• WhatsApp Channel : One Day One Hadith

    Bergabunglah bersama Saluran WhatsApp One Day One Hadith

  • Penerimaan Santri Baru 2026/2027

    Monggo nderek-nderek Nyethak Sholihin Sholihat dengan mendaftarkan putra putri jenengan ke PPW An-Nur 2 Al Murtadlo

  • Tadarus Akbar

    Tadarus Akbar oleh ribuan santri putra Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo

  • Sholat Tarawih Akbar

    Sekitar 3.000 santri putra melaksanakan Tarawih Akbar di Lapangan Utama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. Sabtu malam, 21 Februari 2026, lapangan center An-Nur II penuh dengan 24 saf santri berbaju putih

  • Bersama KAPOLRI

    Bersama Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo - KAPOLRI dan Majelis Keluarga An-Nur 2

HASUD TINGKAT TINGGI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
Jauhilah hasud sebab hasud itu dapat membakar kebaikan layaknya api membakar kayu bakar [HR Abu Daud]

Catatan Alvers

Penyakit hati yang sering merasuki jiwa manusia dengan tidak mengenal golongan, pangkat, jabatan, keturunan dan usia baik laki-laki maupun perempuan adalah hasud atau iri dengki. Hasud adalah sifat dari orang munafik sehingga hasud (Sifat dengki) dan Iman itu bagaikan air dan minyak yang tidak bisa menyatu, bagaikan siang dan malang yang tidak pernah jatuh bersamaan. Malam akan pergi jika siang datang dan begitu sebaliknya”.   Dalam Kitab Taysirul Khallaq disebutkan : Hasud adalah mengharap hilangnya suatu kenikmatan yang dimiliki orang lain. Jika mengharap kenikmatan seperti yang didapatkan oleh orang lain dan ia terpacu untuk bekerja keras memperolehnya maka hal ini disebut ghibthah , dari segi hukum ghibthah  itu diperbolehkan karena hal ini akan membangkitkan motifasi, Nabi SAW bersabda :
إن المؤمن يغبط والمنافق يحسد
Seorang mukmin mempunyai melakukan Ghibthah sedangkan orang munafik melakukan hasud “ [Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin]

Imam Ghazali membagi hasud menjadi 4 tingkatan: (1) Senang akan hilangnya kenikmatan yang ada pada orang lain walaupun nikmat tersebut tidak berpindah kepadanya. Ini adalah hasud tingkat tinggi. (2) Senang akan hilangnya kenikmatan yang ada pada orang lain dan berusaha untuk mendapatkannya. Tingkatan ini juga tercela namun labih ringan dari yang pertama. (3) Menginginkan nikmat seperti yang dimiliki orang lain, dan jika tidak mampu menyamainya, maka dia berharap agar nikmat tersebut hilang dari orang lain, agar dirinya terlihat sama dengan orang lain tersebut. (4) Menginginkan nikmat seperti yang dimiliki orang lain, namun jika ia tidak mendapatkan nikmat tersebut maka ia tidak ingin nikmat tersebut hilang dari orang lain. Ini adalah tingkatan paling rendah dan hasud semacam ini diperbolehkan. (Ihya Ulumuddin)

Contoh hasud tingkat tinggi ini yang sering kita temui adalah seperti kejadian si fulan yang maju dalam pilkada kemudian saudaranya ada yang hasud. Ia menyebar berita negatif di media massa supaya si fulan gagal maju pilkada. Ia tidak peduli habis biaya berapa membayar media untuk kampanye hitam tersebut padahal ia bukan calon yang akan maju dalam pilkada.

Adapun contoh hasud tingkat ke dua adalah kisah yang ditulis oleh seorang ahli satra mesir yang bernama Baha’uddin Al-Absyihi (790 H - 852 H) dalam AL-Mustathraf Fi Kulli Fann Mustathraf : Kisah ini terjadi pada masa Khalifah Al-Mu'tashim Billah Bin Harun Ar-Rasyid (179 H - 227 H) Kholifah ke delapan Abbasiyah. Ada seorang lelaki dari desa (Badui) mengunjungi sang kholifah dan setelah beberapa lama orang badui tadi menjadi orang dekatnya. Melihat keakraban badui ini, Seorang wazir (patih) dengki akan kedudukannya dan berkata "aku harus menyingkirkan orang itu dari khalifah, kalau tidak maka sang khalifah akan menjauh dariku". Mulailah ia berfikir bagaimana cara menyingkirkannya dari istana.

Suatu hari, wazir mengajak badui mampir ke rumahnya dan sengaja menjamunya dengan berbagai hidangan yang penuh dengan bumbu bawang. Usai jamuan, wazir berkata: jangan dekat-dekat kepada khalifah, karena beliau tidak suka bau bawang. Si wazir segera menemui khalifah dan berkata, “Si badui itu, jika keluar dari sini selalu berbicara buruk tentang Tuan. Ia juga berkata bahwa bau mulut tuan busuk sekali.” Selang beberapa saat, datanglah sang badui menemui khalifah. Sewaktu berjabat tangan dengan khalifah, ia menutup mulutnya dengan lengan bajunya agar khalifah tidak mencium bau mulutnya. Khalifahpun berkata dalam hatinya “Rupanya benar perkataan wazir, ia benar-benar menganggap mulutku bau”. Setelah ia berpamitan, Khalifah berkata, “Serahkanlah surat ini kepada fulan dan suruhlah ia membalasnya.” Surat itu tertutup rapat. Badui tadi keluar membawa surat khalifah.

Di tengah jalan ia bertemu wazir, si pendengki. “Apa yang kamu bawa?” tanyanya. Badui menjawab : Ini Surat khalifah untuk fulan. Saya diperintah untuk mengirimkannya". Si wazir menawarkan diri untuk mengirimkannya dan ia memberi uang sebesar 2000 dinar. Si wazir mengira bahwa surat itu adalah surat pemberian hadiah. Wazirpun menyerahkan surat itu kepada si fulan sesuai amanat khalifah. Lalu si fulan yang ternyata seorang algojo itu langsung membunuhnya. Ternyata dalam surat tersebut tertulis :
 إذَا وَصَلَ إِلَيْكَ كِتَابِي هَذَا فَاضْرِبْ رَقَبَةَ حَامِلِهِ
"Jika suratku ini telah sampai kepadamu, maka bunuhlah orang yang membawanya".

Keesokan harinya, Si badui datang sebagaimana biasa. Khalifah pun terheran-heran melihatnya masih hidup dan bertanya tentang surat itu. Iapun menceritakan kejadian tersebut dan menjelaskan tentang fitnah bau mulut khalifah. Mendengar ceritanya, tahulah khalifah bahwa wazir telah dengki kepada badui. Khalifah akhirnya mengangkat si badui menjadi wazir pengganti wazir yang tewas karena kedengkiannya sendiri. [Mustathraf Fi Kulli Fann Mustathraf] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menjauhkan diri dari sifat iri dengki yang akan menghanguskan semua pahala ibadah kita. Semoga Allah memberi kita keikhlasan dalam semua ibadah perbuatan baik.
Share:

NILAI PLUS SANTRI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit RA, Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya) [HR Abu Dawud]

Catatan Alvers

Dikisahkan bahwa seorang pimpinan sebuah perguruan tinggi di indonesia tidak puas dengan output pendidikan modern walaupun sudah bergonta-ganti kurikulum. Ia memutuskan untuk pergi ke Timur Tengah untuk meminta masukan dari seorang syeikh tentang bagaimana sistem pendidikan terbaik untuk mencetak output yang memiliki pekerjaan yang layak. Merespon pertanyaan sang rektor ini, syeikh berkata :   “Ceritakanlah terlebih dahulu bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai jenjang paling bawah sampai paling atas?”

Rektor : “paling bawah mulai dari SD selama  6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.”
Syeikh :   “Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya? Lalu jika seseorang hanya lulusan SD (6 tahun), pekerjaan apa yang akan ia didapat?” Rektor :   “Paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya. Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami.”

Syeikh :   “Jika Lulus SMP bagaimana?” Rektor :   “Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service.”
Syeikh :   “Kalau SMA bagaimana?” Rektor :   “Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan.”

