَيْنَ الْأَحِبَّةِ الْبَاغُونَ لِلْبُرَآءِ الْعَنَتَ

“Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang paling buruk di antara kalian. Yaitu orang-orang yang kerjanya mengadu domba (menghasud), yang gemar mencerai-beraikan orang-orang yang saling mengasihi, dan yang suka mencari aib pada manusia yang tidak berdosa.” [HR Ahmad]

 

Maka takhbib merupakan perbuatan terlarang. Imam Nawawi berkata : Haram hukumnya seorang mukallaf (akil baligh) berbicara kepada seseorang, istrinya, anaknya atau budaknya dengan pembicaraan yang bisa merusak hubungan mereka terkecuali jika perkataannya dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar. [Al-Adzkar]

 

Bahkan Al-Munawi berkata :

وَهَذَا مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِر فَإِنَّهُ إِِذَا نَهَى الشَّارِعُ أَنْ يَخْطُبَ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ فَكَيْفَ بِمَنْ يُفْسِدُ اِمْرَأَتَهُ

Takhbib merupakan “akbarul kaba’ir” (dosa terbesar dari dosa-dosa besar) karena syariat melarang agar seseorang melamar wanita yang telah dilamar pria lain maka bagaimana dosanya jika seseorang merusak (tali pernikahan) istri orang lain. [At-Taysir Bi Syarh al-jami’ As-Shagir]

 

Jika mengadu hewan saja haram maka bagaimana dengan mengadu antara istri dengan suaminya. Ad-Dzahabi berkata : Mengadu antar binatang ternak dll adalah haram hukumnya seperti adu jago, adu domba, adu anjing dll. karena Nabi SAW melarangnya maka pelakunya ia bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya. Dan termasuk di dalamnya menumbuhkan permusuhan wanita kepada suaminya dan seseorang dengan majikannya. [Al-Kabair] Al-Munawi menambahkan bahwa dosa takhbib akan bertambah besar lagi jika pelakunya masih merupakan tetangga atau kerabatnya, karena hal itu akan menjadikannya sebagai kedzaliman di atas kedzaliman. [At-Taysir]

 

Maka untuk kehati-hatian, jika ada saudara Wanita yang sedang bermasalah dengan suaminya maka hendaknya kita tidak menjadikannya nyaman berada di rumah kita, karena boleh jadi dengan perlakuan baik kita kepadanya menjadikannya semakin membenci suaminya. Syeikh As-Sya’rawi berkata : Jika seorang Wanita (bersuami) yang sedang bermasalah dengan suaminya, ia mendatangi seseorang yang hendak mendamaikan keduanya lalu orang tadi memberikan makanan yang enak, uang (fasilitas) lebih dan memuliakan wanita tersebut meskipun dengan niatan memuliakan suaminya maka terkadang perbuatan tersebut menjadikan wanita itu condong kepada pria lain dan semakin membenci suaminya maka dengan demikian perbuatan orang tadi masuk dalam ancaman hadits (takhbib) di atas… Beliau berkata : Sering para wanita seperti di atas mendatangiku maka aku mempersulit kondisinya (di sisiku) dan aku berpesan kepada keluargaku agar tidak memberikannya makan sehingga wanita itu kelaparan lalu wanita itu kembali lagi kepada suaminya dan menyadari nikmat keberadaan suaminya. [Faidlul Qadir]

 

Keretakan rumah tangga boleh jadi karena gangguan jin dan boleh jadi karena gangguan manusia yang berprilaku “takhbib” seperti di atas dan ini justru yang lebih berbahaya. Malik bin dinar berkata :

إِنَّ شَيْطَانَ الْإِنْسِ أَشَدُّ عَلَيَّ مِنْ شَيْطَانِ الْجِنِّ لِأَنِّي إِذَا تَعَوَّذْتُ بِاللهِ ذَهَبَ شَيْطَانُ الْجِنِّ عَنِّي ، وَشَيْطَانُ الْأِنْسِ يَجِيْئُنِي فَيَجُرُّنِي إِلَى الْمَعاَصِي عِيَاناً

Setan manusia itu lebih berbahaya bagiku ketimbang setan jin. Karena jika aku membaca ta’awwudz maka setan jin akan pergi dari hadapanku namun setan manusia akan tetap mendatangiku lalu menyeretku kepada kemaksiatan secara terang-terangan. [Tafsir As-Shawi]

 

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk mendamaikan antara suami istri dan tidak justru menjadi provokator keretakan rumah tangga mereka dengan perilaku takhbib.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Tuesday, July 26, 2022

OUTFIT BRANDED

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abi Syu’aib RA, Nabi SAW bersabda:

كُلُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ

Makanlah kalian, bersedekahlah kalian dan kenakanlah pakaian dengan tanpa berlebihan dan kesombongan.  [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

“Berapa harga outfit lu?” Ini pertanyaan yang dilontarkan oleh pembuat video youtube. Lalu Giorgio, salah seorang interviewer memerinci outfit branded (pakaian bermerk) yang dikenakannya satu persatu. Kaos panjang yang dikenakan seharga Rp. 7 juta, jam tangan seharga 23.000 USD (Rp. 345 Juta), celana Panjang seharga 200 USD (3 Juta), sepatu seharga 1000 USD (Rp. 15 Juta). Lalu pertanyaan yang sama dilontarkan kepada seorang santri. Si bagus menjawab bahwa Peci yang dikenakan seharga 40 ribu, Baju dikasih kakak kelas, Jam tangan 30 ribu, sarung 60 ribu, sandal 15 ribu. Sungguh keadaan yang bertolak belakang.

 

Apa itu Outfit? Outfit artinya sesuatu yang digunakan untuk menutupi tubuh pada umumnya terdiri dari perpaduan antara item fashion mulai dari baju, celana atau rok, ikat pinggang, topi, kaos kaki, sepatu dan lain-lain. Istilah “OOTD” yang merupakan singkatan dari “Outfit Of The Day” menunjukan apa yang anda pakai di hari itu. [glosarium org]

 

Pertanyaannya, apakah boleh kita memakai outfit branded yang mahal? Islam tidak memberikan Batasan maksimal harga outfit yang boleh dipakai. Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, Guru Imam Malik, beliau memakai pakaian yang terbuat dari bulu wol yang lembut seharga 50 Dinar (175 Juta Rp.) yang dipakai ketika musim dingin dan Ketika musim panas beliau menjualnya lalu uangnya beliau sedekahkan. Dan Ketika musim panas beliau mengenakan 2 pakaian tipis produk mesir dan beliau mengutip firman Allah QS Al-A’raf : 32 [Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an] Yaitu :

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan “Zinah” (perhiasan) dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" [QS Al-A’raf : 32]

 

Al-Qurtuby berkata : Ayat ini menjelaskan bahwa manusia itu suka mengharamkan dari diri mereka sendiri apa yang tidak diharamkan oleh Allah. Kata “Zinah” dalam ayat itu berarti “Al-Malbas al-Hasan” (pakaian yang bagus). Diriwayatkan dari Sayyidina Umar :

إِذَا وَسَّعَ اللهُ عَلَيْكُمْ فَأَوْسِعُوا

“Jika Allah meluaskan rizki kepada kalian maka perluaslah pula (belanja kalian)”. [Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an]

 

Al-Hasan (Al-Bashri) memakai baju mahal seharga 400 (dirham setara 24 juta Rp.), suatu ketika bertemu dengan Farqad as-Sinji yang memakai pakaian “al-mish” (baju sederhana yang biasa dipakai pertapa). Saat bertemu, Farqad berkata : “Betapa halusnya pakaianmu ini!” Maka Hasan Al-Bashri berkata :

لَيْسَ لِيْنُ ثِيَابِي يُبْعِدُنِي عَنِ اللهِ وَلَا خُشُونَةُ ثَوْبِكَ تُقَرِّبُكَ مِنْهُ إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

Halusnya pakaianku tidaklah menyebabkan aku jauh dari Allah dan kasarnya kain bajumu menjadikanmu dekat kepada Allah. Sesunguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. [Faidlul Qadir]

 

Memakai baju bagus dan mahal itu tidak serta merta mencerminkan sifat sombong dari pemakainya. Suatu ketika, Rasul SAW bersabda :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar biji sawi."

Lalu ada seorang lelaki bertanya :

إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً

"Sesungguhnya ada orang yang senang jika pakaiannya bagus dan sandalnya pun bagus." Beliau bersabda :

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

"Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. [HR Muslim]

 

Seseorang yang memakai baju mahal tersebut barulah dinilai sombong jika hati dan perilakunya merendahkan orang lain sebagaimana dipahami dari hadits tadi. Selama tidak demikian, maka memakai baju bagus nan mahal itu sah-sah saja bahkan menjadi perilaku yang baik jika baju tersebut menjadi sarana syukur atas anugerah Allah kepadanya.

 

Suatu Ketika Malik Bin Auf Al-Jutsamy duduk Bersama baginda Rasul SAW dan beliau melihatnya mengenakan pakaian yang usang. Maka beliaupun bertanya: "Apakah engkau mempunyai harta?" Aku menjawab, "Iya, wahai Rasulullah. Aku memiliki banyak harta." Beliau bersabda:

فَإِذَا آتَاكَ اللَّهُ مَالًا فَلْيُرَ أَثَرُهُ عَلَيْكَ

"Jika Allah memberimu harta yang banyak, maka tampakkanlah wujud dari rizki-Nya itu pada dirimu.” [HR An-Nasai]

 

Namun demikian, hendaknya hindari memakai “Tsaub Syuhrah” (pakaian terkenal). Ibnul Atsir berkata : maksudnya adalah pakaian yang dikenal banyak orang mungkin karena memiliki warna yang mencolok yang berbeda dengan warna baju pada umumnya sehingga baju itu menarik perhatian banyak orang sehingga itu akan menyebabkan ia merasa ujub dan takabbur. [Aunul Ma’bud] dan menurut Al-Munawi : pakaian dimana seseorang menjadi terkenal sebab pakaiannya tersebut. [At-Taysir] Dan menurut As-Sindi : pakaian yang modelnya disengaja supaya dikenal oleh banyak orang, baik pakaian itu berupa pakaian yang mahal yang disombongkannya atau pakaian yang jelek yang dipakai supaya ia dikenal dan riya’ dengan kezuhudannya. [Hasyiyah As-Sindy] Karena Rasul SAW bersabda :

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبًا مِثْلَهُ ثُمَّ تُلَهَّبُ فِيهِ النَّارُ

Barang siapa yang memakai pakaian terkenal maka di hari kiamat, Allah akan memakaikan kepadanya pakaian yang sama lalu baju itu berkobar dengan api yang menyala-nyala. [HR Abu Dawud]

Maka untuk mengkompromikan beberapa dalil dan sebagaimana hadits utama di atas, Ibnu Hajar Al-Asqalany berkata :

يَلْبَسُ ثِيَابًا تَلِيْقُ بِحَالِهِ مِنَ النَّفَاسَةِ وَالنَّظَافَةِ لِيَعْرِفَهُ الْمُحْتَاجُونَ لِلطَّلَبِ مِنْهُ مَعَ مُرَاعَاةِ الْقَصْدِ وَتَرْكِ الْإِسْرَافِ

Hendaknya seseorang memakai pakaian yang pantas dengan keadaannya, baik dari sisi harga dan kebersihannya. Hal ini supaya dengan mudah ia diketahui oleh orang yang membutuhkan uluran tangan sehingga mereka bisa meminta bantuan kepadanya. dan disertai dengan memperhatikan kondisi sedang-sedang saja dan tidak berlebihan. [Fathul Bari]

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk memakai pakaian dengan rasa penuh syukur tanpa kesombongan dan juga bersedekah sesuai dengan rizki yang telah diberikan Allah kepada kita.

Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Monday, July 25, 2022

PEMBUNUHAN MISTERIUS

ONE DAY ONE HADITH


Diriwayatkan dari Abdullah ibnu Mas’ud RA, Nabi SAW bersabda: 

أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِي الدِّمَاءِ

“Yang paling pertama diputuskan (dalam pengadilan Allah) pada perkara antar sesama manusia adalah masalah darah (pembunuhan)”. [HR Bukhari]


Catatan Alvers


“Berita terkini, seorang polisi menembak polisi di rumah polisi lalu ditangkap polisi untuk diperiksa polisi di kantor polisi.” “polisi tembak polisi yang mati duluan cctv.” Itulah beberapa meme yang banyak beredar di medsos pasca kasus pembunuhan yang menewaskan Brigadir J pada 8/7/2022.  Kasus tersebut menjadi perbincangan hangat di masyarakat lantaran kasus tersebut banyak meninggalkan keanehan atau keganjilan. Hingga kini peristiwa itu masih menjadi misteri dan teka teki, siapa pelakunya dan apa motifnya. [monitorindonesia.com]

Kasus ini hanya satu kasus dari banyak kasus pembunuhan yang terjadi di negeri ini. Banyaknya kasus pembunuhan merupakan tanda akhir zaman. Rasulullah SAW bersabda :

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْهَرْجُ

“Tidak akan datang hari kiamat hingga banyak terjadi “al-Harj.” [HR Muslim]

Para sahabat lantas bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah al-Harj itu? ”Beliau menjawab:”Pembunuhan, pembunuhan”. 


Kasus pembunuhan misterius juga pernah terjadi di zaman Nabi Musa AS dengan korban orang lanjut usia yang kaya raya di kalangan bani israil.  Semua kelompok cuci tangan. Masing-masing membela diri dari tuduhan pembunuhan dan melemparkan tuduhan kepada orang lain dan akhirnya mereka saling bertengkar. Masalah ini akhirnya diajukan kepada Nabi Musa AS untuk dicari penyelesaiannya.


Nabi Musa AS memerintahkan mereka untuk menyembelih seekor sapi guna mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Sapi dengan ciri-ciri yang ditanyakan oleh bani israil itu ternyata ber-harga mahal yaitu sejumlah emas yang banyak. Mereka membelinya dengan cara patungan. Singkat cerita maka sapi itu disembelih. Lalu Allah berfirman :

 اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا 

 “Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!” … [QS Al-Baqarah : 73]


Mendengar perintah ini, Nabi Musa AS mengambil lidah dari sapi tersebut lalu memukulkan pada mayat itu. Atas seijin Allah, Mayat itu hidup kembali dan menceritakan siapa pembunuhnya yang tidak lain adalah dua orang anak dari pamannya dengan motif warisan. Setelah itu mayat hidup itu mati kembali. Akhirnya setelah terang pembunuhnya, keduanya dicabut hak warisnya lalu dibunuh sebagai hukumannya. [Tafsir Jalalain]


Ada isu mengenai motif pembunuhan Brigadir J, yaitu masalah Wanita. Pembunuhan yang dilatar belakangi urusan wanita bahkan menjadi motif pembunuhan pertama yang ada di muka bumi.


Syeikh Ahmad bin  Muhmmad As-Shawi dalam Hasyiyah Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa setelah 100 tahun Nabi Adam dan Hawa diturunkan dari surga, mereka dikaruniai anak kembar pertamanya bernama Qabil dan saudarinya dan setahun kemudian lahirlah sepasang anak kembar yaitu Habil dan saudarinya. Siti Hawa mengalami kehamilan sebayak 20 kali dan di setiap kehamilan ia mengandung dua anak kembar sepasang, laki dan perempuan. Ketika Qabil dan Habil dewasa, maka Nabi Adam mengawinkan Qabil dengan saudarinya Habil dan sebaliknya Habil dinikahkan dengan saudarinya Qabil. 

