• WhatsApp Channel : One Day One Hadith

    Bergabunglah bersama Saluran WhatsApp One Day One Hadith

  • Penerimaan Santri Baru 2026/2027

    Monggo nderek-nderek Nyethak Sholihin Sholihat dengan mendaftarkan putra putri jenengan ke PPW An-Nur 2 Al Murtadlo

  • Tadarus Akbar

    Tadarus Akbar oleh ribuan santri putra Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo

  • Sholat Tarawih Akbar

    Sekitar 3.000 santri putra melaksanakan Tarawih Akbar di Lapangan Utama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. Sabtu malam, 21 Februari 2026, lapangan center An-Nur II penuh dengan 24 saf santri berbaju putih

  • Bersama KAPOLRI

    Bersama Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo - KAPOLRI dan Majelis Keluarga An-Nur 2

BULAN PENDIDIKAN KARAKTER

ONE DAY ONE HADITH

Rasul SAW bersabda, :
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun ia hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga dari puasanya tersebut.” [HR Thabrani]

Catatan Alvers

Diriwayatkan dalam Syu’abul Iman dari Nafi’ bahwasannya suatu ketika Abdullah Ibnu Umar (8 SH – 73 H) keluar menuju salah satu pelosok madinah bersama para sahabatnya. Dalam perjalanan itu mereka berhenti dan menghamparkan alas untuk istirahat dan makan siang. Saat itu, turunlah seorang penggembala kambing dari lereng gunung dan melewati mereka yang sedang menyantap makan siang. Penggembala itupun mengucap salam. Lalu Ibnu Umar menjawabnya dan menawarkan makanan kepadanya: “Kemarilah wahai penggembala, marilah makan bersama kami”. Penggembala memohon maaf seraya mengemukakan alasannya “Saya sedang berpuasa”.  Ibnu umar bertanya-tanya kepadanya dengan nada heran:
أَتَصُومُ فِي مِثْلِ هَذَا الْيَوْمِ الْحَارِّ شَدِيدٍ سُمُومُهُ وَأَنْتَ فِي هَذِهِ الْجِبَالِ تَرْعَى هَذَا الْغَنَمَ ؟
Akankah kau puasa pada hari yang panas lagi terik seperti ini sedang kau berada di gunung untuk menggembalan kambing ini?
Share:

DAHSYATNYA PUASA



ONE DAY ONE HADITH

Dari Thalhah bin Ubaidillah RA, dia mengisahkan seorang Arab badui yang rambutnya berdiri (karena tidak diberi miyak rambut dan tidak disisir) datang menemui Rasulullah SAW. Dia berkata, ....Lalu dia berkata :
 أَخْبِرْنِي مَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ الصِّيَامِ فَقَالَ شَهْرَ رَمَضَانَ إِلَّا أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا
“Beritahukanlah kepadaku puasa yang diwajibkan Allah kepadaku”. Beliau menjawab, ”Puasa di bulan Ramadhan, kecuali apabila kamu mau melakukan puasa lain sebagai tambahan.” [HR. Bukhari]

Catatan Alvers

Sabda Nabi ini menegaskan bahwa puasa ramadhan hukumnya wajib. Hadits ini berfungsi sebagai bayan tafsir  dari kewajiban “Shiyam” dalam firman Allah swt:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” [QS. Al-Baqarah :183].

Puasa dalam bahsa arab disebut dengan shaum. Secara Bahasa, shaum merupakan sinonim dari imsak yakni menahan diri untuk tidak melakukan atau mengucapkan sesuatu dan bahkan ia maknanya lebih jauh dari itu yakni meninggalkan segala sesuatu. Adapun secara terminologis, shaum berarti, “Menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual, dan perbuatan-perbuatan maksiat dengan niat yang ikhlas, dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Ibadah ini diwajibkan mulai tahun ke-2 hijrah.”

Share:

TURBULENSI KEHIDUPAN



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW Bersabda:
 احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
“Semangatlah kalian terhadap hal-hal yang bermanfaat bagi kalian dan mohonlah pertolongan kepada Allah “ [H.R Muslim]

Catatan Alvers

Pesawat Malaysia Airlines (MAS) jenis Airbus A380 yang membawa 378 penumpang mengalami turbulensi parah ketika mengudara dari London, Inggris menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Turbulensi ini menimpa pesawat dengan nomor penerbangan MH1 ketika tengah mengudara di atas wilayah Teluk Benggala pada Minggu (5/6/2016) waktu setempat Sedikitnya 34 penumpang mengalami luka-luka dalam insiden ini. Turbulensi juga menimpa pesawat Etihad Airways rute Abu Dhabi-Jakarta pada Rabu (4/5/2016), saat berada di wilayah udara pulau Sumatera selatan dengan ketinggian 37.000 kaki (11.277 meter) sekitar 45 menit sebelum mendarat di Bandara Soekarno Hatta.
Share:

BERKAH BERBUKA KURMA


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata :
كَانَ النَّبِيُّ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Adalah Rasulullah berbuka dengan tiga butir Rutab  (kurma basah segar) sebelum melaksanakan shalat maghrib, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan tiga butir Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air sebanyak tiga kali. [HR Ahmad]

Catatan Alvers

Momen berbuka puasa adalah yang paling dinanti oleh setiap orang yang berpuasa, disamping karena bersifat naluri fitri namun menyegerakan berbuka merupakan tuntunan Syar’i. Menu berbuka puasa yang terbaik adalah dengan memakan tiga butir kurma seperti kebiasaan Nabi pada hadits di atas dan beliaupun menganjurkan kita demikian. Rasul Bersabda :
إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ تَمْرًا فَالْمَاءُ فَإِنَّهُ طَهُورٌ
Apabila salah satu dari kalian berbuka, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Jika kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci. [HR Tirmidzi]
Share:

SETAN DIBELENGGU?



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Bahwa Rasul SAW bersabda :
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” [HR. Bukhari –Muslim]

Catatan Alvers

Ketika Ramadhan tiba sering terlontar pertanyaan, Benarkah setan dibelenggu pada bulan ramadhan? Jawabnya benar seperti keterangan dalam hadits shahih di atas bahkan menegaskan pemaknaan hadits tersebut, dalam lafazh lain disebutkan,
وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
 dan setan-setan pun diikat dengan rantai.” [HR. Bukhari – Muslim]

Lantas, kalo demikian kenapa masih terdapat kemaksiatan? Untuk menjawab pertanyaan kedua ini perlu kiranya kita ketahui bahwa ulama berbeda pendapat dalam memaknai pernyataan dibelenggunya setan pada bulan ramadhan.
Share:

KAPAN MULAI PUASA?

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Bahwa Rasul SAW bersabda :
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
Puasalah dengan melihat bulan dan berfithr (berlebaran) dengan melihat bulan, bila tidak nampak olehmu, maka sempurnakan hitungan Sya`ban menjadi 30 hari. [HR. Bukhari]

Catatan Alvers

Berdasarkan perintah Rasulullah SAW dalam hadits di atas maka untuk menentukan awal Ramadhan terdapat dua cara yaitu : Pertama, Dengan ru`yatul hilal, Yaitu dengan cara memperhatikan terbitnya bulan di hari ke 29 bulan Sya`ban. Pada sore hari saat matahari terbenam di ufuk barat. Apabila saat itu nampak bulan sabit meski sangat kecil dan hanya dalam waktu yang singkat, maka ditetapkan bahwa mulai malam itu, umat Islam sudah memasuki tanggal 1 bulan Ramadhan. Jadi bulan Sya`ban umurnya hanya 29 hari bukan 30 hari. Maka ditetapkan untuk melakukan ibadah Ramadhan seperti shalat tarawih, makan sahur dan mulai berpuasa.
Share:

SUKA CITA RAMADHAN




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Salman Al-Farisi RA, Bahwasannya Rasul SAW memberikan ceramah kepada para sahabat di akhir bulan Sya’ban. Beliau Bersabda :
يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر مبارك ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، وقيام ليله تطوعا ، من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، ومن أدى فريضة فيه كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، وهو شهر الصبر ، والصبر ثوابه الجنة ، وشهر المواساة ، وشهر يزاد في رزق المؤمن ، من فطر فيه صائما كان له مغفرة لذنوبه ، وعتق رقبته من النار ، وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيء
“Wahai manusia, sungguh kalian dinaungi oleh suatu bulan yang agung lagi penuh berkah, yaitu bulan yang di da­lamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadi­kan puasaNya suatu kewajiban dan qiyam (sholat) pada malam harinya suatu tahawwu’ (ibadah sunnah). Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (sunnah) di dalamnya, (ia diganjar pahala) sama seperti menunaikan kewa­jiban (fardhu) di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan, (ia diganjar pahala) sama de­ngan orang yang mengerjakan 70 kali kewajiban tersebut di bulan yang lain. Ramadhan ada­lah bulan sabar, sedangkan sa­bar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu ada­lah bulan menolong­ sesama dan bulan dimana Allah menambah rizki para mukmin di dalamnya. Siapa saja yang pada bulan itu memberikan makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka perbuatan itu menjadi pengam­punan atas dosa-dosanya, pembebasan dirinya dari api ne­raka, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang berpuasa yang diberinya makanan berbuka itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.” [HR Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman]

Catatan Alvers

Dalam lanjutan hadits di atas, Para sahabat bertanya, “Ya Rasu­lulullah, tidak semua dari kami memiliki makanan berbuka untuk orang-orang yang berpuasa.” Rasulullah Saw pun menjawab, “Allah memberikan pahala terse­but kepada orang yang memberikan sebutir korma sekalipun atau sekedar seteguk air atau sehisap susu. Bulan Ramadhan ini adalah bulan yang permula­annya adalah rahmat, pertenga­hannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan da­ri neraka. Barang siapa yang memberi keringanan kepada orang yang dikuasainya (karyawannya), niscaya Allah mengampuni dosanya dan membe­baskannya dari api neraka.
Share:

MAKCOMBLANG



ONE DAY ONE HADITH

Rasul saw bersabda :
من مشى في حاجة أخيه كان خيرا له من اعتكاف عشر سنين ، ومن اعتكف يوما ابتغاء وجه الله جعل الله بينه وبين النار ثلاث خنادق ، كل خندق أبعد مما بين الخافقين
Barang siapa yang berjalan dalam rangka menolong saudaranya maka perbuatannya itu lebih baik dari pahala beri’tikaf 10 tahun, dan barang siapa beri’tikaf sehari karena mencari ridlo Allah maka Allah menjadikan penghalang berupa 3 parit antara dia dan neraka yang mana setiap paritnya lebih jauh jaraknya dari ujung timur ke barat. [HR. Ath- Thabrani dalam al-Awsath]

Catatan Alvers

Siang datang tidaklah untuk mengejar malam, malam tiba tidak untuk mengejar siang. Siang dan malam datang silih berganti dan takkan pernah kembali lagi. Menanti adalah hal yang paling membosankan, apalagi jika menanti sesuatu yang tidak pasti, sementara waktu berjalan terus dan usia semakin bertambah, namun satu pertanyaan yang terus terngiang-ngiang di telinga “Kapan Kawin?”. Hatipun ragu menjawabnya bahkan bertanya-tanya pada diri seniri “Kapan jodohku akan datang?“ pertanyaan yang selalu mengganggu “kenapa jodohku tak kunjung datang?” belum lagi gelar yang disematkan “bujang lapuk” atau”perawan tua”, “tidak laku“ dll.

Share:

JILBAB PRODUK BUDAYA?



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW beliau bersabda :
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَمْثَالِ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيْرةٍ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Hadits di atas menerangkan adzab bagi orang yang mengenakan pakaian tapi tidak sesuai dengan aturan islam, lalu bagaimana dengan orang yang sengaja membuka auratnya?.  Salah satu sarana menutup aurat bagi wanita adalah jilbab atau penutup rambut kepala. Menariknya ada intelektual muslim yang berpendapat bahwa wanita muslimah tidak wajib memakai jilbab (penutup kepala) karena jilbab adalah produk budaya, bukan dari ajaran islam. Ketahuilah dalam hal ini terdapat pengkaburan fakta yang perlu dicermati :
Share:

MANAJEMEN INFORMASI



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Bahwa Rasul SAW bersabda :

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
Mudahkanlah dan jangan kamu persulit. Gembirakanlah dan jangan kamu membuat lari”. [HR. Bukhari]

Catatan Alvers

Kehidupan di dunia tidak terlepas dari baik dan buruk, suka dan duka. Setiap orang memiliki fitrah untuk senang kabar baik dan membenci kabar buruk. Maka suatu hal yang sangat berat jika kita terpaksa memberikan kabar buruk yang menimpa seseorang. Meskipun tidak akan merubah apa yang terjadi, penyampaian informasi akan berdampak pada penerimanya. Jika kita menyampaikannya dengan cara yang tepat maka si penerima info akan legawa dan menerima kabar tersebut dengan ikhlas. Namun sebaliknya, jika cara yang tidak tepat dalam menyampaikannya akan menambah beban berat si penerima informasi.

Dalam Hadits di atas, Rasul SAW bersabda : Gembirakanlah. Ini bukan berari kita tidak boleh menyampaikan berita buruk yang membuat orang lain susah akan tetapi hadits itu anjuran kepada kita supaya tetap meringankan orang lain betapapun ia sedang tertimpa musibah seperti dengan metode penyampaian yang baik. Maka menyampaikan berita buruk haruslah dengan cara yang terbaik.
Share:

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts