Monday, November 7, 2016

BANTULAH “AHOK”


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasul SAW bersabda :
انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنْ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ
Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim atau yang dizalimi maka seseorang bertanya : Wahai Rasul SAW aku akan menolongnya tatkala ia didzalimi lantas bagaimana aku menolongnya jika ia berbuat dzalim?. Rasul SAW menjawab : Engkau cegah dia dari perbuatan dzalimnya, itulah arti menolong saudaramu yang berbuat dzalim. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Akhir-akhir ini beredar buku saku, 7 Dalil Umat Islam DKI dalam memilih Gubernur yang diterbitkan oleh relawan nusantra. Dalam kata pengantarnya disebutkan hadits di atas dengan penjelasan bahwa wajib hukumnya menolong ahok baik ia berbuat dzalim atau didzalimi, karena ahok bukan berasal dari bahasa cina tapi dari bahasa arab (Akha-ka) yang artinya saudaramu.

Ulasan ini tidaklah bermaksud masuk ke ranah politik, namun sekedar pengantar judul odoh kali ini sehingga dalam uraian selanjutnya kami akan menafikan kata ahok yang diplesetkan tadi.

Kata dzalim berasal dari bahasa arab, Ia adalah derivasi dari kata dzulm. Secara bahasa, kata dzulm berarti menaruh sesuatu bukan pada tempatnya. Adapun secara syariat, Al-Jurjani mendefinisikannya dengan :
عبارة عن التعدي عن الحق إلى الباطل، وهو الجور
Suatu ungkapan dari perbuatan yang melampaui batas kebenaran menuju kebathilan. [Al-Ta’rifat]
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata dzalim diartikan dengan menindas; menganiaya; berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain. [Web KBBI]

Kedzaliman ditinjau dari sasarannya terbagi menjadi tiga jenis.

(A) Kedzaliman seseorang kepada Allah.
Kedzaliman jenis ini adalah yang terbesar. Termasuk dalam kategori ini adalah kufur (mengingkari Allah), syirik (menyekutukan Allah). Allah SWT berfirman:
يَابُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Wahai anakku, Janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” [QS Luqman: 13]

(B) Kedzaliman seseorang terhadap dirinya sendiri.
Allah SWT berfirman : “ …Lalu di antara mereka ada yang menganiaya (mendzalimi) diri mereka sendiri … ” [QS Fathir : 32]
Hal ini terjadi dengan melakukan hal-hal yang dilarang Allah yang pada hakikatnya akan merusak dirinya sendiri seperti mencari harta dengan jalan yang haram, meminum-minuman keras, berjudi, berzina, Narkoba dan lain lainnya. Allah SWT berfirman :

(C) Kedzaliman seseorang kepada Saudaranya.
Syeikh Syamsuddin Al-Dzahabi membagi perbuatan dzalim menjadi tiga yaitu: (1) Mengambil harta orang lain tanpa hak (2) Membunuh, Menganiaya, Memukul atau melukai orang lain (3) Mengumpat, melaknat, menuduh zina dll. [Al-Kaba’ir]

Semua jenis pebuatan dzalim di atas adalah hal yang terlarang. Allah SWT dalam hadits qudsy berfiman :
يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا يَا عِبَادِي
 “Wahai hamba-Ku! Sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Maka, janganlah kalian saling menzhalimi. [HR Muslim]

Dalam hadits utama di atas Rasul Saw memerintahkan kita untuk menolong saudara yang berbuat dzalim atau yang dizalimi. Rasul SAW menjanjikan pahala besar bagi siapa saja yang mau menolongnya. Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengemukakan sebuah hadits:
من فرج عن مؤمن مغموم أو أعان مظلوما غفر الله له ثلاثا وسبعين مغفرة
Barang siapa yang membantu orang mukmin yang sedang tertimpa kesusahan atau menolong orang yang didzalimi maka Allah memberikan 73 ampunan-Nya kepada orang tersebut. [HR Al-Khara’ithi dalam Makarim al-Akhlak]

Dalam lanjutan hadits utama di atas Rasul Saw menjelaskan bagaimana menolong orang yang berbuat dzalim. Rasul SAW bersabda : Engkau cegah dia dari perbuatan dzalimnya [HR Bukhari]

Dalam satu kasus, orang yang hendak mencegah kedzaliman boleh jadi merasa tidak enak hati dengan orang yang didzalimi jika pelaku kedzaliman masih ada hubungan kekerabatan dengannya. Namun ingatlah bahawa kedzaliman tetaplah kedzaliman. Kedzaliman itu bisa berasal dari mana saja, tidak hanya orang yang musuh atau orang yang jauh namun bisa jadi bersumber dari orang-orang terdekat bahkan tak disangka-sangka. Ingatkah anda bahwa Nabi Yusuf AS justru didzalimi oleh saudaranya (kandung) sendiri. Nabi Nuh As oleh anaknya, Nabi Luth oleh istrinya bahkan Nabi Muhammad SAW didzalimi oleh pamannya sendiri yaitu Abu Lahab bin Abdul Muttalib. Maka cegahlah pelaku kedzaliman, siapapun dia dengan satu cara yang bisa menghentikannya.

Alternatif menghentikan kedzaliman seseorang adalah dengan cara tidak lagi memuliakannya. Karena memuliakan seseorang yang dzalim akan menambah kedzaliman yang dilakukannya. Abu at-Thayyib Al-Mutanabby menjelaskan hal ini dalam sya’irnya :
إِذَا أَنْتَ أَكْرَمْتَ الكَرِيْمَ مَلَكْتَه  وَإِنْ أَنْتَ أَكْرَمْتَ اللَّئِيمَ تَمرَّدَاً
فَوَضْعُ النَّدَى فِي مَوْضِعِ السَّيفِ بالعُلا مُضِرٌّ كَوَضْعِ السَّيْفِ فِي مَوْضِعِ النَّدَى
Jika kamu memuliakan orang mulia maka kamu bisa memilikinya (karena ia merasa berhutang budi padamu) Namun jika kamu memuliakan orang hina maka ia semakin bertindak aniaya.

(Maka Jangan salah tempat) Berbuat baik dan lembut di saat dibutuhkan perilaku keras kepada seseorang akan membahayakan sebagaimana berlaku keras ketika sikon menuntut kebaikan dan kelembutan. [Tafsir Abi Su’ud]

Dengan kata lain, Abd Manaf berkata :
دواء من لم يصلحه الإكرام الهوان.
Seseorang yang tidak menjadi baik ketika dimuliakan maka obatnya adalah dihinakan (saja orang tersebut). [Bahjat al-Majalis, Libn Abd al-Barr] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk berperilaku sesuai sikonnya.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari, Malang, Ind

ONE DAY ONE HADITH
Kajian Hadits Sistem SPA
(Singkat, Padat, Akurat)

READY STOCK BUKU ONE DAY#1
OPEN INDENT BUKU ONE DAY#2
Motivasi Bahagia dari Rasul SAW
Distributor : 081216742626

0 komentar:

Post a Comment