إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ

"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain." [HR Muslim]

أَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا : مَنْ لاَ يَرَى قَدْرَهُ ، وَأَكْبَرُ النَّاسِ فَضْلاً : مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah melihat kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah melihat kemuliannya (merasa mulia).” [Syu’abul Iman]

الإخلاص فقد رؤية الإخلاص، فإن من شاهد في إخلاصه الإخلاص فقد احتاج إخلاصه إلى إخلاص

"Ikhlas itu tidak merasa ikhlas. Orang yang menetapkan keikhlasan dalam amal perbuatannya maka keihklasannya tersebut masih butuh keikhlasan (karena kurang ikhlas)." [Ihya’ Ulumuddin]

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [HR Muslim]

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”[HR Ahmad]

Wednesday, December 27, 2023

JIKA LEVEL ISTRI LEBIH TINGGI

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abi Hurairah Ra, Rasul SAW bersabda :

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya niscaya engkau akan beruntung. [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Memiliki keluarga yang harmonis merupakan idaman setiap pasangan namun kenyataannya banyak terjadi kasus pertengkaran, KDRT yang berujung pada perceraian. Berdasarkan laporan Statistik, jumlah kasus perceraian di Indonesia mencapai 516.334 kasus pada tahun 2022. Naik 15,31% dari tahun sebelumnya. Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki kasus perceraian tertinggi nasional. Dan Jawa Timur menempati peringkat kedua, dengan 102.065 kasus sepanjang 2022. Perselisihan dan pertengkaran menjadi faktor utama penyebab perceraian nasional dengan mencapai 284.169 kasus, (63,41%). Dan selanjutnya faktor ekonomi sebanyak 24,75%. [databoks katadata co id]

 

Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan dalam membina rumah tangga maka seseorang haruslah selektif dalam memilih pasangan. Jangan hanya tertarik kepada kelebihan yang dimiliki target namun harus juga mempertimbangkan berbagai resikonya.

 

Sebagian pria mencari calon istri yang kaya, namun mereka lupa risiko dibalik istri yang kaya. Apa itu? Imam ghazali menukil perkataan ulama :

مَنْ تَزَوَّج غَنِيَّةً كَانَ لَهُ مِنْهَا خَمْسُ خِصَالٍ، مُغَالَاةُ الصَّدَاقِ، وَتَسْوِيْفُ الزَّفَافِ، وَفَوْتُ الْخِدْمَةِ، وَكَثْرَةُ النَّفَقَةِ. وَإِذَا أَرَادَ طَلاَقَهَا لَمْ يَقْدِرْ خَوْفاً عَلىَ ذَهَابِ مَالِهَا.

Barang siapa menikahi wanita kaya maka dia akan mendapatkan lima resiko : mahalnya mahar, menunda pernikahan, tidak mendapatkan pelayanan istri, biaya nafkah yang besar, tidak mampu menceraikan jika suami menginginkan berpisah karena suami akan takut kehilangan harta istrinya. [Ihya Ulumuddin]

 

Ya memang demikian, wanita dari kalangan keluarga kaya tidak akan mau dinikahi kecuali dengan mahar yang mahal, sesuai dengan adat keluarganya. Jika sang wanita mau, maka keluarganya tidak akan mau. Wanita kaya biasanya memiliki cita-cita tinggi sehingga pria yang ingin menikahinya harus sabar menunggu lebih lama hingga wanita itu menggapai karir atau pendidikan yang diinginkannya. Wanita dari keluarga kaya biasanya hidup dimanja sejak kecil sehingga ketika menikah ia tidak akan mau capek-capek berkhidmah (melayani) urusan rumah tangganya seperti masak, mencuci bahkan mengasuh anaknya. Padahal dalam anekdot disebutkan bahwa wanita ketika bersuami dia akan bergelar Ny. di depan namanya. Kenapa? Karena Ny. adalah singkatan tugas istri, yaitu Nyuci, Nyetrika, Nyapu, Nyiapin sarapan, Nyuapin anak dan Ny. lainnya. Hehe.. Maaf intermezzo. Dengan demikian semua itu akan dilakukan oleh pembantu dan ini akan menjadikan beban keuangan yang besar kepada sang suami.

 

Menikahi wanita kaya juga beresiko kepada suami dalam hal kepemimpinannya dalam rumah tangga. Suami akan merasa rendah diri di hadapan istri dan sebaliknya istri akan jumawa. Hal ini akan menjadikan kepemimpinan sang suami tidak akan maksimal dan optimal. Rasul SAW bersabda :

لَا تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ

Jangan menikahi wanita karena hartanya karena boleh jadi kekayannya akan membuatnya berbuat semena-mena (dalam kemaksiatan dan kejelekan). [HR Ibnu Majah]

Dan jika istri berbuat demikian maka suami tidak bisa berbuat banyak untuk menasehatinya dan menegurnya. Bahkan jika suami terdesak tidak kuat menghadapi perbuatan semena-mena yang dilakukan istrinya maka suami tidak akan berani menceraikannya karena ia khawatir akan kehilangan semua fasilitas yang didapat dari istrinya, boleh jadi berupa rumah, kendaraan, pekerjaan dan lain sebagainya.

Tentu tidaklah semua suami takut akan hal yang demikian. Terbukti ada seorang suami yang memiliki istri yang berbuat semena-mena sehingga orang-orang di sekitarnya berkata kepada sang suami : mengapa engkau tidak menceraikannya?. Ia menjawab :

أَخْشَى أَنْ يَتَزَوَّجَهَا مَنْ لَا يَصْبِرُ عَلَيْهَا فَيَتَأَذَّى بِهَا

Aku khawatir (kalau aku menceraikannya) nanti ia dinikahi oleh pria yang tidak mampu bersabar atas perbuatan buruknya sehingga pria itu menderita karenanya. [Ihya Ulumuddin]

Maka seorang pria tidak memiliki kesabaran yang cukup sebaiknya ia mencari calon istri yang lebih rendah levelnya dari dirinya. Ulama berkata :

يَنْبَغِي أَنْ تَكُوْنَ الْمَرْأَةُ دُوْنَ الرَّجُلِ بِأَرْبَعٍ وَإِلَّا اسْتَحْقَرَتْهُ: بِالسِّنِّ، وَالطُّوْلِ، وَالْمَالِ، وَالْحَسَبِ،

Hendaknya istri itu berada dibawah level suami dalam empat perkara. Jika tidak demikian maka istri akan gampang menghinakan suami. 1) Usia, 2) Tinggi badan, 3) Harta, 4) keturunan. [Ihya Ulumuddin]

 

Jadi jika seorang pria menginginkan aman dan tenang dalam rumah tangga ia harus mencari calon istri yang lebih muda usianya dari dirinya. Jika usia keduanya sama maka akan berpotensi istri akan terus mendebat perintah sang suami karena merasa satu level dengannya, apalagi kalau istri lebih senior darinya. Begitu pula tinggi badan haruslah lebih tinggi suami ketimbang istrinya. Jika terbalik maka akan menjadi bahan olok olokan orang yang pada akhirnya istri merasa superior. Demikian pula dalam faktor kelebihan lainnya seperti kekayaan dan nasab (keturunan).

 

Hal ini bukanlah sebuah keniscayaan, namun sebuah kebiasaan yang kemungkinan besar akan terjadi demikian. Namun jika suami atau istri memiliki sifat sabar dan menjadikan khidmah dalam keluarga sebagai ibadah maka hal itu tidaklah akan mengganggu keharmonisan rumah tangga. Dikisahkan oleh Imam ghazali, bahwa terdapat seorang wanita yang terheran-terheran akan perilaku baik suaminya. Iapun bercerita kepada ayahnya: Aku sungguh bingung dengan suamiku. Aku bertahun-tahun hidup di rumahnya, tidaklah aku pergi ke toilet (zaman dahulu) melainkan ia menyiapkan air (mengisikan bak mandi) untukku. [Ihya Ulumuddin] Dan dalam teladan kita ada Siti Fatimah, Seorang putri bernasab tinggi, putri Nabi SAW. Ia setiap hari masak untuk suaminya hingga telapak tangannya kapalan. Demikian pula ada putri dari orang kaya yaitu Asma’ putri Abu Bakar. Ia setiap hari disamping memasak, ia juga mengurus kuda suaminya, bahkan membawa hasil panen di atas kepalanya dari hasil sawah suaminya sejauh 2/3 Farsakh. (1 Farsakh = 5.5 KM x 2/3 = 3.6 KM).

 

Namun demikian boleh bagi seorang pria mencari calon istri yang lebih tinggi levelnya, namun khusus dalam empat hal berikut ini. Apakah itu ? Ulama berkata :

وَأَنْ تَكُوْنَ فَوْقَهُ بِأَرْبَعٍ: بِالْجَمَالِ، وَالْأَدَبِ، وَالْوَرَعِ وَالْخُلُقِ

Dan hendaknya istri berada di atas level suami dalam empat hal yaitu 1) Rupa (cantik), 2) Tatakrama, 3) Wara’ (menjaga dari perkara haram), 4) budi pekerti. [Ihya Ulumuddin]

 

Maka Inti dari keharmonisan rumah tangga adalah faktor agama (takwa) dari masing-masing pasangan. Rasul SAW bersabda :

فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Maka pilihlah wanita karena agamanya niscaya engkau akan beruntung. [HR Bukhari]

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk senantiasa bersabar atas perilaku pasangan kita karena kita sadar bahwa tiada pasangan yang sempurna, pastilah ada kekurang dalam dirinya dan tugas kitalah untuk menyempurnakannya dengan bersabar dan tetap memperlakukannya dengan baik.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Monday, December 18, 2023

RODA KEHIDUPAN

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda :

تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

“Kenalilah Allah di saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu di saat kesulitan”. [HR Al-Hakim]

 

Catatan Alvers

 

Nestapa seorang mantan komedian terkenal yang kini hidupnya tak menentu bahkan terlilit utang. Bak roda berputar, kadang di atas kadang di bawah. Kini nasibnya menyedihkan. Hanya untuk makan saja, dirinya kesusahan sampai ia makan hanya dengan nasi dan kecap tanpa lauk. Ada satu hal yang ia sesali. Bukan saja karena tak ada uang atau tabungan yang tersisa. Ia juga masih menanggung hutang. Ia menyesal karena hobinya foya-foya di masa lalu. itulah kehidupan yang dialami Duy Phuong, artis asal Vietnam. Dahulu, Dalam sehari ia bisa menjadi bintang tamu di puluhan acara di televisi. Ia hidup bergelimang harta, dan dengan mudah membeli rumah dan semua yang ia inginkan. Kini hidupnya menyedihkan, Duy Phuong hanya bisa menangis. Saking terpuruknya, Duy sempat terpikir ingin mati. Namun saat teringat anak-anaknya, Duy Phuong sadar dan enggan membuat mereka hidup terlantar. Duy Phuong akhirnya meminta anak-anaknya hidup dengan sang mantan istri agar tetap terjamin.

 

Kisah pilu ini ditulis di media online dengan judul “Dulu Laris Jadi Komedian Bergelimang Harta,Kini Pria ini Pilu Hanya Bisa Makan Nasi Kecap: Menyesal”. [tribunjatim com] Di Indonesia juga ada kisah pilu yang serupa ditulis dengan judul “Miskin & Dicerai Istri, Artis Sakit-sakitan di Kos, Susah Makan, Minta Dijenguk Anak: 'Ayah Mohon'. Artis ini dahulu adalah Aktir bintang film dan sinetron diantaranya Lupus dan ojek pengkolan. Kini ia jatuh miskin hingga dicerai sang istri. Iapun tinggal di uemah kos, sebatang kara dalam keadaan sakit-sakitan. [tribunjatim com]

