SHOLAT IDUL FITRI
ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyah RA, Ia berkata:
أَمَرَنَا
– تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ
الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ
مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.
“Nabi SAW memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘ied (Idul Fithri
ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan
wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau
memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.” [HR
Muslim]
Catatan Alvers
Sholat Id adalah sholat yang unik karena dilakukan setahun cuman dua
kali dan dengan cara yang sedikit berbeda dengan sholat biasanya. Rentang Waktu
Sholat id adalah antara munculnya matahari sampai tergelincirnya matahari. Sholat
id ini adalah kekhususan Ummat ini karena baru disyariatkan pada tahun kedua
hijriyah. Disebut id yang berarti kembali karena id ini datang kembali setiap
tahunnya. Pelaksanaan sholat idul fitri dianjurkan agak di akhirkan untuk
memberi kesempatan lebih luas waktu memberikan zakat fithrah sebelum shalat id.
[Ianatu Thalibin]
SAYONARA RAMADHAN
ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Khalid bin Ma’dan RA, berkata,
لَقَيْتُ
وَاثِلَةَ بْنَ اْلأَسْقَعِ فِيْ يَوْمِ عِيْدٍ فَقُلْتُ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا
وَمِنْكَ فَقَالَ نَعَمْ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ قَالَ وَاثِلَةٌ
لَقَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَيْدٍ فَقُلْتُ
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ قَالَ نَعَمْ تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ
Aku menemui Watsilah bin Al-Asqa’ pada hari Id, lalu aku mengatakan,
‘Taqabbalallah Minna Wa Minka”. Lalu ia menjawab, ‘Iya, Taqabbalallah Minna Wa
Minka, Kemudian Watsilah berkata, ‘Aku menemui Rasulullah SAW pada hari Id lalu
aku mengucapkan ‘Taqabbalallah Minna Wa Minka’, kemudian Rasulullah SAW
menjawab, ‘Ya, Taqabbalallah Minna Wa Minka’ [HR. Baihaqi dalam Sunan Kubra]
Catatan Alvers
Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa ramadhan
begitu cepat pula berjalan meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal
membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan
shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Belum
lagi kita tidak tahu apakah amalan yang sedikit itu diterima Allah swt?
Para sahabat Nabi begitu semangat untuk menyempurnakan amalan mereka, Namun
mereka masih khawatir jika amalan tersebut ditolak oleh Allah. Sebagaimana disebutkan
dalam firman Allah,
وَالَّذِينَ
يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ
“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan
hati yang takut.” [Qs. Al Mu’minun: 60]
AKANKAH KITA KALAH DENGAN KUDA?
ONE DAY ONE
HADITH
Diriwayatkan
dari Anas RA, Ia berkata:
لَمْ
يَكُنْ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
بَعْدَ النِّسَاءِ مِنْ الْخَيْلِ
Tidak ada
sesuatu yg lebih dicintai Rasulullah setelah isteri kecuali kuda perang. [HR.
Nasai].
Catatan
Alvers
Beberapa
hari lagi kita akan sampai di garis finish ramadhan namun yang menjadi
pertanyaan apakah kita keluar sebagai juara? Atau malah didiskualifikasi karena
banyaknya pelanggaran yang kita kerjakan. Alih-alih bertambah semangat di akhir
ramadhan ini malah kita semakin malas bahkan banyak orang lebih sibuk dengan
urusan diluar ramadhan, persiapan hari raya, baju baru, kue dan makanan lainnya
dan melupakan ramadhan. Hal ini terbukti dengan masjid-masjid mulai mengalami
kemajuan, ya kemajuan shafnya.
Akankah kita
kalah dengan kuda? Ibnul Jauzi berkata :
إن الخيل
إذا شارفت نهاية المضمار بذلت قصارى جهدها لتفوز بالسباق .. فلا تكن الخيل أفطن
منك ! فإنما الأعمال بالخواتيم فإنك إذا لم تحسن الاستقبال لعلك تحسن الوداع.
"Seekor
kuda balap jika sudah berada mendekati garis finish ia akan mengerahkan seluruh
tenaganya agar meraih kemenangan, maka jangan sampai kuda lebih cerdas
darimu.. Karena sesungguhnya amalan itu
ditentukan oleh penutupnya. Untuk itu,
jika kamu termasuk dari yang
tidak baik dalam penyambutan, maka boleh jadi kamu bisa melakukan yang terbaik
saat perpisahan"
Allah
memberi kita malam lailatul qadar di 10 hari terakhir ini justru untuk memacu
semangat ibadah kita. Akankah kita tetap pada kemalasan ini...
HIU KEHIDUPAN
ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata : tiga hari sebelum
meninggalnya Rasulullah SAW, aku mendengar beliau bersabda :
لاَ
يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ
Janganlah seorang diantara kalian meninggal kecuali dia telah berbaik
sangka kepada Allah “ (H.R. Muslim)
Catatan Alvers
Suka dan duka silih berganti dalam kehidupan ini. Kewajiban kita adalah
tetap husnudzan kepada Allah meski kondisi yang ada tidak sesuai harapan bahkan
terbalik 180 derajat. Husnudzan adalah berpikiran positif, berpandangan mulia
terhadap sesuatu yang terjadi di hadapannya karena keyakinan kepada sang
pencipta bahwa ia adalah maha pengasih dan penyayang. Orang yang berhusnudzan
akan selalu berperasangka baik dan selalu berpikiran positif terhadap sesuatu
yang menimpa dirinya, meskipun sesuatu itu sangat membebaninya.
