Jumat, 03 April 2020

“LI KHOMSATUN”



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam RA, Nabi SAW bersabda:
وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ ... وَأَهْلُ بَيْتِي. أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمْ اللَّهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي
aku telah meninggalkan bagi kalian dua hal yang amat berbobot, yang pertama adalah Kitabullah yang didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, maka ambillah oleh kalian  Kitab Allah dan berpegang teguhlah kalian dengannya... Dan keluargaku “aku mengingatkan kalian kepada Allah perihal keluargaku 3 X. ”[HR Muslim]

Catatan Alvers

Ummu Salamah RA, Istri Nabi SAW berkata : Aku melihat Rasul SAW didatangi oleh Fathimah pada suatu pagi dengan membawa bubur yang ia bawa di sebuah talam. Lalu ia menghidangkannya di hadapan Nabi. Kemudian beliau berkata kepadanya : “Dimanakah anak pamanmu (Ali)?”. Fathimah menjawab : “Ia ada di rumah”. Nabi berkata :
فَاذْهَبِي فَادْعِيهِ وَائْتِنِي بِابْنَيْهِ
Pergi dan panggillah ia dan bawa kedua putranya”.
Maka Fathimah datang sambil menuntun kedua putranya dan Ali berjalan di belakang mereka. Lalu masuklah mereka ke ruang Rasulullah dan beliau pun mendudukkan keduanya Al-Hasan dan Al-Husain di pangkuan beliau. Sedangkan Ali duduk di samping kanan beliau dan Fathimah di samping kiri.




Kemudian Nabi menarik dariku kain buatan desa Khaibar yang menjadi hamparan tempat tidur kami di kota Madinah, lalu menutupkan ke atas mereka semua. Tangan kiri beliau memegang kedua ujung kain tersebut sedang yang kanan menunjuk kearah atas sambil berkata :
اللَّهُمَّ أَهْلِي أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا اللَّهُمَّ أَهْلُ بَيْتِي أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا اللَّهُمَّ أَهْلُ بَيْتِي أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا
Ya Allah mereka adalah keluargaku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya.  Ya Allah mereka adalah Ahlul-Baitku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya. Ya Allah mereka adalah Ahlul Baitku maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya’.

Aku berkata :
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَسْتُ مِنْ أَهْلِكَ
Wahai Rasulullah bukankah aku juga keluargamu?”.
Beliau menjawab “Bala” (Iya benar). Masuklah ke balik kain ini”. Maka akupun masuk ke balik kain itu setelah selesainya doa beliau untuk anak pamannya dan kedua putranya, serta Fatimah putri beliau radliyallahu ‘anhum”. [HR Ahmad]

Inilah yang familier disebut dengan hadits kisa’ (seledang) dimana dalam kisah tersebut Nabi SAW memasukkan Hasan, Husain, Ali dan Fathimah dalam selendang tersebut. Hadits kisa’ dinilai dla’if oleh para ulama karena dalam sanadnya terdapat perawi yang lemah yaitu Syahr bin Hausyab Al-Asy’ari As-Syami.  Ia dinilai “shaduq” (Jujur) namun banyak meriwayatkan secara mursal (terputus antara tabi’in dan Nabi) dan banyak awham (salah sangka; dalam periwayatannya semisal atsar mauquf dikira hadits marfu', hadits munqathi' dikira muttashil). Ibnu Rajab menilai bahwa ia meriwayatkan satu matan dengan sanad yang berbeda-beda. [Al-Muqtarib Fi Bayanil Mudltharib]

Namun demikian terdapat hadits shahih yang menyatakan keutamaan dari mereka, Ummu Salamah RA berkata : “Di rumahku turun ayat :
إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [QS. Al-Ahzab : 33]”.

