Friday, December 12, 2025

TARIK TAMBANG

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Ka’b bin Iyadl RA, Rasul SAW bersabda :

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ

Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian bagi umatku adalah harta. [HR Ahmad]

 

Catatan Alvers

 

Apa penyebab perpecahan di tubuh PBNU? Dalam satu podcast, Mantan Ketum PBNU Kiai Said mengakui bahwa dulu ia menilai konsesi tambang sebagai penghargaan kepada NU namun kemudian beliau menyimpulkan bahwa munculnya perpecahan yang sekarang terjadi di PBNU berawal darinya maka dengan demikian tambang itu mudaratnya jauh lebih besar. Bahkan, jika melihat pengalaman di negara lain seperti Bolivia, Venezuela, dan Nigeria, situasinya tidak kalah mengerikan. Negara-negara yang semula bersatu dan kompak justru terpukul oleh konflik internal hingga berujung perang saudara akibat persoalan tambang. [islami co] Stop sampai di sini ya. Disclaimer : Uraian selanjutnya sama sekali tidak berkaitan dengan prolog ini.  

 

Benar kata orang bijak, yang bahaya itu bukan beda pendapat tapi beda pendapatan. Tatkala beda pendapatan maka akan terjadi tarik menarik layaknya lomba tarik tambang. Yang kalah akan iri kepada yang menang dan selanjutnya akan terjadi permusuhan. Jika terjadi demikian, maka pelakunya disebut dengan hamba harta. Rasul SAW bersabda :

 تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ

"Celakalah hamba dinar, dirham, kain halus, dan pakaian mewah. Jika diberi, ia ridha; dan jika tidak diberi, ia tidak ridha." [HR Bukhari]

 

Harta menjadi ujian bagi manusia. Dalam hadits utama dinyatakan : “Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian bagi umatku adalah harta”. [HR Ahmad] Betapa banyak orang yang lulus ketika diuji dengan kemiskinan namun tidak banyak orang yang lolos ketika diuji dengan kekayaan. Abdurrahman bin Auf RA berkata :

اِبْتُلِينَا بِالضَّرَّاءِ فَصَبَرْنَا، وَابْتُلِينَا بِالسَّرَّاءِ فَلَمْ نَصْبِرْ

"Kita diuji dengan kesusahan, lalu kita bersabar; dan kita diuji dengan kesenangan, namun kita tidak bersabar." [Uddatus Shabirin]

Itulah mengapa orang miskin banyak yang berada di surga. Rasul SAW bersabda :

قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةَ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينُ

"Aku berdiri di pintu surga, maka kebanyakan orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin”[HR Bukhari]

 

Ujian harta merupakan ujian berat karena manusia sangat-sangat mencintai harta. Allah SWT berfirman :

وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Dan kalian sangatlah mencintai harta. [QS Al-Fajr : 20]

Kalau seseorang sudah berambisi kepada harta maka ia tidak akan lagi memperdulikan dari mana harta berasal. Inilah yang disabdakan oleh Rasul SAW :

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

"Akan datang suatu masa pada manusia, di mana seseorang tidak lagi peduli dari mana ia mendapatkan harta: apakah dari yang halal atau dari yang haram." [HR Bukhari]

 

 

Cinta harta tidak hanya dialami oleh orang miskin, orang kayapun tetap akan berambisi memiliki harta yang lebih banyak. Rasul SAW bersabda :

لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا

"Seandainya seseorang memiliki dua lembah penuh harta, niscaya ia akan mencari yang ketiga. [HR Bukhari]

 

Cinta harta juga tidak hanya dialami oleh pemuda, orang yang sudah tuapun tetap akan berambisi kepada harta. Rasul SAW bersabda :

يَكْبَرُ ابْنُ آدَمَ وَيَكْبَرُ مَعَهُ اثْنَانِ حُبُّ الْمَالِ وَطُولُ الْعُمُرِ

"Manusia itu menua namun ada dua perkara senantiasa menyertainya : yaitu cinta kepada harta dan keinginan untuk panjang umur." [HR Bukhari]

 

Maka ujian harta inilah yang dikhawatirkan oleh Nabi SAW. Rasul SAW bersabda :

فَوَاللَّهِ لَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا

"Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian. Tetapi aku lebih mengkhawatirkan apabila dunia dibentangkan untuk kalian” [HR Bukhari]

 

(Lanjutan hadits) – “sebagaimana telah dibentangkan bagi orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka." [HR Bukhari]

 

Maka harta menjadi ujian berat karena ia adalah titik lemah manusia. al-Hasan berkata : Dahulu ada sebuah pohon yang disembah selain Allah. Lalu datang seorang lelaki dan berkata: ‘Aku akan menebang pohon ini.’ Ia pun datang untuk menebangnya karena marah demi Allah. Maka Iblis menemuinya dalam rupa manusia dan berkata: ‘Apa yang hendak kau lakukan?’ Ia menjawab: ‘Aku ingin menebang pohon ini yang disembah selain Allah.’ Setan berkata: ‘Jika engkau tidak menyembahnya, apa ruginya bagimu orang yang menyembahnya?’ Ia menjawab: ‘Aku tetap akan menebangnya.’ Setan berkata: ‘Maukah aku tawarkan yang lebih baik bagimu? Jangan kau tebang, dan engkau akan mendapat dua dinar setiap pagi di bawah bantalmu.’ Ia bertanya: ‘Dari mana aku mendapatkannya?’ Setan menjawab: ‘Aku yang memberimu.’

 

Ia pun kembali, dan esoknya ia mendapati dua dinar di bawah bantalnya. Namun pada hari berikutnya ia tidak mendapati apa-apa. Maka ia bangkit dengan marah untuk menebang pohon itu. Setan kembali menemuinya dalam rupa yang sama dan berkata: ‘Apa yang hendak kau lakukan?’ Ia menjawab: ‘Aku ingin menebang pohon ini yang disembah selain Allah.’ Setan berkata: ‘Engkau dusta, engkau tidak punya jalan untuk itu.’ Lalu ia berusaha menebangnya, tetapi Setan menjatuhkannya ke tanah dan mencekiknya hingga hampir membunuhnya. Setan berkata: ‘Tahukah engkau siapa aku? Aku adalah setan. Ketika pertama kali engkau datang marah demi Allah, aku tidak punya kuasa atasmu. Tetapi aku menipumu dengan dua dinar sehingga engkau meninggalkannya.

فَلَمَّا جِئْتَ غَضَبًا لِلدِّينَارَيْنِ سُلِّطْتُ عَلَيْكَ

Maka ketika engkau datang marah demi dinar, aku pun diberi kuasa atasmu.’ [Talbisu Iblis Libnil Jauzi]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk mewaspadai harta karena harta merupakan ujian bagi ummat ini sehingga kita menjadi orang yang lulus pada ujian harta dan kekayaan.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

0 komentar:

Post a Comment