Minggu, 21 Januari 2018

KEINGINAN VS KEBUTUHAN




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian. [HR Muslim]

Catatan Alvers

“Aku ingin begini. Aku ingin begitu. Ingin ini, ingin itu banyak sekali.
Semua, semua, semua Dapat dikabulkan dapat dikabulkan dengan kantong ajaib”. Ini adalah cuplikan lagu doraemon. Tokoh film kartun fikasi anak yang mungkin saja pada akhirnya anak terobsesi dengan kantong ajaib sehingga ia banyak berkhayal akan keinginan.

Terlepas dari lagu tersebut, ternyata dalam kehidupan nyata banyak orang yang terjebak pada keinginan bukan kebutuhannya layaknya lagu doraemon di atas. Boleh jadi mereka tidak bisa membedakan mana keinginan (wants) dan mana kebutuhan (needs). Orang bijak berkata : “Belilah barang-barang sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Pikirkan baik-baik, apakah kamu benar-benar butuh?” Banyak orang mudah tergiur dengan tulisan-tulisan SALE  yang terpampang di mall-mall, tanpa disadari bahwa kata SALE itu adalah  strategi marketing dari sebuah perusahaan dibidang penjualan.


Allah SWT memberikan contoh kisah dalam Al-Qur’an mengenai bani israil yang memiliki banyak keinginan padahal mereka telah diberikan kebutuhan mereka dan hal ini menyebabkan mereka tidak syukur bahkan mereka kufur.

Pasca lepas dari perbudakan dan selamat dari kejaran Fir’aun yang ditenggelamkan di Laut Merah, Bani Israil memulai hidup baru dengan penuh rahmat dan karunia dari Allah SWT. Namun bani israil alih-alih bersyukur malah mereka kufur dan menjadi bukti atas pembangkangan mereka.

Periode berikutnya, Bani Israil digiring Nabi Musa menuju tanah yang dijanjikan, Palestina. Perjalanan tanpa kompas dan GPS dan didominasi gurun dan padang pasir membuat meraka mereka berputar-putar di padang pasir tak sampai jua ke tempat tujuan. Meskipun sebenarnya hal ini adalah sebagai ganjaran atas pembangkangan mereka, Namun Allah masih terus memberikan rahmat-Nya. Allah mengutus awan untuk menaungi mereka hingga mereka tak pernah merasakan panas terik matahari di padang pasir. untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, Allah menganugerahi Manna dan Salwa. Qatadah  mengatakan bahwa manna itu turun seperti turunnya salju, bentuknya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis  daripada madu. Wahb  ibnu Munabbih mengatakan bahwa salwa adalah burung yang gemuk seperti  burung merpati, burung-burung tersebut datang kepada mereka dengan  berbondong-bondong. [tafsir Ibnu Katsir]

Allah swt berfirman :
وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu manna dan salwa. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. [QS al-Baqarah: 57].

Untuk memenuhi kebutuhan minum mereka, Allah memberi mukjizat kepada Nabi Musa. Allah swt berfirman :
وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ...
Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air... [QS Al-Baqarah : 60]

Namun meskipun demikian, mereka tak pernah bersyukur telah diberikan makanan yang lezat dan menyehatkan, manna dan salwa. Mereka terus meminta makanan yang lain. Allah swt menceritakan hal ini dalam firman-Nya :
وَإِذْ قُلْتُمْ يَامُوسَى لَنْ نَصْبِرَ عَلَى طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ مِنْ بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya".[QS Al-Baqarah : 61]

Nabi Musa AS terheran-heran dengan permintaan mereka yang lebih rendah dari pada apa yang sudah diberikah Allah swt kepada mereka. Kacang adas yang mereka minta justru menyebabkan banyak penyakit alih-alih membuat kenyang. Adas mengandung zat yang membahayakan saraf, tak baik untuk pencernaan, berbahaya bagi sistem ekskresi, mengentalkan darah, dan lain sebagainya. Namun, Memang begitulah sifat Bani Israil. Mereka gemar membangkang dan melakukan hal sesuka hati mereka. Nabi Musa mengingatkan mereka :
...أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ...
Akahnkah kamu menukar yang rendah (sayuran) sebagai pengganti yang lebih baik (manna Was Salwa)? [QS Al-Baqarah : 61]

Demi memenuhi keinginan mereka, Nabi Musa AS lalu menunjukkan mereka untuk pergi ke suatu kota dimana terdapat apa yang mereka inginkan. Namun apa yang terjadi?, “Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah.  Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas”. [QS Al-Baqarah : 61]

Akhirnya, kisah bani isra’il berakhir dengan kenistaan dan kehinaan dan ini dikisahkan oleh Allah sebagai pelajaran bagi kita kaum muslimin agar tak mengikuti jejak mereka. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan kita sebagai orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat-Nya.

Salam Satu Hadits,
DR.H.Fathul Bari. SS., M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jawa Timur Indonesia

Artikel di atas bisa anda dapatkan versi bukunya dalam
BUKU ONE DAY ONE HADITH
sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat). SINGKAT karena  Didesain sekali duduk bisa selesai baca satu judul ::PADAT karena  Tidak bertele-tele dan  AKURAT karena disertai referensinya

ONE DAY#1 *INDAHNYA HIDUP BERSAMA RASUL SAW* ISBN : 9786027404434
ONE DAY#2 *MOTIVASI BAHAGIA DARI RASUL SAW* ISBN : 9786026037909
ONE DAY#3 *TAMAN INDAH MUSTHAFA SAW* ISBN : 9786026037923
(Pre Order) ONE DAY#4 *TAFAKKUR ZAMAN NOW*, ISBN: 978-602-60379-5-4
Bisa dapat harga promo dan kirim via tiki/JNE silahkan hub. Ust. Muadz 08121674-2626

1 komentar:

  1. Barakallah jazakumullah khoiron katsir. Ustadz kalau bisa dikirim via email bisa?

    BalasHapus