Syeikh :   “Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?” Rektor :   “Kalo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan.”
Syeikh :   “Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau butuh pendidikan selama 15-16 tahun ya?” Rektor :   “Iya betul”

Syeikh :   “Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan. Jika seseorang selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur’an sehingga menjadi hafidz, Adakah hafidz Qur’an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?” Rektor:  “Tidak ada”

Syeikh :   “Jika ia melanjutkan 3 tahun berikutnya sehingga ia menghapal ratusan hadits, apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur’an 30 juz dan ratusan hadits menjadi OB atau cleaning service seperti lulusan SMP?” Rektor :  ” Tidak ada”

Syeikh : “Kalau ia melanjutkan belajar 3 tahun setelahnya hingga ia menguasai tafsir Al-Qur’an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur’an dan hadits dan ahli tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik seperti lulusan SMA?” Rektor :   “Tidak ada”
Syeikh :   “Itulah, jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi orientasi akhirat karena jika berorientasi pada akhirat insya Allah dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.”

Syeikh mengakhiri dialognya dengan memberi nasehat kepada sang rektor, “Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan seorang santri yang hafidz Qur’an yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Allah yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur’an. Hafidz Qur’an adalah salah satu karyawan Allah dan Allah sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan”.

Itulah gambaran realitas santri yang didefinisikan oleh  almaghfurlah Kyai Hasani Nawawi Sidogiri dengan maqalah beliau:

السنتري بشاهد حاله هو من يعتصم بحبل الله المتين ويتبع سنة الرسول الامين صلى الله عليه وسلم ولا يميل يمنة ولا يسرة في كل وقت وحين هذا معناه بالسيرة والحقيقة لا يبدل ولا يغير قديما وحديثا. والله اعلم بنفس الامر وحقيقة الحال
Santri berdasarkan peninjauan tindak langkahnya, adalah orang yang berpegang teguh pada Alqur’an dan mengikuti sunnah Rasul SAW dan teguh pendirian. Ini adalah arti dengan bersandar sejarah dan kenyataan yang tidak dapat diganti dan dirubah selama-lamanya. Allah yang maha mengetahui atas kebenaran sesuatu dan kenyataannya.

Secara umum, santri yang bertahun-tahun melewati pendidikan agama 24 Jam dengan sistem keteladanan (uswah Hasanah) secara kontinyu dari kyai dan para ustadz akan lebih baik akhlak dan perilakunya dari pada mereka yang belajar hanya sebatas teori akhlak tanpa ada keteladanan dan bimbingan secara kontinyu. Inilah nilai plus dari santri dan pendidikan pesantren di samping kemudahan dan jaminan yang terkandung dalam hadits utama di atas.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu ada seorang wanita pengusaha beragama budha yang bertamu ke pondok an-nur 2, ia memberikan statement yang sangat mengagetkan saya. Ia berkata “Saya lebih senang memiliki karyawan yang berasal dari kaum santri dari pada kalangan profesional”. Saya sangat penasaran, lantas saya bertanya : “Kenapa demikian? Bukankah santri minim skill yang dibutuhkan di perusahaan anda dibanding seorang profesional yang sudah siap kerja?”. Ia menjawab “Santri itu memiliki tingkat kejujuran yang tidak dimiliki orang lain. Masalah skill saya bisa mentrainingnya satu sampai dua bulan di perusahaan saya namun saya tidak bisa mentraining seorang profesional untuk menjadi jujur dan amanah”. Dan ternyata memang benar, akhir-akhir ini ada beberapa santri yang minta legalisir ijazah pesantren untuk urusan pekerjaan.

Uraian ini kiranya membuka mata kita bahwa pendidikan islam (baca: pesantren) tidak kalah bagus dalam mencetak generasi yang berdaya saing dalam lapangan pekerjaan belum lagi kalau berbicara dekadensi moral yang melanda generasi muda mulai dari maraknya pornografi, pergaulan bebas, miras dan narkoba maka pesantren telah membuktikan kiprahnya sepanjang sejarah bangsa indonesia ini sebagai solusi dari semua permasalahan manusia modern di atas.  Hal ini sebagaimana kutipan pidato sahabat Umar RA:
لا يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح به أولها
Tidaklah bisa memperbaiki kwalitas ummat ini kecuali sesuatu yang telah memperbaiki kwalitas ummat terdahulu. [Kanz al-Ummal]

Kami keluarga besar One Day One Hadith Alvers dan Pondok Pesantren An-nur II Al-Murtadlo Malang mengucapkan, Selamat Hari Santri Nasional Semoga santri dan pesantren semakin eksis mengantarkan bangsa ini mencapai abad kejayaannya. Wallahu A’lam. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menyadari pentingnya pendidikan agama (pesantren) untuk kesuksesan dunia dan akhirat.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari, Malang, Ind

ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits Sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat)
READY STOCK BUKU ONE DAY#1
Distributor : 081216742626
Share:

JANGAN INGKAR JANJI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, Rasul SAW bersabda :
إِنَّ الْغَادِرَ يَنْصِبُ اللَّهُ لَهُ لِوَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُقَالُ أَلَا هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانٍ
"Sungguh, Allah akan tancapkan bendera bagi orang yang berkhianat di hari kiamat. Lalu dikatakan: ‘Ketahuilah ini adalah pengkhianatan di fulan." [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Semua orang sepakat bahwa mengingkari janji itu adalah perbuatan tercela yang membuat orang lain sakit hati dengan janjinya lalu iapun menyatakan “sakitnya tuh di sini”. Pernahkah anda menjadi korban ingkar janji? Atau bahkan anda menjadi pelaku ingkar janji? Mudah-mudahan kita terhindar dari keduanya.
Share:

KATAK VS CICAK


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari ‘Aamir bin Sa’d, dari ayahnya :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا
Bahwasannya Nabi saw memerintahkan membunuh cicak dan beliau menamakannya binatang fuwaisiq (fasik kecil)” [HR.Muslim]

Catatan Alvers

Ajaran islam yang syumul (komprehensip) tidak hanya mengatur urusan hubungan manusia dengan sesama namun islam juga mengatur manusia dengan alam sekitar termasuk hewan yang ada di sekelilingnya. Di antaranya adalah memperlakukan binatang. Dalam islam ada binatang yang dianjurkan untuk dibunuh namun di sisi lain ada binatang yang tidak boleh dibunuh bahkan dengan menolong dan berbuat baik padanya dapat mengantarkan seseorang masuk surga dan menyiksanya akan menyebabkan masuk neraka.

Share:

VIRUS GAK ADA AKHLAK


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr RA, Ia berkata bahwasannya Rasul SAW bukanlah orang yang “Fahisy” berkata-kata kotor dan “Mutafahhisy” berprilaku jelek. Rasul SAW bersabda :

إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا
Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling bagus akhlaknya [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Dalam kehidupan ini, pro kontra adalah hal yang biasa. Namun yang patut disayangkan adalah pro kontra yang disertai caci maki yang dipertontonkan dan di share ke ruang publik. Komentar seseorang dalam Acara ILC yang menghebohkan itu adalah preseden buruk bagi umat islam indonesia.

Share:

MAPAK & ZIARAH HAJI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ ، وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجُّ
Ya Allah, Ampunilah orang yang berhaji dan orang yang dimintakan ampunan olehnya [Al-Hakim]

Catatan Alvers

Alhamdulilah, minggu ini para jemaah haji telah berdatangan ke kampung halaman dan keluarga setelah 40 harian mereka pergi jauh untuk menunaikan ibadah haji ke mekkah dan ziarah makam nabi di madinah.

Ada tradisi di masyarakat kita untuk menyambut kedatangan jemaah haji, sebagian ada yang menjemput di tempat KBIH dan ada juga yang memilih langsung pergi ke asrama haji. Tradisi ini dikenal dengan “mapak”. Setelah orang yang berhaji sampai ke rumah masing-masing maka keluarga dan handai taulan ramai-ramai mengunjungi rumah mereka untuk menyalami dan meminta doa dari orang yang barusan menunaikan ibadah haji tadi dengan harapan mendapatkan keberkahan dan doanya. Tradisi ini biasanya dikenal dengan ziarah haji.

Share:

UMRAH ODOH

UMRAH 🕋
ZIARAH RASUL Tahun Ke 5
PP AN-NUR 2 AL-MURTADLO
2⃣0⃣1⃣7⃣

✈PESAWAT SAUDIA AIRLINES
🚫NO TRANSIT

🛬 RUTE LANGSUNG
🇮🇩Surabaya - 🇸🇦Madinah

💰Biaya : 2.100 USD
(Rp.27.250.000- kurs tgl 10-10-2016 : Rp.12.975,-)

🛄Plus Airport Tax
/Handling : 1.25 juta

🗓Lama : 13 hari
🏬 Madinah : Shourfah 4 Hari
🏢 Makkah : Retaj Shafwah 8 Hari
🚶d
 Hotel Gak Pake Jauh.
👍🏻 Mekkah lebih lama lebih banyak umrahnya dan lebih asyik.

