TERKADANG PERLU BOHONG

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Asma’ binti Yazid RA, Rasul SAW bersabda :

لَا يَحِلُّ الْكَذِبُ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ يُحَدِّثُ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ لِيُرْضِيَهَا وَالْكَذِبُ فِي الْحَرْبِ وَالْكَذِبُ لِيُصْلِحَ بَيْنَ النَّاسِ

Tidak halal berbohong kecuali dalam tiga perkara : (1) seorang suami berbicara kepada istrinya untuk menyenangkannya, (2) berbohong dalam peperangan, (3) dan berbohong untuk mendamaikan di antara manusia.”.” [HR Tirmidzi]

 

Catatan Alvers

 

​​Kejujuran Berujung Pilu, Istri dan Anak Ditinggal Suami di Jalan Usai Bikin Konten Video. Kejadian itu bermula saat pasangan suami istri tersebut sedang berkendara sepeda motor melintasi jalanan di area perkebunan, bersama anak mereka. ​Sambil memegang kamera untuk merekam video, sang suami tiba-tiba melontarkan pertanyaan kepada istrinya yang duduk di belakang membonceng anak mereka. "Ganteng enggak aku bu?" tanya sang suami. Mendengar pertanyaan tersebut, sang istri, mungkin dengan nada bercanda atau bermaksud jujur, menjawab singkat, "Enggak." Jawaban jujur tersebut rupanya menyinggung perasaan sang suami secara mendalam. Tak disangka, sang suami langsung menghentikan sepeda motornya dan menyuruh istri serta anak bayi yang masih digendong itu turun dari motor lalu suami melanjutkan perjalanan dengan meninggalkan istri berjalan kaki di jalanan perkebunan yang sepi. [Anfer_tv]

 

Dalam peribahasa disebutkan “Tiada gading yang tak retak”. Gading gajah yang indah sekalipun kalau diteliti dengan detail maka akan ditemukan retakan-retakan kecil. Demikian pula manusia, tiada yang sempurna. Sesempurna apapun seseorang pasti ada kekurangannya dan sebaik apapun seseorang pasti ada jeleknya. Maka jika kita melihat seseorang dari kejelekannya maka tiada orang yang baik namun jika kita melihat dari dari sisi baiknya maka tidak ada orang yang jelek. Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi berkata :

مَنِ ابْتَغَى زَوْجَةً بِلَا نَقْصٍ عَاشَ أَعْزَبًا

“ Siapa yang ingin mencari istri yang tak punya kekurangan, maka ia akan hidup menjomblo.” [arabcont com]

 

Ketika belum menikah boleh jadi pasangan kita tampak sebagai manusia yang sempurna namun ketika sudah menikah maka kita akan tahu betapa banyak kekurangannya. Namun ketika kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna maka kita tidak akan mempermasalahkan kekurangan pasangan kita. Kekurangan itu tidaklah untuk diperlihatkan dan pasangan itu ibarat pakaian, fungsinya adalah menutupi segala kekurangan. Allah SWT berfirman :

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

Mereka (istri) adalah pakaian untuk kalian dan kalian adalah pakaian untuk mereka.  [QS Al-Baqarah : 187]

 

Menafsiri ayat ini, Al-Raghib al-Isfahani berkata:

جَعَلَ اللِّبَاسَ كِنَايَةً عَنِ الزَّوْجِ لِكَوْنِهِ سِتْرًا لِنَفْسِهِ وَلِزَوْجِهِ أَنْ يَظْهَرَ مِنْهُمَا سُوءٌ، كَمَا أَنَّ اللِّبَاسَ سِتْرٌ عَنْهُ أَنْ يَبْدُوَ مِنْهُ السُّوءُ.

“Allah menjadikan ‘pakaian’ sebagai kiasan (kinayah) untuk pasangan (suami/istri), karena ia menjadi penutup bagi dirinya dan bagi pasangannya dari tampaknya keburukan dari keduanya; sebagaimana pakaian itu menutupi seseorang agar tidak tampak darinya hal yang buruk.” [Tafsir Al-Wasith, Thanthawi]

Maka suami atau istri yang baik adalah yang dapat menutupi kekurangan pasangannya dan tidak memperlihatkannya. Nabi SAW bersabda :

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasianya.” [HR. Muslim]

 

Tidak semua orang bisa menerima dengan lapang dada akan kekurangan yang dimilikinya, tak terkecuali pasangan kita. Terkadang berkata jujur akan hal tersebut bisa menyakiti hatinya sebagaimana kejadian viral di atas. Dan sebaliknya, berkata bohong dalam hal itu bisa menjadikan pasangan kita bahagia. Al-Mutanabbi berkata :

لَا خَيْلَ عِنْدَكَ تُهْدِيهَا وَلَا مَالُ :: فَلْيُسْعِدِ النُّطْقُ إِنْ لَمْ يُسْعِدِ الْحَالُ

“Engkau tidak punya kuda untuk dihadiahkan kepadanya, dan tidak pula harta. :: Maka hendaklah seseorang membahagiakan dengan ucapan (yang baik), jika ia tidak bisa membahagiakan dengan keadaan (materi).” [Tafsir Al-Alusi]

 

Bohong dalam hal ini diperbolehkan dalam Islam. Seandainya Istri dalam video viral tersebut berbohong dengan menjawab : Iya, Kamu ganteng” meskipun dalam hati tidak demikian maka itu tidaklah berdosa dan suaminya tidak akan marah meskipun ia sendiri yakin bahwa istrinya berbohong bahkan itu akan menyenangkan hati sang suami.  Dalam hadits di atas, Nabi SAW bersabda : Tidak halal berbohong kecuali dalam tiga perkara : (1) seorang suami berbicara kepada istrinya untuk menyenangkannya, (2) berbohong dalam peperangan, (3) dan berbohong untuk mendamaikan di antara manusia.”.” [HR Tirmidzi]

 

Dalam Ibnu Shihab berkata :

وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِي شَيْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ الْحَرْبُ وَالْإِصْلَاحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا

“Belum pernah aku dengar, kalimat (bohong) yang diberi keringanan untuk diucapkan manusia selain dalam 3 hal : Ketika perang, dalam rangka mendamaikan pertikaian antar-sesama, dan ucapan suami kepada istrinya atau ucapan istri pada suaminya ” [Shahih Muslim]

Berbohong termasuk akhlak tercela yang dilarang oleh Islam namun dalam sebagian keadaan terkadang dibutuhkan sebaliknya, sebagaimana dalam tiga keadaan yang dijelaskan oleh hadits tersebut. (1) Seorang suami berbicara kepada istrinya untuk menyenangkannya. Berbohong dalam rangka menampakkan rasa cinta, menggombal, dengan tujuan kasih sayang dan ketenangan keluarga. Al-Hafidz ibnu hajar mengatakan: “Ulama sepakat bahwa yang dimaksud bohong antar-suami istri adalah bohong yang tidak menggugurkan kewajiban atau mengambil sesuatu yang bukan haknya.” [Fathul Bari]

 

(2) ‘Berbohong dalam peperangan’, yaitu seorang muslim boleh berkata tidak sesuai kenyataan; dengan menampakkan kekuatan, membangkitkan semangat kawan-kawannya, serta mengelabui musuhnya, atau berbohong kepada musuh untuk menipunya; karena perang itu adalah tipu daya. (3) ‘Berbohong untuk mendamaikan manusia’, yaitu mengatakan sesuatu yang tidak terjadi tetapi mengandung unsur meredakan pihak-pihak yang berselisih; dengan menyampaikan kebaikan dari salah satu kepada yang lain, meskipun tidak ada izin darinya, dengan tujuan memperbaiki hubungan.

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan pikiran kita untuk senantiasa berkata jujur namun tidak ragu berbohong ketika memuji pasangan dan membahagiakan hatinya.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

Share:

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts