• WhatsApp Channel : One Day One Hadith

    Bergabunglah bersama Saluran WhatsApp One Day One Hadith

  • Penerimaan Santri Baru 2026/2027

    Monggo nderek-nderek Nyethak Sholihin Sholihat dengan mendaftarkan putra putri jenengan ke PPW An-Nur 2 Al Murtadlo

  • Tadarus Akbar

    Tadarus Akbar oleh ribuan santri putra Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo

  • Sholat Tarawih Akbar

    Sekitar 3.000 santri putra melaksanakan Tarawih Akbar di Lapangan Utama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. Sabtu malam, 21 Februari 2026, lapangan center An-Nur II penuh dengan 24 saf santri berbaju putih

  • Bersama KAPOLRI

    Bersama Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo - KAPOLRI dan Majelis Keluarga An-Nur 2

PERSAINGAN USAHA

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit RA, Rasul SAW bersabda :

انَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَأنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ

“Sesungguhnya sesuatu (rizki atau musibah) yang menimpamu tidak mungkin meleset darimu, dan sesuatu yang meleset darimu tidak mungkin akan menimpamu.” [HR Ahmad]

 

Catatan Alvers

 

Malang Berdarah, Pedagang Ayam di Madyopuro Tega Bacok Sesama Penjual, Bermula dari Sakit Hati. Begitulah judul berita mass media. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (23/5/2026). Pelaku sempat mengobrak-abrik kios milik korban yang berujung pada pembacokan hingga menimbulkan dua korban luka. Pelaku dan korban ini sama-sama pedagang ayam potong. Karena persaingan bisnis, pelaku kemudian membacok korban dengan sebilah pisau sepanjang 34,5cm. [TribunJatim com]

 

Percekcokan yang demikian pada dasarnya tidak perlu terjadi jika masing-masing pelaku usaha berpegang teguh kepada prinsip “Rezeki sudah ditakar dan tidak akan tertukar” dan “Usaha bisa dicopy namun rezeki tidak bisa dipaste”. Lihatlah pada pesaingan toko retail modern yang begitu ketat hingga dikatakan “dimana ada ind*maret pasti disebelahnya ada alf*mart”. Lihat pula pada pedagang buah di pinggir jalan yang berderet panjang dengan dagangan yang sama namun tetap berdampingan bertahun-tahun. Pernah satu ketika saya pergi ke Mall khusus penjualan HP yang terdiri dari beberapa lantai. Sengaja saya pergi ke lantai paling atas dan paling pojok yang menurut asumsi saya tempat itu sangat tidak strategis. Saya bertanya : “Pak, anda berjualan di sini apa laku?”. Penjual itu menjawab : “kalau gak laku ya sudah gulung tidak dari dulu. Kalau sudah rezeki, ada saja pembeli”.

 

Prinsip di atas selaras dengan ajaran agama islam, di antaranya yang terdapat dalam hadits utama di atas, yaitu “Sesungguhnya sesuatu (rizki atau musibah) yang menimpamu tidak mungkin meleset darimu, dan sesuatu yang meleset darimu tidak mungkin akan menimpamu.” [HR Ahmad] Syeikh Adzim Abadi berkata : Sesuatu yang menimpa itu maksudnya seperti nikmat atau bencana, ta’at atau maksiat dari segala sesuatu yang telah ditakdirkan oleh Allah, berupa bermanfaat untukmu ataupun yang merugikanmu. [Aunul Ma’bud] Hadits ini memerintahkan setiap pengusaha agar meyakini bahwa rizki yang telah menjadi jatahnya tidak akan lepas darinya dan apa yang bukan merupakan jatah rizkinya maka tidak akan ia dapatkan dengan cara apapun.

 

Dan hal ini menjadi prinsip keyakinan yang harus dimiliki setiap orang beriman, bahkan Al-Munawi menjelaskan bahwa hadits tersebut menjadi pengejawantahan dari rukun iman yang ke enam yaitu iman kepada takdir, “khayrihi wa sarrihi” (Takdir yang baik atapun yang buruk). Hadits utama di atas tidak hanya diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit, namun juga diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud dan Hudzaifah ibnul Yaman. Lebih lengkap, Ibnud Daylami berkata : “Terbetik dalam diriku sesuatu keraguan tentang takdir. Lalu aku mendatangi Zaid ibn Tsabit dan bertanya kepadanya. Maka ia berkata: Aku mendengar Rasul SAW bersabda :  … Seandainya engkau memiliki emas sebesar Gunung Uhud lalu engkau infakkan di jalan Allah, maka Allah tidak akan menerimanya darimu sampai engkau beriman kepada takdir, dan mengetahui bahwa apa yang menimpamu tidak mungkin meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak mungkin akan menimpamu. Lalu Nabi SAW bersabda lagi :

وَأَنَّكَ إِنْ مِتَّ عَلَى غَيْرِ هَذَا دَخَلْتَ النَّارَ

 

Dan sesungguhnya jika engkau mati bukan di atas keyakinan ini, engkau akan masuk neraka.’” [HR Ahmad]

 

Setiap pelaku usaha hendaknya juga merenungkan apa yang disabdakan oleh Rasul SAW :

لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، وَلَا يَحْمِلَنَّكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعَاصِي اللَّهِ، فَإِنَّهُ لَا يُدْرَكُ مَا عِنْدَ اللَّهِ إِلَّا بِطَاعَتِهِ.

“Tidaklah seseorang akan mati hingga ia mendapatkan jatah rezekinya dengan sempurna. Maka bertakwalah kepada Allah dan tempuhlah cara yang baik dalam mencari rezeki. Janganlah lambatnya rezeki mendorong kalian bekerja dengan maksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah tidak dapat diraih kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.” [HR Baihaqi]

 

“Tempuhlah cara yang baik dalam mencari rezeki. Hadits ini mengingatkan penulis akan sebuah kisah. Ada dua toko bersebelahan, yang satu jual madu dan satunya lagi jual cuka. Menariknya toko yang menjual cuka itu laris berbanding terbalik dengan yang jual madu. Penjual madu menuduh penjual cuka menggunakan guna-guna dalam melariskan dagangannya. Penjual cuka menjawab : “Cuka yang aku jual memang rasanya kecut namun aku melayani pembeli dengan muka yang manis, sementara madu yang kamu jual memang rasanya manis namun kamu melayani pembeli dengan muka yang kecut. Pantesan saja pelangganmu pada kabur”.

