• Pintu Gerbang Pondok Pesantren An-Nur 2 "Al-Murtadlo" Bululawang - Malang - Jawa Timur 65171
  • Program OnLine terbaru untuk memperkaya kajian tentang Hadits
  • Admin adalah Seorang Doktor dibidang Tafsir Hadits dari Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, 2012 dan sekarang menjabat sebagai Direktur Ma'had Aly STIKK AN-NUR (Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning)
  • Kajian Hadits yang dapat anda download dalam bentuk teks ataupun pdf
  • Materi Pasar Waqiah di bulan Ramadhan 1437H / 2016 M yang diadakan selama Bulan Ramadhan di Pondok Pesantren An-Nur 2 "Al-Murtadlo" Bululawang - Malang

Jumat, 17 November 2017

FIKIH HUJAN




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ummul Mukminin ’Aisyah RA :
إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ  اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً
Nabi saw ketika melihat hujan turun, beliau berdoa dengan mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” (Ya Allah jadikanlah hujan yang turun ini sebagai hujan yang mendatangkan manfaat) [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Hampir setiap hari hujan mengguyur bumi kita pada bulan-bulan ini namun hal yang mungkin dianggap remeh namun perlu diperhatikan adalah keyakinan kita bahwa hujan turun bukan karena musim, bukankah hujan sering turun meski bukan pada musimnya. Orang yang beriman akan berkeyakinan bahwa hujan turun karena dikehendaki oleh Allah SWT. Suatu ketika Rasulullah SAW melaksanakan shalat shubuh bersama para sahabat di Hudaibiyah, selepas hujan turun pada malam tersebut. Seusai shalat, beliau menghadap kepada kaum muslimin seraya bersabda: "Tahukah kalian apa yang telah difirmankan oleh Rabbmu?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Lalu beliau bersabda: "Allah berfirman:
أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ
'Di antara hamba-hamba-Ku, ada yang menjadi orang yang beriman dan ada yang kafir. Maka barangsiapa yang menyatakan, Kita diberi hujan berkat keutamaan dan rahmat Allah, maka orang itu beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sebaliknya, orang yang berkata, Kita diberi hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kufur terhadap-Ku dan beriman kepada bintang-bintang.  [HR Bukhari]

Rabu, 15 November 2017

PENYERU KEBAIKAN




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari an-Nu’man bin Basyir RA, Nabi SAW bersabda :
مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنْ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا
”Perumpamaan orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang yang melanggarnya seperti suatu kaum yang berada dalam sebuah kapal. Maka mereka mengadakan undian sehingga sebagian (penumpang) mendapatkan tempat di atas dan sebagian yang lain mendapatkan tempat di bawah. Dan penumpang bagian bawah jika akan mengambil air melewati penumpang yang di atas. Dan suatu saat berkata: ”Kalau kita lubangi bagian kita (bawah kapal ini untuk mengambil air), supaya tidak mengganggu orang yang di atas. Jika mereka yangberada di atas membiarkan saja orang (yang di bawah) untuk melubangi kapal, maka semuanya akan bisanasa (tenggelam), tetapi jika mereka mencegahnya, niscaya mereka semua selamat.[HR Bukhari]

Catatan Alvers

Situasi kondisi yang baik merupakan harapan setiap manusia. Namun situasi demikian sulitlah terwujud mengingat setan senantiasa bekerja keras untuk menyesatkan manusia dan menjerumuskannya ke lembah kehinaan dan kejelekan.

Saat yang demikian, menjadi baik tidaklah cukup tanpa setiap kita berusaha menjadikan orang lain baik dan tidak melanggar aturan. Itulah peran amar ma’ruf nahi munkar. Allah SWT :
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [QS:Ali Imran: 104].

Jumat, 10 November 2017

MENJAGA RAHASIA



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, Rasul SAW bersabda :
إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلُ الْحَدِيثَ ثُمَّ الْتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ
Apabila seseorang berbicara kemudian menoleh (ke kanan ke kiri untuk memastikan keadaan) maka pembicaraan tersebut adalah amanat (bagi pendengarnya) [HR Turmudzi]

Catatan Alvers

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, rahasia didefinisikan sebagai sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain: sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya; dan rahasia umum adalah sesuatu yang seharusnya disembunyikan, tetapi sudah diketahui orang banyak; rahasia yang sudah diketahui umum; [KBBI]

Setiap orang memiliki rahasia yang dipendamnya dalam-dalam di dalam lubuk hatinya namun terkadang justru ia sendiri yang meyebarkannya tanpa disadarinya. Ia tidak tahan menyimpan rahasianya akhirnya ia curhat kepada teman dekatnya. Inilah sumber bocornya rahasia kepada orang lain. Acapkali orang yang dipercaya menyimpan rahasia, ia menyebarkannya dengan password “jangan bilang siapa- siapa”. Orang ketiga melakukan hal yang sama dan seterusnya sehingga rahasia tersebut menjadi rahasia umum.

