SITI MARYAM AKHIR ZAMAN

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasul SAW bersabda :

خَيْرُ نِسَائِهَا مَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ

“Wanita terbaik dari penduduk dunia adalah Maryam putri Imran.” [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Viral di media sosial pada akhir mei 2026 ini, kasus wanita hamil dan melahirkan tanpa suami. Wanita berusia 22 tahun yang berasal dari Kecamatan Karangdadap Pekalongan Jawa Tengah itu disebut hamil dan melahirkan meski tidak memiliki pacar ataupun riwayat hubungan dengan laki-laki. [Kompas com] kejadian yang mirip juga terjadi saat seorang dokter melakukan pemeriksaan USG kepada pasien seorang ibu-ibu (janda) dan dokter memvonis pasien hamil 3 bulan. Namun menariknya pasien menyatakan ia hamil tanpa berhubungan dan dia mengaku aktif ke gereja. Dokterpun menasehatinya agar mengakui siapa ayah kandung dari janin tersebut. Dokter berkata : “Kalau zaman dahulu memang ada bunda maria tapi kalau sekarang apa ibu ini mengaku seperti bunda maria yang hamil pakai roh kudus. Gak boleh begitu!”. [ig/sahlani1979]

 

Mengapa banyak wanita sekarang tidak merasa malu mengaku mengalami kejadian seperti yang menimpa pada siti maryam atau bunda maria, padahal dahulu siti maryam tidak ingin hal itu terjadi menimpa dirinya. Bahkan peristiwa itu membuat siti maryam malu dan ingin mati. Allah SWT berfirman :

قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا

Maryam berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum (kejadian) ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan". [QS Maryam: 23]

 

As-Suddy berkata : Ketika ia sedang kesakitan mau melahirkan, Maryam mengatakan hal itu karena ia malu kepada orang-orang… Maksudnya, Maryam berkata: 'Alangkah baiknya aku telah meninggal sebelum musibah dan kesusahan yang sedang aku hadapi ini, serta kesedihan karena melahirkan seorang anak tanpa suami. Dan aku menjadi sesuatu yang terlupakan dan ditinggalkan seperti kain pembalut haid yang sudah usang, yang apabila telah dibuang dan dilemparkan, maka tidak lagi dicari dan tidak pula diingat-ingat." [Tafsir At-Thabari]

 

Kejadian hamil tanpa suami tentu akan menjadikan orang-orang menuduh seorang wanita berzina karena mustahil seorang wanita hamil tanpa peran laki-laki. Dan itu juga yang menjadi kekhawatiran Maryam meskipun ia adalah orang yang suci sehingga ia kebingungan dan iapun bertanya-tanya. Allah SWT berfirman :

قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا

Maryam berkata: "Bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun dan aku bukan seorang pelacur?". [QS Maryam : 20]

 

Lahirnya Nabi Isa tanpa ayah itu menjadi tanda kebesaran Allah SWT. Dalam Al-Qur’an dinyatakan :

وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً

Dan Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami)... [QS Al-Mu’minun: 50]

 

Dan lebih jelas mengenai sisi kebesarannya, dalam Al-Quran dinyatakan :

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. [QS Ali Imran: 59]

 

Ibnu Katsir berkata : (Sesungguhnya perumpamaan penciptaan Isa di sisi Allah), yaitu dalam hal kuasanya Allah Ta’ala dalam menciptakan Isa tanpa ayah (adalah seperti penciptaan Adam).

فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى خَلَقَهُ مِنْ غَيْرِ أَبٍ وَلَا أُمٍّ

“Karena Allah Ta’ala menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu”.

Allah hendak memperlihatkan kekuasaan-Nya kepada makhluk dengan menciptakan Adam tanpa laki (bapak) dan tanpa perempuan (ibu), menciptakan Siti Hawa tanpa perempuan (ibu), dan menciptakan Isa tanpa laki (bapak) sebagaimana manusia lainnya yang tercipta dari laki (bapak) dan perempuan (ibu). [Tafsir Ibnu Katsir]

 

Saat itu, jangankan orang-orang awam mengingkarinya, orang terdekatnya siti Maryam yang bahkan ia mengetahui kesuciannya iapun sempat mengingkarinya. Ibnu Katsir berkata : Seorang laki-laki shalih dari kerabat Maryam yang turut mengabdi di tempat ibadah Baitul Maqdis, yang bernama Yusuf an-Najjar, ketika melihat Maryam hamil maka ia keheranan.  Meskipun ia tahu tentang kesucian Maryam namun ia bertanya dengan sindiran : "Apakah mungkin ada pohon tanpa biji? Apakah mungkin ada tanaman tanpa benih? Dan apakah mungkin ada anak tanpa ayah?" Maryam menjawab : "Ya." Ada pohon tanpa biji dan tanaman tanpa benih.

فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ خَلَقَ الشَّجَرَ وَالزَّرْعَ أَوَّلَ مَا خَلَقَهُمَا مِنْ غَيْرِ حَبٍّ وَلَا بَذْرٍ

Karena sesungguhnya Allah menciptakan pohon dan tanaman ketika pertama kali menciptakannya tanpa biji dan tanpa benih”.

Dan ada anak tanpa ayah' karena sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam tanpa ayah dan tanpa ibu. Mendengar jawaban tersebut maka Yusuf tersadar dan membenarkan perkataannya. [Tafsir Ibni Katsir]

 

Maryam bukanlah wanita biasa. Dalam hadits utama, Rasul SAW bersabda : “Wanita terbaik dari penduduk dunia adalah Maryam putri Imran.” [HR Bukhari] maka bagaimana bisa wanita zaman sekarang mendakwakan dirinya seperti maryam yang namanya dibersihkan langsung oleh Malaikat (Jibril). Dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa Malaikat berkata :

يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

"Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikanmu dan melebihkanmu atas segala wanita di dunia. [QS Ali Imran : 42]

 

Selain kasus wanita hamil mengaku seperti Maryam, ada pula wanita hamil diluar nikah yang mengaku dihamili oleh suaminya yang berupa jin. Maka mengenai hukum pernikahan antara manusia dan jin, Imam Suyuthi dalam Al-Asybah Wan Nadza’ir berkata : “Pendapat yang aku yakini adalah haram, karena beberapa alasan”. Beliau menyebutkan diantaranya adalah ayat :

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا

“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untuk kalian dari (jenis) diri kalian sendiri …” [QS Ar-Rum : 21]

 

Dalam ayat tersebut dinyatakan “min anfusikum” bahwa pasangan nikah itu adalah berasal dari diri kalian sendiri (sejenis), yakni manusia dengan manusia sedangkan jin berbeda jenis dengan manusia. Dan pernikahan itu disyariatkan untuk mewujudkan sakinah mawaddah wa rahmah sedangkan semua tujuan tersebut tidak terwujud dengan menikahi jin. Dan mufti negara Qatar berkata : "Selain itu, larangan pernikahan antara jin dan manusia itu beralasan :

لِئَلَّا تَقُولَ الْمَرْأَةُ إِذَا وُجِدَتْ حَامِلًا إِنَّهَا حَامِلٌ مِنْ زَوْجِهَا الْجِنِّيِّ فَيَكْثُرَ الْفَسَادُ

Agar wanita hamil (tanpa pasangan sah) ia tidak berkata bahwa ia hamil dari suaminya yang berasal dari bangsa jin, sehingga hal itu akan mendatangkan banyak kerusakan."[islamweb net]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk berpegang teguh kepada ajaran Islam dan tidak termakan hasutan aliran-aliran sesat dan menyesatkan.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

Share:

No comments:

Post a Comment

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts