ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani RA, Rasul SAW bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لا
يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa yang
memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka dia akan
mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa
tersebut sedikitpun juga.” [HR Tirmidzi]
Catatan
Alvers
Kegiatan berbagi
makanan untuk berbuka puasa atau dikenal dengan berbagi takjil, marak dilakukan
oleh berbagai kalangan di bulan suci ramadhan. Mulai dari perorangan, kalangan
siswa sekolah, kalangan kepolisian, imigrasi, Rumah sakit, KUA, hingga partai
politik. Kegiatan tersebut dilakukan di berbagai tempat, mulai dari masjid, rumah
pribadi, kantor, terminal hingga di pinggir-pinggir jalan raya. Bulan ramadhan terpilih
menjadi bulan untuk kegiatan berbagi takjil karena di bulan ramadhan mayoritas
orang islam berpuasa sehingga mereka membutuhkan makanan untuk berbuka.
Di samping itu,
ada alasan lainnya yaitu dikarenakan bersedekah di bulan suci ramadhan merupakan
sedekah terbaik. Suatu ketika ada sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apakah
sedekah yang paling baik?" Rasulullah SAW menjawab,
صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
"(Sedekah
yang paling afdhal adalah) sedekah di bulan Ramadan." [HR Tirmidzi]
Rasulullah SAW sendiri
bersedekah dengan lebih banyak di bulan ramadhan dari bulan-bulan lainnya. Ibnu
Abbas RA berkata :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ
وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
"Rasulullah SAW
adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan
Ramadan”
“Yaitu ketika
Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadan untuk
membacakan dan mempelajari Al-Qur’an bersama beliau. Maka sungguh Rasulullah SAW
itu lebih cepat dalam berbuat kebaikan daripada angin yang berhembus." [HR
Bukhari]
Imam Syafi’i berkata
:
أُحِبُّ لِلرَّجُلِ الزِّيَادَةَ بِالْجُودِ
فِي شَهْرِ رَمَضَانَ
“Aku menyukai bagi
seseorang untuk menambah kedermawanannya di bulan Ramadan”
Lalu beliau
memberikan alasannya : “Guna meneladani Rasul SAW, dan karena kebutuhan manusia
pada bulan itu terhadap kemaslahatan mereka, serta karena banyak dari mereka sibuk
dengan puasa dan shalat sehingga terhalang dari mencari pekerjaan mereka."
[Nida’ur Rayyan]
Lebih khusus lagi,
bersedekah dengan memberi makanan berbuka puasa akan mendatangkan pahala yang sangat
besar. Diantaranya terdapat dalam hadits utama yaitu Rasul SAW bersabda: “Barang
siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka dia
akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang
berpuasa tersebut sedikitpun juga.” [HR Tirmidzi]
Tidak perlu menu makanan
yang mewah, memberikan sepotong roti sudah cukup untuk mendapatkan pahala. Suatu
ketika Rasul SAW ditanya: “Amal apakah yang paling utama?” Maka Beliau
menjawab:
أَنْ تُدْخِلَ عَلَى أَخِيكَ الْمُسْلِمِ سُرُورًا أَوْ تَقْضِي عَنْهُ
دَيْنًا، أَوْ تُطْعِمَهُ خُبْزًا
“Engkau memasukkan
kebahagiaan kepada saudaramu yang Muslim, atau engkau melunasi hutangnya, atau
engkau memberinya roti.” [HR Baihaqi]
Dahulu para
sahabat termotivasi ketika mendengar hadits ini namun pada kenyataannya tidak
semua dari mereka memiliki banyak makanan untuk dibagi-bagikan. Maka ada sahabat
yang memberanikan diri bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kami
memiliki sesuatu untuk memberi makan orang yang berpuasa ketika berbuka.” Maka Nabi
SAW bersabda :
يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذْقَةِ
لَبَنٍ أَوْ تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةٍ مِنْ مَاءٍ
“Allah akan
memberikan pahala tersebut bagi siapa saja yang memberi makan orang yang
berpuasa dengan seteguk susu, atau sebutir kurma, atau seteguk air”.
“Dan siapa yang
membuat orang berpuasa kenyang, maka Allah akan memberinya minum dari telagaku
(di akhirat) dengan satu tegukan yang tidak akan membuatnya haus lagi hingga ia
masuk surga.” [HR Baihaqi]
Dari besarnya
pahala memberi buka puasa tersebut Ibnu Jawzi menyarankan agar kita memberi
makan buka puasa selama bulan ramadhan walaupun cuma kepada satu orang karena
itu artinya kita seakan-akan berpuasa selama 60 hari dalam satu bulan ramadhan.
Beliau berkata :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا فَلَهُ أَجْرُ
صَائِمٍ فَاجْتَهِدْ أَنْ تَصُومَ رَمَضَانَ
سِتِّينَ يَوْمًا
"Barangsiapa
memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala
orang yang berpuasa itu. Karena itu, bersungguh-sungguhlah agar engkau bisa berpuasa
di bulan Ramadan selama enam puluh hari." [At-Tabshirah]
Lantas bagaimana
jika seseorang benar-benar tidak memiliki makanan berbuka puasa untuk dibagikan
bahkan untuk dirinya sendiri?. Orang yang seperti itu masih bisa mendapatkan
keutamaan yaitu dengan berniat akan memberikan makanan berbuka puasa kepada
orang lain jika ia sudah memilikinya. Rasul
SAW menceritakan orang yang punya ilmu tapi tidak memiliki uang namun ia
memiliki niat yang kuat (untuk berbuat kebaikan semisal memberi makanan
berbuka) sehingga ia berkata : “Seandainya aku memiliki uang maka aku akan
melakukan seperti
perbuatan si fulan (yang suka bersedekah)”,
فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ
“maka
ia
(akan mendapatkan pahala) dengan niat baiknya sehingga keduanya (ia dan si fulan
yang dermawan) mendapatkan pahala yang
sama. [HR Turmudzi]
Tidak berhenti di situ,
keutamaan memberi makan berbuka puasa dinyatakan juga dalam hadits Nabi yang
lain, yaitu :
"
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا فِي رَمَضَانَ مِنْ كَسْبٍ حَلَالٍ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ
لَيَالِيَ رَمَضَانَ كُلَّهَا
"Barangsiapa memberi makan orang yang
berpuasa di bulan Ramadan dari hasil pekerjaan yang halal, maka para malaikat
akan mendoakannya sepanjang malam-malam Ramadan”.
“Dan Jibril AS akan
bersalaman dengannya pada malam Lailatul Qadr. Barangsiapa yang bersalaman
dengan Jibril, maka akan banyak menangis (karena lembut hatinya), dan hatinya
akan menjadi penuh kelembutan." [HR Baihaqi]
Dan seseorang
yang menerima sedekah makanan atau takjil
hendaklah ia membalas kebaikannya
minimal dengan mendoakannya. Rasul SAW bersabda : “Siapa saja yang berbuat
baik kepada kalian, maka balaslah kebaikannya. Jika engkau tidak mampu
membalasnya maka :
فَادعُوا لَهُ
حَتَّى تَرَوا أَنَّكُم قَد كَافَأتُمُوهُ
“doakanlah dia sampai-sampai kalian yakin telah benar-benar mengimbangi
kebaikan nya.” [HR Abu Daud]
Rasul SAW pernah
diberi makanan lalu beliau mendoakan orang yang membaca doa
:
أَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلَائِكَةُ
وَأَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ
Semoga orang-orang
yang baik yang memakan makanan kalian, semoga para malaikat memintakan ampunan
untuk kalian, dan orang-orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian."[HR
Ahmad]
Wallahu A’lam.
Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk memperbanyak desekah
dan berbagi buka puasa di bulan yang penuh berkah ini untuk meneladani perilaku
Nabi SAW dan mengharap pahala dari Allah SWT.
Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul
Bari.,SS.,M.Ag
Pondok Pesantren
Wisata
AN-NUR 2 Malang
Jatim
Ngaji dan Belajar
Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok
Itu Keren!
NB.
Jangan pelit
berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka
ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan
(3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]