Selasa, 29 Agustus 2017

AMAL PARIPURNA NABI IBRAHIM AS




ONE DAY ONE HADITH

Anas Bin Malik RA berkata: 
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا خَيْرَ الْبَرِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاكَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام
Ada seseorang datang kepada Nabi SAW seraya berkata; Wahai sebaik-baik makhluk! Rasulullah SAW lalu berkata (kepadanya); (sebaik-baik makhluk) Itu adalah Nabi Ibrahim AS. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Mengomentari hadits di atas, para ulama berkata bahwa sabda Nabi “(sebaik-baik makhluk) Itu adalah Nabi Ibrahim AS” adalah wujud ketawadlu’an (rendah hati) beliau karena sebaik-baik makhluk Itu adalah Nabi Muhammad sendiri dan wujud perilaku memuliakan kepada seniornya (khullatihi wa ubuwatih). Atau sabda nabi merujuk  kepada kenyataan bahwa Nabi Ibrahim adalah sebaik-baik makhluk di zamannya. [Syarah An-Nawawi] dan memang demikian, Nabi Ibrahim AS bahkan keluarganya adalah teladan baik bagi kita semua. Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ
“Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian.” [QS. Al-Mumtahanah: 6]

KUKU KURBANKU






ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ummu Salamah RA, Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ
“Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari rambut dan kukunya. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Sungguh aneh perilakunya, tidak membeli hewan kurban dengan alasan hewan kurban mahal dan tidak mampu sementara membeli smartphone terbaru saja ia mampu dan membeli moge (motor gede) gak dianggap mahal. Padahal tidak pernah ada orang masuk neraka gara-gara tidak mampu membeli smartphone dan mengendarai moge. Tidakkah ia tahu bahwa hewan yang ia kurbankan akan menjadi pengantarnya kelak ke surga dan penyelamatnya dari api neraka hingga kuku dan rambutnya dilarang untuk dipotong hingga kurbannya disembelih sehingga pembebasan dari api neraka ini meliputi sekujur tubuhnya. Berikut penjelasan lengkap masalah yang sering ditanyakan bahkan diperdebatkan ini.


Terdapat beberapa riwayat dalam shahih muslim yang berbeda redaksi mengenai larangan memotong kuku pada 10 hari awal dzulhijjah. Redaksi lainnya adalah :
إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا
Jika sudah masuk 10 (awal) bulan dzulhijjah dan salah seorang diantara kalian hendak berkurban maka janganlah ia “menyentuh” sedikitpun rambut dan kulitnya. [HR Muslim]

Dalam Redaksi lain juga disebutkan :
إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ وَعِنْدَهُ أُضْحِيَّةٌ يُرِيدُ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَأْخُذَنَّ شَعْرًا وَلَا يَقْلِمَنَّ ظُفُرًا
Jika sudak masuk 10 (awal) bulan dzulhijjah dan seseorang memiliki hewan yang hendak dijadikan kurban maka sungguh hendaklah ia tidak mengambil sedikitpun rambut(nya) dan hendaklah ia tidak memotong kukunya. [HR Muslim]

Setelah kita mengetahui dasar haditsnya, mari kita lihat bagaimana para imam memahami hadits larangan tersebut. Ulama berbeda pendapat :

1. Sa’id bin Musayyab, Rabi’ah, Ahmad, Ishaq, Dawud dan sebagian Syafi’iyyah berpendapat bahwa larangan di atas adalah haram berdasarkan redaksi hadits di atas. [Syarah Nawawi] Terdapat tambahan :
و قيل يحرم مالم يحتج اليه و عليه احمد فان احتاج فقد يجب كقطع يد سارق و ختان بالغ و قد يسن كختان صبي و قد يباح كقلع سن وجعه
Ada pendapat bahwa hal tersebut haram selama tidak ada hajat. Ini pendapat Imam Ahmad dan jika ada hajat maka boleh jadi menjadi wajib hukumnya seperti memotong tangan pencuri, khitan anak yang sudah baligh dan terkadang menjadi sunnah hukumnya seperti khitan pada anak kecil dan terkadang mubah saja seperti memotong (mencabut) gigi yang sakit. [Busyral karim I/701]

Dengan demikian saya berpendapat bahwa memotong kuku yang menyebabkan sakit pada jari maka termasuk hal yang dibolehkan meskipun mengikuti pendapat yang mengharamkan memotong kuku karena adanya hajat dengan diqiyaskan kepada mencabut gigi karena sakit.

2. Imam Syafii dan Ashabnya : Makruh tanzih dan bukan haram. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah RA berikut :
أَنَا فَتَلْتُ قَلَائِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدَيَّ ثُمَّ قَلَّدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدَيْهِ ثُمَّ بَعَثَ بِهَا مَعَ أَبِي فَلَمْ يَحْرُمْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ أَحَلَّهُ اللَّهُ لَهُ حَتَّى نُحِرَ الْهَدْيُ
Aku pernah menganyam tali kalung hewan hadyu (hewan yang disembelih sebagai kewajiban haji tamattu’ dan qiran) dari Rasulullah saw, kemudian beliau mengikatkannya dengan tangannya dan mengirimkannya beserta ayahku maka tidak haram atas beliau ; apa-apa yang telah dihalalkan Allah SWT (semisal memotong kuku dll), hingga hewan tadi disembelih [HR. Bukhari]

Mengirimkan binatang hadyu dalam hadits bukhari di atas lebih kuat dari sekedar berazam untuk berkurban. Maka dari hadits ini dipahami bahwa memotong kuku dll. tidaklah haram hukumnya dan hadits-hadits larangan memotong kuku yang ada itu ditafsiri sebagai makruh tanzih. [Syarah Nawawi]

Asy-Syairazi (w. 476 H) dari kalangan syafi'iyyah menyebutkan :
ولا يجب عليه ذلك لأنه ليس بمحرم فلا يحرم عليه حلق الشعر ولا تقليم الظفر
“Dan hal itu bukan kewajiban, karena dia tidak dalam keadaan ihram. Maka tidak menjadi haram untuk memotong rambut dan kuku”. [Al-Muhazzab]

Larangan di atas mencakup menghilangkan kuku dan rambut dengan berbagai macam cara semisal memotong, memutus, memendekkan, mencabut dll. dan rambut yang dimaksud adalah semua bulu seperti rambut kepala, bulu ketiak, kumis dan bulu kemaluan. Ibrahim al-Mirwazi dan lainnya berpendapat bahwa larangan ini juga berlaku ke semua anggota badan karena adanya hadits : janganlah ia “menyentuh” sedikitpun rambut dan kulitnya. [HR Muslim] [Syarah Nawawi]

3. Abu Hanifah : Makruh. Dan Imam Malik: dalam satu riwayat berpendapat tidak makruh, dalam riwayat lain berpendapat makruh, dan dalam riwayat lain berpendapat : haram dalam kurban sunnah bukan wajib. [Syarah Nawawi] sesuai dengan berbeda-bedanya riwayat hadits larangan di atas.

Lantas, apa hikmah larangan memotong kuku dan rambut pada 10 hari awal dzulhijjah hingga hewan kurabnnya disembelih? Imam Nawawi berkata :

والحكمة في النهي أن يبقى كامل الأجزاء ليعتق من النار ،
Hikmah dari larangan tersebut adalah agar orang yang hendak berkurban jasadnya utuh sehingga pembebasan dari api neraka meliputi semua anggota badannya. [Syarah Nawawi] mengingat dalam hadits disebutkan :
إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Sungguh hewan kurban akan datang di hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, kuku-kukunya. Sungguh darahnya akan jatuh di tempat (yang di kehendaki ) di sisi Allah sebelum jatuh di bumi, maka ikhlaskan  hatimu dengannya.” [HR Tirmidzi] Kami kemukakan hadits ini meskipun dinilai lemah karena Hadits ini dalam ranah motivasi saja (fadhailul A’mal).

