ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Abdullah
Ibnu Mas’ud RA, Rasul SAW bersabda :
لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا، فَاتَّقُوا
اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ
“Tidaklah
seseorang akan mati hingga ia mendapatkan jatah rezekinya dengan sempurna. Maka
bertakwalah kepada Allah dan tempuhlah cara yang baik dalam mencari rezeki.”
[HR Baihaqi]
Catatan Alvers
Viral di medsos
liputan ritual pesugihan gunung kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Anehnya, ritual dilakukan
dengan mandi di Sendang Ontrowulan lalu berziarah ke makam Pangeran Samudro. Setelah
itu mereka melakukan hubungan seksual dengan wanita yang bukan pasangannya. Ritual
ini dilakukan sebanyak Tujuh kali setiap malam jum’at pon atau malam jum’at
kliwon. Ini semua agar terkabul hajatnya. [unair ac id]
Ritual nyeleneh
ini mendapat perhatian dari seorang wartawan Australia, Patrick About yang
membuat tayangan video berjudul ‘Sex Mountain’ di You Tube. Usut punya usut awal
mula ritual itu bermula dari wasiat Pangeran Samudro, putra Raja Terakhir
Majapahit yang berwasiat bahwa “Siapa saja yang nantinya datang berziarah harus
mempunyai hati yang senang, percaya, dan mantap seperti akan datang ke rumah
kekasihnya”. Menurut hasil penelitian, wasiat ini lalu disalah artikan dengan berhubungan
badan dengan orang lain. Lalu orang-orang yang secara ekonomis diuntungkan
berkat adanya praktik ritual seks itu, berupaya agar mitos tersebut bisa tetap
bertahan dan dipercaya sebagai sesuatu yang sah di masyarakat. [ugm ac id]
Pemerintah telah berupaya memberantas praktek
prostitusi ilegal tersebut
Lewat Kementerian Pariwisata
dan Kementerian PUPR dengan menggelontorkan
dana Rp 48 miliar untuk perombakan Objek wisata di sana dan setelah selasai pada tahun 2022 diselenggarakan acara peresmian
oleh ketua DPR dengan nama baru yaitu “The New Kemukus.” [detik com] Namun demikian hingga
belakangan ini masih santer adanya ritual pesugihan di atas sehingga pesulap merahpun akan membuat liputan videonya di sana.
Entah apa yang
melatar belakangi mereka yang ikut ritual tersebut, apakah karena pikirannya
buntu sebab terkena masalah besar ataukah karena iseng-iseng ikut ritual dengan
tujuan bisa bebas berhubungan badan namun mendapat legitimasi sosial, ataukah memang
percaya dengan mitos yang demikian. Yang jelas menurut ajaran agama Islam, ritual
yang demikian termasuk dosa besar karena itu adalah perbuatan zina yang
dilarang. Di dalam hadits disebutkan :
مَا مِنْ ذَنْبٍ
بَعْدَ الشِّرْكِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ نُطْفَة ٍوَضَعَهَا رَجُلٌ فِي
رَحِمٍ لَا يَحِلُّ لَهُ
Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, dari pada
dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya pada rahim wanita yang tidak
halal baginya. [HR Ibnu Abid Dun-ya]
Alih-alih bisa
menjadi kaya, perzinahan akan menyebabkan sulitnya rezeki dan mendatangkan
kematian. dalam hadits disebutkan :
اِتَّقُوا الزِّنَا فَإِنَّ فِيْهِ سِتَّ
خِصَالٍ ثَلَاثٌ في الدُّنْيَا وَثَلَاثٌ فِي الْآخِرَةِ
“Takutlah kalian berbuat zina, karena sesungguhnya dalam zina itu ada enam
perkara (siksaan), tiga di dunia dan tiga di akhirat”.
Adapun tiga perkara di
dunia: (1) Hilangnya aura, (2) Pendeknya umur, dan (3) menjadi miskin
selamanya. Adapun tiga perkara di akhirat adalah: (1) murka Allah, (2) hisab
yang jelek dan (3) siksa neraka”. [HR Baihaqi]
Dalam hadits utama
disabdakan : “Tidaklah seseorang akan mati hingga ia mendapatkan jatah
rezekinya dengan sempurna. Maka bertakwalah kepada Allah dan tempuhlah cara
yang baik dalam mencari rezeki”. [HR Baihaqi] Jadi hadits ini menegaskan bahwa
rezeki itu harus dicari dengan cara yang baik, tidak menghalalkan segala cara
termasuk dengan melakukan perzinahan. Dalam lanjutan hadits, Rasul SAW bersabda
:
وَلَا يَحْمِلَنَّكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ
بِمَعَاصِي اللَّهِ، فَإِنَّهُ لَا يُدْرَكُ مَا عِنْدَ اللَّهِ إِلَّا
بِطَاعَتِهِ.
Janganlah lambatnya
rezeki mendorong kalian bekerja dengan maksiat kepada Allah, karena apa yang
ada di sisi Allah tidak dapat diraih kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.” [HR
Baihaqi]
Maka di tengah kesulitan
ekonomi yang melanda, jangan panik. Tetaplah berpikir dengan jernih dan jangan
putus asa untuk mencari rezeki. Allah SWT berfirman :
وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ
Janganlah kalian
putus asa dari rahmat Allah. [QS Yusuf : 87]
Teruslah berusaha dijalur
yang halal. Bangkitlah dari keterpurukan dan bekerjalah dengan cara yang baik. jangan
hanya berpangku tangan dengan mengandalkan ritual belaka. Umar bin khattab pernah menegur mereka yang tak mau
bekerja. Ia berkata :
لَا يَقْعُدْ أَحَدُكُمْ عَنْ طَلَبِ الرِّزْقِ، يَقُولُ: اللَّهُمَّ
ارْزُقْنِي، فَقَدْ عَلِمْتُمْ أَنَّ السَّمَاءَ لَا تُمْطِرُ ذَهَبًا وَلَا
فِضَّةً
Janganlah salah seorang kalian duduk dan tidak berusaha mencari rizki,
dengan derdoa : Ya Allah, berilah kami rizki, kalian telah mengetahui bahwa
langit tidak akan menurunkan hujan emas atau hujan perak.” [Ihya
Ulumuddin]
Ritual pesugihan
dalam Ajaran Islam dilakukan dengan ketaqwaan. Allah SWT berfirman
:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ
مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar
baginya dan memberinya rezki dari
arah yang tiada disangka-sangkanya.” [QS At-Thalaq: 2-3]
Lalu memperbanyak
istighfar memohon ampunan kepada Allah SWT sebagaimana dalam QS Nuh : 10-12. Dan
Rasul SAW Bersabda :
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ
لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ
حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Barang siapa yang senantiasa beristighfar, niscaya Allah akan
menjadikan untuknya jalan keluar dari setiap kesusahan, kelapangan dari setiap kesempitan,
dan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka." [HR Ibnu
Majah]
Wallahu A’lam.
Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk berpegang teguh kepada
ajaran Islam dan tidak termakan hasutan aliran-aliran sesat dan menyesatkan.
Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul
Bari.,SS.,M.Ag
Pondok Pesantren
Wisata
AN-NUR 2 Malang
Jatim
Ngaji dan Belajar
Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok
Itu Keren!
NB.
Jangan pelit
berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka
ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan
(3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]














