Senin, 12 Februari 2018

PETAKA ADIK IPAR


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ
“Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita.” Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” Beliau menjawab, “Hamwu (ipar)adalah maut.” [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Terdapat kisah nyata, seorang lelaki bernama khalid yang divonis mandul oleh dokter padahal ia telah memiliki tiga orang anak dari istrinya.  Setelah memeriksa sampel darah semua anak, istri dan adiknya sendiri; hamad yang tinggal dalam satu rumah, sang dokter berkata :
في كثير من الأحيان تكون الحقيقة أليمة قاسية مريرة!! لكن لابد من معرفتها ومواجهتها!! فإن الهروب من المواجهة لا يحل مشكلة ولا يغير الواقع. خالد أنت عقيم لا تنجب!! والأطفال الثلاثة ليسوا أطفالك بل هم من أخيك حمد.
“Dalam banyak kasus, kebenaran itu pahit dan menyakitkan, meski demikian ia harus diketahui dan dihadapi dengan lapang dada. Lari dari diri masalah tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan mengubah kenyataan. Khalid, Anda mandul dan tidak dapat mempunyai keturunan. Ketiga anak tersebut bukanlah anak anda, mereka adalah anak saudaramu, Hamad.”


Mendengar kabar ini, khalid menangis sejadi-jadinya hingga jatuh pingsan.Setelah dua minggu mengalami koma, ia divonis stroke dan gila karena shock yang begitu berat. Akhirnya, dia dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Istrinya dibawa ke Mahkamah Syariah untuk hukum rajam dan Saudaranya, Hamad tengah berada di balik jeruji besi menunggu hukuman yang pantas untuknya. Adapun ketiga anaknya diserahkan ke panti asuhan dan hidup bersama anak pungut dan anak yatim di kotanya.

Kisah nyata ini adalah secuplik dari kisah panjang yang dikisahkan oleh Ahmad Salim Baduwailan dalam Qashash Mu`ats-tsirah Lisy-Syabab (kisah-kisah yang berpengaruh untuk para pemuda) dengan judul “Al-hamwu al-maut”. Kisah tersebut terjadi akibat kedekatan istri dengan adik ipar yang tidak disangka-sangka oleh sang kakak, khalid. Namun semua terjadi akibat peran kesempatan di mana sang kakak sering pulang malam dari pekerjaannya sedangkan lingkungan menganggap maklum keberadaan adik ipar dan sang istri.

Nasi sudah menjadi bubur namun yang tersisa adalah hikmah dan pelajaran bahwa seorang istri bukanlah mahram dengan adik suami, begitupula sebaliknya, seorang suami bukanlah mahram dengan adik istri. Kalau keduanya terhitung ajnabi/yah (orang lain yang bukan mahram) maka haram keduanya untuk berdua-duaan sehingga apa yang dianggap biasa dalam suatu lingkungan tidak bisa menjadi acuan tanpa kita melihat ajaran Nabi SAW. Beliau bersabda dalam hadits utama di atas “Al-Hamwu (ipar)adalah maut.”

Sebenarnya, Al-Hamwu yang dimaksud dalam hadits bukan hanya ipar saja namun al-Laits bin sa’d berkata :
الْحَمْوُ أَخُ الزَّوْجِ وَمَا أَشْبَهَهُ مِنْ أَقَارِبِ الزَّوْجِ ابْنُ الْعَمِّ وَنَحْوُهُ
Al-Hamwu adalah ipar (saudara laki-laki dari suami) dan keluarga dekat suami seperti anak paman dan semisalnya [Shahih Muslim]

Lantas yang dimaksud dengan maut di sini yaitu berhubungan dengan keluarga dekat isteri/suami  yang bukan mahram perlu ekstra hati-hati dibanding dengan orang yang lain karena faktor kesempatan yang terbuka lebar sehingga dengan mudah setan masuk ke dalam jiwa mereka.  Rasul SAW bersabda :
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
“Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya.” [HR Ahmad]

As-Syinqithi berkata : tidak diragukan lagi bahwa kata “maut” adalah kata yang paling berat untuk menakut-nakuti (agar berhati-hati dan waspada) karena kematian adalah kejadian yang paling menakutkan menimpa manusia di dunia. [Adlwa’ul Bayan]

Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Ath-Thabari berkata : Maksudnya adalah berdua-duaannya seorang lelaki dengan istri saudaranya itu sama dengan sesuatu yang menyebabkan kematian; sebab orang-orang Arab ketika hendak menyerupakan sesuatu yang ditakuti maka mereka menyerupakannya dengan kematian. Sedangkan Ibnul Arabi berpendapat, “Kata maut adalah peribahasa yang biasa diungkapkan oleh orang-orang arab seperti “Singa adalah maut” maksudnya adalah jika seseorang bertemu dengan singa maka ia akan mati (dimangsa). Maka yang dimaksud dengan ipar adalah maut adalah
احذروه كما تحذرون الموت
berhati-hatilah berduaan dengan ipar sebagaimana kalian berhati-hati dengan kematian. [Fathul Bari] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan kita orang yang berhati-hati dengan semua peringatan Nabi SAW dan selalu menuruti perintah beliau.

Salam Satu Hadits,
DR.H.Fathul Bari. SS., M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jawa Timur Indonesia

Artikel di atas bisa anda dapatkan versi bukunya (lengkap harakat dan referensinya) dalam
BUKU ONE DAY ONE HADITH
sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat). SINGKAT karena  Didesain sekali duduk bisa selesai baca satu judul ::PADAT karena  Tidak bertele-tele dan  AKURAT karena disertai referensinya

ONE DAY#1 *INDAHNYA HIDUP BERSAMA RASUL SAW* ISBN : 9786027404434
ONE DAY#2 *MOTIVASI BAHAGIA DARI RASUL SAW* ISBN : 9786026037909
ONE DAY#3 *TAMAN INDAH MUSTHAFA SAW* ISBN : 9786026037923
(Pre Order) ONE DAY#4 *TAFAKKUR ZAMAN NOW*, ISBN: 978-602-60379-5-4
Bisa dapat harga promo dan kirim via tiki/JNE silahkan hub. Ust. Muadz 08121674-2626

Umrah Ramadhan 13 Hari bersama Pesantren Wisata An-Nur 2, Tanggal : 8 Mei 2018 Hotel Mekkah : Al-Masa, Madinah : Al-Mukhtara Pesawat Saudia hanya 28 Juta*. Seat terbatas. Hub. 08121-686-1111


0 komentar:

Posting Komentar