Senin, 17 Desember 2018

BANGUN YUK!



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.
“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. [HR Muslim]

Catatan Alvers

‘Abdullah Ibnu ‘Umar RA berkata: Saat aku muda aku tidur di dalam masjid lalu aku bermimpi seakan dua Malaikat membawaku ke Neraka. Ternyata Neraka itu berupa sumur yang dibangun dari batu dan memiliki dua tanduk. Di dalamnya terdapat orang-orang yang aku kenal. Aku pun berucap, ‘Aku berlindung kepada Allah dari Neraka!’ Ibnu ‘Umar melanjutkan ceritanya, ‘Malaikat yang lain menemuiku seraya berkata, ‘Jangan takut!’ Akhirnya aku ceritakan mimpiku kepada Hafshah dan ia menceritakannya kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda:
نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللهِ، لَوْ كَانَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ.
‘Sebaik-baik hamba adalah ‘Abdullah seandainya ia melakukan shalat pada sebagian malam.’
Akhirnya ‘Abdullah tidak pernah tidur di malam hari kecuali hanya beberapa saat saja.” [HR Al-Bukhari]


Hadits tersebut menegaskan bahwa shalat malam shalat malam dapat menjauhkan orang dari adzab dan akan menjadikan orang yang baik menjadi lebih baik bahkan menjadi yang terbaik. Maka sungguh beruntung, orang yang baik yang senantiasa melakukan shalat di malam harinya.

Saya teringat pesan ayah yang mengatakan “Sholat malam itu da’bus Shalihin” dan ternyata perkataan tersebut merupakan penggalan sabda Nabi SAW :
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنْ الْإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنْ الْجَسَدِ
Kerjakanlah qiyamul lail (sholat tahajjud) karena ia adalah kebiasaan orang sholeh sebelum kalian dan sesungguhnya qiyamul lail merupakan mendekatkan diri kepada Allah swt dan dapat mencegah perbuatan dosa, melebur kejelekan dan menjauhkan badan dari penyakit [HR Turmudzi]

Dalam hadits tadi disebutkan bahwa qiyamul lail dapat mencegah perbuatan dosa. Dalam riwayat lain, terdapat seseorang mendatangi Nabi SAW. Ia berkata : Sesunguhnya si fulan itu melakukan sholat di malam hari namun ketika pagi ia mencuri. Maka Rasul bersabda :
إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا يَقُولُ
Sungguh sholat malamnya akan menghentikannya dari perbuatan mencuri [HR Ahmad]

Sungguh beruntung orang yang bisa mengerjakan shalat yang paling utama yaitu shalat malam sebagaimana hadits utama di atas, terlebih bersama keluarganya. Rasulullah SAW bersabda:
رَحِمَ اللهُ رَجُـلاً، قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ اِمْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللهُ اِمْرَأَةً، قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِيْ وَجْهِهِ الْمَاءَ.
“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan isterinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang isteri yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila si suami enggan untuk bangun ia pun memercikkan air ke wajahnya.”[HR Abu Dawud]

Dan sebaliknya sungguh merugi orang yang tidak pernah terbangun di malam hari untuk beribadah kepada-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ كُلَّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ، صَحَّابٍ فِي اْلأَسْوَاقِ، جِيْفَةٍ بِاللَّيْلِ، حِمَارٍ بِالنَّهَارِ، عَالِمٍ بِأَمْرِ الدُّنْيَا جَاهِلٍ بِأَمْرِ اْلآخِرَةِ.
“Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang perilakunya kasar, sombong, tukang makan dan minum serta suka berteriak di pasar. Ia seperti bangkai (yang tak terbangun) di malam hari dan keledai (yang terus bekerja) di siang hari. Dia hanya tahu persoalan dunia tapi buta terhadap urusan akhirat.'”[HR Al-Baihaqi]

Suatu ketika pernah diceritakan tentang seorang laki-laki yang tidur semalaman dan tidak terbangun sampai datang pagi maka Rasulullah SAW pun bersabda:
ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِى أُذُنَيْهِ
“Orang itu telah dikencingi oleh setan pada kedua telinganya [HR. Bukhari]

Tidak hanya kecing, Setan juga mengikat orang yang tidur sehingga tidak terbangun di malam hari untuk ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلٌ فَارْقُدْ! فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ.
“Syaitan mengikat di pangkal kepala seseorang darimu saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu sangat panjang, maka tidurlah!’ Bila ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas, bila ia berwudhu’ satu ikatan lagi lepas dan bila ia shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi hari ia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan ia menjadi malas.”[HR Bukhari] Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka pintu hati kita sehingga termotivasi untuk bangun malam guna beribadah dan bermunajat kepada-Nya secara istiqamah.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Abdullah Alhaddad]

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Nggak Mondok Nggak Keren!

0 komentar:

Posting Komentar