 

Jika seseorang sudah tahu bahwa rizki itu sudah dijatah oleh Allah maka buat apa ia bekerja over time, bukankah hal itu tidak akan menambah rizkinya. Orang bijak berkata :  “Dunia itu bagaikan obat. Cara minumnya harus sesuai dengan resep dokter. Jika tidak sesuai maka bisa over dosis dan akan membahayakan keselamatan jiwanya”. Ibnu Athaillah As-sakandari berkata:

   إِجْتِهَادُكَ فِيْمَا ضُمِنَ لَكَ وَتَقْصِيْرُكَ فِيْمَا طُلِبَ مِنْكَ دَلِيْلٌ عَلَى إِنْطِمَاسِ الْبَصِيْرَةِ مِنْكَ  

“Kerja kerasmu dalam mencari rizki yang telah dijamin Allah dan kelalaianmu dalam ibadah yang diperintahkan oleh-Nya adalah tanda kebutaan mata hatimu”.[Al-Hikam]

 

Maka bekerjalah sewajarnya dan beribadahlah dengan sungguh-sungguh karena usaha hanyalah ikhtiyar sementara rezeki itu hakikatnya berasal dari Allah SWT. Jangan halalkan segala cara, jangan main dukun dan pesugihan. Dalam lanjutan hadits utama, Rasul SAW bersabda : “Maka apabila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. [HR Ahmad]

 

Jika sudah bekerja dengan baik serta beribadah dengan sungguh-sungguh maka tunggulah waktunya. Orang bijak mengatakan :

كُلُّ شَيْءٍ يَنْتَظِرُ وَقْتَهُ، لَا وَرْدَةٌ تَتَفَتَّحُ قَبْلَ وَقْتِهَا وَلَا شَمْسٌ تُشْرِقُ قَبْلَ وَقْتِهَا اِنْتَظِرْ. الَّذِي لَكَ سَيَأْتِيكَ.

“Segala sesuatu menunggu waktunya. Bunga tidaklah mekar sebelum waktunya, dan matahari tidak pernah terbit sebelum waktunya. Maka bersabarlah menunggu. Apa yang menjadi bagian takdirmu pasti akan datang kepadamu.” [Tanpa Sumber]

 

Dan Nabi SAW pada akhir dari hadits utama bersabda :

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama dengan kesabaran, dan kelapangan itu bersama dengan kesempitan, dan sesungguhnya di dalam kesulitan ada kemudahan.” [HR Thabrani]

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menyikapi persaingan usaha dengan positif dan senantiasa bekerja dengan cara yang baik serta beribadah dengan sungguh-sungguh.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

Share:

Kata Sambutan Buku "Jual Beli dalam Islam"

 

Kata Sambutan

Pengasuh Pondok Pesantren

AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang Malang

Atas terbitnya buku dengan judul “Jual Beli dalam Islam (Panduan Praktis & Etika Pedagangan Syariah)


بسم الله الرحمن الرحيم

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَخْرَجَنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، فَأَنْزَلَ إِلَيْنَا النُّورَ مَعَ النُّورِ، وَأَرْسَلَ إِلَيْنَا النُّورَ بِالنُّورِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، مَا تَرَكَ نُورًا إِلَّا دَلَّنَا عَلَيْهِ، وَلَا تَرَكَ ظَلَامًا إِلَّا حَذَّرَنَا مِنْهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي بَعَثَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، بَشِيرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ، سِرَاجًا وَهَّاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ.

 

 

Puji syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW., keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Dengan penuh rasa syukur dan bangga, kami menyambut terbitnya buku yang berjudul “Jual Beli dalam Islam (Panduan Praktis & Etika Perdagangan Syariah)” yang diterbitkan oleh santri Angkatan 46 Glorious Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang Malang.

Buku ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar dan kontribusi ilmiah santri dalam menghidupkan tradisi keilmuan pesantren, khususnya dalam bidang fikih muamalah. Sebagaimana kita ketahui bersama, pembahasan muamalah dalam kitab kuning sering kali dianggap sebagai salah satu bab yang cukup sulit dipahami oleh para santri karena banyaknya rincian hukum, istilah, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, kehadiran buku ini memberikan kemudahan tersendiri. Materi disusun dengan bahasa yang ringkas, sistematis, dan mudah dipahami, sehingga dapat membantu para pembaca, khususnya santri, dalam memahami dasar-dasar jual beli dan etika perdagangan dalam Islam. Lebih dari itu, buku ini juga dilengkapi dengan contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pembahasan fikih muamalah menjadi lebih aplikatif dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim penulis dan penyusun dari santri Angkatan 46 Glorious yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktunya demi lahirnya karya ini. Semoga usaha yang dilakukan menjadi amal jariyah yang penuh keberkahan serta bermanfaat luas bagi umat.

Kami berharap buku ini dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat, menambah wawasan keilmuan, serta menumbuhkan semangat para santri untuk terus berkarya, menulis, dan mengembangkan tradisi intelektual pesantren.

Akhir kata, semoga Allah SWT. senantiasa memberikan keberkahan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan dan penerbitan buku ini, serta menjadikan ilmu yang tertuang di dalamnya sebagai ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat serta menjadi kenang-kenangan terindah untuk pondok pesantren tercinta. Amin.

 

Bululawang, 28 Mei 2026

Pengasuh Pondok Pesantren
AN-NUR II Al-Murtadlo

 

ttd

Dr.H.Fathul Bari, SS.,M.Ag

Share:

Kata Sambutan Buku Arab "Ar-Raudlah Al-Badi'ah"

 

كلمة الترحيب

من مدير المعهد النور الثاني المرتضى الاسلامي

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي صَرَفَ قُلُوبَ الْعِبَادِ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي أَوْصَلَهُمْ إِلَى أَهْدَى الْمَسَالِكِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى وَآلِهِ الْمُسْتَكْمِلِينَ شَرَفًا، مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَاءِ. وَبَعْدُ.

 فَمِنْ دَوَاعِي السُّرُورِ وَالِابْتِهَاجِ أَنْ نُقَدِّمَ هٰذَا الْكِتَابَ الْمُسَمَّى بـ "الرَّوْضَةُ الْبَدِيعَةُ فِي تَلْخِيصِ الدِّرَايَةِ النَّحْوِيَّةِ"
الَّذِي قَامَ بِتَأْلِيفِهِ وَإِعْدَادِهِ طُلَّابُ مَسْكَنِ اللُّغَةِ الْأَجْنَبِيَّةِ الْبَدْرِ ٤٦
بِمَعْهَدِ النُّورِ الثَّانِي الْمُرْتَضَى الاسلامي بِولُولَاوَنْجْ مَالَانْج.

وَهٰذَا الْكِتَابُ مِنَ الْمُؤَلَّفَاتِ النَّافِعَةِ الَّتِي تُقَرِّبُ لِلطَّالِبِ مَعْرِفَةَ عِلْمِ النَّحْوِ وَالصَّرْفِ، لَا مِنْ جِهَةِ الْقَوَاعِدِ فَقَطْ، بَلْ مِنْ جِهَةِ تَارِيخِ نُشُوءِ هٰذَا الْعِلْمِ الشَّرِيفِ وَتَطَوُّرِهِ عَبْرَ الْعُصُورِ، وَبَيَانِ الْمَرَاحِلِ الَّتِي مَرَّ بِهَا حَتَّى تَكَوَّنَتِ الْمَدَارِسُ النَّحْوِيَّةُ الْمَشْهُورَةُ.

وَمِنْ مَزايا هٰذَا الْكِتَابِ أَنَّهُ يَعْرِضُ التَّارِيخَ النَّحْوِيَّ بِأُسْلُوبٍ سَهْلٍ وَجَذَّابٍ، يُعِينُ الطُّلَّابَ عَلَى فَهْمِ أُصُولِ عِلْمِ النَّحْوِ وَالصَّرْفِ، وَيُوَلِّدُ فِي نُفُوسِهِمْ مَحَبَّةَ هٰذَا الْعِلْمِ الْجَلِيلِ. وَكَمَا قِيلَ فى المثل الاندونيسي "مَنْ لَمْ يَعْرِفْ لَمْ يُحِبَّ". فَإِنَّ مَعْرِفَةَ تَارِيخِ الْعِلْمِ وَجُهُودِ الْعُلَمَاءِ فِيهِ تُورِثُ الْمَحَبَّةَ وَالِاعْتِنَاءَ بِهِ.

وَلِذٰلِكَ فَإِنَّ هٰذَا الْكِتَابَ يُعَدُّ مِنَ الْكُتُبِ الْمُمْتِعَةِ وَالْمُفِيدَةِ لِكُلِّ طَالِبٍ يَرْغَبُ فِي التَّعَمُّقِ فِي عُلُومِ النَّحْوِ وَالصَّرْفِ، وَفِي التَّعَرُّفِ عَلَى جُهُودِ الْعُلَمَاءِ فِي خِدْمَةِ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ.

وَإِنَّنَا نُقَدِّمُ جَزِيلَ الشُّكْرِ وَعَظِيمَ التَّقْدِيرِ لِفَرِيقِ الْكِتَابَةِ وَالتَّأْلِيفِ مِنْ طُلَّابِ مَسْكَنِ اللُّغَةِ الْأَجْنَبِيَّةِ الْبَدْرِ ٤٦، عَلَى مَا بَذَلُوهُ مِنْ جُهْدٍ وَاجْتِهَادٍ فِي إِخْرَاجِ هٰذَا الْعَمَلِ الْقَيِّمِ. نَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَهُ عَمَلًا مَقْبُولًا وَذُخْرًا نَافِعًا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. وَنَرْجُو أَنْ يَكُونَ هٰذَا الْكِتَابُ ذِكْرَى جَمِيلَةً وَخَالِدَةً لِأَهْلِ الْمَعْهَدِ خاصةً، وَأَنْ يَنْفَعَ اللهُ بِهِ جميع طَالِبِي الْعِلْمِ فِي كُلِّ مَكَانٍ.

 

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

بولولاونج, 11 ذو الحجة 1437 هـ

المدير

فتح الباري


Share:

Kata Sambutan Buku “Ngaji Nikah, dari Ta’aruf sampai Rumah Tangga”

 

Kata Sambutan

Pengasuh Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang Malang

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ النِّكَاحَ سُنَّةَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً (الرعد: 38). وَجَعَلَهُ سَبَبًا لِلنَّسْلِ الَّذِي بِهِ بَقَاءُ الْإِنْسَانِ إِلَى يَوْمِ الِّديْنِ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً (النساء: 1). أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الَّذِى أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِي قُلُوْبِ الْمُتَزَوِّجِيْنَ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الروم 21) . اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ الْقَائِلِ : لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي (رواه البخاري) وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. وَبَعْدُ,

 

Puji syukur ke hadirat Allah SWT. atas segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga buku yang berjudul “Ngaji Nikah, dari Ta’aruf sampai Rumah Tangga” ini dapat hadir sebagai salah satu bentuk kontribusi ilmiah dan dakwah dari santri Team Songo Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang Malang. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, suri teladan terbaik dalam membangun kehidupan rumah tangga yang penuh cinta, kasih sayang, tanggung jawab, dan keberkahan.

 

Pernikahan merupakan salah satu sunnatullah dalam kehidupan manusia yang memiliki tujuan mulia, bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga sebagai sarana membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun demikian, kehidupan rumah tangga juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan.

 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Mahkamah Agung, angka perceraian di Indonesia sepanjang tahun lalu, yaitu tahun 2025 tercatat mencapai 438.168 kasus dari jumlah pernikahan resmi sebanyak 1.480.048 pernikahan. Dengan demikian, persentase angka perceraian terhadap angka pernikahan mencapai sekitar 29,60%. Artinya, dari setiap 100 pasangan yang menikah, terdapat sekitar 29 hingga 30 kasus perceraian yang terjadi pada periode yang sama. Data ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pemahaman yang benar mengenai hakikat dan tanggung jawab dalam kehidupan berumah tangga.

 

Oleh karena itu, kehadiran buku ini menjadi sangat penting dan relevan. Buku ini menjelaskan secara singkat namun padat mengenai hal ihwal pernikahan dalam Islam, mulai dari tujuan nikah, hukum-hukumnya, proses menuju pernikahan, hingga pembahasan mengenai talak, khulu’, ila’, dan zhihar. Penyajiannya yang sederhana dan mudah dipahami menjadikan buku ini cocok dibaca oleh para santri, calon pasangan suami istri, maupun masyarakat umum.

Kami berharap buku ini dapat memberikan pencerahan bagi siapa saja yang akan memasuki gerbang pernikahan, agar mampu memulai rumah tangga dengan landasan ilmu, kesiapan, dan akhlak yang baik, sehingga keluarga yang dibangun nantinya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dan qadarullah apabila di kemudian hari terjadi ketidakcocokan, maka masing-masing pasangan menempuh jalan keluar dan solusi terbaik yang tetap menjaga kemaslahatan serta adab dalam berumah tangga sesuai ajaran Islam.