PUASA JUNIOR
ONE DAY ONE HADITH
Rasulullah SAW bersabda :
مُرُوا الصَّبِىَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا
بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا
“Perintahkan anak ketika ia sudah menginjak usia tujuh tahun untuk
shalat. Jika ia sudah menginjak usia sepuluh tahun, maka pukullah ia jika
enggan shalat.” [HR. Abu Daud]
Catatan Alvers
Ibnu Hajar al-Atsqalani berkata: Apakah anak kecil (Junior) di
syariatkan berpuasa? Menurut Mayoritas Ulama tidak ada beban kewajian syariat atas
anak di bawah umur baligh, namun segolongan ulama salaf seperti ibnu sirin,
az-Zuhri dan pendapat ini diikuti oleh as-Syafi’i berpendapat bahwa anak-anak
di bawah umur diperintah melaksanakan puasa sebagai latihan jika mereka mampu
berpuasa dan para ulama memberi batasan usia seperti sholat pada hadits di
atas. [Fathul Bari]
ANAK PRESTASI VS FRUSTASI
ONE DAY ONE HADITH
Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ
أَنَّى هَذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
“Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga
(kelak), maka dia bertanya, ‘Bagaimana aku bisa mencapai semua ini? Maka
dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada
Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu. [HR Ahmad]
Catatan Alvers
Anak adalah kebanggan orang tuanya dan setiap orang tua ingin
memiliki anak yang bisa dibanggakan. Allah SWT berfirman :
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ
الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi
amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu
serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Qs.al-Kahfi: 46)
Namun kenyataannya tidak semua anak demikian. Di ayat yang lain Allah
SWT berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ
وَأَوْلادِكُمْ عَدُوّاً لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara
isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah
kamu terhadap mereka…” (Qs. At-Taghaabun:14)
MAAFKANLAH!
ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:
وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ
أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ
“dan tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali
kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah melainkan
diangkat oleh Allah” [HR. Muslim]
Catatan Alvers
Terkadang kita harus memaafkan seseorang bukan karena kita lemah namun
karena kita menyadari bahwa semua orang melakukan kesalahan termasuk kita
sendiri. Memaafkan itu tidak harus melupakan kesalahannya, tapi ketahuilah kita
tidak akan bisa melupakan kelasahannya kalau kita tidak memaafkan. Betapa
indahnya memaafkan sehingga Allah dan Nabi memerintahkan kita untuk memaafkan. Allah
berfirman :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
” Maafkanlah dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta
berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” [QS Al-A’raf : 199]
Janganlah ragu untuk memaafkan, karena memaafkan bukanlah pekerjaan
yang hina bahkan sebaliknya dengan memaafkan kita akan mulia, bahkan lebih
mulia, karena dimuliakan oleh Allah swt sebagaimana hadits di atas.
MISTERI LAILATUL QADAR
ONE DAY ONE HADITH
Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ
الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir
di bulan Ramadhan.” [HR. Bukhari]
Catatan Alvers
Kenyataan yang terjadi pada 10 malam terakhir bulan ramadhan adalah
fenomena berpindahnya keramaian dari musholla dan masjid ke mall dan stasiun.
Hal ini kontras dengan anjuran Nabi untuk lebih giat beribadah pada sepuluh
terakhir bulan ramadhan kita guna mencari malam lailatul qadar. Nabi SAW
sendiri mencontohkannya. Beliau terlihat lebih rajin di akhir Ramadhan melebihi
dari hari-hari lainnya, sebagaimana diceritakan oleh Aisah RA : “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada
sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang
lainnya.” [HR. Muslim]. Bahkan Aisyah RA mengatakan:
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ
شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Apabila Nabi SAW memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan),
beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri), menghidupkan
malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” [HR. Bukhari]
Cukuplah kiranya motivasi keberadaan amalan di lailatul qadar lebih
baik dari amalan di 1000 bulan.
PERJALANAN TERBERAT
ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry, Rasul SAW bersabda :
إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ
بِالْإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ
آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka
persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman.” Allah SWT berfirman : Orang yang
mau memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada
Allah dan Hari kiamat. [QS At-Taubah : 18]. [HR. At-Tirmidzi]
Catatan Alvers
Orang bijak mengatakan : Perjalanan terberat adalah perjalanan
menuju ke Masjid. Banyak pemuda yang kuat menaklukan puncak Gunung bromo
dengan ketinggian : 2.329 meter , atau Puncak gunung semeru
yang tingginya 3.676 meter namun tak mampu menaklukkan perjalanan ke
Masjid yang berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.
Perjalanan terjauh adalah perjalanan menuju ke Masjid sebab banyak
orang-orang kaya yang membayar jutaah rupiah untuk menempuh jalan ke cina,
jepang, swedia bahkan telah travelling seluruh penjuru dunia namun tidak
sanggup menempuh jalan ke masjid meskipun tanpa mengeluarkan biaya. Jangankan
untuk sholat sehari 5 waktu, bahkan dalam seminggupun banyak yang
melupakannya, dan tidak jarang pula yang seumur hidup tidak pernah mampir ke
sana.













