PRAMUKA, PEMUDA BERKARYA

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Jabir Bin Abdillah RA, Rasul SAW bersabda :

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” [HR Al-Qudla’iy]

 

Catatan Alvers

 

Semua pernah menjadi Pramuka dan berseragam Pramuka. Namun tidak semua ingat apa kepanjangannya? Apa hayoo? Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana. Praja artinya warga, Muda artinya pemuda dan Karana artinya yang suka berkarya. Jadi, pramuka itu berarti “kaum muda yang gemar berkarya.” Istilah Pramuka resmi digunakan pada 14 Agustus 1961. Namun Istilah Pramuka sendiri bermula dari ide Sri Sultan Hamengkubuwana IX, yang terinspirasi dari kata “Poromuko” yang berarti pasukan terdepan dalam perang.

 

Pramuka adalah pemuda yang berkarya. Dalam Islam, masa muda tidak boleh dilewatkan begitu saja, apalagi dengan hura-hura dan kegiatan yang sia-sia. Rasul SAW bersabda :

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu…. [HR Baihaqi]

 

Masa muda akan juga dipertanggung jawabkan kelak di akhirat. Rasul SAW bersabda :  

لَنْ تَزُولَ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلاهُ

Kedua kaki seseorang tidak akan bergeser pada hari kiamat (dari hadapan Tuhannya) sampai ia ditanya tentang empat perkara: tentang masa mudanya, untuk apa ia habiskan… [HR Thabrani]

 

Maka sama-sama beribadah, beribadah di masa muda akan mendatangkan pahala tersendiri yang berbeda dengan beribadah hanya di masa tua. Rasul SAW bersabda :

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ ... وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ

“Tujuh golongan akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya … seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah.” [HR Bukhari]

 

Namun perlu digaris bawahi bahwa beribadah itu bukan hanya shalat, baca qur’an dan beri’tikaf di masjid, menolong orang dalam kebaikan itu juga berpahala seperti ibadah. Rasul SAW bersabda :

وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا

“Sungguh, berjalan bersama saudaraku untuk membantu memenuhi kebutuhannya lebih aku sukai daripada aku beri‘tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) selama satu bulan.” [HR Thabrani]

 

Dalam darma ke lima dari dasa darma pramuka disebutkan “Rela Menolong dan Tabah”. Seorang pramuka harus rela dan ikhlas menolong sesama manusia tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan sebagainya. Demikian pula dalam Islam, ajaran menolong itu tidak harus sesama muslim. Terbukti dalam hadits utama yaitu “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” [HR Al-Qudla’iy] Rasul SAW tidak menyebut yang paling bermanfaat bagi orang Islam, tetapi yang paling bermanfaat bagi manusia. Suatu ketika Asma' binti Abu Bakr RA berkata: “Ibuku datang kepadaku dalam keadaan masih musyrik. Aku kemudian meminta fatwa kepada Rasul SAW. Aku berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي قَدِمَتْ عَلَيَّ وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُهَا

‘Wahai Rasulullah, ibuku datang kepadaku dan ia membutuhkan sesuatu dariku. Apakah aku boleh tetap berbuat baik kepadanya?’

Beliau menjawab, ‘Ya, tetaplah berbuat baik kepadanya.’” [HR Bukhari]

 

Dalam Islam menolong itu tidak harus sesama manusia, menolong hewanpun juga dianjurkan bahkan kepada anjing sekalipun yang dalam Islam dihukumi Najis berat. Rasul SAW bersabda : “Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, ia merasa sangat haus. Ia menemukan sebuah sumur, lalu turun ke dalamnya dan minum. Setelah keluar, ia melihat seekor anjing menjulurkan lidah dan memakan tanah karena kehausan. Laki-laki itu berkata, ‘Anjing ini benar-benar mengalami kehausan seperti yang tadi aku alami.’ Kemudian (ia turun kembali ke sumur), memenuhi sepatunya dengan air, lalu ia naik dan memberi minum anjing tersebut.

فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ

Allah berterima kasih kepada lelaki tersebut dan mengampuni (dosa-dosa)nya.” [HR Bukhari]

 

Dalam darma ke lima tadi disebutkan “Rela Menolong” jadi menolong itu dilakukan harus tanpa pamrih tanpa mengharapkan imbalan dari orang yang ditolong. Tidak melihat orang yang hendak ditolong apakah ia kaya, punya pangkat dan kedudukan ataupun kelebihan lainnya. Dalam Islam, menolong akan dapat balasan dari Allah, sehingga kita tidak perlu mengharap imbalan manusia. Rasul SAW bersabda :

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” [HR Muslim]

 

Bahkan sejatinya perbuatan kita, apakah baik mapun buruk itu akan kembali kepada kita sendiri. Allah SWT berfirman :

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri… [QS Al-Isra : 7]

 

Dengan demikian, berbuat baik dan bermanfaat tidak nunggu masa tua. Justru ketika muda kita harus bermanfaat karena kita tidak tau apakah kita hidup sampai tua dan jika pemuda hari ini hebat maka ketika ia menjadi pemimpin kelak ia akan menjadi pemimpin yang hebat pula. Dalam pepatah arab disebutkan :

 شُبَّانُ الْيَوْمِ رِجَالُ الْغَدِ أِنَّ فِي يَدِكُمْ أَمْرُ الْأُمَّةِ وَفِي اَقْدَامِكُمٍ حَيَاتُهَا

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Sesungguhnya di tangan kalian-lah urusan ummat ini dan dalam langkahmu terdapat kehidupan ummat.” [Mustafa Al-Ghalayaini]

 

Selanjutnya adalah Tabah. Artinya tabah dalam Menghadapi Tantangan, tidak mudah menyerah dan tetap optimis dalam menghadapi segala rintangan atau kesulitan. Dalam Islam, kita dilarang berputus asa. Allah SWT berfirman :

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat dan pertolongan Allah. [QS Yusuf : 87]

 

Dan Rasul SAW memotivasi kita untuk bersabar. Beliau bersabda :   

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesusahan, dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”  [HR Thabrani]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan pikiran kita untuk agar senantiasa memanfaatkan masa yang ada untuk berkarya, Rela Menolong dan Tabah

sehingga kita manusia terbaik dan mendapat rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

 NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

 

Share:

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts