Saturday, February 21, 2026

INDUKNYA KITAB SUCI

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW Bersabda :

أُمُّ الْقُرْآنِ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ

Ummul Qur’an itu adalah as-Sab‘ul-Matsani, dan (sebagian dari) Al-Qur’an yang agung.” [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Sering kita dengar imam memandu jama’ah untuk membaca surat fatihah seperti sehabis shalat, dalam acara tahlil bahkan dalam pembukaan setiap acara kita mendengar seruan “Al-Fatihah”. Sering juga al-Fatihah dibaca untuk tercapainya satu hajat baik yang disebutkan secara spesifik maupun tidak. Ada apa dengan fatihah? Kenapa tidak diserukan dengan surat lain dari 114 Surat dalam Al-Qur’an?

 

Surat Al-Fatihah itu dahsyatnya luar biasa. Kenapa? karena ia adalah “Ummul Qur’an” induk dari kitab suci Al-Qur’an. Dalam hadits utama disebutkan : Ummul Qur’an itu adalah as-Sab‘ul-Matsani, dan (sebagian dari) Al-Qur’an yang agung.” [HR Bukhari]

 

Ibnu Hajar Al-Asqalani mensyarahi : Lafad “Al-Qur’an Al-Qadzim” pada hadits tersebut bukan athaf kepada “As-Sab’ul Matsani” karena Fatihah itu bukanlah Al-Qur’an itu sendiri secara keseluruhan. Boleh mengucapkan Al-Qur’an untuk merujuk kepada surat fatihah karena fatihah itu bagian dari Al-Qur’an tetapi bukan Al-Qur’an itu sendiri secara keseluruhan… “At-Thabari meriwayatkan dengan dua sanad yang baik dari Umar kemudian dari Ali bahwa “al-Sab‘ul-Matsani (Tujuh ayat yang diulang-ulang) adalah Fatihatul Kitab (pembuka Al-Quran Yakni Al-Fatihah)”. Dalam riwayat Umar ada tambahan : “karena ia (Fatihah) itu diulang-ulang (pembacaannya) dalam setiap rakaat.” ... Satu ketika Ibn Abbas membaca al-Fatihah lalu berkata : “Itu adalah Fatihatul Kitab, dan Bismillahir Rahmanir Rahim adalah ayat yang ketujuh.” [Fathul Bari]

 

Tiada surat yang sedahsyat Fatihah. Diriwayatkan dari ubay Bin Ka’b RA, Rasul SAW bersabda :

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ مِثْلَ أُمِّ الْقُرْآنِ وَهِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَهِيَ مَقْسُومَةٌ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

“Allah tidak menurunkan dalam Taurat maupun Injil sesuatu yang serupa dengan Ummul Qur’an (al-Fatihah). Ia adalah as-Sab‘ul-Matsani, dan ia terbagi antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.” [HR Tirmidzi]

 

Mengapa Al-Fatihah disebut dengan induknya Al-Qur’an? Imam Suyuthi berkata: Para ulama berbeda pendapat mengapa fatihah dinamakan dengan Ummul Qur’an. Ada yang mengatakan karena ia ditulis pertama kali dalam mushaf dan dibaca ketika shalat sebelum membaca surah (yang lain)…Ada juga pendapat: karena ‘umm’ itu artinya permulaan, sebagaimana ibu adalah permulaan anak. Al-Mawardi berkata: dinamakan demikian karena ia mendahului dan (surat-surat) yang lain mengikuti setelahnya. Ada pula yang mengatakan bahwa

أُمُّ الشَّيْءِ أَصْلُهُ، وَهِيَ أَصْلُ القُرْآنِ لانْطِوَائِهَا عَلَى جَمِيعِ أَغْرَاضِ القُرْآنِ وَمَا فِيهِ مِنَ العُلُومِ وَالحِكَمِ

‘umm’ berarti asal, dan al-Fatihah adalah asal al-Qur’an karena mencakup seluruh maksud al-Qur’an, ilmu-ilmu, dan hikmah-hikmahnya.” [Al-Itqan Fi Ulumil Qur’an]

 

Pendapat terakhir ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh Abu Bakar syatha : “Diriwayatkan bahwa kitab-kitab suci yang diturunkan dari langit ke bumi berjumlah 104 kitab : 60 kepada Syits diturunkan, 30 kepada Ibrahim, 10 kepada Musa sebelum Taurat, kemudian Taurat, Injil, Zabur, dan Furqan (al-Qur’an).

وَأَنَّ مَعَانِيَ كُلِّ الكُتُبِ مَجْمُوعَةٌ فِي القُرْآنِ، وَمَعَانِيهِ مَجْمُوعَةٌ فِي الفَاتِحَةِ، وَلِهَذَا سُمِّيَتْ أُمَّ الكِتَابِ

Dan sesungguhnya makna dari semua kitab itu terkumpul dalam al-Qur’an, sedangkan makna dari al-Qur’an terkumpul dalam al-Fatihah. Oleh karena itu al-Fatihah dinamakan Umm al-Kitab (induknya Qur’an).” [I’anatut Thalibin]

 

Surat fatihah sebagai induk dari Al-Qur’an memiliki keutamaan. Diantaranya adalah sebagai sarana mencapai hajat bagi seseorang. Abu Hurairah RA berkata "Bacalah Ummul Qur'an dalam dirimu, karena aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Allah berfirman :

 

قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

"Aku membagi shalat antara Aku dengan hambaKu, dan hambaku mendapatkan sesuatu yang dia minta”.

 

“Apabila seorang hamba berkata : “Alhamdulillahi rabbil Alamin” (Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam). Maka Allah berfirman : 'HambaKu memujiKu.' Apabila ia mengucapkan, “Ar-rahmanir rahim” (Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang).' Allah berfirman : 'HambaKu memujiKu.' Apabila ia mengucapkan, “Maliki Yaumid din” (Pemilik hari kiamat). Allah berfirman : 'HambaKu memujiku. HambaKu menyerahkan urusannya kepadaKu.' Apabila ia mengucapkan, “Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’in” (Hanya kepadaMulah aku menyembah dan hanya kepadaMulah aku memohon pertolongan).' Allah berfirman: 'Ini adalah antara Aku dengan hambaKu. Dan hambaKu mendapatkan sesuatu yang dia minta'. Apabila hamba tersebut mengucapkan, “Ihdinas Shirathal Mustaqim Shirathal ladzina an’amta Alayhim Ghairil Magdlubi Alayhim walad Dhallin” ('Berilah kami petunjuk jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri ni kmat atas mereka, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula orang-orang yang sesat). Allah berfirman : 'Ini untuk hambaKu, dan hambaKu mendapatkan sesuatu yang dia minta'." [HR Muslim]

 

Dan ulama Darul Ifta Mesir berkata : Dengan hadits ini, sebagian ulama berhujjah bahwa :

مَا قَرَأَ أَحَدٌ الفَاتِحَةَ لِقَضَاءِ حَاجَةٍ وَسَأَلَ حَاجَتَهُ إِلَّا قُضِيَتْ

“Tidaklah seseorang membaca al-Fatihah untuk suatu hajat, lalu ia memohon hajatnya, melainkan hajat itu akan dipenuhi.” [dar-alifta org]

Disamping induknya Qur’an, Al-Fatihah juga menjadi Surat paling agung. Abu Sa’id Rafi’ bin Al-Mu’alla radhiyallahu ‘anhu berkata : ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan,

لأُعَلِّمَنَّكَ أعْظَمَ سُورَةٍ في القُرْآنِ

‘Aku akan mengajarkanmu surah yang paling agung dalam Al-Qur’an?’

Beliau menjawab, ‘Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin (surah Al-Fatihah), itu adalah as-sab’ul matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang), dan Al-Qur’an Al-‘Adzim (Al-Qur’an yang agung) yang telah diberikan kepadaku.” [HR Bukhari]

 

Sebagai induk dari Qur’an, Al-Fatihah memiliki cara yang unik ketika diturunkan. Ibnu Abbas RA berkata : Ketika malaikat Jibril sedang duduk di samping Nabi SAW tiba-tiba ia mendengar suara pintu dibuka dari arah atas kepala. Lalu malaikat Jibril berkata: "Itu adalah suara salah satu pintu langit yang dibuka, sebelumnya ia belum pernah dibuka sama sekali kecuali pada hari ini." Lalu keluarlah daripadanya malaikat. Jibril berkata: "Ini adalah malaikat yang hendak turun ke bumi, sebelumnya ia belum pernah turun ke bumi sama sekali kecuali pada hari ini saja." Lalu ia memberi salam dan berkata: "Bergembiralah atas dua cahaya yang diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seorang Nabipun sebelummu, yaitu pembuka Al-Kitab (surat Fatihah) dan penutup surat Al Baqarah”.

لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ

“Tidaklah kamu membaca satu huruf dari kedua surat itu kecuali pasti akan diberikan kepadamu."  [HR Muslim]

 

Ada keterangan menarik dari Syekh Ismail Haqqi al-Burusawi : “Syekh al-Akbar (Ibnu ‘Arabi) dalam al-Futuhat berkata: Ketika engkau membaca al-Fatihah, maka Jibril AS menyampaikan dari Mikail AS, dari Israfil AS, bahwa Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai Israfil, demi keperkasaan-Ku, keagungan-Ku, kemurahan-Ku, dan kedermawanan-Ku,

مَنْ قَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مُتَّصِلَةً بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ مَرَّةً وَاحِدَةً

“Barangsiapa membaca Bismillahir Rahmanir Rahim dengan disambungkan dengan al-Fatihah sekali saja”,

“maka saksikanlah bahwa Aku telah mengampuninya, menerima amal baiknya, mengampuni kesalahannya, tidak akan membakar lidahnya dengan api, melindunginya dari siksa kubur, siksa neraka, siksa hari kiamat, dan dari ketakutan yang besar. Ia akan berjumpa dengan-Ku sebelum para nabi dan para wali seluruhnya.’” [Ruhul Bayan fi Tafsir al-Qur’an]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk senantiasa membaca Al-Quran dan  merenungkan maknanya serta melaksanakan isinya, termasuk surat al-Fatihah yang merupakan induk dari al-Quran.

 

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

0 komentar:

Post a Comment