Selasa, 17 Maret 2020

MANFAAT WUDLU



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ustman RA, Nabi SAW bersabda:
مَنْ أَتَمَّ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى فَالصَّلَوَاتُ الْمَكْتُوبَاتُ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ
Barangsiapa yang menyempurnakan wudlunya sebagaimana diperintahkan Allah Ta’ala, maka shalat-shalat fardlu yang ia kerjakan menjadi penghapus dosa yang terdapat di antara shalat- shalat tersebut. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Pernahkah anda alvers membaca status atau meme bertuliskan : Rasul SAW bersabda : “Di akhir zaman nanti akan banyak wabah dan penyakit melanda manusia di dunia, hanya umatku yang terhindar karena memelihara wudhunya. [(Katanya) HR Thabrani]?

Ya, meme berupa tulisan tersebut banyak menghiasai WA, FB, Twitter dan medos lainnya sepanjang mewabahnya virus corona. Sebagaimana biasa, ketika membaca teks hadits yang janggal maka saya mengecek kebenarannya. Pertama saya cek dengan teks berbahasa arab ternyata tidak saya temukan, saya cek dengan terjemahan maka saya temukan ada di medsos dan tidak saya temukan dalam artikel atau  web. Karena penasaran, saya cek lagi beberapa hari namun tetap nihil tanpa hasil. Akhirnya saya sepakat dengan pendapat yang menyatakan bahwa hadits itu palsu bahkan saking palsunya tidak ditemukan dalam kitab kumpulan  hadits palsu bahkan di google pun tidak ada.


Ini bukan berbicara masalah fadla’ilul A’mal, namun hadits tersebut dusta, hoax yang pembuatnya diancam neraka karena berdusta dengan mengatas namakan Nabi SAW. Rasul SAW bersabda :
مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Barangsiapa berkata tentangku yang tidak pernah aku katakan, maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.[HR Bukhari]
Benarlah apa sampaikan Nabi SAW :
سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي أُنَاسٌ يُحَدِّثُونَكُمْ مَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ
Akan ada orang-orang pada akhir umatku yang menceritakan sebuah hadits kepada kalian yang mana kalian belum pernah mendengarnya dan tidak pula bapak kalian. Maka hati-hatilah kalian dan jauhilah mereka. [HR Muslim]

Wudlu tidak disangsikan merupakan hal yang sangat penting. Betapa tidak, Shalat yang merupakan rukun islam ke dua itu  tidak akan sah bila tanpa berwudlu sebagaimana sabda Rasul SAW :
لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
Allah tidak menerima shalat dari salah seorang kalian
Jika ia berhadats (kecil) sehingga ia berwudlu [HR Bukhari]

Wudlu bukan hanya merupakan syarat shalat namun lebih dari itu wudlu memiliki keutamannya sendiri, di antaranya adalah
Sabda Nabi SAW : "Barangsiapa yang berwudhu' lalu memperbaguskan wudhu'nya, maka keluarlah kesalahan-kesalahannya sehingga keluarnya itu sampai dari bawah kuku-kukunya." [HR Muslim].

Dan dalam hadits utama di atas, wudlu menjadikan dosa-dosa yang berada antara satu shalat dengan lainnya akan diampuni dengan catatan wudlu tersebut dilakukan dengan sempurna. Wudlu yang sempurna bukan berarti melakukan wudlu dengan air yang lebih banyak. Kesalah pahaman seperti itu akan mendatangkan perilaku israf (berlebih-lebihan).  Suatu ketika Nabi SAW melewati Sa'd yang sedang berwudlu, maka beliau bertanya: "Wahai Sa'd, kenapa kamu berbuat israf (berlebih-lebihan)?" Dia berkata; "Apa dalam wudlu juga ada israf?" Beliau menjawab:
نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهْرٍ جَارٍ
Ya, meskipun kamu berada pada sungai yang mengalir.[HR Ibnu Majah]

Maka janganlah keinginan untuk menyempurnakan wudlu menyebabkan kita menggunakan air secara berlebihan bahkan menjadi was-was. Rasul SAW bersabda :
إِنَّ لِلْوُضُوءِ شَيْطَانًا يُقَالُ لَهُ الْوَلَهَانُ فَاتَّقُوا وَسْوَاسَ الْمَاءِ
Sesungguhnya terdapat setan yang menggangu (orang dalam melakukan) wudlu. Ia dijuluki “Walhan”. Maka hati-hatilah jangan was-was dalam menggunakan air (wudlu). [HR Turmudzi]
Rasul SAW memberikan perkiraan air yang dibutuhkan untuk berwudlu. Sahabat Jabir RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda :
يُجْزِئُ مِنْ الْوَضُوءِ الْمُدُّ مِنْ الْمَاءِ وَمِنْ الْجَنَابَةِ الصَّاعُ
Wudlu itu cukup dengan satu mud (688 ml) air dan untuk mandi janabah satu sha' (2.75 Liter).

Lalu ada seorang laki-laki yang berkata : “Air segitu tidaklah cukup bagiku”. Jabir berkata : Air segitu telah mencukupi untuk (wudlu/mandi) nya seseorang yang lebih baik darimu dan lebih banyak rambutnya, maksudnya Rasul SAW. [HR Ahmad]

Al-Mirwazi berkata : “Ketika Abu Abdillah ibnul Askari berwudlu maka aku menutupinya dari pandangan orang-orang supaya mereka (tidak salah paham) dan berkata “Ia tidak melakukan wudlu dengan baik” karena sedikitnya air yang ia tuangkan ketika berwudlu”. Imam Ahmad berwudlu hampir-hampir air tidak membasahi tanah (di bawahnya). [Faidlul Qadir]

Maka kita harus mempelajari bagaimana tatacara berwudlu yang baik dan benar. Suatu ketika Sayyidina Hasan dan Husein melihat seorang kakek yang sedang berwudlu dengan cara yang salah. Salah seorang berkata: mari kita nasehati kakek itu. Keduanya berkata : wahai kakek, kami akan berwudlu di depanmu dan nilailah siapa yang baik cara berwudlu'nya dan siapa yang tidak! Setelah keduanya selesai memperagakan wudlu' mereka maka sang kakek berkata :
أنا والله الذي لا أحسن الوضوء وأما أنتما فكل واحد منكما يحسن وضوءه
Demi Allah, Akulah yang tidak baik cara berwudlu'nya, adapun kalian berdua maka telah berwudlu dengan baik. [Hamisy Faidhul Qadir]

Yang terakhir, Jangan lupa setelah wudlu untuk membaca do’a. Rasul SAW bersabda : "Tiada seorang pun dari engkau semua yang berwudhu' lalu ia menyampaikan yakni menyempurnakan wudhu'nya, kemudian mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ
melainkan dibukakanlah untuknya pintu syurga yang berjumlah delapan buah. la dipersilahkan masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki. [HR Muslim]

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita untuk terus melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah dan
sesuai petunjuk Rasul SAW.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren Lho!

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Alhaddad]

0 komentar:

Posting Komentar