ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Nubaysyah al-Hudzaliy, Nabi SAW bersabda :
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Hari-hari Tasyriq adalah hari menikmati makanan dan
minuman.” [HR Muslim]
Catatan Alvers
Hari ini kita mulai masuk kepada hari-hari tasyriq. Alvers,
banyak orang menulis hari hari ini dengan kalimat “hari tasyrik” yang mestinya
ditulis dengan qaf, “tasyriq” bukan “tasyrik” yang ditulis dengan dengan kaf.
Kedua kalimat berbeda jauh bahkan bertolak belakang. Tasyrik artinya
menyekutukan, perihal yang negatif sedangkan tasyriq adalah perihal yang
positif. Dengan alasan ini, saya berpendapat bahwa teori adaptasi dalam ilmu
bahasa indonesia tidak bisa diterapkan pada kata tasyriq karena akan ambigu dan
rancu dengan kata tasyrik yang juga sering dijumpai pada literatur fiqih.
Apa Arti Tasyriq? Secara bahasa, tasyriq artinya
Menjemur sesuatu, Imam Mawardi berkata :
وأيام
التشريق هي الحادي عشر والثاني عشر والثالث عشر في تسميتها بذلك تأويلان : أحدهما
: أنها سميت بذلك لإشراقها نهارا بنور الشمس وإشراقها ليلا بنور القمر .
والثاني : أنها سميت بذلك ؛ لأن الناس يشرقون
اللحم فيها في الشمس .
Hari-hari tasyriq adalah tanggal 11, 12, dan 13 di
bulan Dzulhijjah. Dalam penamaan ini terdapat dua ta’wil. Yang pertama,
dinamakan tasyriq karena pada hari-hari tersebut matahari bersinar terang
(Isyraq) di siang harinya dan di malam harinya rembulan bersinar terang
(Isyraq). Yang kedua, dinamakan tasyriq karena pada hari-hari tersebut kaum
Muslimin menjemur (tasyriq) daging kurban di bawah terik matahari. [Al-Hawi
Al-Kabir]