 

Sungguh kenyataan yang memilukan. Namun begitulah kehidupan dunia, bagaikan roda yang kadang di atas dan kadang di bawah. Allah SWT berfirman :

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami Pergilirkan di antara manusia. [QS.Ali Imran: 140]

 

Itulah dunia, ia tak lepas dari silih bergantinya malam dan siang, tawa dan tangis, kaya dan miskin, sukses dan gagal. Jika kita mengetahui demikian, maka hendaklah kita tetap waspada dalam kondisi apapun, bahkan ketika berada pada jaya jayanya. Waspada dengan tetap bersyukur, beribadah kepada Allah dan senantiasa meminta pertolongannya. Sebagaimana hadits utama di atas disebutkan : “Kenalilah Allah saat lapang; niscaya Dia akan mengenalimu ketika engkau susah”. [HR Al-Hakim] dan Sayyidina Ali KW berpesan :

الدَّهْرُ يَوْمَانِ يَوْمٌ لَكَ وَيَوْمٌ عَلَيْكَ فَإِذَا كَانَ لَكَ فَلَا تَبْطَرْ وَإِذَا كَانَ عَلَيْكَ فَاصْبِرْ فَبِكِلَيْهِمَا أَنْتَ مُخْتَبِرٌ

Masa itu terdiri dari 2 hari. Hari keberuntunganmu dan hari kerugianmu. Jika engkau sedang berada di hari keberuntunganmu maka janganlah kamu sombong. Dan disaat kau berada di hari kerugianmu maka bersabarlah. Ketahuilah bahwa dengan keduanya engkau menerima ujian. [Al-Basha’ir Wad Dakha’ir]

 

Ya, kita diuji dengan 2 hal tersebut, kaya dan miskin, sukses dan gagal semua itu ujian. Bukan seperti ujaran kebanyakan orang, bahwa ujian hanya pada kemiskinan dan kegagalan saja. Allah SWT berfirman :

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً

“Kami (Allah) akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. [QS Al-Anbiya’ : 35].

 

Untuk mengantisipasi berputarnya roda kehidupan tersebut maka Baginda Rasulullah SAW bersabda :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara, (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) masa hidupmu sebelum datang masa matimu.” [HR Al-Hakim]

 

Dan ketika seseorang terlanjur berada di dalam keterpurukan maka janganlah putus asa, tetaplah mengharap rahmat Allah SWT. Ibnu Athaillah as-Sakandari berkata :

مَعْصِيَةٌ أَوْرَثَتْ ذُلًّا وَافْتِقَارًا خَيْرٌ مِنْ طَاعَةٍ أَوْرَثَتْ عِزًّا وَاسْتِكْبَارًا

“Satu maksiat yang dapat memunculkan kehinaan dan merasa membutuhkan rahmat Allah adalah lebih baik dibandingkan perbuatan taat yang medatangkan perasaan mulia dan sombong”. [Al-Hikam Al-Athaiyyah]

 

Dan tetaplah semangat, karena orang baik itu bukan orang yang tidak pernah bersalah sebab setiap manusia itu pasti pernah melakukan kesalahan. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” [HR Ahmad]

 

Dan ketika seseorang sudah bertaubat dengan sebenar-benarnya maka Allah pasti akan memberikan ampunan-Nya. Lalu tetaplah berdoa, optimislah! karena permintaan iblis saja dikabulkan oleh Allah SWT.

 

Wallahu A’lam Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk senantiasa mensyukuri nikmat-Nya dan bersabar atas segala musibah dan ujian yang menimpa.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

Sunday, December 10, 2023

KATA SAMBUTAN JANGAN TINGALKAN SHALAT

 

KATA SAMBUTAN

BUKU “JANGAN TINGALKAN SHALAT”

 

الحمدُ للهِ الذي جعلَ الصلاةَ عمادَا لهذا الدِّينِ المتين, وكِتَاباً مَوقُوتَاً على عباده المؤمنينَ, وحثَّنا عليها في الذِّكرِ المُبينِ فَقالَ: حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك الحق المبين، وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله النَّاصِحُ الصَّادِقُ الوعد الأمينُ. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد خاتم الانبياء وإمام المرسلين  وعلى آله وأصحابه أجمعين وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. وبعد.

Buku  dengan judul “Jangan Tinggalkan Shalat” merupakan karya terjemah dari Al-Maghfurlah KHM Badruddin Anwar. Buku ini merupakan terjemah dari kitab “Az-Zajr An Tark As-Shalat” karya Syeikh Zayni Dahlan.

Al-Maghfurlah KHM Badruddin Anwar semasa hidupnya sangat concern terhadap urusan shalat terutama shalat berjamaah. Semasa beliau mengasuh santri, beliau sendiri mengabsen para santri yang ikut shalat berjamaah sehingga beliau mengetahui siapa yang ikut shalat berjamaah dan siapa yang tidak.

Tidak berhenti di situ, beliau lalu memberikan punishment kepada para santri yang tidak ikut shalat berjamaah dengan berbagai macam cara seperti memanggil mereka untuk diberikan nasehat dan motivasi, menghukum mereka dengan berdiri, membaca burdah dan lain sebagainya.  

Pemilihan kitab “Az-Zajr An Tark As-Shalat” sebagai karya terjemahan beliau merupakan bukti pendukung bahwa beliau sangat memperhatikan urusan shalat berjamaah. Dan beliau menyatakan harapan dari karya buku terjemah ini yang dinyatakan dalam kata pengantar yaitu agar dapat menjadi pendorong dan pembangkit ke arah istiqomah dalam mendirikan shalat.

Maka dari itu kita pahami secara implisit bahwa dalam pemilihan kitab sebagai karya terjemah bukan atas dasar ketenaran suatu kitab atau kehebatan dan keindahannya namun beliau memilih kitab untuk diterjemah atas dasar dibutuhkannya materi kandungan satu kitab atau “anfa’u” (yang lebih bermanfaat) dan atas dasar bantu membantu (Ta’awanu alal birri wat taqwa) sebagaimana beliau tegaskan dalam kata pengantar.

Dengan demikian seakan-akan beliau mengingatkan kepada kita bahwa yang orang terbaik bukanlah orang yang memiliki jabatan tinggi, sawah yang luas, rekening dengan sederet digit ataupun prestasi yang wah, namun ia adalah “Anfa’uhum Lin Nas” orang yang paling banyak memberikan manfaat kepada sesama. Dan dengan niatan menolong maka beliau mengajarkan agar dalam setiap aktifitas yang kita kerjakan agar senantiasa diniati untuk menolong orang lain agar kita mendapat pertolongan dari Allah SWT “Wallahu Fi Awnil Abdi Ma Kanal Abdu Fi Awni Akhihi”.

Dengan memahami latar belakang ini maka kita tidak lagi memandang karya terjemah ini sebagai karya kitab yang kecil namun sebaliknya kita akan memahami bahwa dibalik buku yang kecil ini ada niat yang besar dan mulia dari beliau sebagaimana hadits Nabi SAW menyatakan bahwa satu amal itu tergantung kepada niatnya.

Selanjutnya kami memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada tim dan semua yang berpastisipasi dalam penerbitan ulang buku terjemah yang disertai dengan kitab asal serta tahqiqnya. Semoga hal ini menjadi suatu usaha mulia yang bisa menghidupkan kembali ruh dan nilai-nilai teladan yang telah diajarkan oleh Al-Maghfurlah KHM Badruddin di masyarakat pada umumnya dan kalangan para santri pada khususnya.

Semoga ini semua menjadi “ilmin yuntafa’u bih” yang akan terus mengalir pahalanya kepada semua yang turut andil dalam penerbitan buku ini terutama kepada Al-Maghfurlah KHM Badruddin dan Syeikh Zayni Dahlan. Amin.

Bululawang, 11 Desember 2023

 

Dr.H.Fathul Bari, SS.,M.Ag