ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda :
فَرَضَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً
لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
Rasul SAW mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa
dari perkataan sia-sia dan perkataan kotor, dan sebagai makanan bagi
orang-orang miskin. [HR Thabrani].
Catatan Alvers
Hari raya idul fitri adalah hari bahagia dimana Rasul SAW membiarkan
orang-orang bernyanyi riang meluapkan kegembiraan pada hari tersebut.
Diriwayatkan dari Sayyidah Aisayha RA bahwa pada suatu hari raya, Abu Bakar RA
mengunjunginya dan ketika itu ada dua wanita dari kaum Anshar yang sedang
bernyanyi meskipun keduanya bukanlah biduan, keduanya mendendangkan syair-syair
kaum Anshar di hari Bu’ats (hari kemenangan kabilah Aus dari kabilah Khazraj)
[Al-Minhaj Lin Nawawi]. Maka Abu Bakar RA berkata:
أَمَزَامِيرُ
الشَّيْطَانِ فِي بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
mengapa ada “seruling-seruling setan” (nyanyian) di rumah Rasul SAW ?
Lalu Nabi SAW bersabda:
يَا
أَبَا بَكْرٍ إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا
wahai Abu Bakar! (biarkanlah mereka)Sesungguhnya setiap kaum memiliki
hari raya, dan hari ini adalah hari raya kita” [HR Bukhari]












