Tuesday, February 17, 2026

MARHABAN YA RAMADHAN

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari ِAbu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ

“Sungguh telah datang kepada kalian bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah” [HR Ahmad]

 

Catatan Alvers

 

Menjelang datangnya bulan ramadhan, ada orang yang susah dan ada juga yang bahagia. Ada orang badannya besar berotot namun ketika mendengar ramadhan akan datang maka ia tepok jidat, “Mati aku!” katanya. Ia adalah seorang kuli angkut tebu di mana di siang hari dalam keadaan lapar ia harus mengangkat beban berat. Iapun susah membayangkan ramadhan tiba.

 

Namun banyak juga yang senang dengan datangnya ramadhan. Anak kecil senang dengan datangnya ramadhan karena di bulan ramadhan banyak makanan. Pemuda-pemuda juga senang karena bisa begadang bermain semalaman sampai subuh. Pedagang juga senang karena dagangannya bisa laris hingga cuci gudang. Akan tetapi bukan senang seperti ini yang rasakan orang yang beriman. Orang-orang yang dipanggil oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa...” [QS Al-Baqarah : 183]

 

Dan Rasul juga memberikan kabar gembira dengan datangnya ramadhan. Abu Hurairah RA berkata :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ...

“Rasul SAW bersabda dengan memberi kabar gembira kepada para sahabatnya : Sungguh telah datang kepada kalian bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah” [HR Ahmad]

 

Untuk menggambarkan kebahagiaan mereka, saya teringat dengan lagu yang dipopulerkan oleh Opick yang banyak diputar ketika menjelang datangnya bulan ramadhan. “Ramadan tiba, Ramadan tiba, Marhaban Ya Ramadan, Marhaban Ya Ramadan... Ramadan tiba, semua bahagia. Tua dan muda bersukacita”

 

Mereka bahagia karena telah menanti-nantikan kedatangannya sebagaimana para sahabat dahulu demikian. Mu’alla bin Al-Fadhl (tabi’it tabi’in) berkata :

كَانُوا يَدْعُونَ اللهَ تَعَالَى سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُم رَمَضَانَ، وَيَدْعُونَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ.

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” [Lathaif Al-Ma’arif]

 

Mereka bahagia karena mereka tahu bahwa bulan ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Dalam lirik disebutkan : “Bulan ampunan, bulan yang berkah

Bulan terbebas api neraka”

 

Bulan ramadhan adalah bulan ampunan. Ya, hal itu seperti sabda Rasul SAW :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu [HR Bukhari]

 

Bulan ramadhan adalah bulan yang berkah. Rasul SAW memberikan ceramah kepada para sahabat di akhir bulan Sya’ban. Beliau Bersabda sebagaimana hadits utama : “Sungguh telah datang kepada kalian bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah” [HR Ahmad]

 

Dan Bulan ramadhan adalah bulan pembebasan dari api neraka. Rasul SAW bersabda :

وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

"(Dan pada bulan ramadhan) Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, dan itu setiap malam" [HR Tirmidzi]

 

Dalam lirik disebutkan : “Andaikan saja Ramadan semua. Bulan yang tiba, bulan yang ada. Kar'na besarnya setiap pahala. Yang dijanjikan kepada kita”

 

Bulan ramadhan adalah bulan dimana kebaikan gandakan 70 kali lipat. Rasul SAW bersabda :

مَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيهِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ

Barang siapa yang menunaikan perkara wajib di bulan Ramadhan, maka ia seperti orang yang mengerjakan 70 kali perkara wajib di bulan yang lain. [HR Al-Baihaqi]

 

Orang yang mengerti hal ini pastilah ia berandai-andai seandainya sepanjang tahun adalah ramadhan. Jadi statement ini tidak perlu dukungan dari hadits semisal : Seandainya orang-orang tahu betapa besarnya pahal di bulan ramadhan biscaya ummatku menginginkan ramadhan sepanjang tahun. Karena hadits ini menurut Imam Suyuthi adalah palsu. [Al-La’ali Al-Mashnu’ah]

 

Dalam lirik disebutkan : “Dalam bersahur ada pahala. Dalam berbuka alangkah indah.” Dalam bersahur ada pahala. Ya benar, makan sahur saja berpahala. Nabi SAW bersabda : Makan sahur adalah barokah maka janganlah kalian meninggalkannya walau dengan minum seteguk air

فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

karena Allah Azza wa Jalla dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur. [HR Ahmad]

 

Dalam berbuka alangkah indah. Ya benar, berbuka puasa mendatangkan kebahagiaan tersendiri. Rasul SAW bersabda :

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu bahagia ketika berbuka dan bahagia ketika bertemu tuhannya. [HR Muslim]

 

Dalam lirik disebutkan : “Menahan diri, menahan lidah. Menjaga hati, menjaga mata. Banyakkan amal hari-harinya. Pahala datang berlipat ganda. Berlomba-lomba untuk ibadah. Dunia bahagia, surga nantinya.”

 

Ya demikianlah puasa. Ia tidak hanya untuk menahan lapar dan dahaga akan tetapi juga menahan emosi, perkataan kotor bahkan menjaga hati.  Rasul SAW mengingatkan hal ini dalam sabda-Nya :

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ

"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar saja". [HR Ibnu Majah]

 

Dalam lirik disebutkan : “Dunia bahagia, surga nantinya.” Orang yang berpuasa akan masuk surga bahkan disediakan pintu khusus. Rasul SAW bersabda :

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ

"Di surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, yang mana pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa masuk surga lewat pintu tersebut. Tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali orang-orang yang berpuasa. [HR Bukhari]

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk gembira menyambut datangnya bulan Ramadhan dan bisa bersemangat untuk memperbanyak ibadah di dalam bulan yang bertabur pahala dan ampunan tersebut.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’] 

0 komentar:

Post a Comment