KEUTAMAAN SAT SET

ONE DAY ONE HADITH

 

Dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ

“Bersegeralah melakukan amal-amal sebelum datang berbagai fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap”. [HR Muslim] 

 

Catatan Alvers

 

Di dalam pekerjaan dan menjalankan perintah atasan ada slogan “Sat set wat wet” yang artinya merespon perintah dengan menjalankannya sesegera mungkin. “Sat set” tidak hanya dalam pekerjaaan, sat set juga dibutuhkan dalam ibadah dan menjalankan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana Nabi SAW bersabda dalam hadits utama : “Bersegeralah melakukan amal-amal sebelum datang berbagai fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap”. [HR Muslim] 

 

Imam Ghazali menyebutkan kisah menarik mengenai orang yang bersegera melaksanakan perintah Allah lalu iapun dimasukkan ke surga. Sa‘d bin Bilal berkata : “Pada hari kiamat diperintahkan agar dua orang dikeluarkan dari neraka. Lalu Allah Tabāraka wa Ta‘ālā berfirman : ‘Itu disebabkan oleh apa yang telah diperbuat oleh kedua tangan kalian, dan Aku tidak pernah menzalimi hamba-hamba.’ Kemudian Allah memerintahkan agar keduanya dikembalikan ke neraka.

فَيَعْدُو أَحَدُهُمَا فِي سَلَاسِلِهِ حَتَّى يَقْتَحِمَهَا، وَيَتَلَكَّأُ الْآخَرُ

“Orang pertama ia berlari dengan rantai-rantainya hingga ia menerjunkan dirinya ke dalam neraka. Sedangkan orang kedua berjalan dengan lambat”.

Kemudian Allah memerintahkan agar keduanya dipanggil kembali, lalu menanyakan kepada mereka tentang perbuatan masing-masing.

Orang yang berlari menuju neraka berkata:

قَدْ حُذِّرْتُ مِنْ وَبَالِ الْمَعْصِيَةِ فَلَمْ أَكُنْ لِأَتَعَرَّضَ لِسَخَطِكَ ثَانِيَةً

‘Aku telah diperingatkan tentang akibat buruk dari kemaksiatan. Karena itu, aku tidak mau lagi melakukan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan-Mu untuk kedua kalinya.’

Sedangkan orang yang berjalan lambat berkata: ‘Baik sangkaku kepada-Mu membuatku berharap bahwa Engkau tidak akan mengembalikanku ke dalam neraka setelah Engkau mengeluarkanku darinya.’ Maka Allah memerintahkan agar keduanya dimasukkan ke dalam surga.” [Ihya Ulumiddin]

 

Menyegerakan diri dalam kebaikan merupakan hal yang dapat mendatangkan ridla Allah SWT. Ketika Nabi Musa AS hendak bermunajat kepada Allah di tempat yang telah ditentukan, beliau tergesa-gesa sehingga meninggalkan kaumnya. Allah bertanya: “Apakah yang membuatmu tergesa-gesa meninggalkan kaummu, wahai Musa?” Nabi Musa menjawab :

هُمْ أُولَاءِ عَلَىٰ أَثَرِي وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ

“Mereka itu sedang menyusulku. “Aku bersegera datang kepada-Mu, wahai Tuhanku, agar Engkau ridha.” [QS Thaha: 84]

 

Namun banyak orang baik tetapi ia diuji dengan “taswif” yaitu kebiasaan menunda-nunda. Ia menangguhkan amal kebaikan dari satu waktu ke waktu berikutnya, tidak memanfaatkan kesempatan yang ada, dan tidak memiliki tekad untuk menyegerakan perintah Allah. Orang yang demikian akan menyesal pada akhirnya. Allah SWT berfirman :

وَأَنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kalian, lalu dia berkata, ‘Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau menangguhkan (kematian)-ku sedikit waktu, niscaya aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh. [QS Al-Munafiqun : 10]

 

Kepada orang-orang semacam inilah Rasul SAW berpesan dengan hadits utama di atas. Dan Beliau juga bersabda :

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سَبْعًا

“Bersegeralah kalian melakukan amal-amal saleh sebelum datang tujuh perkara”. [HR Tirmidzi]

Apakah itu? Beliau melanjutkan : Apakah kalian menunggu kemiskinan yang membuat lupa, kekayaan yang membuat lalai dan melampaui batas, penyakit yang merusak, usia tua yang melemahkan, kematian yang mengakhiri kehidupan, Dajjal—dan ia adalah perkara gaib yang paling buruk untuk ditunggu—atau datangnya Hari Kiamat? Karena Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.” [HR Tirmidzi]

 

Dan dalam hadits yang familier disebutkan :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ.

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara : masa mudamu sebelum masa tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kecukupanmu sebelum kemiskinanmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, dan kehidupanmu sebelum kematianmu.” [HR Al-Hakim]

 

Kita diperintah juga untuk bersegera menuju ampunan. Allah SWT berfirman :

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ

“Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” [QS Ali ‘Imran: 133]

 

Sebagaimana amal yang utama adalah shalat di awal waktu sebagai wujud menyegerakan melaksanakan perintah, contoh lainnya adalah menyegerakan puasa sunnah Syawal. Imam Ar-Ramli berkata :  “Mengerjakan puasa Syawal berturut-turut sehari setelah Idul Fitri itu lebih utama karena :

مُبَادَرَةً إِلَى الْعِبَادَةِ وَلِمَا فِي التَّأْخِيرِ مِنَ الْآفَاتِ

Agar menyegerakan diri dalam melakukan ibadah dan agar terhindar dari halangan akibat mengakhirkan satu ibadah.” (Nihayah Al-Muhtaj). 

 

Maka intinya kita bersegera bahkan berlomba-lomba dalam melakukan semua kebaikan. Allah SWT berfirman :

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” [QS Al-Baqarah: 148]

 

Dan ada keterangan dari Hatim (Al-Asham), ia berkata: Dahulu dikatakan,

الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا فِي خَمْسٍ: إِطْعَامُ الطَّعَامِ إِذَا حَضَرَ الضَّيْفُ، وَتَجْهِيزُ الْمَيِّتِ إِذَا مَاتَ، وَتَزْوِيجُ الْبِكْرِ إِذَا أَدْرَكَتْ، وَقَضَاءُ الدَّيْنِ إِذَا وَجَبَ، وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ إِذَا أَذْنَبَ

“Tergesa-gesa itu berasal dari setan, kecuali dalam lima perkara: memberi makan ketika tamu telah datang, mengurus jenazah ketika seseorang telah meninggal, menikahkan gadis ketika telah mencapai usianya, melunasi utang ketika telah jatuh tempo, dan bertaubat dari dosa ketika telah melakukan dosa.”[Hilyatul Awliya’]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan pikiran kita untuk agar senantiasa menyegerakan diri dalam menjalankan ibadah dan perintah Allah agar kita mendapatkan ridla dan ampunan-Nya.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

 NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

 

 

Share:

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts