إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ

"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain." [HR Muslim]

أَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا : مَنْ لاَ يَرَى قَدْرَهُ ، وَأَكْبَرُ النَّاسِ فَضْلاً : مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah melihat kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah melihat kemuliannya (merasa mulia).” [Syu’abul Iman]

الإخلاص فقد رؤية الإخلاص، فإن من شاهد في إخلاصه الإخلاص فقد احتاج إخلاصه إلى إخلاص

"Ikhlas itu tidak merasa ikhlas. Orang yang menetapkan keikhlasan dalam amal perbuatannya maka keihklasannya tersebut masih butuh keikhlasan (karena kurang ikhlas)." [Ihya’ Ulumuddin]

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [HR Muslim]

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”[HR Ahmad]

Selasa, 29 November 2016

TESTIMONI ONE DAY ONE HADITH

📕📗📘
READY STOCK
ONE DAY ONE HADITH
SERIAL # 2
Kajian Hadits Sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat)

MOTIVASI BAHAGIA
DARI RASULULLAH SAW

Rp. 50.000,-
Promo Rp.35.000,-
(For Alvers Only)

🚚 Pesan Antar
Ke seluruh Wilayah Indonesia
💁🏻‍♂ Ust. Muadz :
☎ 081216742626




TESTIMONI

Sungguh saya menemukan tema-tema pembahasan yang indah dan menarik dalam buku ini yang disertai penjelasan yang praktis sehingga dapat dipahami orang orang awam sekalipun”.  Syeikh Muhammad ‘Id, Delegasi Al-Azhar University Mesir

“Subhanalloh, mutiara ilmu one day one hadits yang tersaji ini merupakan mutiara ilmu yang menghubungkan kontekstual hadits dengan kondisi kekinian. Bahasa yang ringan disertai bahasan mendalam, menjadi mutiara ilmu yang bisa menembus matahati dan pikiran untuk menambah khazanah keilmuan”. Syaifulloh,  Penjaminan mutu pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur & penikmat pendidikan dalam pengembangan ICP (International Class Program)

"Buku ini enak dibaca mudah dimengerti dan merupakan rangkuman kumpulan dari beberapa kitab sehingga tidak menyulitkan buat pembacanya untuk membaca beberapa kitab dalam waktu yang singkat". Habib Hamid Salim Muladawilah, Penasehat Majelis Sholawat JMC dan Sesepuh Habaib Malang Raya
Buku karya Dr KH Fathul Bari ini merupakan buku yang sangat menarik dan harus dimiliki setiap muslim. Keistimewaan buku ini ialah  gaya bahasanya yang sangat indah dan susunan katanya yang teratur sehingga sangat mudah dipahami, sederhana, tetapi sangat luas cakupan pengetahuannya. KH.M. Yusuf Abdurrahman, AMK., Mudir Tsani Jam'iyyah Ahlith thoriqoh Al-mu'tabaroh An-nahdliyah Idaroh Wustho Propinsi Jatim & Ketua FPU (Forum Peduli Umat).



STIKER ONE DAY ONE HADITH

INI FILE UNTUK PESAN
STIKER ONE DAY ONE HADITH

BOLEH DI COPY


HARI SIAL


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi saw bersabda :
قال الله عز وجل : يؤذيني ابن آدم يسب الدهر وأنا الدهر بيدي الأمر أقلب الليل والنهار
“Allah azza wajalla berfirman : “Anak adam (manusia) menyakiti Aku, mereka mencaci masa, padahal Akulah (pemilik) masa, Akulah yang menjadikan malam dan siang silih berganti”. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Banyak orang ketika tertimpa sesuatu yang tidak mengenakkan maka ia berujar “dasar, hari sial!”. Ujaran seperti ini ternyata sudah ada sejak zaman jahiliyah. Imam An-Nawawi mengatakan bahwa orang Arab dahulu biasanya mencela masa (waktu) ketika tertimpa berbagai macam musibah seperti kematian, kepikunan, hilang (rusak)-nya harta dan lain sebagainya sehingga mereka mengucapkan ’Ya khaybatad dahr’ : Duhai  sialnya waktu ini dan ucapan celaan lainnya yang ditujukan kepada waktu. [Syarh Shahih Muslim] atau perkataan “ Bu’san Lid Dahr, Tabban Liddahr [Fathul Bari]

Jumat, 25 November 2016

QUNUT NAZILAH ROHINGYA


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata:

قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَالصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ يَدْعُو عَلَيْهِمْ عَلَى حَيٍّ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ أَرْسَلَ إِلَيْهِمْ يَدْعُوهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ فَقَتَلُوهُمْ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ وَقَالَ عِكْرِمَةُ هَذَا كَانَ مِفْتَاحَ الْقُنُوتِ
Rasulullah SAW pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, (yaitu) ketika beliau mengucap “Sami’Allahu liman hamidah” di raka’at yang terakhir, beliau mendo’akan kebinasaan atas kaum yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri’l, Dzakwan dan ‘Ushayyah, dan orang-orang di belakang beliau mengucapkan amin. Rasul mengutus mereka (para da’i) untuk mengajak mereka (kabilah-kabilah itu) masuk Islam, tapi malah mereka membunuh para da’i tersebut. ‘Ikrimah berkata: Inilah pertama kali qunut (nazilah diadakan). [HR Abu Daud]

Catatan Alvers

Kamis, 24 November 2016

POLA MAKAN ISLAMI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Miqdan bin Ma’di Kariba RA, Rasulullah bersabda:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
"Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan" [HR Ibnu Majah]

Sabtu, 19 November 2016

STMJ (SHOLAT TERUS MAKSIAT JALAN)



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata :
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ فُلَانًا يُصَلِّي بِاللَّيْلِ فَإِذَا أَصْبَحَ سَرَقَ قَالَ إِنَّهُ سَيَنْهَاهُ مَا يَقُولُ
Seorang laki-laki mendatangi Nabi SAW dan berkata, ‘Sesungguhnya si Fulan itu shalat di malam hari, tetapi di waktu pagi dia mencuri.’ Nabi SAW bersabda: ‘Sesungguhnya shalatnya itu akan menahan dirinya dari apa yang engkau katakan”. [HR Ahmad]

Catatan Alvers

Fenomena STMJ (Sholat Terus, Maksiat Jalan) acap kali kita temui dalam realita di masyarakat. Seseorang yang rajin shalat hingga jidatnya hitam namun ia suka berkata-kata kotor, menggunjing bahkan melakukan kemaksiatan yang lain yang tak pantas dilakukan oleh seorang muslim yang rajin shalat. Lantas timbullah pertanyaan di benak masyarakat akan hal ini. Bagaimanakah hal ini bisa terjadi? Sungguh dua hal yang sangat kontras! Bukankah Allah SWT berfirman :
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“dan dirikanlah shalat! Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. [QS Al-‘Ankabut: 45]

Fenomena STMJ (Sholat Terus, Maksiat Jalan) ini tidak hanya terjadi sekarang, bahkan di zaman Nabipun telah terjadi sebagaimana hadits utama di atas.  “Sesungguhnya si Fulan itu shalat di malam hari, tetapi di waktu pagi dia mencuri.” Lantas, dimanakah letak kesalahannya? Bukankah Firman Allah SWt adalah benar adanya?.

Alvers, memang demikianlah teori dan prakteknya. Jauh panggang dari api. Menanggapi permasalahan ini, Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas RA berkata:
في الصلاة منتهى ومزدجر عن معاصي الله، فمن لم تأمره صلاته بالمعروف، ولم تنهه عن المنكر، لم يزدد بصلاته من الله إلا بعدًا.
“Di dalam shalat terdapat sesuatu yang dapat menahan dan mencegah seseorang dari perbuatan maksiat. Barang siapa yang shalatnya tidak menyuruhnya untuk melakukan perbuatan ma’ruf (yang baik) dan tidak melarangnya dari perbuatan mungkar, maka dia hanya membuat dirinya semakin jauh dari Allah dengan shalat tersebut. [Tafsir Al-Baghawi]

Al-Qatadah dan Al-Hasan RA berkata:
من لم تنهه صلاته عن الفحشاء والمنكر فصلاته وبال عليه
“Barang siapa yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka shalatnya tersebut menjadi perusak dirinya.” [Tafsir Al-Baghawi]

