إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ

"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain." [HR Muslim]

أَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا : مَنْ لاَ يَرَى قَدْرَهُ ، وَأَكْبَرُ النَّاسِ فَضْلاً : مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah melihat kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah melihat kemuliannya (merasa mulia).” [Syu’abul Iman]

الإخلاص فقد رؤية الإخلاص، فإن من شاهد في إخلاصه الإخلاص فقد احتاج إخلاصه إلى إخلاص

"Ikhlas itu tidak merasa ikhlas. Orang yang menetapkan keikhlasan dalam amal perbuatannya maka keihklasannya tersebut masih butuh keikhlasan (karena kurang ikhlas)." [Ihya’ Ulumuddin]

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [HR Muslim]

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”[HR Ahmad]

Monday, April 24, 2017

MADINAH FULL BAROKAH


*ONE DAY ONE HADITH*

Dari sayyidah Aisyah RA, Rasul saw
bersabda :

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّة أَو أَشَدَّ

"Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kecintaan kami kepada Mekah atau lebih" (HR Al-Bukhari)

_Catatan Alvers_

Maha Suci Allah yang telah menjadikan sebagian hari, malam dan bulan tertentu lebih utama dari yang lainnya. Begitu pula Allah telah memilih lokasi-lokasi yang lebih utama dan diberkahi. Allah swt berfirman :

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)" [QS Al-Qashash : 68]

Salah satu tempat yang terpilih dan penuh berkah adalah kota madinah dimana kami menulis artikel odoh kali ini. Alhamdulillah tempat yang penuh berkah berkat doa dari baginda Nabi SAW:

الَّلهُمَّ اجْعَلْ بِالمَدِيْنَةِ ضِعْفَيْ مَاجَعَلْتَ بِمَكَّةَ مِنَ البَرَكَةِ
Ya Allah ! Jadikanlah keberkahan kota Madinah berlipat dari keberkahan yang engkau jadikan di Makkah.[ HR Bukhari dan Muslim]

Bahkan  Makanan dan minumannya juga dijadikan berkah, Nabi saw bersabda :

اللَّهُمَّ بَارك لنا فِي صَاعِنَا، اللَّهُمَّ بَارك لنا فِي مُدِّنَا
"Ya Allah berilah keberkahan bagi kami di so' (alat pengukur makanan) kami dan juga di mud kami" [HR Muslim]

An-Nawawi rahimahullah berkata, "Yang dzahir bahwasanya keberkahan diperoleh di setiap alat pengukur (makanan) dimana satu mud di kota Madinah cukup bagi seorang yang kalau ditempat lain maka satu mud tersebut tidak mencukupinya. Dan ini adalah perkara yang dirasakan bagi orang yang tinggal di kota Madinah"[syarah Muslim]

Tidak ketinggalan, Buah-buahannya juga penuh berkah, Nabi saw bersabda :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا
"Ya Allah berkahilah kami pada buah-buahan kami" [HR Muslim]

Utamanya kurma 'ajwah, Rasul saw bersabda.

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ
“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir” [HR Bukhari]

Al- Imam Al-Khathabi berkata : “Kurma Ajwah bermanfaat untuk mencegah racun dan sihir dikarenakan do’a keberkahan dari Rasulullah saq terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri” [Fathul Bari]

Imam Nawawi menyebutkan, asal makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi”. Berkah memiliki dua arti: (1) tumbuh, berkembang, atau bertambah; dan (2) kebaikan yang berkesinambungan. [Syarah Shahih Muslim]

Karena mulianya kota Madinah maka ia memiliki banyak nama, Nabi saw menamakannya Al-Madinah, Thoybah, Rasulullah saw bersabda :

إنها طيبةٌ تَنْفِي الذُّنوبَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خبث الفِضَّة
"Sesungguhnya Madinah adalah Thoybah, ia menghilangkan dosa-dosa sebagaimana api yang menghilangkan kotoran-kotoran perak" [HR Bukhari]

Dinamakan pula dengan Thobah, dan yang lebih spesial Allah menyebutnya dengan Ad-Dar wal Al-Iman karena dari sinilah Iman muncul dan ia akan kembali, Rasulullah saw bersabda :

إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِيْنَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا
"Sesungguhnya iman itu akan kembali ke Madinah sebagaimana ular akan kembali ke lobangnya" [HR Al-Bukhari dan Muslim]

Kemuliaan tidak hanya tertentu pada masjid nabawi saja, namun Allah menjadikan daerah sekitar masjid Nabawi sebagai tanah haram. Nabi saw bersabda :

وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ
"Sesungguhnya aku telah menjadikan Madinah sebagai tanah suci/haram sebagaimana Ibrahim menjadikan Mekah sebagai tanah haram" [HR Muslim]

Madinah juga merupakan kota yang aman untuk menegakkan syi'ar-syi'ar Islam, Nabi saw bersabda :

إِنَّهَا حَرَمٌ آمِنٌ
"Sesungguhnya Madinah adalah tanah haram (suci) yang aman" [HR Muslim]

Maka tidak boleh diangkat senjata untuk memerangi, dan tidak boleh ditumpahkan darah kecuali dalam rangka mendirikan hukuman qishas dan hukuman had. Hewan buruan di kota Madinah aman tidak boleh diburu, dan pepohonannya tidak boleh ditebang, dan barangsiapa yang menaungi pelaku kejahatan maka ia akan mendapatkan laknat Allah.

Madinah menjadi kota yang aman tidak hanya karena dipenuhi oleh satuan pengaman haji dan umrah namun lebih dari itu Rasul saw menjelaskan :

وَإِنَّ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَائِكَةٌ يَحْرُسُوْنَهَا
"Sesungguhnya di setiap jalan kota Madinah ada para malaikat yang menjaganya" [HR Bukhari dan Muslim]

Kota madinah juga aman dari wabah penyakit yang dahulu pernah melanda sebelum hijrah.
Nabi berdoa :

اللَهُمَّ صَحِّحْهَا
"Ya Allah sehatkanlah kota Madinah" [HR Ahmad]

Di Madinah, semua orang harus berniat baik sebab Nabi saw bersabda :

لاَ يَكِيْدُ أَهْلَ الْمَدِينَة أحدٌ إِلَّا انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ الْمِلْحُ فِي المَاءِ
"Tidaklah seorangpun yang berencana buruk kepada penduduk kota Madinah kecuali ia akan lebur sebagaimana garam yang lebur di air" [HR Bukhari]

Begitu amannya kota ini hingga dajjalpun tidak bisa memasukinya. Nabi saw bersabda :

يَأْتِي الدَّجَّال وَهُوَ محرمٌ عَلَيْهِ أَن يدْخل نقاب الْمَدِينَة
"Dajjal datang namun kota Madinah namun Dajjal diharamkan untuk masuk jalan-jalan kota Madinah" [HR Bukhari]

Maka berkunjung ke kota Madinah merupakan tempat yang terbaik. Nabi saw bersabda :

يَأْتِي على النَّاس زمانٌ يَدْعُو الرجلُ ابْنَ عَمِّهِ وَقَرِيْبَهُ: هَلُمَّ إِلَى الرخَاء، هَلُمَّ إِلَى الرخَاء، وَالْمَدينَة خيرٌ لَهُم لَو كَانَ يعلمُونَ
"Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana seseorang menyeru sepupunya dan kerabatnya : "Pergilah ke kehidupan yang makmur, pergilah ke kehidupan yang makmur". Padahal kota Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui" [HR Muslim]

Kendatipun demikian ketidaknyamanan pastilah ada dimanapun tak terkecuali kota madinah. Namun bedanya Rasul saw bersabda,

مَنْ صَبَرَ عَلَى لَأْوَائِهَا، كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Siapa bersabar dengan  kesukaran di Madinah, maka aku akan memberi syafa'at atau menjadi saksi untuknya pada hari Kiamat." [HR. Muslim]

Dan puncaknya madinah adalah tempat terbaik untuk meninggal dunia. Rasul saw bersabda:

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَمُوْتَ بِالْمَدِيْنَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لَهُ أَوْ أَشْهَدُ لَهُ
"Barangsiapa diantara kalian yang mampu wafat di Madinah maka hendaknya ia wafat di Madinah, karena sesungguhnya aku memberi syafa'at baginya atau menjadi saksi baginya" [HR An-Nasai]

Subhanallah, kota satu ini sungguh luat biasa full barokahnya. Sungguh beruntung orang yang mengunjunginya. Wallahu A'lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk mendapatkan keberkahan waktu dan tempat termasuk dapat berkunjung ke kota madinah.

Madinah, 24 April 2017

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari Alvers
PP Annur2.net Malang, Ind

Temukan Artikel terbaik Lainnya dalam
BUKU ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits Sistem SPA
(Singkat, Padat, Akurat)
Buku Serial #1 dan #2
Harga Promo, hub.: 081216742626

*UMRAH PLUS TURKI* 12 hari Langsung Madinah 8 Mei 2017 pullman Zam Zam / Ilyas silver/Istanbul : hotel bintang 5 Hanya Rp. 25,9 Juta. WA : 08125214321

Tuesday, April 18, 2017

MENJENGUK VS DIJENGUK

🇦 🇱 🇻 🇪 🇷 🇸

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul ﷺ bersabda :
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ
Hak orang muslim atas orang muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakannya ketika bersin. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Pernahkah anda sakit? Dan pernahkah anda menjenguk orang yang sakit? Ya, keduanya saling terkait. Seseorang seringkali merasa sibuk dengan pekerjaan dan urusannya sehingga tidak sempat untuk menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Saya punya prinsip “Serepot-repotnya orang yang membesuk ketahuilah lebih repot lagi orang yang dijenguk (orang yang sakit)”. Jika sedang malas atau kesibukan melanda menghalangi anda dari menjenguk orang sakit maka katakan kepada diri anda “pilih mana kau ini, menjadi orang yang sakit ataukah orang yang menjenguk orang sakit?”

Monday, April 17, 2017

TIGA DOSA BESAR




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar RA, bahwa Rasulullah bersabda:
إِنَّ أَعْظَمَ الذُّنُوْبِ عِنْدَ اللهِ رَجُلٌ تَزَوَّجَ امْرَأَةً، فَلَمَّا قَضَـى حَـاجَتَهُ مِنْهَا طَلَّقَهَا، وَذَهَبَ بِمَهْرِهَـا، وَرَجُلٌ يَسْتَعْمِلَ رَجُلاً فَذَهَبَ بِأُجْرَتِهِ، وَآخَرَ يَقْتُلُ دَابَّةً عَبَثًا.
“Dosa paling besar di sisi Allah ialah orang yang menikahi wanita lalu ketika telah menyelesaikan hajatnya darinya, maka dia menceraikannya dan pergi dengan membawa maharnya, orang yang mempekerjakan seseorang lalu pergi dengan membawa upahnya dan seorang yang membunuh binatang dengan sia-sia.”[HR Al-Hakim]

Catatan Alvers

Merupakan satu dari tiga dosa paling besar di sisi Allah yang  disebutkan di atas adalah seorang suami yangtidak membayar mahar pernikahannya baik seluruhnya atau sebagiannya. Tepatnya disebutkan pada hadits utama di atas, orang yang menikahi wanita lalu ketika telah menyelesaikan hajatnya darinya, maka dia menceraikannya dan pergi dengan membawa maharnya.

Sunday, April 16, 2017

MASKAWIN BAROKAH



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ أَعْظَمَ النِّكَاحِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُ مَئُوْنَةً
 “Nikah yang paling besar berkahnya yaitu yang paling ringan maharnya”. [HR. Ahmad]

Catatan Alvers

Pernahkah anda mendengar maskawin termahal dunia?. Seorang pria asal Putian, Provinsi Fujian, dikabarkan pada tahun 2016 memberikan mahar perkawinan yang fantastis berupa uang senilai 100 juta yuan (setara Rp 205,2 miliar), ditambah sebuah pesawat jet pribadi, dan kado perkawinan seharga enam juta yuan atau setara Rp 12,3 miliar. [Merdeka com]

Friday, April 14, 2017

MOHON NAFKAH LAHIR BATHIN




*ONE DAY ONE HADITH*

Diriwayatkan dari Mu’awiyah al-Qusyairi RA, dia bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah hak isteri salah seorang dari kami yang menjadi kewajiban suaminya?” Beliau bersabda :
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ أَوْ اكْتَسَبْتَ وَلَا تَضْرِبْ الْوَجْهَ وَلَا تُقَبِّحْ وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْتِ
”Engkau memberi makan kepadanya, jika engkau makan. Engkau memberi pakaian kepadanya, jika engkau berpakaian. Janganlah engkau pukul wajahnya, janganlah engkau memburukkannya, dan janganlah engkau meninggalkannya kecuali di dalam rumah”. [HR Abu Dawud]

_Catatan Alvers_

Membangun keluarga sakinah tidak dipungkiri dari kebutuhan materi utamanya kebutuhan yang bersifat primer sehari-hari seperti sandang pangan papan. Allah SWT mendesain pria sebagai pimpinan atau kepala rumah tangga dan wanita sebagai anggota yang wajib mentaati pemimpinnya. Sesuai keutamaan yang diberikan kepada suami, maka di sisi lain suami wajib memberi nafkah kepada istrinya. Inilah ajaran agama yang seimbang antara hak dan kewajiban. Allah SWT berfirman:
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.[QS al-Baqarah:228]

Tuesday, April 11, 2017

LIDAH TAK BERTULANG




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Sungguh seseorang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkannya, ternyata perkataan itu dapat menjerumuskannya ke neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dan barat [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Suatu ketika sahabat Muadz bin Jabal RA bertanya pada tentang amal yang bisa memasukkannya ke surga dan menjauhkannya dari api neraka. Rasul menjawab dan di ujung hadits yang menjelaskan, “Tidakkah engkau mau aku beritahu tentang sesuatu yang sangat menentukan itu semua?” Rasul lalu memegang lisannya dan mengatakan, “peliharalah ini.” Mu’adz kemudian mengatakan,
يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ
“Ya Nabi Allah, apakah kita kan dihukum dengan apa yang akan kita katakan?” beliau menjawab,
ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يُكِبُّ النَّاسَ عَلَى وُجُوهِهِمْ فِي النَّارِ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Sungguh mengherankan akan pertanyaanmu Wahai Mu’adz , Tiadalah seseorang akan dijebloskan ke neraka di atas wajah wajah mereka, melainkan karena apa yang keluar dari lisannya“ [HR. Ibnu Majah].