• WhatsApp Channel : One Day One Hadith

    Bergabunglah bersama Saluran WhatsApp One Day One Hadith

  • Penerimaan Santri Baru 2026/2027

    Monggo nderek-nderek Nyethak Sholihin Sholihat dengan mendaftarkan putra putri jenengan ke PPW An-Nur 2 Al Murtadlo

  • Tadarus Akbar

    Tadarus Akbar oleh ribuan santri putra Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo

  • Sholat Tarawih Akbar

    Sekitar 3.000 santri putra melaksanakan Tarawih Akbar di Lapangan Utama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. Sabtu malam, 21 Februari 2026, lapangan center An-Nur II penuh dengan 24 saf santri berbaju putih

  • Bersama KAPOLRI

    Bersama Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo - KAPOLRI dan Majelis Keluarga An-Nur 2

ATSARIS SUJUD

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasul SAW bersabda: 
 أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Keadaan paling dekat seorang hamba dari (rahmat)rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya). [HR. Muslim].

Catatan Alvers

Sujud secara bahasa berarti tunduk dan merendah. Pada saat sujud, wajah - yang merupakan bagian tubuh yang paling tinggi dan paling terhormat - diletakkan di bawah sehingga sederajat dengan telapak kaki untuk tunduk dihadapan Allah SWT. Sujud adalah sarana yang Allah buat agar manusia melepaskan kesombongan dan keangkuhan dari dirinya, dengan menyadari bahwa asal manusia diciptakan dari tanah dan ia tidak bisa keluar dari asalnya. Tanah adalah lambang kehinaan dan kerendahan diri manusia dihadapan Allah, sehingga sujud akan menjadikan manusia seakan-akan kembali pada asalnya. Demi menghinakan diri dihadapan Allah yang maha mulia, dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz sujud di atas tanah tanpa alas. Oleh karena itu sujud menjadi ruang meditasi yang paling intim antara makhluk yang hina dina dan khalik yang maha mulia.
Share:

THE POWER OF NIAT

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Umar bin Khatthab RA, Rasul saw bersabda :
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Sesungguhnya (sahnya) perbuatan itu tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang mendapat apa yang diniatkannya. .” [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Selama ini hadits tersebut dikaitkan dengan pentingnya memasang niat yang benar agar amal berpahala. Shalat yang dilakukan dengan niat riya –ingin dipuji— diancam masuk Neraka Wail. Hijrah yang dilakukan karena mau menikahi wanita, maka yang diperoleh hanya wanita itu. Pendeknya, hadits tadi merupakan suatu ajaran akhlak tentang keikhlasan, yang menuntut samanya niat dengan ucapan dan perbuatan. Hal ini dipertegas dengan sebuah sabda nabi : Niatnya orang mukmin itu lebih baik (pahalanya) dari pada amalannya. [HR Thabrani]
Share:

DUA PAKAIAN

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari ’Aisyah Ummul Mu’minin RA, ia berkata :
دخلت أسماء بنت أبي بكر على رسول الله صلى الله عليه وسلم وعليها ثياب شامية رقاق ، فأعرض عنها ثم قال : "يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ يَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا" وأشار إلى وجهه وكفيه
sesungguhnya Asma’ binti Abu Bakar RA masuk menemui Rasul SAW sedangkan Asma’ mengenakan pakaian yang tipis produksi negeri Syam, maka Rasulullah memalingkan pandangan beliau seraya bersabda ”Apa ini wahai Asma’? Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah sampai pada haidnya maka tidak layak untuk terlihat darinya kecuali ini dan ini” Seraya beliau menunjuk telapak tangannya dan wajahnya” [HR. Baihaqi]

Catatan Alvers

Parameter peradaban manusia terletak pada pakaian yang dikenakannya. Karena itu, sebagai makhluk yang beradab, manusia memerlukan pakaian dalam kehidupannya sehari-hari. Namun syaitan tidak menghendaki manusia memiliki peradaban yang tinggi dan kehormatan yang mulia, karenanya syaitan berusaha dengan berbagai cara agar manusia melepaskan pakaian yang melekat pada tubuhnya dan saling memperlihatkan auratnya. Allah SWT berfirman :
Share:

INDAHNYA KELEMBUTAN

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, Rasul SAW bersabda:
يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
 “Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, dan mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Lemah lembut adalah sifat Allah sekaligus dicintai oleh Allah SWT, dan dengan sifat Lemah lembut segala kebaikan dan keutamaan akan bisa diraih bahkan sifat Lemah lembut akan mendatangkan sikap hikmah, yang juga merupakan sikap yang dicintai oleh Allah SWT di dalam berkata dan bertindak. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa Rasul SAW sedang duduk-duduk bersama para shahabat di dalam masjid. Tiba-tiba muncul seorang ‘Arab badui (kampung) masuk ke dalam masjid, dan kencing di dalamnya. Spontan, bangkitlah para shahabat menghampiri untuk menghardiknya namun Rasul SAW melarang mereka dan memerintahkan untuk membiarkannya sampai selesai hajatnya.  Setelah itu, beliau SAW memanggil si badui tadi lalu menasehatinya dengan lemah lembut:
Share:

BAHAGIA ITU SIMPEL

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari al-Abbas bin Abdil Mutthalib RA bahwasannya ia mendengar Rasul SAW bersabda:
ذَاقَ طَعْمَ اْلإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِاْلإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولاً
Orang yang Ridlo ; Allah sebagai Rabnya, Islam sebagai agamanya dan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul utasan Allah SWT, ia akan merasakan “taste” iman. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Dale Breckenridge Carnegie (1888 –1955) motivator dunia dari Amerika Serikat dan penulis buku spektakuler “How to Win Friends and Influence People” (Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain) yang di terjemahkan ke 37 bahasa. Ia mengatakan “Bukan apa yang anda miliki, atau siapa diri anda, atau dimana anda berada, atau apa yang anda lakukan yang membuat anda bahagia. Namun apa pemikiran anda.” Hal senada seperti ketika Viktor Frankl (1905 – 1997) seorang Penulis buku “Man’s Search for Meaning”, Seorang psikiater dari Austria yang menjadi korban Holocaust yang selamat, ia berkata “bukan dunia luar yang membuat anda merasa bahagia atau tidak; melainkan apa yang anda pikirkan dalam kepala anda”. Earl Nightingale (1921 – 1989) seorang penulis dari amerika dalam bukunya “The Strangest Secret” menulis bahwa “anda akan menjadi seperti yang anda pikirkan”, Andalah yang mengendalikan diri anda sendiri; sehingga jangan berikan kekuatan anda kepada orang lain.
Share:

PREDIKAT DAYYUTS

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda :
ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخَبَثَ
Ada tiga golongan manusia yang Allah haramkan masuk surga: Yaitu orang yang meminum kharm terus menerus, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan dayyuts yaitu seseorang yang membiarkan kejelekan terjadi pada keluarganya [HR Ahmad]

Catatan Alvers

Penelitian yang dilakukan oleh Australian National University dan Universitas Indonesia (UI) menemukan fakta bahwa sebanyak 20,9 persen pelajar hamil di luar nikah. Terlepas dari akurasi dan validitas penelitian yang dilakukan empat tahun silam, maka fakta ini sungguh memprihatinkan. Kalau memang demikian, lalu bagaimakah kondisi pelajar sekarang?

Di kab. Malang sendiri, Data dari Pengadilan Agama (PA) tahun 2012, ada 284 pelajar yang meminta dispensasi nikah. Pada tahun 2013 naik menjadi 367 pelajar. Dan tahun 2014 hingga bulan September, tercatat sudah ada 376 pelajar. Dengan demikian setiap tahunnya dampak pergaulan bebas semakin meningkat.
Share:

PERANAN ISTRI

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan oleh Said al-Khudri bahwa Rasul SAW berpapasan dengan segolongan wanita
di jalan menuju mushalla sholat id. Lalu beliau bersabda :
مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا
Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya namun dapat menggoyahkan laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” Lalu para wanita bertanya: ”Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud kurang akal dan agama kami?” Beliau SAW menjawab, ”Bukankah persaksian dua wanita sama dengan satu pria?” Mereka menjawab : iya. Nabi : Itulah kekurangan akal mereka. ”Bukankah ketika seorang wanita mengalami haidh, dia tidak melaksanakan shalat dan tidak berpuasa?” Mereka menjawab : iya. Nabi : Itulah kekurangan agama mereka. [HR. Bukhari]

Catatan Alvers

Wanita adalah makhluk yang lemah namun justru dengan kelemahannya ini ia bisa mengalahkan lelaki, sebagaimana di isyaratkan pada hadits di atas. Peranan seorang wanita dalam kehidupan suaminya adalah teman berbagi, baik suka maupun duka. Ketika seorang laki-laki mengalami kesulitan, maka sang istri lah yang bisa membantunya. Ketika seorang laki-laki mengalami kegundahan, sang istri lah yang dapat menenangkannya.
Share:

⁠⁠⁠MENJAMU TAMU

ONE DAY ONE HADITH

Abi Syuraih Al-Adawi RA berkata: Dua telingaku mendengar dan kedua mataku melihat tatkala Nabi SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ قَالُوا وَمَا جَائِزَتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يَوْمُهُ وَلَيْلَتُهُ وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ عَلَيْهِ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya dengan memberikannya hadiah”. Sahabat bertanya, “Apa hadiahnya itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “(Menjamunya dengan hidangan terbaik) sehari semalam. Jamuan untuk tamu ialah tiga hari, dan selebihnya adalah sedekah”[HR Muslim]

Catatan Alvers

Islam mengajarkan kepada kita untuk menghormati tamu. Sikap menghormati tamu bukan hanya mencerminkan kemuliaan hati tuan rumah namun juga menjadi salah satu tanda tingkat keimanannya kepada Allah dan Hari Akhir. Karena dengan jamuan yang disuguhkan, seorang mukmin berharap pahala dan balasan yang besar dari Allah pada hari Kiamat kelak.
Share:

HUKUM KARMA?


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA, Rasul bersabda :
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka pastilah Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka pastilah Allah memudahkan baginya (urusan) di dunia dan akhirat.  [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Kata karma menjadi bahasa global yang lazim diucapkan karena karma sudah menjadi kata serapan dalam bahasa indonesia sebagai buktinya sayapun menemukan kata karma terdapat dalam kamus kamus bahasa indonesia. Pada asalnya kata karma merupakan istilah yang berasal dari agama hindu-budha. Kata Karma adalah kependekan dari Karmaphala. Secara etimologi Karma berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya perbuatan dan Phala berarti hasil. Sehingga karma phala diartikan sebagai setiap hasil yang dipetik oleh seseorang atas perbuatannya dengan kata lain karma phala dipahami sebagai balasan dari setiap perbuatan manusia, jika perbuatannya baik maka balasannya akan baik pula atau disebut Subha karma dan jika perbuatannya jelek maka balasannya akan jelek pula atau disebut Asubha karma. Karma atau perbuatan ini ada tiga bentuk yaitu karma yang dilakukan oleh pikiran (“Manah”), karma dalam bentuk ucapan (“waca”), dan karma dalam bentuk tindakan jasmanani (“kaya”).
Share:

SUAMI, SURGA ATAU NERAKAMU

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Al-Hushain bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi SAW karena satu keperluan. Selesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah SAW bertanya kepadanya,
أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ قَالَ فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah”. Rasulullah SAW bertanya lagi : “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”. Ia menjawab: “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu melakukannya”.  Rasulullah SAW bersabda : “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulan dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” [HR. Ahmad]

Catatan Alvers

Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin rumah tangga memiliki tugas dan kewajiban yang besar yaitu menjaga istri dan anak-anaknya dalam semua urusan, baik urusan agama atau urusan dunianya dengan  menafkahi mereka dan memenuhi sandang, pangan dan papannya. Kewajiban yang berat ini dibebankan kepada suami oleh agama, dan di sisi lain agama juga memberikan hak yang besar dari seorang istri yaitu untuk medapatkan ketaatan darinya, bahkan seperti hadits di atas suami adalah penentu istri apakah ia masuk surga atau neraka.
Share:

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts