Sabtu, 16 Juli 2016

NYAWAL YUK



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari RA, Nabi SAW bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian ia berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka sama halnya ia berpuasa seperti setahun penuh.[HR Muslim]

Catatan Alvers

Bulan ramadhan telah pergi dengan segala keutamaan dan semangat ibadah didalamnya, namun bukan berarti kita berhenti beribadah dan memperbanyak amalan shalih di bulan syawal ini. Ulama mengatakan :
كن ربنيا ولا تكن رمضانيا
Jadilah Hamba Allah, bukan hamba Ramadhan.
Sehingga meskipun Ramadan telah pergi, baca quran, shalat lima waktu, shalat malam,
Harus tetap terjaga! Ingat, Ramadhan kita memiliki waktu 24 jam dalam sehari.
Di bulan Syawwal kita juga mempunyai waktu 24 jam dalam sehari. Allah pencipta bulan Ramadhan, Allah pulalah yang menciptakan bulan Syawwal. Jadi barang siapa yang menyembah Ramadhan maka ketahuilah bahwa Ramadhan telah pergi, Dan barang siapa yang menyembah Allah, maka ketauilah bahwa Allah itu Maha Hidup.


Lantas amalan-amalan apa sajakah yang dianjurkan pada bulan syawal ini? (Nyawal) yang pertama, sesuai dengan hadits utama di atas adalah berpuasa 6 hari. Puasa enam hari di bulan Syawal, setara dengan puasa setahun penuh, Mengapa demikian? Berikut analisanya. setiap kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat maka kalu dikalkulasi Bulan Ramadhan (30 Hari) dikalikan dengan 10 = 300 hari. Sedangkan puasa 6 hari di bulan Syawal dikalikan 10 = 60 hari sehingga kalau di total 300 hari + 60 Hari = 360 Hari dan ini setara Satu tahun. [Lihat Syarah Muslim]
Cara puasanya yang paling afdhol adalah dilakukan langsung tanggal 2 syawal dan berurutan. Imam Nawawi berkata :
قال أصحابنا والأفضل أن تصام الستة متوالية عقب يوم الفطر فان فرقها أو أخرها عن أوائل شوال إلى اواخره حصلت فضيلة المتابعة لأنه يصدق أنه أتبعه ستا من شوال
Para pengikut kalangan syafi’i menilai yang lebih utama menjalaninya berurutan secara terus-menerus (mulai hari kedua syawal) namun andaikan dilakukan dengan dipisah-pisah atau dilakukan diakhir bulan syawal pun juga masih mendapatkan keutamaan sebagaimana hadits diatas. [Syarah Muslim]

Bolehkah niat puasa syawal digabung dengan puasa yang lainnya? Menggabung niat beberapa puasa sunnah seperti puasa Syawal dengan puasa senin / kamis adalah boleh dan dinyatakan mendapatkan pahala keduanya. Berikut teks dalam Kitab I’anatut Thalibin :
الصوم في الايام المتأكد صومها منصرف إليها، بل لو نوى به غيرها حصلت... وذكر غيره أن مثل ذلك ما لو اتفق في يوم راتبان كعرفة يوم الخميس
Adapun puasa syawal jika digabung dengan qadha ramadhan, maka menurut imam Ramli sah hukumnya dan mendapatkan pahala keduanya. Bahkan menurut Imam Al-Barizi tetap sah dan berpahala dari kedua puasanya meskipun ia tidak meniatkan puasa syawal. Berikut teks dalam Kitab I’anatut Thalibin :
ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا، نواه معه أو لا
Sedangkan menurut Abu Makhromah tidak sah kedua puasanya dan orang yang masih punya tanggungan qadla ramadhan tidak sah baginya puasa sunnah syawal. Berikut keterangan Kitab Bughyah :
واعتمد أبو مخرمة تبعاً للسمهودي عدم حصول واحد منهما إذا نواهما معاً، كما لو نوى الظهر وسنتها، بل رجح أبو مخرمة عدم صحة صوم الست لمن عليه قضاء رمضان مطلقاً.

Nyawal yang kedua adalah melaksanakan pernikahan. Dari Aisyah RA ia berkata, ‘Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawwal dan menggauliku (pertama kali juga) pada bulan Syawwal. Lalu manakah istri-istri beliau SAW yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?’” [Muttafaq ‘Alaih] Imam Nawawi mengatakan hadits ini mengandung anjuran untuk menikahkan, menikah, atau berhubungan suami-istri pada bulan Syawwal, dan menyangkal mitos jahiliyah pamali menikah di bulan syawal [Lihat Syarah Muslim]

Nyawal yang ketiga adalah melaksanakan ibadah haji. Bulan syawal masuk dalam kategori “Asyhurum Ma’lumat” yang difirmankan Allah swt: Haji itu dilaksanakan pada bulan-bulan yang ma’lum (yang diketahui0 [QS Al-Baqarah : 197] Yang dimaksudkan adalah bulan Syawal, Dzul Qaa’dah dan (10 Hari pertama) Dzul Hijjah [Tafsir Jalalain] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita dan memberi kekuatan untuk melakukan semua ibadah dan syariat-Nya.

0 komentar:

Posting Komentar