ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Abu
Darda’ RA, Rasul SAW bersabda:
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ
الدَّجَّالِ
“Barang siapa
menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi
dari Dajjal.” [HR Muslim]
Catatan Alvers
Semua surat dalam
Al-Qur’an itu baik dan mulia, tidak ada yang jelek ataupun tidak boleh dibaca.
Mengapa saya katakan demikian? Karena beredar di medsos, pendapat yang
menyatakan bahwa membaca Surah Al-Masad dalam salat hukumnya makruh sebagai
bentuk penghormatan kepada Rasul SAW karena surah itu mengenai pamannya, yaitu
Abu Lahab. Anggapan ini tidak benar. Sebab, Rasul sendiri telah menerima
gangguan darinya yang tidak pernah beliau terima dari kerabatnya yang lain.
Tidak ada riwayat yang sahih bahwa beliau pernah melarang seseorang yang sering
membaca surah tersebut dalam salat.
Sebaliknya, Rasul
SAW tidak pernah melarang membaca surat al-masad atau surat tertentu dan beliau
memerintahkan membaca surat apa saja tanpa terkecuali. Rasul SAW bersabda :
إِذَا اسْتَقْبَلْتَ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ بِأُمِّ الْقُرْآنِ
ثُمَّ اقْرَأْ بِمَا شِئْتَ
"Apabila engkau telah menghadap
kiblat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah Ummul Qur'an (Surah Al-Fatihah),
lalu bacalah apa saja yang engkau kehendaki (dari Al-Qur'an)." [HR Ahmad]
Hadits ini
dinyatakan shahih dan sedangkan hadits yang melarang membaca surat tabbat atau
surat tertentu itu haditsnya tidak shahih sehingga hadits tersebut gugur karena
bertentangan dengan hadits shahih ini.
Jadi semua surat
dalam Al-Qur’an itu baik dan mulia dan sebagian surat memiliki kemuliaan tersendiri
seperti surat Al-Kahfi dalam hadits utama di atas. “Barang siapa menghafal
sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari
Dajjal.” [HR Muslim] dan dalam riwayat lain “Min Akhiril Kahfi” (dari akhir
surat Al-Kahfi.” [HR Muslim] dan “Min Khawatimi Suratil Kahfi” (dari pungkasan surat
Al-Kahfi.” [HR Abi Dawud] dan “Al-Asyral Awakhir min Suratil Kahfi” (sepuluh
ayat terakhir dari surat Al-Kahfi.” [HR Ahmad]. Bahkan ada riwayat yang
menyatakan hanya tiga surat. Rasul SAW bersabda :
مَنْ قَرَأَ ثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ
الدَّجَّالِ
“Barang siapa membaca tiga ayat dari awal
surat Al-Kahfi maka ia terjaga dari fitnah dajjal”. [HR Tirmidzi]
Imam Nawawi berkata
: “Dikatakan bahwa hal itu disebabkan karena pada permulaan Surah Al-Kahfi
terdapat berbagai keajaiban dan tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka barang
siapa mentadabburi (merenungkan) ayat-ayat itu, niscaya ia tidak akan terfitnah
oleh Dajjal. Demikian pula terdapat pada bagian akhir suratnya. [Al-Minhaj Lin
Nawawi]
Keutamaan surat
Kahfi yang lain disebutkan dalam sabda beliau: "Maukah aku beritahukan
kepada kalian tentang suatu surah yang keagungannya memenuhi antara langit dan
bumi? Orang yang menuliskannya memperoleh pahala sebesar itu. Barang siapa
membacanya pada hari Jumat, diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu hingga Jumat
berikutnya, ditambah tiga hari.
وَمَنْ قَرَأَ الْخَمْسَ الْأَوَاخِرَ مِنْهَا عِنْدَ نَوْمِهِ
بَعَثَهُ اللَّهُ أَيَّ اللَّيْلِ شَاءَ، سُورَةُ أَصْحَابِ الْكَهْفِ
Dan barang siapa
membaca lima ayat terakhirnya ketika hendak tidur, Allah akan membangunkannya
pada waktu malam yang Dia kehendaki. Surah itu adalah Surah Ashabul Kahfi
(Surah Al-Kahfi)." [HR dailami]
Membaca surat
Al-Kahfi sebagaimana membaca Al-Qur’an dapat mendatangkan sakinah atau ketenangan.
Al-Bara bin Azib RA berkata : "Ada seorang laki-laki sedang membaca Surah
Al-Kahfi. Di dalam rumahnya terdapat seekor hewan tunggangan, lalu hewan itu
menjadi gelisah dan terus berlari ketakutan. Ketika ia memperhatikan, ternyata
ada semacam kabut atau awan yang menaunginya. Lalu ia menceritakan peristiwa
itu kepada Nabi SAW. Maka beliau bersabda :
اقْرَأْ فُلَانُ فَإِنَّهَا السَّكِينَةُ نَزَلَتْ لِلْقُرْآنِ
'Teruslah membaca, wahai fulan.
Sesungguhnya itu adalah as-Sakinah (ketenangan yang diturunkan Allah), yang
turun karena (bacaan) Al-Qur'an." [HR Bukhari]
Khusus di hari
jumat, membaca surat Kahfi memiliki keutamaan tersendiri. Nabi SAW bersabda :
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ
النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Sesungguhnya
barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat, ia akan diterangi dengan
cahaya di antara dua Jumat.” [HR Al-Hakim]
Dalam riwayat lain
disebutkan :
مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
(ia akan diterangi
dengan cahaya) “di antara dirinya dan ka’bah”. [HR Baihaqi]
Keutamaan ini tidak
hanya berlaku pada hari jumat tapi juga malam jumat. Rasul SAW bersabda :
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ
النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi di
malam Jumat maka ia akan diterangi dengan cahaya di antara dirinya dan ka’bah”.
[HR Ad-Darimi]
Dikarenakan ada
dua riwayat tersebut Al-Munawi berkata :
وَيُجْمَعُ بِأَنَّ الْمُرَادَ الْيَوْمُ بِلَيْلَتِهِ وَاللَّيْلَةُ
بِيَوْمِهَا
Kedua riwayat dipadukan
dengan memahami bahwa yang dimaksud hari Jumat mencakup malamnya, dan yang
dimaksud malam Jumat mencakup siangnya." [Faidlul Qadir]
Apakah cahaya
surat kahfi itu? Mulla Al-Qari berkata :
أَيْ فِي قَلْبِهِ أَوْ قَبْرِهِ أَوْ يَوْمَ حَشْرِهِ فِي الْجَمْعِ
الْأَكْبَرِ،
Yakni cahaya (maknawi)
di dalam hatinya, atau di kuburnya, atau pada hari ia dibangkitkan di Padang
Mahsyar (perhimpunan terbesar). [Mirqatul Mafatih]
Dalam riwayat lain
disebutkan : "Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, akan
memancar baginya cahaya dari bawah kedua telapak kakinya hingga ke puncak
langit. Cahaya itu akan meneranginya pada Hari Kiamat.
وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Dan diampuni
baginya dosa-dosa antara dua hari Jumat." [Faidlul Qadir]
Dan ada pula keutamaan
yang lainnya. As-Suyuti menukil hadits (lemah) :
مَنْ قَرَأَ بِالْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَهُوَ مَعْصُومٌ إِلَى ثَمَانِيَةِ
أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ فِتْنَةٍ تَكُونُ
"Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi
pada hari Jumat, maka ia akan terlindungi selama delapan hari dari setiap
fitnah yang terjadi. " [Jamiul Ahadits]
Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan
fikiran kita untuk tidak melewatkan hari jumat dari pembacaan surat Al-Kahfi.
Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!
NB.
Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata :
“Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata :
(1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]








No comments:
Post a Comment