 

Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim penulis dari Team Songo yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan pikirannya dalam menyusun buku ini. Semoga karya ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya serta menjadi kenang-kenangan terindah bagi Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang Malang. Dan semoga Allah SWT senantiasa memberkahi segala langkah dan usaha kita dalam menebarkan ilmu dan kebaikan.

 

Bululawang, 25 Mei 2026

Pengasuh,

Dr. H. Fathul Bari, S.S., M.Ag

Share:

Kata Sambutan Buku "Jejak Pengabdian"

 

Kata Sambutan

Pengasuh Pondok Pesantren

AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang Malang

بسم الله الرحمن الرحيم

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَخْرَجَنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، فَأَنْزَلَ إِلَيْنَا النُّورَ مَعَ النُّورِ، وَأَرْسَلَ إِلَيْنَا النُّورَ بِالنُّورِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، مَا تَرَكَ نُورًا إِلَّا دَلَّنَا عَلَيْهِ، وَلَا تَرَكَ ظَلَامًا إِلَّا حَذَّرَنَا مِنْهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي بَعَثَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، بَشِيرًا وَنَذِيرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ، سِرَاجًا وَهَّاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ.

 

Segala puji dan puji syukur hanyalah milik Allah SWT. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya Kami menyambut baik atas hadirnya buku yang berjudul Jejak Pengabdian ini di tengah-tengah keluarga besar Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang Malang.

 

Buku ini merupakan kumpulan dokumentasi, kenangan, dan testimoni para santri serta alumni tentang kemuliaan akhlak dan perjuangan Almagfurlah Kiai Haji Muhammad Badruddin Anwar, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo. Beliau bukan hanya seorang pendidik, tetapi juga sosok murabbi yang menanamkan nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan pengabdian dengan penuh keteladanan.

 

Di dalam perjalanan hidup beliau, para santri alumni terdahulu menyaksikan secara langsung bagaimana keindahan kepribadian beliau, kedisiplinan dalam menjaga awrad dan ibadah, kesederhanaan dalam kehidupan, serta keikhlasan dalam mengabdikan diri untuk pendidikan umat. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan, bijaksana, penuh kasih sayang kepada santri, serta senantiasa memberikan teladan melalui amal dan perilaku sehari-hari. Metode uswah hasanah seperti ini yang lebih banyak didapatkan oleh para santri bahkan masyarakat dari pada mauidhah Hasanah. Dan inilah yang lebih efektik sebagaimana dalam maqalah disebutkan :

عَمَلُ رَجُلٍ في أَلْفِ رَجُلٍ أَبْلَغُ مِنْ قَوْلِ أَلْفِ رَجُلٍ فِي رَجُلٍ
Teladan dari satu orang (guru) kepada 1000 orang (murid) itu lebih efektif daripada nasehat dari 1000 orang (guru) kepada satu orang (murid). [Tafsir Ar-Razi]

 

Keteladanan yang luhur itulah yang kemudian menjadi jejak pengabdian yang terus hidup hingga hari ini. Jejak yang tidak hanya dikenang, tetapi juga diwariskan sebagai pelajaran berharga bagi generasi penerus pesantren. Sebab sesungguhnya, kemuliaan seorang ulama bukan hanya tampak dari ilmunya, tetapi juga dari akhlak, perjuangan, dan keberkahan pengabdiannya.

 

Kami berharap, terbitnya buku ini dapat menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi seluruh santri, alumni, dan masyarakat luas agar senantiasa meneladani akhlak para ulama salaf, khususnya Almagfurlah KHM. Badruddin Anwar. Semoga semangat beliau dalam mencari ilmu, beribadah, mendidik umat, serta mengabdi dengan penuh keikhlasan dapat tumbuh dan terus hidup dalam jiwa generasi penerus pesantren.

 

Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih kepada penulis khususnya dan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku ini. Semoga segala usaha dan khidmah yang dilakukan menjadi amal jariyah yang diterima oleh Allah SWT. Amin.

Bululawang, 28 Mei 2026

Pengasuh Pondok Pesantren
AN-NUR II Al-Murtadlo

 

ttd

Dr.H.Fathul Bari, SS.,M.Ag

 

 

 

Share:

TEKS DOA HARI ARAFAH


الدُّعَاءُ الْمَأْثُورُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
وَعَنِ السَّلَفِ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ

DOA YANG DIRIWAYATKAN DARI RASUL SAW
DAN DARI PARA SALAF PADA HARI ARAFAH

Diambil dari Kitab Ihya Ulumiddin Imam Ghazali
Bisa dibaca untuk yang di rumah maupun yang sedang di Arafah
(Dengan terdapat tanda khusus yang membedakan)

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Artinya
“Tidak ada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Hidup dan tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
________________________________________
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِي سَمْعِي نُورًا، وَفِي بَصَرِي نُورًا، وَفِي لِسَانِي نُورًا.
Artinya
“Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam hatiku, pada pendengaranku, pada penglihatanku, dan pada lisanku.”
________________________________________
اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي.
Artinya
“Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku.”

اللَّهُمَّ رَبَّ الْحَمْدِ، لَكَ الْحَمْدُ كَمَا تَقُولُ، وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ، لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي، وَإِلَيْكَ مَآبِي وَإِلَيْكَ ثَوَابِي.
Artinya
Ya Allah, wahai Tuhan segala pujian, bagi-Mu segala pujian sebagaimana Engkau memuji diri-Mu, bahkan lebih baik daripada apa yang kami ucapkan. Untuk-Mu shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku. Kepada-Mu tempat kembaliku, dan kepada-Mu pahalaku.”

________________________________________
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ، وَشَتَّاتِ الْأَمْرِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ.
Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan hati, kekacauan urusan, dan azab kubur.”
________________________________________
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ، وَمِنْ شَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ.
Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang masuk pada malam hari, dari keburukan yang masuk pada siang hari, dari keburukan yang dibawa angin, dan dari berbagai bencana zaman.”
________________________________________
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ تَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ.
Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari berubahnya nikmat keselamatan-Mu, datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, dan dari seluruh kemurkaan-Mu.”

اللَّهُمَّ اهْدِنِي بِالْهُدَى، وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى، يَا خَيْرَ مَقْصُودٍ، وَأَسْنَى مَنْزُولٍ بِهِ، وَأَكْرَمَ مَسْئُولٍ مَا لَدَيْهِ، أَعْطِنِي الْعَشِيَّةَ أَفْضَلَ مَا أَعْطَيْتَ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ وَحُجَّاجِ بَيْتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Artinya
“Ya Allah, berilah aku petunjuk-Mu, dan ampunilah aku di akhirat dan di dunia. Wahai sebaik-baik tujuan, tempat berlindung paling mulia, dan Zat paling dermawan yang diminta karunia-Nya, berilah aku pada petang ini sesuatu yang paling utama yang pernah Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu dan para jamaah haji-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
________________________________________
اللَّهُمَّ يَا رَفِيعَ الدَّرَجَاتِ، وَمُنْزِلَ الْبَرَكَاتِ، وَ يَا فَاطِرَ الْأَرَضِينَ وَالسَّمَاوَاتِ، ضَجَّتْ إِلَيْكَ الْأَصْوَاتُ بِصُنُوفِ اللُّغَاتِ يَسْأَلُونَكَ الْحَاجَاتِ، وَحَاجَتِي إِلَيْكَ أَنْ لَا تَنْسَانِي فِي دَارِ الْبَلَاءِ إِذَا نَسِيَنِي أَهْلُ الدُّنْيَا.
Artinya
“Ya Allah, wahai Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang menurunkan keberkahan, wahai Pencipta bumi dan langit, suara-suara telah berseru kepada-Mu dengan berbagai bahasa memohon hajat mereka. Dan hajatku kepada-Mu adalah agar Engkau tidak melupakan aku di negeri ujian ketika semua penduduk dunia melupakanku.”
________________________________________

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَسْمَعُ كَلَامِي، وَتَرَى مَكَانِي، وَتَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي، وَلَا يَخْفَى عَلَيْكَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِي، أَنَا الْبَائِسُ الْفَقِيرُ، الْمُسْتَغِيثُ الْمُسْتَجِيرُ، الْوَجِلُ الْمُشْفِقُ، الْمُعْتَرِفُ بِذَنْبِهِ، أَسْأَلُكَ مَسْأَلَةَ الْمِسْكِينِ، وَأَبْتَهِلُ إِلَيْكَ ابْتِهَالَ الْمُذْنِبِ الذَّلِيلِ، وَأَدْعُوكَ دُعَاءَ الْخَائِفِ الضَّرِيرِ، دُعَاءَ مَنْ خَضَعَتْ لَكَ رَقَبَتُهُ، وَفَاضَتْ لَكَ عَبْرَتُهُ، وَذَلَّ لَكَ جَسَدُهُ، وَرَغِمَ لَكَ أَنْفُهُ.
Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau mendengar perkataanku, melihat tempatku, mengetahui rahasia dan apa yang tampak dariku, dan tidak tersembunyi bagi-Mu sedikit pun urusanku. Aku adalah orang sengsara lagi fakir, yang memohon pertolongan dan perlindungan, yang takut dan cemas, yang mengakui dosanya. Aku memohon kepada-Mu seperti permohonan orang miskin, dan aku merendahkan diri kepada-Mu seperti kerendahan orang berdosa yang hina. Aku berdoa kepada-Mu dengan doa orang yang takut lagi buta, doa orang yang bertekuk lutut kepada-Mu, bercucuran air matanya karena-Mu, hina jasad dan dirinya di hadapan-Mu.”
________________________________________


اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا، وَكُنْ بِي رَءُوفًا رَحِيمًا، يَا خَيْرَ الْمَسْئُولِينَ وَأَكْرَمَ الْمُعْطِينَ. إِلٰهِي مَنْ مَدَحَ لَكَ نَفْسَهُ فَإِنِّي لَائِمُ نَفْسِي. إِلٰهِي أَخْرَسَتِ الْمَعَاصِي لِسَانِي، فَمَا لِي وَسِيلَةٌ مِنْ عَمَلٍ وَلَا شَفِيعٌ سِوَى الْأَمَلِ. إِلٰهِي إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّ ذُنُوبِي لَمْ تُبْقِ لِي عِنْدَكَ جَاهًا وَلَا لِلِاعْتِذَارِ وَجْهًا، وَلٰكِنَّكَ أَكْرَمُ الْأَكْرَمِينَ.
Artinya
“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku celaka karena berdoa kepada-Mu wahai Tuhanku. Jadilah Engkau kepadaku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, wahai sebaik-baik tempat meminta dan semulia-mulia pemberi. Tuhanku, jika orang-orang yang memuji dirinya (dengan amal baiknya) di hadapan-Mu, maka aku justru mencela diriku sendiri (dengan banyaknya maksiatku). Tuhanku, kemaksiatan telah membungkam lisanku, sehingga aku tidak memiliki perantara berupa amal dan tidak pula pemberi syafaat selain harapan. Tuhanku, aku tahu dosa-dosaku tidak lagi menyisakan kedudukan bagiku di sisi-Mu dan tidak pula alasan untuk meminta maaf, akan tetapi Engkau adalah Yang Maha mulia dari segala yang mulia.”

إِلٰهِي إِنْ لَمْ أَكُنْ أَهْلًا أَنْ أَبْلُغَ رَحْمَتَكَ فَإِنَّ رَحْمَتَكَ أَهْلٌ أَنْ تَبْلُغَنِي، وَرَحْمَتُكَ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ وَأَنَا شَيْءٌ. إِلٰهِي إِنَّ ذُنُوبِي وَإِنْ كَانَتْ عِظَامًا وَلٰكِنَّهَا صِغَارٌ فِي جَنْبِ عَفْوِكَ، فَاغْفِرْهَا لِي يَا كَرِيمُ. 
Artinya
“Tuhanku, jika aku tidak pantas mencapai rahmat-Mu, maka rahmat-Mu pantas untuk mencapai diriku. Karena Rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, dan aku adalah sesuatu itu. Tuhanku, sesungguhnya dosa-dosaku walaupun besar, namun kecil dibanding ampunan-Mu. Maka ampunilah aku wahai Yang Maha mulia.
________________________________________
إِلٰهِي أَنْتَ أَنْتَ وَأَنَا أَنَا، أَنَا الْعَوَّادُ إِلَى الذُّنُوبِ وَأَنْتَ الْعَوَّادُ إِلَى الْمَغْفِرَةِ. إِلٰهِي إِنْ كُنْتَ لَا تَرْحَمُ إِلَّا أَهْلَ طَاعَتِكَ فَإِلَى مَنْ يَفْزَعُ الْمُذْنِبُونَ؟
Tuhanku, Engkau tetaplah Engkau dan aku tetaplah aku; aku adalah orang yang terus kembali kepada dosa, sedangkan Engkau adalah Dzat yang terus kembali dengan ampunan. Tuhanku, jika Engkau tidak merahmati kecuali orang-orang yang taat kepada-Mu, maka kepada siapa lagi orang-orang berdosa berlindung?”
________________________________________
إِلٰهِي تَجَنَّبْتُ عَنْ طَاعَتِكَ عَمْدًا، وَتَوَجَّهْتُ إِلَى مَعْصِيَتِكَ قَصْدًا، فَسُبْحَانَكَ مَا أَعْظَمَ حُجَّتَكَ عَلَيَّ وَأَكْرَمَ عَفْوَكَ عَنِّي. فَبِوُجُوبِ حُجَّتِكَ عَلَيَّ، وَانْقِطَاعِ حُجَّتِي عَنْكَ، وَفَقْرِي إِلَيْكَ، وَغِنَاكَ عَنِّي، إِلَّا غَفَرْتَ لِي يَا خَيْرَ مَنْ دَعَاهُ دَاعٍ، وَأَفْضَلَ مَنْ رَجَاهُ رَاجٍ. 
Artinya
“Tuhanku, aku menjauhi ketaatan kepada-Mu dengan sengaja dan menuju kemaksiatan kepada-Mu dengan sadar. Maha Suci Engkau, betapa kuat hujah-Mu atasku dan betapa mulia ampunan-Mu kepadaku. Maka dengan tegaknya hujjah-Mu atasku, terputusnya alasanku di hadapan-Mu, kefakiranku kepada-Mu, dan ketidakbutuhan-Mu kepadaku, ampunilah aku wahai sebaik-baik Dzat yang dimintai dan seutama-utama Dzat yang diharapkan.

بِحُرْمَةِ الْإِسْلَامِ، وَبِذِمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ، أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ، فَاغْفِرْ لِي جَمِيعَ ذُنُوبِي، وَاصْرِفْنِي مِنْ مَوْقِفِي هٰذَا مَقْضِيَّ الْحَوَائِجِ، وَهَبْ لِي مَا سَأَلْتُ، وَحَقِّقْ رَجَائِي فِيمَا تَمَنَّيْتُ.
Artinya
Dengan kemuliaan Islam dan kehormatan Nabi Muhammad SAW aku bertawassul kepada-Mu. Maka ampunilah seluruh dosaku, kembalikan aku dari tempat ini dengan terkabulnya kebutuhan-kebutuhanku, anugerahkan kepadaku apa yang kuminta, dan wujudkan harapanku atas apa yang kuinginkan.”
________________________________________

إِلٰهِي دَعَوْتُكَ بِالدُّعَاءِ الَّذِي عَلَّمْتَنِيهِ، فَلَا تَحْرِمْنِي الرَّجَاءَ الَّذِي عَرَّفْتَنِيهِ. إِلٰهِي مَا أَنْتَ صَانِعٌ الْعَشِيَّةَ بِعَبْدٍ مُقِرٍّ لَكَ بِذَنْبِهِ، خَاشِعٍ لَكَ بِذِلَّتِهِ، مُسْتَكِينٍ بِجُرْمِهِ، مُتَضَرِّعٍ إِلَيْكَ مِنْ عَمَلِهِ، تَائِبٍ إِلَيْكَ مِنِ اقْتِرَافِهِ، مُسْتَغْفِرٍ لَكَ مِنْ ظُلْمِهِ، مُبْتَهِلٍ إِلَيْكَ فِي الْعَفْوِ عَنْهُ، طَالِبٍ إِلَيْكَ نَجَاحَ حَوَائِجِهِ، رَاجٍ إِلَيْكَ فِي مَوْقِفِهِ مَعَ كَثْرَةِ ذُنُوبِهِ. 
Artinya
“Tuhanku, aku berdoa kepada-Mu dengan doa yang Engkau ajarkan kepadaku, maka janganlah Engkau halangi aku dari harapan yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Tuhanku, apakah kiranya yang akan Engkau lakukan pada petang ini terhadap seorang hamba yang mengakui dosanya kepada-Mu, tunduk karena kehinaannya di hadapan-Mu, merasa hina karena kejahatannya, merendahkan diri kepada-Mu karena amalnya, bertobat kepada-Mu dari perbuatannya, memohon ampun kepada-Mu atas kezalimannya, bersungguh-sungguh memohon maaf kepada-Mu, meminta kepada-Mu keberhasilan hajat-hajatnya, dan berharap kepada-Mu di tempat berdirinya ini meskipun dosanya banyak?


فَيَا مَلْجَأَ كُلِّ حَيٍّ، وَوَلِيَّ كُلِّ مُؤْمِنٍ، مَنْ أَحْسَنَ فَبِرَحْمَتِكَ يَفُوزُ، وَمَنْ أَخْطَأَ فَبِخَطِيئَتِهِ يَهْلِكُ.
Artinya
Wahai tempat berlindung setiap makhluk hidup dan pelindung setiap mukmin, siapa yang berbuat baik maka dengan rahmat-Mu ia beruntung, dan siapa yang bersalah maka karena kesalahannya ia binasa.”
________________________________________


Satu paragraf berikut ini
Khusus dibaca orang yang sedang wukuf
Bagi yang tidak berhaji, doa ini bisa di skip



اللَّهُمَّ إِلَيْكَ خَرَجْنَا، وَبِفِنَائِكَ أَنَخْنَا، وَإِيَّاكَ أَمَلْنَا، وَمَا عِنْدَكَ طَلَبْنَا، وَلِإِحْسَانِكَ تَعَرَّضْنَا، وَرَحْمَتَكَ رَجَوْنَا، وَمِنْ عَذَابِكَ أَشْفَقْنَا، وَإِلَيْكَ بِأَثْقَالِ الذُّنُوبِ هَرَبْنَا، وَلِبَيْتِكَ الْحَرَامِ حَجَجْنَا، يَا مَنْ يَمْلِكُ حَوَائِجَ السَّائِلِينَ، وَيَعْلَمُ ضَمَائِرَ الصَّامِتِينَ.
Artinya
“Ya Allah, kepada-Mu kami keluar, di pelataran-Mu kami singgah, kepada-Mu kami berharap, dan apa yang ada di sisi-Mu kami cari. Kepada kebaikan-Mu kami menghadapkan diri, rahmat-Mu kami harapkan, dari azab-Mu kami takut, dan kepada-Mu kami lari dengan membawa beban dosa-dosa kami. Kepada rumah-Mu yang mulia kami berhaji. Wahai Dzat yang memiliki kebutuhan para peminta dan mengetahui isi hati orang-orang yang diam.”
________________________________________
يَا مَنْ لَيْسَ مَعَهُ رَبٌّ يُدْعَى، وَيَا مَنْ لَيْسَ فَوْقَهُ خَالِقٌ يُخْشَى، وَيَا مَنْ لَيْسَ لَهُ وَزِيرٌ يُؤْتَى، وَلَا حَاجِبٌ يُرْشَى، يَا مَنْ لَا يَزْدَادُ عَلَى كَثْرَةِ السُّؤَالِ إِلَّا جُودًا وَكَرَمًا، وَعَلَى كَثْرَةِ الْحَوَائِجِ إِلَّا تَفَضُّلًا وَإِحْسَانًا.

Artinya
“Wahai Dzat yang tidak ada tuhan lain bersama-Nya untuk diseru, tidak ada pencipta di atas-Nya untuk ditakuti, tidak memiliki menteri tempat menghadap, dan tidak memiliki penjaga pintu yang dapat disuap. Wahai Dzat yang tidak bertambah dengan banyaknya permintaan kecuali kemurahan dan kemuliaan, dan tidak bertambah dengan banyaknya kebutuhan kecuali karunia dan kebaikan.”

________________________________________

________________________________________

Satu paragraf berikut ini
Khusus dibaca orang yang sedang wukuf
Bagi yang tidak berhaji, doa ini bisa di skip

اللَّهُمَّ إِنَّكَ جَعَلْتَ لِكُلِّ ضَيْفٍ قِرًى، وَنَحْنُ أَضْيَافُكَ، فَاجْعَلْ قِرَانَا مِنْكَ الْجَنَّةَ. اللَّهُمَّ إِنَّ لِكُلِّ وَفْدٍ جَائِزَةً، وَلِكُلِّ زَائِرٍ كَرَامَةً، وَلِكُلِّ سَائِلٍ عَطِيَّةً، وَلِكُلِّ رَاجٍ ثَوَابًا، وَلِكُلِّ مُلْتَمِسٍ لِمَا عِنْدَكَ جَزَاءً، وَلِكُلِّ مُسْتَرْحِمٍ عِنْدَكَ رَحْمَةً، وَلِكُلِّ رَاغِبٍ إِلَيْكَ زُلْفَى، وَلِكُلِّ مُتَوَسِّلٍ إِلَيْكَ عَفْوًا، وَقَدْ وَفَدْنَا إِلَى بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَوَقَفْنَا بِهٰذِهِ الْمَشَاعِرِ الْعِظَامِ، وَشَهِدْنَا هٰذِهِ الْمَشَاهِدَ الْكِرَامَ، رَجَاءً لِمَا عِنْدَكَ، فَلَا تُخَيِّبْ رَجَاءَنَا.


Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau menjadikan bagi setiap tamu suatu jamuan, dan kami adalah tamu-tamu-Mu. Maka jadikanlah jamuan kami dari-Mu berupa surga.” “Ya Allah, sesungguhnya bagi setiap rombongan ada hadiah, bagi setiap tamu ada kemuliaan, bagi setiap peminta ada pemberian, bagi setiap orang yang berharap ada pahala, bagi setiap pencari apa yang ada di sisi-Mu ada balasan, bagi setiap orang yang memohon kasih sayang ada rahmat di sisi-Mu, bagi setiap orang yang mengharap kepada-Mu ada kedekatan, dan bagi setiap orang yang bertawassul kepada-Mu ada ampunan. Dan sungguh kami telah datang ke rumah-Mu yang mulia, berdiri di tempat-tempat syi’ar yang agung ini, dan menyaksikan tempat-tempat mulia ini dengan mengharap apa yang ada di sisi-Mu. Maka janganlah Engkau kecewakan harapan kami.”
________________________________________

إِلٰهَنَا تَتَابَعَتِ النِّعَمُ حَتَّى اطْمَأَنَّتِ الْأَنْفُسُ بِتَتَابُعِ نِعَمِكَ، وَأَظْهَرْتَ الْعِبَرَ حَتَّى نَطَقَتِ الصَّوَامِتُ بِحُجَّتِكَ، وَظَاهَرْتَ الْمِنَنَ حَتَّى اعْتَرَفَ أَوْلِيَاؤُكَ بِالتَّقْصِيرِ عَنْ حَقِّكَ، وَأَظْهَرْتَ الْآيَاتِ حَتَّى أَفْصَحَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرَضُونَ بِأَدِلَّتِكَ، وَقَهَرْتَ بِقُدْرَتِكَ حَتَّى خَضَعَ كُلُّ شَيْءٍ لِعِزَّتِكَ، وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِعَظَمَتِكَ. 
Artinya
“Wahai Tuhan kami, nikmat-nikmat-Mu terus datang silih berganti hingga hati menjadi tenteram dengan bertubi-tubinya nikmat-Mu. Engkau tampakkan pelajaran-pelajaran hingga benda-benda yang diam pun berbicara dengan hujjah-Mu. Engkau limpahkan karunia-karunia hingga para wali-Mu mengakui kekurangan mereka dalam menunaikan hak-Mu. Engkau tampakkan tanda-tanda kebesaran hingga langit dan bumi menjelaskan dalil-dalil tentang keberdaan-Mu. Engkau menundukkan dengan kekuasaan-Mu hingga segala sesuatu tunduk kepada kemuliaan-Mu dan wajah-wajah merendah di hadapan keagungan-Mu.


