Friday, June 26, 2020

MENSYUKURI NIKMAT ALLAH



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah Ibni Ghannam RA, Rasul   bersabda :
مَنْ قَالَ حِينَ يُصبِحُ وَحِينَ يُمْسِي (اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ) إِلَّا أَدَّى شُكْرَ ذَلِكَ الْيَوْمِ
“Barangsiapa pada pagi dan sore hari membaca (Ya Allah, atas nikmat yang Engkau berikan kepada ku hari ini atau yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu) maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. [HR Baihaqi]

Catatan Alvers

Imam Ghazali menceritakan ada seseorang yang mengeluhkan kesempitan hidupnya maka seorang ulama menasehatinya dengan melontakan pertanyaan :
أَيَسُرُّكَ أَنَّكَ أَعْمَى وَلَكَ عَشْرَةُ آلَافِ دِرْهَمٍ؟
Maukah kau menjadi buta dan mendapatkan uang 10.000 Dirham (Rp.600 Juta)?


Ia menjawab : “tidak!”. Ulama bertanya lagi Maukah kau menjadi bisu dan mendapatkan uang 10.000 Dirham (Rp.600 Juta)? Ia menjawab : “tidak!”. Ulama bertanya lagi Maukah kau menjadi tuli dan mendapatkan uang 10.000 Dirham (Rp.600 Juta)? Ia menjawab : “tidak!”. Ulama bertanya lagi Maukah kedua tanganmu terputus dan mendapatkan uang 10.000 Dirham (Rp. 600 Juta)? Ia menjawab : “tidak!”. Ulama bertanya lagi Maukah kedua kakimu terputus dan mendapatkan uang 10.000 Dirham (Rp.600 Juta)? Ia menjawab : “tidak!”. Maka Ulama itu berkata :
أَمَا تَسْتَحْيِ أَنْ تَشْكُوَ مَوْلَاكَ وَلَهُ عِنْدَكَ عُرُوْضٌ بِخَمْسِيْنَ أَلْفًا!
Tidakkah kamu malu, Engkau masih mengeluh padahal Tuhanmu telah memberimu harta benda senilai 50 Ribu Dirham (3 Milyar) ? [Ihya Ulumuddin]

Nikmat Allah itu tidak hanya berupa uang namun semua yang ada dalam kehidupan kita ini adalah nikmat Allah. Maka betapa banyaknya nikmat Allah itu sampai-sampai kita seringkali tidak menyadari keberadaannya. Allah SWt berfirman :
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ ٱللهِ لَا تُحْصُوهَآ
Dan jika kalian menghitung nikmat Allah niscaya kalian tidaklah mampu untuk menghitung kesemuanya. [QS Ibrahim: 34]

Sekali lagi Allah mengingatkan bahwa semua nikmat dan anugerah yang kita dapati ini adalah berasal dari-Nya. Allah SWT berfirman :
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” [QS An Nahl: 53]

Dan Allah memerintahkan kita agar mensyukurinya dan melarang kita ingkar atas nikmat-Nya. Allah ta’ala berfirman :
وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur” [QS Al Baqarah: 152]

Namun dalam kenyataannya banyak manusia melupakan keberadaan nikmat-nikmat Allah yang begitu banyak itu. Allah ta’ala berfirman :
يَعْرِفُونَ نِعْمَةَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا
“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya” [QS : An-Nahl:83].

Mengingkari nikmat Allah bukanlah hal baru karena hal ini telah dilakukan oleh orang-orang di zaman Bani Israil di mana mereka senantiasa merasa kurang padahal anugerah Allah telah banyak dilimpahkan kepada mereka. Nabi Musa AS berkata kepada Bani Israil :
يَاقَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا
"Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Allah menjadikan dari kalangan kalian ; para nabi dan para raja...” [QS Al-Maidah : 20]

Maksud dari bani israil menjadi raja adalah mereka adalah kaum yang pertama kali memiliki pembantu, sehingga dikatakan :
مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ دَابَّةٌ وَجَارِيَةٌ وَزَوْجَةٌ فَهُوَ مَلِكٌ
Orang yang memiliki kendaraan, pembantu dan istri maka ia adalah raja. [Tafsir Shawi]

Di sisi lain, orang yang diberikan oleh Allah harta yang melimpah seringkali ia melupakan Allah sehingga ia menjadi sombong. Iapun berkata kepada temannya:
أَنَا أَكْثَرُ مِنكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا
“Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.” [QS Al-Kahfi : 34]

Bahkan ia menyangka bahwa semua apa yang diperoleh adalah hasil kecakapan dirinya sebagaimana Qarun berkata :
إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي
”Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” ... [QS Al-Qashash : 78

Kekayaan betapapun banyaknya tidaklah pantas menjadikan kita berbangga-bangga kepada orang lainnya karena semua itu amatlah kecil dibanding anugerah Allah. Suatu ketika Ibnu Sammak pergi untuk menemui Khalifah di kerajaanya dengan membawa segelas air. Melihat kedatangan seorang ulama, khalifah meminta nasehat darinya. Ibnu Sammak berkata : Wahai khalifah, seandainya engkau tidak menemukan air untuk diminum sama sekali kecuali engkau memberikan seluruh harta kekayaanmu, apakah engkau akan memberikannya? Khalifah menjawab : Ya. Ibnu Sammak berkata lagi : Wahai khalifah, seandainya engkau tidak menemukan air minum kecuali engkau meninggalkan kerajaanmu, apakah engkau akan meninggalkannya? Khalifah menjawab : Ya. Lantas Ibnu Sammak berkata :
فَلَا تَفْرَحْ بِمُلْكٍ لَا يُسَاوِيْ شُرْبَةَ مَاءٍ
Maka janganlah engkau bangga dengan kerajaan yang tak sebanding dengan air minum ini. [Ihya Ulumuddin]

Hakikat kekayaan adalah ujian untuk pemiliknya. Nabi Sulaiman AS berkata :
هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ
“Ini (semua) adalah karunia Rabb-ku untuk mengujiku apakah aku bersyukur ataukah mengingkari (akan nikmat-Nya)... [QS An Naml: 40]

Syukuri setiap nikmat dan anugerah yang setiap harinya kita peroleh dengan membaca dzikir pagi dan sore sebagaimana hadits di atas supaya kita dicatat sebagai hamba-Nya yang bersyukur dan berhak mendapat anugerah-Nya. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati kita untuk senantiasa menyadari bahwa semua anugerah yang kita peroleh semata-mata berasal dari Allah sehingga kita dapat mensyukuri semua nikmat-nikmat-Nya yang tak terhingga.

Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.
Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada supaya sabda Nabi menghiasi dunia maya dan semoga menjadi amal jariyah kita semua.

0 komentar:

Post a Comment