إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ

"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain." [HR Muslim]

أَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا : مَنْ لاَ يَرَى قَدْرَهُ ، وَأَكْبَرُ النَّاسِ فَضْلاً : مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah melihat kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah melihat kemuliannya (merasa mulia).” [Syu’abul Iman]

الإخلاص فقد رؤية الإخلاص، فإن من شاهد في إخلاصه الإخلاص فقد احتاج إخلاصه إلى إخلاص

"Ikhlas itu tidak merasa ikhlas. Orang yang menetapkan keikhlasan dalam amal perbuatannya maka keihklasannya tersebut masih butuh keikhlasan (karena kurang ikhlas)." [Ihya’ Ulumuddin]

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [HR Muslim]

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”[HR Ahmad]

Tuesday, August 30, 2022

OJO DIBANDING-BANDINGKE

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :

لَا تُفَضِّلُوا بَيْنَ أَنْبِيَاءِ اللَّهِ

Janganlah kamu mengutamakan seorang nabi daripada nabi yang lain. [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

“Wong koyo ngene kok dibanding-bandingke” (Orang seperti ini kok dibanding-bandingkan). “Saing-saingke yo mesti kalah” (Dipersaingkan ya pasti kalah). Tak oyako aku yo ora mampu” (Ku kejar pun aku ya tidak mampu). Itu sepenggal lirik lagu yang sedang viral karena banyak menjadi backsound video di medsos dan sempat menggoyang istana dengan suara Farel prayoga. Lagu ini menjadi viral karena dinilai liriknya mewakili isi hati sebagian masyarakat Indonesia. . [cnnindonesia.com]

 

Masalah membanding-bandingkan bukanlah hal baru. Di zaman Nabi, pernah juga terjadi kasus dimana ada orang yang membanding-bandingkan dan   mengunggul-ngunggulkan nabi musa diantara nabi-nabi yang lain. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata; "Pada suatu ketika ada seorang Yahudi yang menawarkan barang dagangannya, tetapi ia mendapat penawaran yang tidak disepakatinya, hingga dia berkata; “Demi Dzat yang telah mengutamakan Musa dari semua manusia”. Ucapan ini didengar oleh seorang sahabat Anshar lalu iapun menampar muka orang Yahudi tadi. Ia memprotes “Mengapa kamu berani berkata “'Demi Dzat yang telah mengutamakan Musa dari semua manusia demikian”, sementara Rasulullah SAW masih berada di antara kami !.

 

Akhirnya orang Yahudi itu mengadu kepada Rasulullah ; 'Wahai Abal Qasim, Aku ini adalah orang kafir dzimmi yang dilindungi dan mempunyai hak. Ketahuilah bahwasanya si fulan telah menampar mukaku”. Lalu Rasulullah bertanya kepada sahabat yang menamparnya; 'Hai sahabat Anshar, mengapa kamu tampar muka orang Yahudi ini? ' Lalu sahabat tadi menjelaskan kronologinya. Mendengar si yahudi membanding-bandingkan para nabi, maka Rasulullah marah hingga kemarahannya itu tampak pada raut muka lalu beliau bersabda: “Janganlah kamu mengutamakan seorang nabi daripada nabi yang lain”. [HR Bukhari]

 

Menjelaskan larangan membanding-bandingkan sebagaimana dalam hadits tersebut, Syeikh Badruddin Al-Ayni berkata :

لَا تُفَضِّلُوا بَعْضًا بِحَيْثُ يَلْزَمُ مِنْهُ نَقْصُ الْمَفْضُوْلِ أَوْ يُؤَدِّي إِلَى الْخُصُوْمَةِ وَالنِّزَاعِ

Jangan mengunggulkan sebagian (dari sebagian yang lain) dengan sekira bisa menisbatkan kekurangan kepada yang kalah (membully), atau sekira hal itu bisa mendatangkan permusuhan dan perselisihan. [Umdatul Qari]

 

Maka jelas, jika membanding-bandingkan bertujuan untuk menisbatkan kekurangan kepada pihak yang kalah maka hal itu dilarang sebab akan bisa menyakiti orang lain bahkan bisa menjadikannya terhina sehina-hinanya. Menurut hemat saya, larangan ini tidak hanya berlaku dalam lingkup para nabi, namun juga berlaku sesama hamba Allah secara umum dengan alasan tersebut. Dalam lanjutan lirik lagu disebutkan “Sopo wonge sing ra lara ati” (Siapa orang yang tidak sakit hati). “Wes ngancani tekan semene” (Sudah menemani sampai sekarang). “Nanging kabeh ora ono artine” (Namun semua tidak ada artinya). “Ra ono ajine” (Tak ada harganya). “Wong koyo ngene kok dibanding-bandingke” (Orang seperti ini kok dibanding-bandingkan). “Saing-saingke yo mesti kalah” (Dipersaingkan ya pasti kalah).

 

Dengan demikian, jika membanding-bandingkan itu tidak bertujuan untuk membully dan tidak mendatangkan permusuhan maka hal itu boleh boleh saja seperti menjelaskan kelebihan tanpa merendahkan yang lain, memberikan nasehat dan teladan yang baik. Hal ini sebagimana Allah mengutamakan sebagian Nabi dari para nabi yang lain dalam firman : “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah ber-kalam dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat”.... [QS Al-Baqarah: 253] Dan dalam ayat lain Allah SWT berfirman :

وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّيْنَ عَلٰى بَعْضٍ

Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain) … [QS Al-Isra': 55]

 

Membanding-bandingkan dalam urusan harta dunia dengan mengunggulkan seseorang dan menyepelekan yang lain adalah perbuatan yang keliru sebab standar kemuliaan yang sebenarnya itu bukanlah terletak kepada harta dunia. Rasulullah SAW bersabda :

  إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian. [HR Muslim]

 

Jika orang memvonis kita menjadi pihak yang kalah dalam perbandingan dalam urusan harta benda maka janganlah merasa hina karena bukan disitu letak kemuliaan dan kehinaan manusia. Allah SWT berfirman :

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأنْتُمُ الأعْلَوْنَ إنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. [QS Ali 'Imran : 139]

 

Dan sebaliknya, jika kita dijadikan pihak yang menang maka janganlah sombong. Allah SWT berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."[QS Luqman : 18]

 

Maka sebagaimana kita sendiri tidak suka dibanding-bandingkan dengan orang lain maka kita jangan suka membanding-bandingkan seseorang dengan orang lain. Jangan suka membanding-bandingkan suami/istri sendiri dengan suami/istri orang lain, anak sendiri dengan anak orang lain, teman sendiri dengan teman yang lain. Sungguh ini nasehat yang jauh dari kebencian bahkan nasehat ini tulus dan Ku berharap engkau mengerti di hati ini hanya ada kamu...”

 

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk tidak mengukur kemuliaan diri dan orang lain dengan harta dunia sehingga kita mencari kemuliaan hanya dari Allah SWT.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

 

 

Sunday, August 28, 2022

FAREL VS SAMBO

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda :

تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

“Kenalilah Allah di saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu di saat kesulitan”. [HR Al-Hakim]

 

Catatan Alvers

 

Nasib mujur menghampiri Farel Prayoga, penyanyi cilik asal Banyuwangi. Ia menjadi sorotan usai melantunkan lagu 'Ojo Dibandingke' di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2022 lalu. Farel Prayoga yang sebelumnya bukan siapa-siapa, kini hampir semua orang mengenalnya. Dulu, Farel mengamen Bersama ayahnya mulai kelas 2 SD di jalanan hingga ke pasar-pasar di Kecamatan Srono, Banyuwangi hingga kemudian anak 12 tahun itu membawakan lagu 'Ojo Dibandingke' lalu menjadi viral di medsos berkat suara yang bagus dan lagu yang mewakili isi hati sebagian masyarakat Indonesia.

 

Pasca tampil di istana, Farel kerap wara-wiri di televisi hingga kebanjiran job bahkan ia juga menggelar konsernya di salah satu stasiun televisi. Berkat prestasinya, Farel mendapat beasiswa dan dari hasil manggung dan kebanjiran job itu, Farel berhasil membeli mobil serta membangun rumah untuk orang tuanya. [kompas.tv] dan iapun mendapat piagam penghargaan sebagai Duta Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM bagi pelajar yang berprestasi di Bidang Seni dan Budaya tahun 2022 dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. [cnnindonesia.com]

 

Sementara di sisi lain, nama Ferdy Sambo juga mencuat dan banyak dibicarakan orang karena ia divonis dengan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari POLRI pasca ia dinyatakan menjadi tersangka pembunuhan ajudannya. Dan iapun terancam Pasal dengan hukuman pidana maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau 20 tahun perjara. Padahal ia adalah seorang inspektur jenderal (irjen), jenderal bintang dua termuda (48 tahun) dan memiliki jabatan tinggi serta mentereng sebagai Kadiv Propam Polri [sulsel.inews.id] Memiliki banyak mobil mewah seharga miliaran, rumah yang megah dan kemana-mana mendapat pengawalan beberapa ajudan. [nasional.tempo.co]

Sungguh dua kenyataan yang berbanding terbalik. Namun begitulah kehidupan dunia, bagaikan roda yang kadang di atas dan kadang di bawah. Allah SWT berfirman :

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami Pergilirkan di antara manusia. [QS.Ali Imran: 140]

 

Itulah dunia, ia tak lepas dari silih bergantinya malam dan siang, tawa dan tangis, kaya dan miskin, sukses dan gagal. Jika kita mengetahui demikian, maka hendaklah kita tetap waspada dalam kondisi apapun, bahkan ketika berada pada jaya jayanya. Waspada dengan tetap bersyukur, beribadah kepada Allah dan senantiasa meminta pertolongannya. Sebagaimana hadits utama di atas disebutkan : “Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. [HR Al-Hakim] dan Sayyidina Ali KW berpesan :

الدَّهْرُ يَوْمَانِ يَوْمٌ لَكَ وَيَوْمٌ عَلَيْكَ فَإِذَا كَانَ لَكَ فَلَا تَبْطَرْ وَإِذَا كَانَ عَلَيْكَ فَاصْبِرْ فَبِكِلَيْهِمَا أَنْتَ مُخْتَبِرٌ

Masa itu terdiri dari 2 hari. Hari keberuntunganmu dan hari kerugianmu. Jika engkau sedang berada di hari keberuntunganmu maka janganlah kamu sombong. Dan disaat kau berada di hari kerugianmu maka bersabarlah. Ketahuilah bahwa dengan keduanya engkau menerima ujian. [Al-Basha’ir Wad Dakha’ir]

Ya, kita diuji dengan 2 hal tersebut, kaya dan miskin, sukses dan gagal semua itu ujian. Bukan seperti ujaran kebanyakan orang, bahwa ujian hanya pada kemiskinan dan kegagalan saja. Allah SWT berfirman :

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً

“Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. [QS Al-Anbiya’ : 35].

 

Untuk mengantisipasi berputarnya roda kehidupan tersebut maka Baginda Rasulullah SAW bersabda :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) masa hidupmu sebelum datang masa matimu.” [HR Al-Hakim]

Dan ketika seseorang terlanjur berada di dalam keterpurukan maka janganlah putus asa, tetaplah mengharap rahmat Allah SWT. Ibnu Athaillah as-Sakandari berkata :

مَعْصِيَةٌ أَوْرَثَتْ ذُلًّا وَافْتِقَارًا خَيْرٌ مِنْ طَاعَةٍ أَوْرَثَتْ عِزًّا وَاسْتِكْبَارًا

“Satu maksiat yang dapat memunculkan kehinaan dan merasa membutuhkan rahmat Allah adalah lebih baik dibandingkan perbuatan taat yang medatangkan perasaan mulia dan sombong”. [Al-Hikam Al-Athaiyyah]

 

Dan tetaplah semangat, karena orang baik itu bukan orang yang tidak pernah bersalah sebab setiap manusia itu pasti pernah melakukan kesalahan. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” [HR Ahmad]

 

Dan ketika seseorang sudah bertaubat dengan sebenar-benarnya maka Allah pasti akan memberikan ampunan-Nya. Lalu tetaplah berdoa, optimislah! karena permintaan iblis saja dikabulkan oleh Allah SWT.

 

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk senantiasa mensyukuri nikmat-Nya dan bersabar atas segala musibah dan ujian yang menimpa.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Thursday, August 4, 2022

TAKHBIB, BIANG KEROK RUMAH TANGGA

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

مَنْ خَبَّبَ زَوْجَةَ امْرِئٍ أَوْ مَمْلُوْكَهُ فَلَيْسَ مِنَّا

Barang siapa yang merusak istri seseorang atau budaknya, maka ia bukan bagian dari kami. [HR Abu Dawud]

 

Catatan Alvers

 

Viral istilah “Takhbib” pasca beredarnya video klarifikasi youtubers Tasyi Athasyia di media sosial yang diduga bermasalah dengan kembarannya, beauty vlogger Tasya Farasya. Ketidakhadiran Tasyi di acara ulang tahun anak Tasya menjadi tanda tanya besar bagi netizen akan permaslahan diantara mereka. Akhirnya Syekh Zaki, suami tasyi memberikan klarifikasi akan permasalahan tersebut terkait dengan “takhbib”. Video itu ditonton 1,8 juta viewers kurang dari 24 jam pasca tayang. [suara com]

 

Apa itu “Takhbib”? Kata takhbib merupakan mashdar dari fiil madly “khabba” yang bermakna “khada’a wa afsada”, menipu dan merusak. pekerjaannya disebut dengan “khibbun” atau “takhbib” dan pelakunya disebut “khabbun” sebagaimana disebutkan dalam hadits :

لَا يَدْخُل الْجَنَّة خَبٌّ

Tidaklah masuk surga, “khabbun” (seorang pelaku takhbib). [HR Ahmad]

 

Selanjutnya perbuatan takhbib ini dijelaskan oleh Al-Abady sebagai :

خَدَعَهَا وَأَفْسَدَهَا أَوْ حَسَّنَ إِلَيْهَا الطَّلَاق لِيَتَزَوَّجهَا أَوْ يُزَوِّجهَا لِغَيْرِهِ أَوْ غَيْر ذَلِكَ

Menipu dan merusak rumah tangga seorang Wanita atau memotivasinya untuk bercerai supaya ia bisa menikahi wanita tersebut atau dinikahi oleh orang lain atau tujuan lainnya. [Aunul Ma'bud]

 

Secara praktis, takhbib digambarkan :

بِأَنْ يَذْكُرَ مَسَاوِئَ الزَّوْجِ عِنْد اِمْرَأَتِهِ أَوْ مَحَاسِنَ أَجْنَبِيٍّ عِنْدَهَا بِأَيِّ نَوْعٍ مِنَ الْإِفْسَادِ

Menceritakan kejelekan suami di hadapan istrinya atau menyebutkan kebaikan-kebaikan pria lain di hadapannya dengan cara apapun (untuk meretakkan rumah tangganya). [Aunul Ma'bud]

 

Perkataan yang bisa memperkeruh hubungan antara suami-istri adalah perbuatan yang buruk sekali. Nabi SAW bersabda :

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ الْمَشَّاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفْسِدُونَ بَيْنَ الْأَحِبَّةِ الْبَاغُونَ لِلْبُرَآءِ الْعَنَتَ

“Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang paling buruk di antara kalian. Yaitu orang-orang yang kerjanya mengadu domba (menghasud), yang gemar mencerai-beraikan orang-orang yang saling mengasihi, dan yang suka mencari aib pada manusia yang tidak berdosa.” [HR Ahmad]

 

Maka takhbib merupakan perbuatan terlarang. Imam Nawawi berkata : Haram hukumnya seorang mukallaf (akil baligh) berbicara kepada seseorang, istrinya, anaknya atau budaknya dengan pembicaraan yang bisa merusak hubungan mereka terkecuali jika perkataannya dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar. [Al-Adzkar]

 

Bahkan Al-Munawi berkata :

وَهَذَا مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِر فَإِنَّهُ إِِذَا نَهَى الشَّارِعُ أَنْ يَخْطُبَ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ فَكَيْفَ بِمَنْ يُفْسِدُ اِمْرَأَتَهُ

Takhbib merupakan “akbarul kaba’ir” (dosa terbesar dari dosa-dosa besar) karena syariat melarang agar seseorang melamar wanita yang telah dilamar pria lain maka bagaimana dosanya jika seseorang merusak (tali pernikahan) istri orang lain. [At-Taysir Bi Syarh al-jami’ As-Shagir]

 

Jika mengadu hewan saja haram maka bagaimana dengan mengadu antara istri dengan suaminya. Ad-Dzahabi berkata : Mengadu antar binatang ternak dll adalah haram hukumnya seperti adu jago, adu domba, adu anjing dll. karena Nabi SAW melarangnya maka pelakunya ia bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya. Dan termasuk di dalamnya menumbuhkan permusuhan wanita kepada suaminya dan seseorang dengan majikannya. [Al-Kabair] Al-Munawi menambahkan bahwa dosa takhbib akan bertambah besar lagi jika pelakunya masih merupakan tetangga atau kerabatnya, karena hal itu akan menjadikannya sebagai kedzaliman di atas kedzaliman. [At-Taysir]

 

Maka untuk kehati-hatian, jika ada saudara Wanita yang sedang bermasalah dengan suaminya maka hendaknya kita tidak menjadikannya nyaman berada di rumah kita, karena boleh jadi dengan perlakuan baik kita kepadanya menjadikannya semakin membenci suaminya. Syeikh As-Sya’rawi berkata : Jika seorang Wanita (bersuami) yang sedang bermasalah dengan suaminya, ia mendatangi seseorang yang hendak mendamaikan keduanya lalu orang tadi memberikan makanan yang enak, uang (fasilitas) lebih dan memuliakan wanita tersebut meskipun dengan niatan memuliakan suaminya maka terkadang perbuatan tersebut menjadikan wanita itu condong kepada pria lain dan semakin membenci suaminya maka dengan demikian perbuatan orang tadi masuk dalam ancaman hadits (takhbib) di atas… Beliau berkata : Sering para wanita seperti di atas mendatangiku maka aku mempersulit kondisinya (di sisiku) dan aku berpesan kepada keluargaku agar tidak memberikannya makan sehingga wanita itu kelaparan lalu wanita itu kembali lagi kepada suaminya dan menyadari nikmat keberadaan suaminya. [Faidlul Qadir]

 

Keretakan rumah tangga boleh jadi karena gangguan jin dan boleh jadi karena gangguan manusia yang berprilaku “takhbib” seperti di atas dan ini justru yang lebih berbahaya. Malik bin dinar berkata :

إِنَّ شَيْطَانَ الْإِنْسِ أَشَدُّ عَلَيَّ مِنْ شَيْطَانِ الْجِنِّ لِأَنِّي إِذَا تَعَوَّذْتُ بِاللهِ ذَهَبَ شَيْطَانُ الْجِنِّ عَنِّي ، وَشَيْطَانُ الْأِنْسِ يَجِيْئُنِي فَيَجُرُّنِي إِلَى الْمَعاَصِي عِيَاناً

Setan manusia itu lebih berbahaya bagiku ketimbang setan jin. Karena jika aku membaca ta’awwudz maka setan jin akan pergi dari hadapanku namun setan manusia akan tetap mendatangiku lalu menyeretku kepada kemaksiatan secara terang-terangan. [Tafsir As-Shawi]

 

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk mendamaikan antara suami istri dan tidak justru menjadi provokator keretakan rumah tangga mereka dengan perilaku takhbib.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]