وقيل : التشبه بالمحرم ، قال أصحابنا : هذا غلط ؛ لأنه لا يعتزل النساء ولا يترك الطيب واللباس وغير ذلك مما يتركه المحرم .
Ada pendapat mengatakan bahwa hal ini menyerupai keadaan orang yang sedang berihram namun hal ini dianggap keliru oleh para ulama syafiiyyah karena ia tidak dilarang menggauli istrinya, memakai wewangian, pakaian berjahit dll. dari perkara-perkara yang wajib ditinggalkan seorang muhrim. [Syarah Nawawi]


Namun terlepas dari perbedaan pendapat di atas, mematuhi larangan ini termasuk kesempurnaan kurban di sisi Allah dan merupakan kesempurnaan ibadah kita kepada Allah swt.

Pelajaran lain yang penting sekali dari odoh kali ini adalah kenyataan bahwa orang yang mengikuti pendapat satu madzhab seperti imam syafi’i itu bukan berarti meninggalkan hadits ataupun berhukum kepada selain hukum Allah, justru sebaliknya mengikuti pendapat imam syafi’i yang terkenal keilmuannya merupakan bentuk mengikuti hadits dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan sempurna dari setiap ibadah kita dan menjadikan kita sebagai orang yang berwawasan nan sempurna dengan menghargai perbadaan pendapat para ulama yang sempurna keilmuannya.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari Bin Badruddin
PP AN-NUR 2 Malang

Umrah Maulid
ZIARAH RASUL VIII
23 Nopember 2017
13 Hari, Lebih Lama Mekkah
2 X Jumatan
Pesawat Saudia Langsung Madinah
Fasilitas Lounge Bandara
Hotel bintang 4 jarak dekat
Bersama
Dr.H.Fathul Bari Badruddin &
Keluarga besar PP ANNUR 2 Malang

DAPATKAN DISKON
BUKU ONE DAY ONE HADITH
ONE DAY#1 Indahnya Hidup Bersama Rasul SAW ISBN : 9786027404434
ONE DAY#2 Motivasi Bahagia Dari Rasul SAW ISBN : 9786026037909
ONE DAY#3 Taman Indah Musthafa SAW ISBN : 9786026037923
OPEN BOOKING BUKU ONE DAY#4 Tadabbur Aktual
Distributor : Muadz 08121674-2626


Jumat, 18 Agustus 2017

JAS MERAH KEHIDUPAN




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari ‘Amir bin watsilah bahwa Abdullah Ibn Mas’ud berkata :
الشَّقِيُّ مَنْ شَقِيَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ وَالسَّعِيدُ مَنْ وُعِظَ بِغَيْرِهِ
Orang yang celaka adalah orang yang (ditakdirkan) celaka (sejak) di perut ibunya dan orang yang beruntung adalah orang yang mengambil pelajaran dari (peristiwa yang dialami) oleh orang lain. [Shahih Muslim]

Catatan Alvers

Sang proklamator, Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1966 membacakan pidato proklamasi terakhirnya yang terkenal dengan JAS MERAH. Apa itu JAS MERAH? Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah. [erepublik dot com] Di depan MPRS saat itu beliau menilai bahwa Supersemar telah dibelokkan menjadi surat penyerahan kekuasaan pemerintahan (transfer of power) yang sejatinya hanya berupa perintah untuk melakukan pengamanan atas situasi buruk menyusul Peristiwa G 30 S (Gerakan 30 September) yang oleh Bung Karno disebut Gestok (Gerakan 1 Oktober). [sindonews]

Rabu, 16 Agustus 2017

MENSYUKURI KEMERDEKAAN




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda :
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

72 tahun yang silam, bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam, memproklamirkan kemerdekaannya. Melepaskan diri dari jeratan dan cengkraman penjajahan belanda dalam kurun waktu yang amat lama, yang konon sampai 350 tahun. Ada catatan menarik dari Prof. Nina Herlina Lubis, guru besar Ilmu Sejarah Unpad: “Tidak benar Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Kalau dihitung dari 1596 sampai 1942, jumlahnya 346 tahun. Namun, tahun 1596 itu Belanda baru datang sebagai pedagang... Hingga (tahun) 1912 Aceh adalah kerajaan yang masih berdaulat. Orang Aceh hanya mau mengakui mereka dijajah 33 tahun saja... (Maka) Yang benar adalah, Belanda memerlukan waktu 300 tahun untuk menguasai  seluruh Nusantara. [jadiberitadotcom]