Namun demikian orang yang terkena Fenomena STMJ (Sholat Terus, Maksiat Jalan) ini tidak boleh berputus asa untuk melakukan sholat. Janganlah berhenti sholat karena ia belum bisa meninggalkan maksiat. Justru dengan sholatnya insyaAllah sebagaimana hadits utama di atas, suatu saat yang dikehendaki Allah ia akan berhenti dari perbuatan maksiatnya. Bukankah Nabi bersabda : ‘Sesungguhnya shalatnya itu akan menahan dirinya dari apa yang engkau katakan”

Di sisi lain ia harus introspeksi, apakah shalatnya telah dilakukannya dengan baik dan benar, ataukah sholatnya hanya gerakan badan dan bibir saja sehingga tak ubahnya ia tidak dihukumi sebagai orang yang shalat?. Abul Aliyah Ar-Riyahi Al-Bashri (w.93 H), seorang mufassir ternama yang dahulu menemui zaman Nabi namun baru masuk islam pada masa Abu bakar RA. mengatakan:
إن الصلاة فيها ثلاث خصال فكل صلاة لا يكون فيها شيء من هذه الخلال فليست بصلاة: الإخلاص والخشية وذكر الله. فالإخلاص يأمره بالمعروف، والخشية تنهاه عن المنكر، وذكر القرآن يأمره وينهاه.
“Sesungguhnya di dalam shalat terdapat tiga hal. Setiap shalat yang tidak terdapat satu hal saja dari ketiga hal ini maka dia bukanlah shalat, yaitu: keikhlasan, rasa takut dan mengingat Allah. Keikhlasan akan menyuruhnya untuk berbuat kema’ruufan, ketakutannya kepada Allah akan melarangnya dari perbuatan mungkar dan dzikir-nya dengan membaca Al-Qur’an akan menyuruh dan melarangnya.” [Tafsir Ibnu Katsir]

Tiga kata kunci; keikhlasan, rasa takut dan mengingat Allah inilah yang dapat mempengaruhi keberadaan shalat seseorang sebagai pencegah dari kemaksiatan. Seyognyanya orang yang terkena Fenomena STMJ (Sholat Terus, Maksiat Jalan) memeriksa tiga perkara tersebut dalam shalatnya.

Tiga kata kunci; keikhlasan, rasa takut dan mengingat Allah ini jika dihayati maka juga akan menjadi penentu seseorang jauh dari kemaksiatan dalam kehidupannya. Ibnu Qudamah dalam at-Tawwabin menceritakan bahwa terdapat seorang laki-laki ahli maksiat menghadap Ibrahim bin Adham Al-Balkhi(100 H –165 H) untuk mengadukan masalahnya. Ia bekata : “Sungguh, aku telah terjerumus dalam kemaksiatan. Tolong berikan aku nasehat yang dapat menyelamatkan hatiku dari kemaksiatan dan menjauhkan aku darinya.”

Ibrahim bin Adham berkata kepadanya: “Jika engkau mampu melakukan lima hal berikut, maka engkau tidak dilarang melakukan maksiat.” Ibrahim bin Adham berkata:
أما الأولى فإذا أردت أن تعصي الله عز وجل فلا تأكل رزقه
“Pertama, ketika engkau hendak berbuat maksiat kepada Allah SWT, maka janganlah engkau makan sedikit pun dari rezeki-Nya.”

Lelaki tersebut kemudian berkata: “Lalu dari mana aku makan? Bukankah semua rezeki berasal dari sisi Allah SWT?” Ibrahim berkata, “Lalu pantaskah engkau makan rezeki-Nya dan engkau berbuat maksiat kepada-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang kedua, wahai Ibrahim!”
وإذا أردت أن تعصيه فلا تسكن شيئاً من بلاده
“Kedua, jika engkau hendak berbuat maksiat, maka janganlah engkau tinggal di bumi-Nya.”
Lelaki tersebut berkata: “waduh, ini lebih berat dari yang pertama, Bukankah setiap bagian bumi ini dari ujung timur sampai ujung barat adalah milik Allah SWT. Maka dimana aku akan tinggal?” Ibrahim berkata kepadanya: “Jika engkau telah menyadari hal itu, maka apakah pantas engkau makan dari rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya namun engkau berbuat maksiat kepada-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang ketiga, wahai Ibrahim!”
إذا أردت أن تعصيه وأنت تحت رزقه وفي بلاده فانظر موضعاً لا يراك فيه مبارزاً له فاعصه فيه
 “Ketiga, jika engkau hendak berbuat maksiat padahal engkau makan dari rezeki-Allah dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat di  mana Allah SWT tidak dapat melihatmu, lalu berbuatlah maksiat di tempat itu!”

Lelaki tadi berkata, “Bagaimana ini, Bukankah Allah mengetahui hal-hal rahasia (dan yang lebih tersembunyi). Ibrahim berkata: “Jika demikian, pantaskah engkau makan dari rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya namun engkau berbuat maksiat di tempat yang dilihat oleh-Nya?” Lelaki tersebut menjawab, “Tentu tidak pantas. Lalu apa yang keempat, wahai Ibrahim!”
إذا جاءك ملك الموت ليقبض روحك فقل له: أخرني حتى أتوب توبة نصوحاً وأعمل لله عملاً صالحاً
 “Keempat, jika malaikat maut datang untuk mencabut nyawamu, maka katakanlah padanya, ‘Tundalah kematianku hingga aku bertaubat dengan taubatan nashuha dan aku beramal shalih karena Allah!’ Lelaki tersebut berkata: “Dia pastilah tidak menuruti permintaanku!. Ibrahim bin Adham menjelaskan:  “Jika engkau tidak bisa menolaknya, maka bagaimana engkau akan selamat?”

Dia berkata : “Iya. Lalu apa yang kelima wahai Ibrahim?”
إذا جاءتك الزبانية يوم القيامة ليأخذونك إلى النار فلا تذهب معهم
 “Kelima, apabila malaikat Zabaniyah (malaikat adzab) mendatangimu untuk menyeretmu ke neraka, maka janganlah engkau ikut mereka.

Lelaki itu menjawab: “Tentulah mereka tidak akan membiarkan aku”. Ibrahim berkata :  “Lantas, bagaimana engkau berharap akan selamat?”
Lalu dia berkata :  “Cukup, Cukup, Ibrahim. Aku memohon ampun kepada Allah SWT dan bertaubat kepada-Nya”. Akhirnya lelaki tersebut istiqamah beribadah sampai meninggal dunia.” [at-Tawwabin] Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita istiqamah menjalankan shalat dan menjauhi semua maksiat.

Rabu, 16 November 2016

GEMPAR GEMPA




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ
Tidaklah datang hari kiamat sehingga dihilangkannya ilmu, banyak gempa bumi, masa semakin berdekatan (terasa singkat), banyak terjadi fitnah, dan banyak pembunuhan sehingga banyak harta dan melimpah kepada kalian. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) berpusat di 127 km tenggara mengguncang Kabupaten Malang. Tercatat dalam Info BMKG bahwa Gempa tersebut tepatnya terjadi tanggal 16-Nov-16 22:10:11 WIB, Mag : 6.2 SR, Lok:9.32 LS,113.12 BT, Kedalaman:69 Km. Guncangan serupa juga terjadi di 136 km barat daya Kabupaten Lumajang, 142 km barat daya Kabupaten Jember, 232 km tenggara Kota Surabaya, dan 782 km tenggara Jakarta. [Situs BMKG]

Sabtu, 12 November 2016

ANTI SELINGKUH




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Jubair bin Abdillah RA, Rasul SAW bersabda:
إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا أَقْبَلَتْ أَقْبَلَتْ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا
Sesungguhnya wanita itu menghadap ke muka dalam bentuk syetan, dan ke belakang dalam bentuk syetan (pula). Apabila salah seorang dari kalian melihat wanita dan mengaguminya, maka hendaknya ia mendatangi istrinya. Sebab, apa yang ada pada wanita tersebut seperti apa yang ada pada istrinya.” [HR Turmudzi]

Catatan Alvers

KAYA BUKANLAH DOSA




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Muadz Bin Abdillah bin Khubayb, dari Ayahnya, dari Pamannya bahwa ia berkata : Kami sedang berada dalam satu majelis dan Rasul SAW datang dengan keadaan kepala beliau terdapat sisa bekas air maka kami berkata : YA Rasulallah, Kami melihat negkau bahagia? Rasul SAW menjawab : Iya. Kemudian orang-orang membicarakan tentang kekayaan maka Rasul SAW bersabda :
لَا بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنْ اتَّقَى اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَالصِّحَّةُ لِمَنْ اتَّقَى اللَّهَ خَيْرٌ مِنْ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنْ النِّعَمِ
”Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.” [HR Ahmad]

Rabu, 09 November 2016

PAHLAWAN MASAKINI



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar RA bahwasannya seseorang bertanya kepada Rasul SAW tentang orang yang paling disukai Allah SWT dan amalan yang paling disukai-Nya. Lalu Rasul SAW bersabda :

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا
Orang yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang paling bermanfaat untuk manusia. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah kegembiraan yang engkau masukan ke hati seorang mukmin, atau engkau hilangkan salah satu kesusahannya, atau engkau membayarkan hutangnya, atau engkau hilangkan kelaparannya. [HR Thabrani]

MENOLONG ALLAH?




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA bahwa pada suatu hari ia naik kendaraan di belakang Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda kepadanya:
يَا غُلَامُ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
"Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat; Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya engkau mendapatiNya di hadapanmu. Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah, dan jika engkau memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah. [HR Ahmad]

Catatan Alvers

Al-Quran dan hadits sebagai wahyu Allah diturunkan dalam bentuk bahasa Arab (Qur’anan Arabiyyan) yang sarat dengan gaya bahasa yang tinggi dan indah. Saat itu, bangsa Arab sangat menyukai gaya bahasa yang tinggi dan indah, maka wahyupun di turunkan oleh-Nya dengan gaya bahasa yang lebih indah dari gaya bahasa yang berkembang pada saat itu bahkan tidak ada tandingannya agar menjadi perhatian mereka sekaligus melemahkan (mukjizat) gaya bahasa mereka dihadapan gaya bahasa Allah (kalamullah).

Diantara ketinggian dan keindahan gaya bahasa al-Qur'an tersebut terletak pada ungkapan-ungkapan metaforik-simboliknya dan kiasan-kiasannya atau sindiran-sindirannya. Orang yang tidak mempelajari gaya bahasa seperti ini rentan akan salah paham dalam menafsirkan al-Qur’an ataupun kebingungan dalam menjelaskan hadits. Seperti perintah nabi dalam hadits di atas, “Jagalah Allah” dalam memahami hadits ini bukan berarti Allah butuh penjagaan, maha suci Allah dari kebutuhan pada makhluknya, Allah tidah butuh dijaga karena Dia “Al-Hafidz” Maha Menjaga dan Maha sempurna penjagaan-Nya, Allah yang menjaga makhluk-Nya, Allah berfirman :
وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
“Dan Tuhanmu Maha Menjaga segala sesuatu”.[QS Saba` 21]

Maka yang dimaksud dengan menjaga Allah adalah menjaga bertauhid kita kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan selainnya, menjaga perintah-Nya, menjaga diri dari yang tidak disukai-Nya.

Di sisi lain, Gaya bahasa seperti ini rentan dimanipulasi orang-orang yang tidak senang kepada islam untuk mengelabui orang-orang islam sendiri. Mereka menjadikan wahyu sebagai bahan olok-olokan mereka.

