Kata Sambutan
Pengasuh Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo
Bululawang Malang
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي
جَعَلَ النِّكَاحَ سُنَّةَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى
: وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً (الرعد: 38). وَجَعَلَهُ
سَبَبًا لِلنَّسْلِ الَّذِي بِهِ بَقَاءُ الْإِنْسَانِ إِلَى يَوْمِ الِّديْنِ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى
: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً (النساء: 1). أَحْمَدُهُ
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الَّذِى أَنْزَلَ
السَّكِيْنَةَ فِي قُلُوْبِ الْمُتَزَوِّجِيْنَ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : وَمِنْ
آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ
مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (الروم 21) . اللهم صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ الْقَائِلِ
: لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي
وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
(رواه البخاري) وَعَلى آلِهِ
وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. وَبَعْدُ,
Puji
syukur ke hadirat Allah SWT. atas segala limpahan rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya, sehingga buku yang berjudul “Ngaji Nikah, dari Ta’aruf sampai
Rumah Tangga” ini dapat hadir sebagai salah satu bentuk kontribusi ilmiah dan
dakwah dari santri Team Songo Pondok Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang
Malang. Shalawat
dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, suri
teladan terbaik dalam membangun kehidupan rumah tangga yang penuh cinta, kasih
sayang, tanggung jawab, dan keberkahan.
Pernikahan
merupakan salah satu sunnatullah dalam kehidupan manusia yang memiliki tujuan
mulia, bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga sebagai sarana membangun
keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Namun demikian, kehidupan rumah
tangga juga menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan.
Berdasarkan
data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Mahkamah Agung, angka
perceraian di Indonesia sepanjang tahun lalu, yaitu tahun 2025 tercatat
mencapai 438.168 kasus dari jumlah pernikahan resmi sebanyak 1.480.048
pernikahan. Dengan demikian, persentase angka perceraian terhadap angka
pernikahan mencapai sekitar 29,60%. Artinya, dari setiap 100 pasangan yang
menikah, terdapat sekitar 29 hingga 30 kasus perceraian yang terjadi pada
periode yang sama. Data ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya
pemahaman yang benar mengenai hakikat dan tanggung jawab dalam kehidupan
berumah tangga.
Oleh
karena itu, kehadiran buku ini menjadi sangat penting dan relevan. Buku ini
menjelaskan secara singkat namun padat mengenai hal ihwal pernikahan dalam
Islam, mulai dari tujuan nikah, hukum-hukumnya, proses menuju pernikahan,
hingga pembahasan mengenai talak, khulu’, ila’, dan zhihar. Penyajiannya yang
sederhana dan mudah dipahami menjadikan buku ini cocok dibaca oleh para santri,
calon pasangan suami istri, maupun masyarakat umum.
Kami
berharap buku ini dapat memberikan pencerahan bagi siapa saja yang akan
memasuki gerbang pernikahan, agar mampu memulai rumah tangga dengan landasan
ilmu, kesiapan, dan akhlak yang baik, sehingga keluarga yang dibangun nantinya
menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dan qadarullah apabila di
kemudian hari terjadi ketidakcocokan, maka masing-masing pasangan menempuh jalan
keluar dan solusi terbaik yang tetap menjaga kemaslahatan serta adab dalam
berumah tangga sesuai ajaran Islam.
Kami
menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh
tim penulis dari Team Songo yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan
pikirannya dalam menyusun buku ini. Semoga karya ini menjadi amal jariyah yang
terus mengalir manfaatnya serta menjadi kenang-kenangan terindah bagi Pondok
Pesantren AN-NUR II Al-Murtadlo Bululawang Malang. Dan semoga Allah SWT senantiasa
memberkahi segala langkah dan usaha kita dalam menebarkan ilmu dan kebaikan.
Bululawang,
25 Mei 2026
Pengasuh,
Dr.
H. Fathul Bari, S.S., M.Ag








No comments:
Post a Comment