Selasa, 07 Juni 2016

TURBULENSI KEHIDUPAN



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW Bersabda:
 احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
“Semangatlah kalian terhadap hal-hal yang bermanfaat bagi kalian dan mohonlah pertolongan kepada Allah “ [H.R Muslim]

Catatan Alvers

Pesawat Malaysia Airlines (MAS) jenis Airbus A380 yang membawa 378 penumpang mengalami turbulensi parah ketika mengudara dari London, Inggris menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Turbulensi ini menimpa pesawat dengan nomor penerbangan MH1 ketika tengah mengudara di atas wilayah Teluk Benggala pada Minggu (5/6/2016) waktu setempat Sedikitnya 34 penumpang mengalami luka-luka dalam insiden ini. Turbulensi juga menimpa pesawat Etihad Airways rute Abu Dhabi-Jakarta pada Rabu (4/5/2016), saat berada di wilayah udara pulau Sumatera selatan dengan ketinggian 37.000 kaki (11.277 meter) sekitar 45 menit sebelum mendarat di Bandara Soekarno Hatta.


Apakah Turbulensi itu? Menurut situs artikata, Turbulensi secara bahasa berarti gerak bergolak tidak teratur yang merupakan ciri gerak zat alir. Secara umum Turbulensi (turbulence) didefiniskan sebagai gerakan tidak beraturan atau berputar tidak beraturan akibat perbedaan tekanan udara atau perbedaan temperatur udara. Jika sebuah pesawat melewati  turbulensi maka akan terjadi guncangan dahsyat sesuai skala intensitas turbulensinya. Terdapat empat tingkatan skala intensitas turbulensi . Sebagai gambaran turbulensi tingkat 3, (severe ; parah), penumpang yang memasang sabuk pengaman akan merasakan sensasi terjepit parah, sementara mereka yang tidak memakai seat belt atau sedang berjalan akan terlempar.

Menurut catatan, Pesawat Malaysia Airlines yang mengalami turbulensi itu berjenis Airbus A380 yang pertama kali terbang secara komersial pada 2007. Pesawat itu adalah pesawat terbesar yang pernah dibuat oleh manusia dan telah dilengkapi dengan berbagai teknologi dan mesin yang canggih dengan versi standart memiliki 854 kursi penumpang. Inilah yang menjadi perenungan kita. Pesawat yang super besar dengan teknologi dan mesin super canggih belum bisa terlepas dari turbulensi. Ketika berada pada posisi ini, seorang pilot terlatihpun tidak akan mampu mengendalikan pesawatnya sehingga yang bisa dilakukan cuma satu yaitu berdoa, memohon pertolongan kepada Allah sang penguasa jagat raya karena Dialah satu-satunya yang mengusainya dalam keadaan darurat seperti ini.

 Itulah yang diteladankan oleh Nabi ketika beliau menaiki kendaraan, Beliau membaca :
سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
Maha suci Allah yang menundukkan (kendaraan) ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. [HR Muslim]
Bahkan mulai keluar rumah, kita diajarkan doa oleh Beliau :
بِسْمِ اللَّهِ ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّه

Dengan menyebut nama Allah, aku pasrahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan (pertolongan) Allah. [HR Abu Dawud]

Sebagaimana pesawat, Manusia juga tidak bisa terlepas dari “turbulensi” dalam kehidupannya sehari-hari. Setiap diri pasti mengalami “turbulensi” dengan skala intensitas yang berbeda-beda. “turbulensi” itu bisa berupa dipecat dari pekerjaan, anak meninggal, sakit yang berkepanjangan, dan lain-lain. Bahkan, saat dipecat dari pekerjaan bersamaan mendadak anak sakit keras dan harus segera dirawat di rumah sakit. Lebih jelasnya Allah berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar [al-Baqarah :155]
Maka ketika melewati turbulensi kehidupan, tidak ada tindakan yang lebih aman selain sabar dengan bersemangat melakukan hal-hal yang bermanfaat dan memohon pertolongan kepada Allah Sebagaimana hadits di atas. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita sehingga bisa menyadari bahwa kehidupan dunia ini adalah tempat ujian dan musbibah. Maka hanya pertolongon-Nya lah yang dapat menyelamatkan kita.

1 komentar:

  1. Subhanallah gus,sungguh sangat bermanfaat tausyiahnya,terima kasih

    BalasHapus