Lalu Rasul SAW mengutus (seseorang) kepada Fathimah, Ali, Al-Hasan, dan Al-Husain. Beliau bersabda :
هَؤُلَاءِ أَهْلُ بَيْتِي
“Mereka itu adalah ahlu bait-ku”.
Ummu Salamah berkata : “Wahai Rasulullah, apakah aku termasuk ahlul-bait ?”. Beliau bersabda : “Ya benar, insyaAllah ta’ala”. [HR Baihaqi].
Abu ‘Abdillah berkata :
هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ سَنَدُهُ ثِقَاتٌ رُوَاتُهُ
Hadits ini shahih sanadnya dan tsiqah para perawinya. [As-Sunan Al-Kubra]

Dalam  hadits ini, Ummu salamah yang merupakan istri Nabi diakui sebagai  ahlul-bait. Begitu pula Sayyidah Aisyah RA diakui ahlul-bait sebagai dalam hadits berikut. Dari atas mimbar, Rasul SAW bersabda dalam haditsul ifki (Berita bohong yang menuduh Aisyah berselingkuh) :
يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ مَنْ يَعْذِرُنِي مِنْ رَجُلٍ قَدْ بَلَغَنِي أَذَاهُ فِي أَهْلِ بَيْتِي فَوَاللَّهِ مَا عَلِمْتُ عَلَى أَهْلِي إِلَّا خَيْرًا
Wahai kaum muslimin, siapakah yang akan membela-ku dari seorang laki-laki yang telah menyakiti  Ahli Bait-ku (Aisyah). Demi Allah, aku tidak mengetahui sesuatupun dari keluargaku kecuali kebaikan. [HR Bukhari].

Dengan demikian mengartikan “ahlul-bait” hanya terbatas pada lima orang (Ahlul kisa’ ; Rasul, Hasan, Husain, Ali dan Fathimah) di atas seperti yang diklaim oleh sekte syi’ah adalah tidak benar. Namun demikian, Ahlu Kisa’ yang berjumlah lima orang tersebut memiliki keutamaan tersendiri sehingga dalam syair doa yang diijazahkan oleh muassis (pendiri) jam'iyyah Nahdlatul Ulama, Hadratus syeikh KH M Hasyim Asy'ari yang viral ini, ahlul kisa’ yang berjumlah lima orang tersebut dibuat tawassul untuk
menghadapi wabah (pagebluk) penyakit termasuk corona yang disebabkan oleh virus covid-19 yang sedang menjadi pandemi dunia ini. Sya’irnya yaitu :
لِي خَمْسَةٌ أُطْفِي بِهَا حَرَّ الوَبَاءِ الْحَاطِمَةْ :: اَلْمُصْطَفَى وَالمُرتَضَى وَابْنَاهُمَا وَفَاطِمَةْ
Aku memiliki lima orang yang mna aku bertawasul dengan mereka untuk memadamkan ganasnya wabah yang menghancurkan :: yaitu Nabi Muhammad Al-Mushthafa SAW, Sayyidina Ali Al-Murtadla RA, kedua anaknya (al-Hasan dan al-Husain RA), dan Sayyidah Fathimah RA.”

Dalam situs nu or id, disebutkan bahwa syair doa tersebut bersumber dari kitab Malahiq fi Fiqhid Da’watin Nur karya Syaikh Badi'uzzaman Sa'id al-Nursi. Dalam kitab itu disebutkan bahwa syair itu dikatakan oleh “Ahadul Fadlilin” (Salah seorang ulama besar) untuk obat maupun mencari syafa’at. Dan dalam footnotenya disebutkan bahwa syair tersebut terdapat dalam kitab “Majmu’atul Ahzab As-Syadziliyyah” (sekumpulan hizb yang disusun oleh al-Quthb Abul Hasan as-Syadzili) yang ditulis oleh al-Syaikh Dliya'ud Din Ahmad bin Musthafa bin Abdurrahman al-Kamsyakhanawi al-Naqsyabandi al-Mujaddidi al-Khalidi (W 1311 H).

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita untuk mengerti akan keutamaan ahli bait Rasul SAW sebagaimana dipesankan oleh beliau pada hadits utama di atas dan kita memuliakan mereka semua tanpa merendahkan yang lainnya. Semoga berkah dari mereka menjadikan corona segera lenyap dari muka bumi ini.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren Lho!

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Alhaddad]

0 komentar:

Posting Komentar