DETIK DETIK NABI TERSENYUM

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Ia berkata :

ضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ

Nabi SAW tertawa hingga tampak gigi geraham beliau. [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Rasul SAW merupakan pribadi yang sedikit tertawa. Beliau menyebutkan alasannya. Beliau bersabda :

لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” [HR Bukhari]

 

Al-Qurtubi berkata : “Maksudnya sesuatu yang beliau ketahui adalah perkara-perkara akhirat, hiruk pikuknya, serta azab dan berbagai siksaan yang telah disiapkan di neraka ... Itulah yang menjadikan nabi banyak bersedih, sedikit tertawa dan kebanyakan tertawanya hanyalah berupa senyuman”. [Al-Mufhim Fima Asykala min Talkhish Kitab Muslim]

 

Inilah kiranya yang membuat Abu bakar RA, sahabat yang sudah digaransi dengan surga saja masih merasa takut dan tentunya orang yang takut tidak banyak tertawa. ia berkata :

لَوْ كَانَتْ إِحْدَى قَدَمَيَّ دَاخِلَ الْجَنَّةِ وَالْأُخْرَى خَارِجَهَا، مَا أَمِنْتُ مَكْرَ اللَّهِ.

“Seandainya satu kakiku sudah di surga dan satu lagi di luar, aku belum merasa aman dari makar Allah." [Ad-Dar al-Akhirah]

 

Namun perlu di ketahui bahwa ini adalah satu sisi di mana Islam adalah agama yang memperhatikan dua sisi sekaligus karena Nabi SAW diutus sebagai “Basyira“ (pembawa kabar gembira) dan juga sebagai “Nadzira”  (pemberi peringatan). Mengingatkan dua hal ini, Allah SWT berfirman:

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ

“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih” [QS Al-Hijr : 49–50].

 

Dalam ayat ini, Allah SWT menggabungkan antara sifat kasih sayang dan ancaman, agar hamba-Nya hidup antara “Raja” harapan dan “Khauf” takut. Rasul SAW bersabda :

لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْعُقُوبَةِ مَا طَمِعَ بِجَنَّتِهِ أَحَدٌ وَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الرَّحْمَةِ مَا قَنَطَ مِنْ جَنَّتِهِ أَحَدٌ

“Seandainya seorang mukmin mengetahui betapa dahsyatnya azab Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang mengharap surga-Nya. Dan seandainya orang kafir mengetahui betapa luasnya rahmat Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang berputus asa dari rahmat-Nya.” [HR Muslim].

 

Dengan demikian, meskipun Nabi SAW bersabda dalam hadits utama : “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” [HR Bukhari] namun dalam beberapa momen beliau juga ditemukan tertawa dengan tersenyum lebar hingga terlihat gigi geraham beliau. Simak bin Harb pernah bertanya : “Apakah engkau pernah duduk bersama Rasul SAW?” Jabir bin Samurah RA menjawab : “Ya.

فَكَانَ طَوِيلَ الصَّمْتِ قَلِيلَ الضَّحِكِ وَكَانَ أَصْحَابُهُ يَذْكُرُونَ عِنْدَهُ الشِّعْرَ وَأَشْيَاءَ مِنْ أُمُورِهِمْ فَيَضْحَكُونَ وَرُبَّمَا تَبَسَّمَ

Beliau itu banyak diam dan sedikit tertawa. Para sahabat membacakan di hadapan beliau syair-syair dan hal-hal dari urusan mereka, lalu mereka tertawa, dan terkadang beliau ikut tersenyum.” [HR Ahmad]

 

Suatu ketika, Nabi melihat koleksi boneka milik Aisyah yang di antaranya terdapat seekor kuda yang memiliki dua sayap dari kain, lalu beliau bertanya: “Akankah kuda punya dua sayap?” Aisyah menjawab:

أَمَا سَمِعْتَ أَنَّ لِسُلَيْمَانَ خَيْلًا لَهَا أَجْنِحَةٌ

Bukankah engkau mendengar bahwa Nabi Sulaiman memiliki kuda yang bersayap!
Maka Rasul
SAW tertawa hingga terlihat gigi geraham beliau. [HR Abu Dawud]

 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Masud RA bahwa satu ketika Nabi SAW menceritakan tentang orang terakhir yang keluar dari neraka, ia keluar dengan merangkak lalu ia diperintahkan untuk masuk ke dalam surga. Ketika ia hendak masuk ke dalam surga, ia melihat surga seakan-akan sudah penuh sehingga ia tidak jadi masuk surga. Iapun diperintahkan hingga tiga kali untuk masuk surga namun ia tetap melihat surga seakan-akan sudah penuh. Dan saat itu Allah berfirman : Masuklah kamu ke dalam surga karena (masih ada tempat) bagimu seluas sepuluh kali lipatnya dunia. Lelaki itu berkata :

تَسْخَرُ مِنِّي أَوْ تَضْحَكُ مِنِّي وَأَنْتَ الْمَلِكُ

Apakah Engkau mengejekku atau menertawakanku, padahal Engkau adalah Raja?

 

Abdullah bin Masud RA yang menyaksikan hal ini berkata : “Sungguh aku melihat Nabi SAW saat itu tertawa hingga tampak gigi geraham beliau”. [HR Bukhari]

 

Pada suatu hari, Salma pembantu nabi mengadukan suaminya kepada Nabi karena telah memukulnya. Salma bercerita bahwa ketika suami sedang melaksanakan shalat maka sauminya kentut. Mengetahui hal ini salma memerintahkan suaminya keluar dari shalat untuk berwudlu. Suami marah lalu memukul salma. Nabipun tertawa mengetahui hal kecil yang menjadi penyebabnya. Rasul SAW bersabda :

يَا أَبَا رَافِعٍ إِنَّهَا لَمْ تَأْمُرْكَ إِلَّا بِخَيْرٍ

 “Wahai Abu Rafi, dia tidak memerintahkanmu kecuali kepada kebaikan.” [HR Ahmad]

 

Nabi juga pernah tersenyum selepas bangun tidur. Menjelaskan alasannya, Beliau bersabda :

نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي عُرِضُوا عَلَيَّ غُزَاةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَرْكَبُونَ ثَبَجَ هَذَا الْبَحْرِ مُلُوكًا عَلَى الْأَسِرَّةِ

Diperlihatkan kepadaku (dalam mimpi) sekelompok orang yang berjihad dari umatku, mereka sedang mengarungi gelombang lautan (dengan gagahnya seperti layaknya) raja-raja di atas singgasananya.” [HR Bukhari]

 

Rasul SAW juga tertawa ketika Umar masuk ke rumah beliau. Ada apakah gerangan? Rasul SAW bersabda :

عَجِبْتُ مِنْ هَؤُلَاءِ اللَّاتِي كُنَّ عِنْدِي فَلَمَّا سَمِعْنَ صَوْتَكَ ابْتَدَرْنَ الْحِجَابَ

“Aku heran terhadap wanita-wanita yang tadi bersamaku. Ketika mereka mendengar suaramu, mereka segera bersembunyi (takut kepadamu).” [HR Bukhari]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk terus menyelaraskan kehidupan kita dengan ajaran Rasul SAW, baik perbuatan maupun ucapan bahkan sekedar tawa dan senyuman.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

Share:

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts