Monday, December 12, 2016

ALAMPUN MENCINTAINYA





ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas RA, Ia berkata :
نَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى أُحُدٍ فَقَالَ إِنَّ أُحُدًا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ
Rasul melihat gunung uhud lalu beliau bersabda “Sesungguhnya gunung uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kamipun mencintainya [HR Muslim]

Catatan Alvers

Hadits utama ini membuktikan bahwa Rasul dicintai tidak hanya oleh para sahabat-Nya akan tetapi lebih dari itu beliau dicintai oleh alam semesta. Rasul yang tidak pernah berbohong dan sifat jujur serta amanahnya diakui oleh semua orang, kawan maupun lawan, mengabarkan kepada kita bahwa gunung yang nota bene adalah benda mati menurut kita, gunung uhud tepatnya adalah gunung yang cintai kepada beliau.


Selain gunung, pepohonan pun tunduk kepada Nabi . Mereka akan datang kapanpun dipanggil olehNya sebagai wujud kecintaan dan kesetiaan kepada baginda  Nabi . Al-Fakihani menceritakan riwayat dari ibnu Abbas RA, bahwasannya Rasul mengajak Rukanah bin ‘Abdi Yazid bin Hasyim bin al-Muththalib bin  ‘Abdi Manaf untuk masuk islam dan mengajaknya untuk menyembah Allah. Rukanah adalah orang yang paling kuat tenaganya di kalangan orang arab, belum pernah ada yang menjatuhkannya ketika bergulat.

Rukanah berkata “aku tidak akan masuk islam hingga kau memanggil pohon dan iapun menghadapmu”. Maka Rasul berkata kepada pohon dimana saat itu beliau ada di mekkah. “Menghadaplah kemari wahai pohon atas Ijin Allah Azza wajjalla”. Pohon itu adalah (jenis) pohon samurah atau pohon thalhah.
Dan ternyata pohon itupun langsung datang menghadap Nabi . Melihat hal ini, Rukanah berkata :
مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ سِحْرًا أَعْظَمَ مِنْ هَذَا، مُرْهَا فَلْتَرْجِعْ
Aku tidak pernah melihat sihir yang lebih hebat daripada ini , perintahkan pohon itu agar ia kembali!
Maka Rasul berkata kepada pohon tadi :
ارْجِعِي بِإِذْنِ اللهِ تَعَالَى
“Kembalilah atas ijin Allah Ta’ala”,
Maka pohon itu kembali ke tempat semula.

Lalu Rasul berkata kepada rukanah “Masuklah islam!”. Rukanah menjawab :
لَا وَاللهِ حَتَّى تَدْعُوَ نِصْفَهَا فَيُقْبِلَ إِلَيْكَ، وَيَبْقَى نِصْفُهَا فِي مَوْضِعِهِ
“Tidak, Demi Allah (aku tidak akan masuk islam) sehingga kau memanggil separoh pohon itu dan ia menghadapmu dan separohnya tetap tinggal di tempatnya”.
Maka Rasul berkata kepada separoh pohon itu “Menghadaplah atas seizin Allah Ta’ala”. Pohon itupun menghadap. Dan rukanah kembali berkata “Aku tidak pernah melihat sihir yang lebih hebat daripada ini , perintahkan pohon itu agar ia kembali!”. Maka Rasul berkata kepada pohon tadi “Kembalilah atas ijin Allah Ta’ala”,
Maka pohon itu kembali ke tempat semula.

Lalu Rasul berkata lagi kepada rukanah “Masuklah islam!”. Rukanah menjawab :
لَا حَتَّى تُصَارِعَنِي، فَإِنْ صَرَعْتَنِي أَسْلَمْتُ، وَإِنْ صَرَعْتُكَ كَفَفْتَ عَنْ هَذَا الْمَنْطِقِ
“Tidak, (aku tidak akan masuk islam) sehingga kau bergulat denganku. Jika kau bisa mengalahkanku maka aku akan masuk islam namun jika kau kalah maka kau harus menghentikan ucapanmu ini (mengajak masuk islam)”
Ibnu Abbas RA berkata : akhirnya Rasul mengalahkan rukanah dalam gulat tersebut dan setelah itu rukanah RA masuk islam. [Akhbar Makkah]

Lebih lanjut, dalam hadits berikut pohonpun bisa menangis karena jauh dari Nabi Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah biasa di hari jum’at berdiri di atas sebatang pohon atau pohon kurma (untuk berkhutbah).  Maka seorang perempuan dari kalangan anshar atau seorang lelaki berkata: Bolehkah aku membuatkan mimbar untukmu? Nabi menjawab :”Jika kau mau, (Silahkan)”.

Maka merekapun membuatkan sebuah mimbar untuk Nabi .
فَلَمَّا كَانَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ دُفِعَ إِلَى الْمِنْبَرِ فَصَاحَتْ النَّخْلَةُ صِيَاحَ الصَّبِيِّ ثُمَّ نَزَلَ النَّبِيُّ ﷺ فَضَمَّهُ إِلَيْهِ تَئِنُّ أَنِينَ الصَّبِيِّ الَّذِي يُسَكَّنُ
Ketika hari jum’at, Nabi menaiki mimbar itu dan tiba tiba pohon kurma itu menjerit (menangis) seperti jeritan anak kecil  
lalu Nabi-pun turun dari mimbarnya kemudian memeluk erat pohon kurma itu, ia pun (pohon kurma) merintih seperti rintihan anak kecil yang ingin ditenangkan.

Jabir bin Abdillah RA berkata;
كَانَتْ تَبْكِي عَلَى مَا كَانَتْ تَسْمَعُ مِنْ الذِّكْرِ عِنْدَهَا
“Ia (pohon kurma) menangis karena dzikir yang dulu biasa ia dengar di sisinya (dekat pohon tersebut).” [HR Bukhari]

Di dalam riwayat Ad-Darimi, saat Nabi mendiamkan pohon kurma yang menangis  itu beliau bersabda :

اختر أن أغرسك فى المكان الذى كنت فيه ، فتكون كما كنت ، وإن شئت أن أغرسك فى الجنة فتشرب من أنهارها وعيونها فيحسن نبتك وتثمر ، فيأكل أولياء الله من ثمرتك ونخلك فعلت »
“pilih mana? Aku menanammu di tempatmu sebelumnya maka kau akan kembali ke keadaan semula ataukah kau mau aku menanammu di surga sehingga kau bisa meminum air dari sungai dan sumber-sumber surga lalu kau tumbuh menjadi elok dan berbuah kemudian buahmu dimakan oleh para kekasih Allah?

Lalu Nabi bersabda : Ia memilih aku menanamnya di surga [HR Darimi]

Ini semua membuktikan secara dogmatis bahwa terkadang benda matipun memiliki perasaan seperti perasaan kita, bisa cinta dan benci, senang dan marah. Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata :
وَفِي الْحَدِيث دَلَالَة عَلَى أَنَّ الْجَمَادَات قَدْ يَخْلُق اللَّه لَهَا إِدْرَاكًا كَالْحَيَوَانِ بَلْ كَأَشْرَف الْحَيَوَان ، وَفِيهِ تَأْيِيد لِقَوْلِ مَنْ يَحْمِل ( وَإِنْ مِنْ شَيْء إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ ) عَلَى ظَاهِره .
Dalam hadits ini terdapat petunjuk bahwa benda mati (seperti batang kurma yang tidak bergerak) itu memiliki perasaan seperti hewan, bahkan melebihi hewan yang paling cerdas. Hadits ini juga menguatkan pendapat ulama yang menafsirkan firman Allah Ta’ala “tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya” [QS. Al-Isra’: 44] secara tekstual. [Fathul Bari]

Nah Alvers, Jika gunung dan pepohonan saja mereka cinta dan rindu kepada Nabi lantas bagaimana dengan kita yang mengaku ummatNya? Al-Hasan Al-Bashri berkata :
يَا مَعْشَر الْمُسْلِمِينَ الْخَشَبَة تَحِنّ إِلَى رَسُول اللَّه ﷺ شَوْقًا إِلَى لِقَائِهِ فَأَنْتُمْ أَحَقّ أَنْ تَشْتَاقُوا إِلَيْهِ
“Wahai kaum muslimin, batang kurma saja bisa merintih karena rindu bertemu Rasulullah . Kalian harusnya lebih berhak rindu pada beliau.” [Fathul Bari] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk semakin cinta kepada Nabi dan membuktikan cinta kita dengan ucapan dan perbuatan.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari Badruddin, S.S,.M.Ag
PP Annur2.net Malang Indonesia

ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits Sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat)
*Dapatkan BUKU ONE DAY#1#2 harga Promo *, Layanan Pesan Antar Seluruh Indonesia Hub: Ust.Muadz: 081216742626

*UMRAH ALVERS* Bersama Keluar Pengasuh PP AN-NUR 2, Lama 14 Hari, 18 Bulan Januari 2017 Biaya $2.100, Pesawat Istimewa Garuda, Hotel Dekat, Call. Ust Muji: 082331865292

Dapatkan kajian harian seperti ini di grup WA
ALVERS #5
Sisa Kuota Terbatas, Buruan Gabung!

0 komentar:

Post a Comment