ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari
sayyidah Aisyah RA bahwa Rasul SAW bersabda:
إِنَّهُمْ لَا يَحْسُدُونَا
عَلَى شَيْءٍ كَمَا يَحْسُدُونَا عَلَى يَوْمِ الْجُمُعَةِ الَّتِي هَدَانَا اللَّهُ
لَهَا وَضَلُّوا عَنْهَا وَعَلَى الْقِبْلَةِ الَّتِي هَدَانَا اللَّهُ لَهَا وَضَلُّوا
عَنْهَا وَعَلَى قَوْلِنَا خَلْفَ الْإِمَامِ آمِينَ
Sesungguhnya mereka
(orang yahudi) tidaklah dengki kepada kita (orang islam) atas sesuatu seperti
kedengkian mereka atas hari jumat, dimana kita diberi petunjuk untuk menghadap
mengagungkan hari jumat sedangkan mereka sesat darinya, dan atas kiblat yang
mana kita diberi petunjuk untuk menghadap kiblat sedangkan mereka sesat
darinya, dan atas ucapan “amin” kita di belakang imam. [HR Ahmad]
Catatan Alvers
Hari ini kita berada
pada tanggal 15 Sya’ban atau lazim disebut dengan nisfu Sya’ban dimana terdapat
kejadian besar, salah satunya adalah pemindahan arah kiblat dari baytul Maqdis
ke ka’bah. Imam Nawawi menukil pendapat Muhammad
bin Hubaib Al-Hasyimi yang berkata :
حُوِّلَتْ فِي الظُّهْرِ يَوْمَ
الثُّلَاثَاءِ نِصْفَ شَعْبَانَ
Kiblat itu
dipindah arahnya pada waktu dzuhur hari selasa nisfu sya’ban.
[Raudlatut Thalibin]
Memang sejak awal
Nabi SAW condong untuk menghadap ke arah ka’bah sehingga beliau sangat senang
ketika Allah memerintahkan perpindahan kiblat ke ka’bah di bulan sya’ban ini sehingga
ini menjadi benang merah mengapa kemudian bulan sya’ban digelari sebagai “Syahri”
(bulanku, Nabi) dalam hadits yang dla’if.