Wednesday, March 22, 2017

KELEMBUTAN TUTUR KATA




ONE DAY ONE HADITH

Abu Syuraih berkata kepada Rasulullah  :
يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمِلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ
“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.” Lalu Beliau bersabda :
إِنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلُ السَّلامِ، وَحُسْنُ الْكَلامِ
“Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.” [HR Thabrani]

Catatan Alvers

Perangai jahiliyah identik dengan perilaku keras dan kasar dan sebaliknya, Ajaran islam identik dengan perilaku berlemah lembut Baik dalam perilaku maupun bertutur kata. Inilah yang menjadi magnet dari dakwah Rasul sebagaimana difirmankan Allah swt :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الله لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ القلب لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [QS. Ali Imran: 159]


Imam Ahmad berkata : yang dimaksud dengan “fadzdzan” (keras) adalah “ghalidzal kalam” (perkataan kasar). Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, “Inilah (Berlaku lemah lembut) akhlaq Muhammad  yang merupakan tugas utama diutusnya beliau “. [Tafsir Ibnu Katsir]

Ketika Rasul diminta untuk mendoakan jelek kepada kaum musyrikin maka beliau menjawab :
إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً
Sesungguhnya aku tidak di utus untuk melaknat (mendoakan kejelekan) akan tetapi aku di utus sebagai rahmat (kasih sayang sekalian alam) [HR Muslim]

Di samping memberikan contoh, Rasul juga memberikan motivasi agar kita senantiasa berkata-kata baik. Antara Perkataan yang baik dan sedekah (dengan harta) memiliki kesamaan yaitu sama-sama menyenangkan orang lain. Maka tak heran jika Rasul bersabda :
وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
“Tutur kata yang baik adalah sedekah.” [HR Bukhari]

Sebagaimana perkataan yang baik itu akan melindungi pelakunya dari adzab neraka, Rasul bersabda :
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
“Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun hanya dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik.” [HR Bukhari]

Perkataan yang baik juga merupakan salah satu sifat calon penghuni surga. Diriwayatkan dari ‘Ali RA, Nabi  bersabda, “Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.” Kemudian seorang Arab Badui bertanya, “Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau pun bersabda:
لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur.” [HR Turmudzi]

Betapa pentingnya bertutur kata yang baik, Allah swt mencontohkan langsung dalam firman-firman-Nya. Bertutur kata yang baik dan halus tercermin dalam bahasa sindiran (Ta’ridl) yang digunakan dalam firman-Nya mengenai status Zaid:
ما كانَ مُحَمَّدٌ أَبا أَحَدٍ مِنْ رِجالِكُمْ
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu". [QS Al-Ahzab: 40]

Kata “seorang laki-laki di antara kamu” yang dimaksud adalah zaid yang mengaku sebagai putera Muhammad . Teguran Allah SWT ini merupakan pekerti kelembutan karena tidak menyebut nama secara spesifik. Disisi lain bahasa kinayah seperti ini bermanfaat memperluas sasaran hukum. Az-Zamakhsyari berkata:
ويجوز أن يكون السبب خاصاً والوعيد عاماً ، ليتناول كل من باشر ذلك القبيح ، وليكون جارياً مجرى التعريض بالوارد فيه ، فإنّ ذلك أزجر له وأنكى فيه
Boleh jadi asbabun nuzul itu berlaku khusus namun ancamannya berlaku umum sehingga ayatnya mencakup semua orang yang melakukan kejelekan yang sama dan hal itu menjadi bahasa sindiran yang mana bahasa sindiran itu lebih mengena (efektif) [Al-Kasysyaf]

Dalam perilaku dan perkataan yang lembut, Allah mencontohkannya, Rasulpun mencontohkannya pula bahkan para ulama kita mencontohkannya. Sebut Romo KHM Badruddin Anwar adalah salah satu ulama yang menjadi teladan kami dalam perilaku dan perkataan yang lembut.

Beliau tatkala difitnah dan dicaci maka beliau berusaha sabar sambil berdzikir serta tidak membalas cacian mereka. Bahkan menghadapi santri yang melanggar aturan beliau tetap ramah dalam menasehati dan memberi hukuman dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Diantara hukuman yang beliau berikan adalah memegang telinga yang terkesan menjewer di hadapan para santri, memegang lengan santri seolah-olah mencubit. Semua santripun tahu akan hal itu namun bagi yang mengalami sungguh itu hal yang memalukan dan menjadikannya kapok.

Seringpula beliau memakai bahasa sindiran dalam menasehati santri tertentu di hadapan santri lain yang bermasalah atau memakai bahasa kiasan yang dipahami oleh orang tertentu atau akan dipahami seseorang jauh hari setelah kejadian. Semua itu adalah teladan mulia dari ulama sebagai pewaris para nabi demi menjaga perasaan orang lain. Jika kau tidak bisa membahagiakan orang lain, maka janganlah engkau menyakitinya. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk meneladani uswah beliau dalam kelembutan perkataan dan perbuatan, Lahul Fatihah.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari Alvers
PP Annur2.net Malang, Ind

Temukan Artikel ini dalam
BUKU ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits Sistem SPA
(Singkat, Padat, Akurat)
Buku Serial #1 Indahnya Hidup Bersama Rasul SAW
Buku Serial #2 Motivasi Bahagia dari Rasul SAW
Harga Promo, hub.: 081216742626

UMRAH ALVERS Bersama Admin ODOH Alvers, Periode 20 April 2017 Hanya Rp 26 Juta (Net, tanpa tambahan) Pesawat Saudia Langsung Madinah, Hotel Dekat, 13 Hari (Mekkah 7 H –Madinah 4 H) Free: Pigura Foto Depan Ka’bah, Video Dokumentasi, Asuransi-Airport tax-Handling-Perlengkapan. WA : 08125214321



0 komentar:

Post a Comment