Perjodohan ini ditentang oleh sang kakak, Qabil karena wanita yang akan dinikahinya yaitu saudari kembarnya Habil itu berwajah buruk sementara saudari kembarnya sendiri yang dijodohkan dengan Habil adalah wanita yang cantik rupawan. Qabil berkilah kepada ayahnya, Adam : “Engkau memberikan perjodohan ini berdasarkan kemauanmu sendiri bukan dari Allah”.  Nabi Adam lalu berkata :

  قَرِّبَاً قُرْبَانًاً فَأَيُّكُمَا تُقُبِّلَ مِنْهُ فَهُوَ أَحَقُّ بِالْجَمِيْلَةِ

Keluarkanlah qurban, maka siapa saja di antara kalian berdua yang kurbannya diterima maka ia lebih berhak menikahi wanita yang cantik. [Hasyiyah As-Shawi]


Namun singkat cerita, kurban Qabil tidak diterima sehingga ia marah karena itu berarti ia gagal menikahi saudarinya yang cantik. Iapun naik pitam dan berencana membunuh adiknya yang dianggap sebagai biang keladi dari semua kesialannya. Allah SWT mengisahkan dalam firman-Nya :

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ 

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap baik membunuh saudaranya, lalu iapun membunuhnya, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. [QS Al-Ma'idah : 30]


Suatu peristiwa menjadi misterius karena banyaknya rekayasa. Dan rekayasa itu bukan hal baru. Dulu, saudara-saudara Nabi Yusuf juga membuat rekayasa ketika ingin menyingkirkan Nabi yusuf dan menjauhkannya dari ayah mereka yang sangat mencintainya. Mereka membuang Nabi Yusuf ke dalam sumur dan membuat rekayasa seakan-akan Nabi Yusuf tewas. Mereka berkata :

يَاأَبَانَا إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِنْدَ مَتَاعِنَا فَأَكَلَهُ الذِّئْبُ وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا وَلَوْ كُنَّا صَادِقِينَ. وَجَاءُوا عَلَى قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ

"Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami berkata benar." [QS Yusuf : 17] Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. [QS Yusuf : 18]


Rekayasa mereka adalah setting kronologi, perkataan yang meyakinkan dan mendatangkan barang bukti palsu. Dan rekayasa mereka berhasil membuat sang ayah merasa kehilangan anak yang sangat dicintainya namun seiring berjalannya waktu akhirnya atas seizin Allah, terkuak juga rekasaya tersebut dan akhirnya merekapun meminta maaf. “Mereka berkata, "Wahai ayah kami! Mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah." [QS Yusuf : 97]


Suatu peristiwa mungkin menjadi misteri, namun di akhirat kelak tidak ada satu rekayasa melainkan akan tersingkap hakikatnya karena yang bersaksi bukan lagi mulut namun tangan dan kaki para pelakunya. Allah SWT berfirman :

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. [QS Yasin : 65]

Dan saat itu yang menjadi prioritas adalah kasus pembunuhan, sebagaimana hadits utama di atas “Yang paling pertama diputuskan (dalam pengadilan Allah) pada perkara antar sesama manusia adalah masalah darah (pembunuhan)”. [HR Bukhari]

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menjauhi rekayasa karena setiap kita tidak akan luput dari pengadilan Allah yang maha mengetahui hakikat suatu peristiwa. 


Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag


Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!


NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]




Thursday, July 21, 2022

TIPS SEHAT DAHSYAT

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Dari Rifa’ah bin Rafi’ Al-Anshari RA, Rasul SAW bersabda :

اسْأَلُوا اللَّهَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فَإِنَّ أَحَدًا لَمْ يُعْطَ بَعْدَ الْيَقِينِ خَيْرًا مِنْ الْعَافِيَةِ

Mintalah ampunan (dari dosa) dan “afiyah” (sehat dan selamat) kepada Allah karena tiada seseorang mendapatkan anugerah setelah keimanan yang lebih baik daripada “afiyah”. [HR Muslim]

 

Catatan Alvers

 

Orang sehat memiliki seribu keinginan sementara orang yang sakit hanya memiliki satu keinginan yaitu sehat. Kesehatan adalah anugerah terbesar setelah iman sebagaimana ditegaskan dalam hadits utama di atas bahkan nikmat sehat itu setara dengan memiliki dunia dan seisinya. Rasul SAW  bersabda :

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di lingkungannya (pada diri dan keluarganya) diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” [HR. Tirmidzi]

 

Namun demikian, manusia sering melupakan anugerah kesehatan. Nabi SAW bersabda :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang. [HR Bukhari]


Kesehatan dan kesembuhan itu berasal dari Allah SWT sebab obat-obatan tidak menjamin seseorang menjadi sembuh dari penyakitnya. Obat-obatan bisa dibeli dengan uang namun tidak dengan kesembuhan dan Kesehatan. Jika sehat itu dijual bebas di toko-toko dan apotik terdekat niscaya tidak ada orang kaya yang sakit. Nabi Ibrahim AS berkata : Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80] Obat-obatan hanyalah ihtiyar yang mana jika benar dan bersamaan dengan izin Allah maka seseorang akan mendapatkan kesembuhan. Rasul SAW bersabda :

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Setiap penyakit ada obatnya maka jika obatnya tepat maka akan sembuh dengan seizin Allah Azza Wa Jalla. [HR Muslim]

 

Berikut kami sampaikan beberapa tips yang luar biasa dahsyat untuk menjaga Kesehatan dari berbagai sumber. Pertama, Hindari memenuhi perut dengan makanan. Dikisahkan bahwa Ar-rasyid memiliki dokter Nasrani yang pintar. Dokter itu berkata kepada Ali bin Husein bin Waqid : “Di dalam kitabmu (Quran Hadits) tidak ada sedikitpun ilmu kedokteran, sedangkan ilmu itu ada dua macam yaitu ilmu abdan (kesehatan) dan ilmu adyan (agama)”.  Ali menjawab : “Allah mengumpulkan semua ilmu kedokteran dalam separuh ayat dari kitab-Nya. Yaitu :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا

Makan dan munimlah kalian namun janganlah berlebihan [QS Al-A’raf : 31]

 

Dokter Nasrani itu kemudian berkata lagi : “Akan tetapi ilmu kedokteran tidak ada dalam keterangan Nabi kalian”. Ali menjawab : Nabi SAW mengumpulkan ilmu kedokteran dalam kalimat pendek, yaitu perut itu sarang penyakit, Tindakan preventif  (pencegahan) adalah obat yang utama dan berilah setiap badan; apa yang ia biasakan”. Mendengar jawaban memuaskan ini maka dokter Nasrani berkata :

مَا تَرَكَ كِتَابُكُمْ وَلَا نَبِيُّكُمْ لِجَالِيْنُوْسَ طِباًّ

“Kitabmu dan Nabimu tidak menyisakan ilmu kedokteran untuk Dr. Galinos (129-199, seorang dokter Yunani yang memiliki pengaruh besar dalam kedokteran Eropa)” [Tafsir Al-Kassyaf]

 

Porsi makan maksimal itu sepertiga dari kapasitas perut. Rasulullah bersabda:

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

"Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan" [HR Ibnu Majah]

 

Al-Hafidz Ibnu Rajab berkata bahwa hadits tersebut merupakan pokok yang mengumpulkan semua dasar-dasar kedokteran. Yahya Ibnu masawaih (777 – 857 M) dokter ternama khilafah abbasiyah ketika membaca hadits utama tersebut berkata:

لَوِ اسْتَعْمَلَ النَّاسُ هَذِهِ الْكَلِمَاتِ سَلِمُوا مِنَ الْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ وَلَتَعَطَّلَتِ الْمَارِسْتَانَاتُ وَدَكَاكِيْنُ الصَّيَادِلَةِ