إِذَا أَسَاءَ عِبَادُكَ حَلُمْتَ وَأَمْهَلْتَ، وَإِنْ أَحْسَنُوا تَفَضَّلْتَ وَقَبِلْتَ، وَإِنْ عَصَوْا سَتَرْتَ، وَإِنْ أَذْنَبُوا عَفَوْتَ وَغَفَرْتَ، وَإِذَا دَعَوْنَا أَجَبْتَ، وَإِذَا نَادَيْنَا سَمِعْتَ، وَإِذَا أَقْبَلْنَا إِلَيْكَ قَرَّبْتَ، وَإِذَا وَلَّيْنَا عَنْكَ دَعَوْتَ.
Apabila hamba-hamba-Mu berbuat buruk, Engkau bersikap lembut dan menangguhkan hukuman. Jika mereka berbuat baik, Engkau berkenan menerima dan memberi karunia. Jika mereka bermaksiat, Engkau menutupi aib mereka. Jika mereka berdosa, Engkau memaafkan dan mengampuni. Jika kami berdoa, Engkau mengabulkan. Jika kami memanggil, Engkau mendengar. Jika kami mendekat kepada-Mu, Engkau mendekatkan kami. Dan jika kami berpaling dari-Mu, Engkau tetap memanggil kami.”
________________________________________

إِلٰهَنَا إِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتَابِكَ الْمُبِينِ لِمُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّينَ: ﴿قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ﴾، فَأَرْضَاكَ عَنْهُمُ الْإِقْرَارُ بِكَلِمَةِ التَّوْحِيدِ بَعْدَ الْجُحُودِ، وَإِنَّا نَشْهَدُ لَكَ بِالتَّوْحِيدِ مُخْبِتِينَ، وَلِمُحَمَّدٍ بِالرِّسَالَةِ مُخْلِصِينَ، فَاغْفِرْ لَنَا بِهٰذِهِ الشَّهَادَةِ سَوَالِفَ الْإِجْرَامِ، وَلَا تَجْعَلْ حَظَّنَا فِيهِ أَنْقَصَ مِنْ حَظِّ مَنْ دَخَلَ فِي الْإِسْلَامِ.
Artinya
“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam kitab-Mu yang nyata kepada Muhammad penutup para nabi: Katakanlah kepada orang-orang kafir: jika mereka berhenti, niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Maka Engkau meridhai dari mereka pengakuan kalimat tauhid setelah sebelumnya ingkar. Dan kami pun bersaksi kepada-Mu dengan tauhid dalam keadaan tunduk, dan kepada Muhammad dengan kerasulan dalam keadaan ikhlas. Maka ampunilah bagi kami dengan kesaksian ini dosa-dosa kami yang telah lalu, dan janganlah bagian kami dalam hal ini lebih sedikit daripada bagian orang yang baru masuk Islam.”

إِلٰهَنَا إِنَّكَ أَحْبَبْتَ التَّقَرُّبَ إِلَيْكَ بِعِتْقِ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُنَا، وَنَحْنُ عَبِيدُكَ، وَأَنْتَ أَوْلَى بِالتَّفَضُّلِ، فَأَعْتِقْنَا. وَإِنَّكَ أَمَرْتَنَا أَنْ نَتَصَدَّقَ عَلَى فُقَرَائِنَا، وَنَحْنُ فُقَرَاؤُكَ، وَأَنْتَ أَحَقُّ بِالتَّطَوُّلِ، فَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا. وَوَصَّيْتَنَا بِالْعَفْوِ عَمَّنْ ظَلَمَنَا، وَقَدْ ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَأَنْتَ أَحَقُّ بِالْكَرَمِ، فَاعْفُ عَنَّا.
Artinya
“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau menyukai pendekatan diri kepada-Mu dengan memerdekakan budak-budak yang kami miliki. Sedangkan kami adalah hamba-hamba-Mu, dan Engkau lebih berhak untuk memberi karunia, maka merdekakanlah kami. Engkau memerintahkan kami untuk bersedekah kepada orang-orang fakir kami, sedangkan kami adalah orang-orang fakir-Mu, dan Engkau lebih berhak memberi kemurahan, maka bersedekahlah kepada kami. Dan Engkau mewasiatkan kepada kami untuk memaafkan orang yang menzalimi kami, sementara kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan Engkau lebih berhak dengan kemuliaan, maka maafkanlah kami.”
________________________________________

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ النَّارِ.
Artinya
“Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dengan rahmat-Mu dari azab neraka.”

________________________________________

“LALU PERBANYAK MEMBACA DOA NABI KHIDIR AS, YAITU :

يَا مَنْ لَا يَشْغَلُهُ شَأْنٌ عَنْ شَأْنٍ، وَلَا سَمْعٌ عَنْ سَمْعٍ، وَلَا تَشْتَبِهُ عَلَيْهِ الْأَصْوَاتُ، يَا مَنْ لَا تُغْلِطُهُ الْمَسَائِلُ، وَلَا تَخْتَلِفُ عَلَيْهِ اللُّغَاتُ، يَا مَنْ لَا يُبْرِمُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّينَ، وَلَا تُضْجِرُهُ مَسْأَلَةُ السَّائِلِينَ، أَذِقْنَا بَرْدَ عَفْوِكَ وَحَلَاوَةَ مُنَاجَاتِكَ
Artinya
‘Wahai Dzat yang tidak disibukkan oleh satu urusan dari urusan yang lain, tidak pula satu pendengaran dari pendengaran yang lain, dan tidak samar bagi-Nya berbagai suara. Wahai Dzat yang tidak dibuat bingung oleh berbagai permintaan dan tidak berbeda bagi-Nya berbagai bahasa. Wahai Dzat yang tidak merasa jemu oleh desakan orang-orang yang terus meminta dan tidak merasa bosan oleh permohonan para pemohon. Angugerahkan kepada kami kesejukan maaf-Mu dan manisnya bermunajat kepada-Mu.’
________________________________________


LALU LANJUTKANLAH BERDOA DENGAN DOA-DOA KEBAIKAN LAINNYA,
 


LALU MOHONKANLAH AMPUNAN UNTUK DIRI SENDIRI, KEDUA ORANG TUA, SERTA SELURUH KAUM MU’MININ DAN MU’MINAT.
 
Seperti lazimnya dzikir sehabis shalat berikut ini :

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ، وَلِاَصْحَابِ الْحُقُوْقِ الْوَاجِبَةِ عَلَيَّ، وَلِمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا، وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ

________________________________________

DAN BERSUNGGUH-SUNGGUHLAH DALAM BERDOA DAN MINTALAH PERKARA-PERKARA YANG BESAR, KARENA TIDAK ADA SESUATU PUN YANG BESAR DI HADAPAN ALLAH SWT.”


________________________________________


Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk senantiasa memanfaatkan waktu khususnya waktu mustajab di hari Arafah ini dengan dzikir dan doa-doa untuk kebaikan duni akhirat bagi kita, keluarga dan kaum muslimin.
 
Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag
 
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!
 
NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada teman dan keluarga. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Dan jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

Share:

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts