Kamis, 30 Juni 2016

AKANKAH KITA KALAH DENGAN KUDA?



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas RA, Ia berkata:
لَمْ يَكُنْ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ النِّسَاءِ مِنْ الْخَيْلِ
Tidak ada sesuatu yg lebih dicintai Rasulullah setelah isteri kecuali kuda perang. [HR. Nasai].

Catatan Alvers

Beberapa hari lagi kita akan sampai di garis finish ramadhan namun yang menjadi pertanyaan apakah kita keluar sebagai juara? Atau malah didiskualifikasi karena banyaknya pelanggaran yang kita kerjakan. Alih-alih bertambah semangat di akhir ramadhan ini malah kita semakin malas bahkan banyak orang lebih sibuk dengan urusan diluar ramadhan, persiapan hari raya, baju baru, kue dan makanan lainnya dan melupakan ramadhan. Hal ini terbukti dengan masjid-masjid mulai mengalami kemajuan, ya kemajuan shafnya.

Akankah kita kalah dengan kuda? Ibnul Jauzi berkata :
إن الخيل إذا شارفت نهاية المضمار بذلت قصارى جهدها لتفوز بالسباق .. فلا تكن الخيل أفطن منك ! فإنما الأعمال بالخواتيم فإنك إذا لم تحسن الاستقبال لعلك تحسن الوداع.
"Seekor kuda balap jika sudah berada mendekati garis finish ia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan, maka jangan sampai kuda lebih cerdas darimu..  Karena sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Untuk itu,  jika  kamu termasuk dari yang tidak baik dalam penyambutan, maka boleh jadi kamu bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan"  
Allah memberi kita malam lailatul qadar di 10 hari terakhir ini justru untuk memacu semangat ibadah kita. Akankah kita tetap pada kemalasan ini...


Akankah kita kalah dengan kuda? Hewan yang satu ini sangatlah digemari oleh Baginda Nabi SAW sebagaimana keterangan sahabat anas di atas. Begitu mulianya kuda, sampai-sampai ia menjadi nama surat dari firman-Nya yakni surat Al- 'Adiyat dan menjadi sumpah Agung dari Allah yang menciptakannya. Allah berfirman :
الْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (1) فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا (2) فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا (3) فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا (4) فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا (5)
"Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku-kukunya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh " [QS Al- 'Adiyaat: 1-5]

Naifnya kita, Justru setelah sumpah atas nama kuda pada ayat di atas, Allah berfirman :
إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
[QS Al- 'Adiyaat: 6]
Akankah ini menjadi isyarat bahwa kita sebagai manusia kalah dengan kuda? Akankah kita berprilaku sebagaimana kebanyakan manusia yang disebut sebagai makhluk tidak berterima kasih kepada Tuhannya?

Akankah kita kalah dengan kuda? Tanda baiknya seekor kudar adalah bulu putih pada kepala kuda yang berbulu hitam yang dikenal dengan “ghurrah” dan bulu putih pada kaki-kaki kuda yang berbulu hitam yang dikenal dengan sebutah “at-tahjil”. Kalau bagusnya kuda karena ghurrah dan tahjil yang bermakna tanda putih baik di kepala maupun di kaki maka Allah juga memberi ghurrah dan tahjil sebagai tanda keistimewaan seseorang di hari kiamat. Dari Abi hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
إنَّ أمتي يُدْعَون يومَ القيَامةِ غُرُّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثارِ الْوُضُوءِ، فَمن استطَاَعَ مِنْكُمْ أن يُطِيلَ غرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ.
“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya (Ghurrah dan tahjilnya) karena bekas wudhu’. Siapa diantara kalian yang mampu memanjangkan cahaya (dari Ghurrah dan tahjilnya) nya, hendaklah ia lakukan”. [HR Bukhari]

Akankah kita kalah dengan kuda? Kalau Kuda itu memiliki keberkahan pada ubun-ubunya sebagaimana Nabi SAW bersabda :
الْبَرَكَةُ فِي نَوَاصِي الْخَيْلِ
 “Berkah itu ada pada ubun-ubun kuda” [HR Bukhari]
Maka kita diberi keberkahan di waktu pagi hari. Rasul SAW bersabda :
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”[HR Abu daud] Akankah kita menyia-nyiakan waktu pagi dengan tidur lagi?

Akankah kita kalah dengan kuda? Bukankah Allah swt. Menundukkan bianatang ternak untuk manusia? Allah SWT berfirman:
وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ
Dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk di atas punggungnya [QS Zukhruf: 12=13]. Kuda telah menunaikan tugas penciptanaannya untuk melayani manusia sementara manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepadaNya. Jika kita malas beribadah itu artinya kita kalah dengan kuda.
Akankah kita kalah dengan kuda? Bukankah Allah swt. Memuliakan manusia? Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami ciptakan. [QS. Al Isra : 70].
Jika manusia tidak memuliakan diri sendiri dengan menurut kepada perintahNya, niscaya manusia akan lebih rendah dari binatang ternak, bal hum Adhall. Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk memiliki sifat malu. Malu jika kita lebih rendah dari kuda.

0 komentar:

Posting Komentar