Seandainya semua orang mengamalkan hadits ini maka mereka akan selamat dari berbagai penyakit sehingga rumah sakit dan toko obat (apotek) akan sepi.  [Jami’ul Ulum Wal Hikam]

 

Tidak hanya berbahaya bagi badan, kekenyangan juga bisa menurunkan daya pikir dan semangat. Lukmanul Hakim berpesan kepada putranya :

يَا بُنَيَّ إِذَا امْتَلَأَتِ الْمَعِدَّةُ نَامَتِ الْفِكْرَةُ، وَخَرَسَتِ الْحِكْمَةُ، وَقَعَدَتِ الْأَعْضَاءُ عَنِ الْعِبَادَةِ

“Wahai anakku, Jika perut itu penuh (dengan makanan) maka akal pikiran akan tertidur, hikmah akan membisu dan semua anggota badan akan berat untuk melakukan ibadah”  [At-Tahrir Wat Tanwir]

 

Kedua, Makan menunggu lapar. Burhanuddin al-halabi menceritakan bahwa Seorang Muqauqis (pembesar mesir) mengirim hadiah dan (termasuk didalamnya) seorang dokter. Rasul SAW berkata kepada dokter tersebut :

اِرْجِعْ إِلَى أَهْلِكَ نَحْنُ قَوْمٌ لَا نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لَا نَشْبَعُ

Pergilah ke keluargamu karena kami adalah kaum yang tidak makan kecuali dalam keadaan lapar dan jika makan maka kami tidak sampai kenyang.[Sirah Halabiyah]

 

Ketiga, setelah makan jangan langsung tidur. Al-Harits bin Kaldah, (W 634 M) seorang dokter yang wafat di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, ketika maut hampir menjemputnya, orang-orang mengerumuninya. Mereka berkata, "Perintahkanlah kepada kami dengan sesuatu yang tidak kami tanyakan lagi setelah (kepergian)mu." Al-Harits berkata :

لَا تَتَزَوَّجُوا مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا شَابَّةً، وَلَا تَأْكُلُوا مِنَ الْفَاكِهَةِ إِلَّا فِي أَوَانِ نُضْجِهَا، وَلَا يَتَعَالَجَنَّ أَحَدُكُمْ مَا احْتَمَلَ بَدَنُهُ الدَّاءَ... وإذا تغذّى أَحَدُكُمْ، فَلْيَنَمْ عَلَى إِثْرِ غَدَائِهِ سَاعَةً، وَإِذَا تَعَشَّى فَلْيَمْشِ أَرْبَعِينَ خُطْوَةً

Janganlah kalian menikahi perempuan kecuali yang masih muda, jangan pula makan buah kecuali yang matang, jangan minum obat selama badan masih kuat menahan sakit Jika salah seorang dari kalian makan siang maka ia (boleh) tidur setelah satu jam setelahnya, dan jika makan malam hendaknya berjalan (minimal) empat puluh langkah (sebelum tidur). [Zadul Ma’ad]

 

Keempat. Hangatkan kaki. Boerhaave, seorang dokter Belanda dan penulis buku "Elementa Chemiae", meninggal tahun 1738. Sebelum wafat ia meninggalkan sebuah buku tebal bersegel dengan judul "The Onliest and The Deepest Secrets of The Medical Art" (Rahasia paling mendalam dan satu-satunya dalam Seni Pengobatan).

Buku tersebut dilelang, dan sang pemenang lelang membayar emas seniai $ 20.000. Saat segel dibuka, ia menemukan bahwa 99 dari 100 halaman buku itu adalah kosong.

Selain sampul depan, cuma terdapat tulisan pendek: "Jaga diri untuk tetap tenang, jaga kaki agar tetap hangat, dan kamu akan membuat dokter terbaik sekalipun menjadi miskin." [Soulburger]

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk mensyukuri nikmat sehat dengan menjaga kesehatan dan menggunakannya untuk beribadah.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]