ONE
DAY ONE HADITH
Diriwayatkan
dari ‘Uqbah bin ‘Amir RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ.
فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ .
قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ
“Berhati-hatilah
kalian masuk menemui wanita.” Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, “Wahai
Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” Beliau menjawab, “Hamwu
(ipar)adalah maut.” [HR Bukhari]
Catatan
Alvers
Terdapat
kisah nyata, seorang lelaki bernama khalid yang divonis mandul oleh dokter
padahal ia telah memiliki tiga orang anak dari istrinya. Setelah memeriksa sampel darah semua anak,
istri dan adiknya sendiri; hamad yang tinggal dalam satu rumah, sang dokter
berkata :
فِي كَثِيرٍ مِنَ ٱلْأَحْيَانِ تَكُونُ ٱلْحَقِيقَةُ أَلِيمَةً، قَاسِيَةً، مَرِيرَةً!! لَٰكِنْ لَابُدَّ مِنْ مَعْرِفَتِهَا وَمُوَاجَهَتِهَا!! فَإِنَّ ٱلْهُرُوبَ مِنَ ٱلْمُوَاجَهَةِ لَا يَحُلُّ مُشْكِلَةً، وَلَا يُغَيِّرُ ٱلْوَاقِعَ. خَالِدٌ، أَنْتَ عَقِيمٌ، لَا تُنْجِبُ!! وَٱلْأَطْفَالُ ٱلثَّلَاثَةُ لَيْسُوا أَطْفَالَكَ، بَلْ هُم مِنْ أَخِيكَ حَمَد.
“Dalam banyak kasus, kebenaran
itu pahit dan menyakitkan, meski demikian ia harus diketahui dan dihadapi
dengan lapang dada. Lari dari diri masalah tidak akan menyelesaikan masalah dan
tidak akan mengubah kenyataan. Khalid, Anda mandul dan tidak dapat mempunyai
keturunan. Ketiga anak tersebut bukanlah anak anda, mereka adalah anak
saudaramu, Hamad.”