🚌 Transport Pondok - Bandara PP
🍚🍻 3X Makanan Indonesia/Hari
📚 Manasik 5X
🕋 Free Umrah 4X
👳🏻 Istighotsah Mekkah Medinah
🎖Dapat Sertifikat Umrah
📗 Free Buku One Day One Hadith Part.1
🛍 Travel Bag berlogo Annur 2
📙 Buku Manasik Umrah Annur2
📞 Free Telpon Saudi - Indonesia utk keluarga
🏁Ceremonial Oleh Ribuan Santri

Pembimbing:
DR.H.Fathul Bari
Admin One day One Hadith

🛫 Berangkat :
5 Januari 2017

📖 Opening Manasik     :
Sabtu, 12 November 2016

📝 Pendaftaran
👤Ust. Mujiono
☎ +6282331865292

Mhn bantu sebar ke semua alumni, wali santri dan alvers community....pahala untuk kita semua...




Share:

AMALAN ASYURA




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari abdullah, Rasul SAW bersabda :
مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ لَمْ يَزَلْ فِي سَعَةٍ سَائِرَ سَنَتِهِ.
Barang siapa meluaskan belanjanya kepada keluarganya pada hari Asyura maka ia senantiasa berada pada keluasan rizki sepanjang tahunnya. [HR Thabrani]

Catatan Alvers

‘Asyura adalah hari yang mulia dan di muliakan oleh Allah swt. Berbagai macam cara dilakukan kaum muslim untuk memuliakannya. Sebagian ulama menghitung ada 12 hal yang banyak dilakukan masyarakat ketika ‘asyura yaitu shalat sunnah, puasa, silaturrahim, shadaqah, mandi, memakai cela’, mengunjungi orang alim, menjenguk orang sakit, mengelus kepala anak yatim, meluaskan belanja kepada keluarga, memotong kuku, membaca surat al-ikhlas 1000 kali. Al-Ajhury mengadakan penelitian dalam hal ini dan menanyakan kepada para ahli hadits dan ia berkata :

Share:

FIKIH ASYURA


ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Ia berkata :

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ

Aku tidak pernah melihat Nabi SAW menyengaja berpuasa di suatu hari yang beliau utamakan dari hari lainnya melainkan hari ini yakni hari Asyura. [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Hari ke 10 dari bulan mulia Muharram atau yang kenal dengan hari Asyura menjadi hari yang istimewa untuk berpuasa karena Rasul SAW sendiri menyengaja berpuasa pada hari itu yang mana beliau utamakan dari hari lainnya. Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa hari asyura adalah hari terbaik setelah ramadhan untuk berpuasa. Pemahaman ini sejalan dengan sabda Rasul SAW:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

”Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram.”[HR Muslim]

 

Jika memang demikian maka apakah tidak terjadi kontradiksi dengan hadits berikut, Abu Qatadah Al-Anshari berkata : “Nabi SAW ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

”Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

 

Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab :  

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

”Puasa ’Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” [HR Muslim]

 

Hadits Abu Qatadah ini mengisyaratkan hal sebaliknya yaitu puasa arafah lebih baik dari pada puasa Asyura yang mana hal ini dipahami dari ukuran pahalanya. Dalam hadits tersebut, puasa hari arafah lebih besar pahalanya (melebur dosa 2 tahun) dari pada pahala puasa Asyura (melebur dosa 1 tahun).

 

Menjawab kerancuan ini, Ibnu Hajar al-Atsqalani berkata :

إِنَّ يَوْمَ عَاشُورَاء مَنْسُوبٌ إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام وَيَوْمَ عَرَفَة مَنْسُوبٌ إِلَى النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلِذَلِكَ كَانَ أَفْضَلَ .

Hari Asyura dinisbatkan kepada Nabi Musa AS sedangkan hari Arafah dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW maka dari itulah puasa Arafah lebih banyak pahalanya [Fathul Bari]

 

Dari mulianya hari asyura, hari itu pernah diwajibkan berpuasa oleh Rasul SAW. Imam Haramain dalam kitabnya, menuqil keterangan dari Muadz bin jabal RA yang berkata :

فُرِضَ صَوْمُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، ثُمَّ نُسِخَ وُجُوبُهُ، وَفُرِضَ صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَهِيَ الأَيَّامُ الْبِيضُ، ثُمَّ نُسِخَتْ فَرْضِيَّتُهَا بِصَوْمِ رَمَضَانَ

Puasa hari Asyura dahulu diwajibkan kemudian dihapus kewajiban itu dan diwajibkanlah puasa tiga hari setiap bulan yakni pada ayyamul Bidl (13,14,15 Bulan Hijriyah) kemudian dinasakh (hapus) dengan diwajibkannya puasa bulan ramadhan [Nihayatul Mathlab]

 

Namun demikian penting dan mulianya puasa hari asyura, bagi seorang istri haruslah mendapat ijin dari suaminya sebab Rasul SAW bersabda :

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.”[HR Bukhari]

 

Mayoritas ulama memahami larangan hadits ini sebagai keharaman. Maka haram hukumnya seorang istri berpuasa tanpa ijin suaminya jika suaminya ada di rumah dan ia tidak berpuasa hari itu. Jika si istri bersikukuh untuk berpuasa tanpa ijin maka puasanya tetap sah namun tidak mendapat pahala. Rasul SAW bersabda :

وَمِنْ حَقِّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ أَنْ لَا تَصُومَ تَطَوُّعًا إِلَّا بِإِذْنِهِ، فَإِنْ فَعَلَتْ لَمْ يُقْبَلْ مِنْهَا

Termasuk hak suami atas istrinya adalah si istri tidak berpuasa sunnah kecuali mendapat ijin darinya, jika sang istri tetap berpuasa tanpa ijinnya maka puasanya tidak diterima (oleh Allah SWT) [HR Thabrani]

 

Mengapa demikian?, Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata :

وَفِي الْحَدِيثِ أَنَّ حَقَّ الزَّوْجِ آكَدُ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنَ التَّطَوُّعِ بِالْخَيْرِ، لِأَنَّ حَقَّهُ وَاجِبٌ، وَالْقِيَامَ بِالْوَاجِبِ مُقَدَّمٌ عَلَى الْقِيَامِ بِالتَّطَوُّعِ

“Dalam hadits tersebut terdapat pemahaman bahwa menunaikan hak suami itu lebih utama daripada menjalankan kebaikan yang hukumnya sunnah. Karena menunaikan hak suami adalah suatu kewajiban sedangkan menjalankan perkara wajib tentunya didahulukan dari menjalankan ibadah sunnah.” [Fathul Bari]

 

Selanjutnya, Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata : dipahami (secara mafhum mukhalafah) dari hadits tersebut bahwa seorang istri boleh berpuasa sunnah tanpa ijin jika suaminya bepergian. Dan Jika suami datang di siang hari maka boleh sang istri membatalkan puasanya tanpa makruh. [Fathul Bari]

 

Boleh juga membatalkan puasa sunnah ketika bertamu dan disuguhi makanan bahkan sunnah baginya membatalkan puasanya jika seandainya ia tidak memakan suguhan tersebut dapat menyinggung perasaan tuan rumahnya. Bahkan menurut Imam Syafi'i secara muthlaq sunnah membatalkan puasa sunnahnya tanpa pertimbangan ada atau tidaknya ketersinggungan tuan rumah. [I’anatut Thalibin] dalam faidah disebutkan :

مَنْ تَلَبَّسَ بِصَوْمِ تَطَوُّعٍ أَوْ صَلَاتِهِ فَلَهُ قَطْعُهُمَا

Barang siapa melakukan puasa sunnah atau sholat sunnah maka boleh baginya untuk memutuskan puasa atau shalatnya tersebut. [Fathul Mu’in] Wallahu A’lam.

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk melakukan ibadah sesuai ilmu dan ajaran-Nya.

 

Salam Satu Hadits,

Dr. H. Fathul Bari, SS., M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani

Ayo Mondok! Mondok itu Keren!

WA Auto Respon :  0858-2222-1979

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Revmin030725
Share:

SEJARAH PUASA ASYURA




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Qatadah Al-Anshari, ia berkata :

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Nabi SAW ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” [HR Muslim]

Catatan Alvers

Kita berada di bulan mulia muharram yang mana sebagian masyarakat menyebutnya bulan Syura. Nama Asyura sendiri adalah nama hari kesepuluh dari bulan muharram namun karena keistimewaannya masyarakat menyebutnya sebagai nama bulan.
Share:

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts