ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Abu
Musa Al-Asy’ari RA, Rasul SAW bersabda :
إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ
فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ
إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ
مُشَاحِنٍ
Allah SWT melihat (hamba-Nya) pada malam nisfu
sya’ban, maka Dia mengampuni semua
hambaNya, kecuali orang yang musyrik atau bermusuhan.” [HR Ibn Majah]
Catatan Alvers
Malam nisyfu sya’ban
adalah malam yang mulia namun demikian setiap tahunnya selalu berulang pro
kontra di masyarakat tentang hukum amalan yang berkenaan dengannya karena
dianggap beramal dengan hadits palsu. Supaya meminimalisir pro kontra, saya
kutipkan penjelasan ulama panutan wahabi, Syeikh Al-Albani ketika mengomentari
hadits sayyidah Aisyah RA mencari Rasul SAW di Kuburan Baqi’ (Kami jadikan
hadits utama pada edisi “Ada Apa dengan Nisfu Sya’ban”). Sbb :
فَمَا نَقَلَهُ الشَّيْخُ
القَاِسِمِيُّ رَحمه الله تعالى في إِصْلاَحِ الْمَسَاجِدِ ص 107 عَنْ أَهْلِ التَّعْدِيْلِ وَ التَّجْرِيْحِ أَنَّهُ
لَيْسَ فِي فَضْلِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ فَلَيْسَ مِمَّا
يَنْبَغِي الْإِعْتِمَادُ عَلَيْهِ
Statement yang
dinukil oleh Syeikh Al-Qasimi Rahimahullah dalam kitab ishlahul masajid halaman
108 yang bersumber dari Ahli Jarh wat Ta’dil (para peneliti hadits) bahwa tidak
ada hadits shahih mengenai keutamaan nisyfu sya’ban merupakan perkara yang seyogyanya
tidak dibuat landasan.














