Rabu, 22 Juni 2016

PERJALANAN TERBERAT



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry, Rasul SAW bersabda :
إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” Allah SWT berfirman : Orang yang mau memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kiamat. [QS At-Taubah : 18]. [HR. At-Tirmidzi]

Catatan Alvers

Orang bijak mengatakan : Perjalanan terberat adalah perjalanan menuju ke Masjid. Banyak pemuda yang kuat  menaklukan puncak Gunung bromo dengan ketinggian : 2.329 meter , atau Puncak gunung semeru yang tingginya 3.676 meter namun tak mampu menaklukkan perjalanan ke Masjid yang berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.

Perjalanan terjauh adalah perjalanan menuju ke Masjid sebab banyak orang-orang kaya yang membayar jutaah rupiah untuk menempuh jalan ke cina, jepang, swedia bahkan telah travelling seluruh penjuru dunia namun tidak sanggup menempuh jalan ke masjid meskipun tanpa mengeluarkan biaya. Jangankan untuk sholat sehari 5 waktu, bahkan dalam seminggupun banyak yang melupakannya, dan tidak jarang pula yang seumur hidup tidak pernah mampir ke sana.


Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan menuju ke Masjid. Sebab banyak orang-orang pintar yang mampu melangkah dan dengan semangat membara pergi mencari ilmu ke negeri yang jauh hingga ke negeri cina, eropa, amerika, jepang, australia, korea, dan jangka waktu yang lama hingga bergelar S3 sekalipun namun tidak mampu menempuh perjalanan ke Masjid meskipun membutuhkan waktu yang tidak lama.

Maka berbahagialah, Bila engkau mampu melangkahkan kakimu ke Masjid karena sejauh manapun dirimu melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling membanggakan selain perjalananmu ke Masjid. Bagaimana tidak? Rasul SAW bersabda : “Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka saksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” Allah SWT berfirman : Orang yang mau memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kiamat. [QS At-Taubah : 18]. [HR. At-Tirmidzi] Tiada predikat yang lebih prestisius dari iman, sebab gelar iman bukan pemberian rektor, pimpinan sebuah universitas namun ia adalah gelar yang disematkan oleh dzat penguasa alam semesta.

Perjalanan ke Masjid adalah perjalanan menjumpai Rabbmu, sesuai dengan perintah-Nya yang diajarkan oleh Nabimu, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lalai akan Rabbnya. Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelapnya malam demi keselamatanmu, mengarungi dunia yang fana menuju tempat keabadian, serta bertemu dengan Rabbmu. Rasulullah saw. bersabda :
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
 Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan shaf pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” [HR. Bukhari]

Sabda Nabi “Seandainya orang-orang mengetahui” ini mengisyaratkan bahwa banyak orang yang tidak tahu karena pahala itu bersifat abstrak, kasat mata seandainya pahala mendatangi masjid berupa kipas angin, kulkas atau uang niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan cara merangkak.”

Di sebuah desa pedalaman terdapat seorang kepala desa mengatakan : “Barang siapa yang datang ke rumahku dengan membawa KTP pada tanggal kelahiranku, 3 Mei maka akan aku beri hadiah Rp. 27 Juta. masyarakat antara percaya dan tidak percaya. namun sebagian mereka yang belum punya KTP pun segera membuat KTP sebagai persyaratan di atas. Mereka yang tidak percaya mengatakan : “Mana mungkin pekerjaan kecil berhadiah besar?. Hari pun berganti minggu dan tanggal yang ditentukan pun mulai dekat dan mereka pun belum ada keyakinan. Tanggal 3 mei pun tiba. Dan ternyata benar, masyarakat yang membawa KTP mendapat hadiah uang 27 juta. Maka yang belum mengurus KTP dan tidak memilikinyapun menyesal. Dan saat itu, Penyesalan sudah tiada guna karena waktu telah berlalu. Itulah sebuah illustrasi keadaan antara yang mau dan enggan menjalani apa yang dijanjikan oleh Allah SWT padahal Maha suci Allah, “La Yukhliful Mi’ad”, Allah tidak pernah Ingkar janji. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk meyakini pahala yang dijanjikan-Nya sehingga kita ringan melangkahkan kaki ke masjid.

0 komentar:

Posting Komentar