Dalam Syarh Musykil al-Atsar, Abu Ja’far At-Thahawi meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa suatu ketika Abu bakar menasehati seorang ulama yahudi yang bernama finhash. Bertaqwalah kepada Allah, Masuklah agama islam. Demi Allah kaupun tahu bahwa Rasul SAW adalah utusan-Nya yang membawa kebenaran dariNya dan kau menemukan keterangannya dalam kitrab taurat dan injil yang ada disisimu. Finhash berkata:
يا أبا بكر , والله ما بنا إلى الله عز وجل من فقر , وإنه إلينا ليفتقر , وما نتضرع إليه كما يتضرع إلينا , وإنا عنه لأغنياء , ولو كان عنا غنيا لما استقرضنا أموالنا كما يزعم صاحبكم , ينهاكم عن الربا ويعطيناه , ولو كان عنا غنيا ما أعطانا الربا
“Wahai Abu Bakar, bukan kita yang membutuhkan Tuhan, tapi Dia yang butuh kepada kita. Bukan kita yang meminta-minta kepada-Nya, tapi Dialah yang meminta-minta kepada kita. Sesungguhnya Kita tidak memerlukan-Nya. Kalau Dia kaya, tentu Ia tidak akan minta dipinjami harta kita, seperti yang didakwakan oleh temanmu itu (Nabi SAW). Ia melarang kalian menjalankan riba, tapi Ia memberikan riba. Kalau Ia kaya, tentu Ia tidak akan memberikan riba (dengan menghutangiNya).”
Maksud Finhash ini ditujukan kepada firman Allah:
مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
“Siapa yang mau meminjamkan kepada Allah suatu pinjaman yang baik, Allah akan selalu membalasnya dengan berlipat ganda.“ [QS Al-Baqarah: 245]

Mendengar jawaban finhash yang melecehkan firman Allah itu maka Abu Bakar marah. Ditamparnya muka Finhash itu keras-keras. Lalu Finhash mengadukan penganiaayaan ini kepada Rasul SAW dan Rasul bertanya apa yang telah terjadi kepada Abu Bakar. Abu Bakar memberi tahukan pelecehan yang dilakukan finhash tadi namun finhash mengingkarinya. Lalu turunlah Ayat mengenai finhash :

لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya." Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar” [QS Ali Imran : 181]

Dan turunlah Ayat mengenai Abu Bakar :
وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Dan kalian sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. [QS Ali Imran : 186] [Syarh Musykil al-Atsar]

Kesalah pahaman sebagaimana di atas terlepas disengaja atau tidak, telah terjadi pada masa dahulu, sekarang bahkan di hari kiamat sekalipun namun Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang menjelaskan kesalah pahaman ini. Simak hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, Allah SWT berfirman dalam hadits qudsy:
« يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي . قَالَ : يَارَبِّ ،كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَاعَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ ، وَلَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ ؟
Hai anak Adam, Aku telah sakit, tetapi engkau tidak menjenguk-Ku. Orang itu bertanya: Wahai Tuhan, bagaimana cara saya menjenguk-Mu, sedangkan Engkau Tuhan penguasa alam semesta? Allah menjawab: Apakah engkau tidak mengetahui bahwa seorang hamba-Ku bernama Fulan sedang sakit tetapi engkau tidak mau menjenguknya. Sekiranya engkau mau menjenguknya, pasti engkau dapati Aku di sisinya.
وَيَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ ، اسْتَطْعَمْتُكَ فَلَمْ تُطْعِمْنِي . فَيَقُولُ : كَيْفَ أُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا اسْتَطْعَمَكَ فَلَمْ تُطْعِمْهُ ، أَمَاعَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ أَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي ؟
Wahai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi engkau tidak mau memberikan makan kepada-Ku. Orang itu bertanya: Wahai Tuhan, bagaimana caranya saya memberi makan kepada-Mu, sedang Engkau Tuhan penguasa alam semesta? Allah berfirman: Ketahuilah, apakah engkau tidak peduli adanya seorang hamba-Ku, si Fulan, telah datang meminta makan kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya makan. Ketahuilah, sekiranya engkau mau memberinya makan, pasti engkau akan menemukan balasannya di sisi-Ku.
وَيَقُولُ : يَا ابْنَ آدَمَ اسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تَسْقِنِي . فَيَقُولُ : أَيْ رَبِّ ، وَكَيْفَ أَسْقِيكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعِزَّةِ ؟ فَيَقُولُ : أَمَاعَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلانًا اسْتَسْقَاكَ فَلَمْ تَسْقِهِ ، وَلَوْ سَقَيْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِي ؟ » .
Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tetapi engkau tidak mau memberi-Ku minum. Orang itu bertanya: Wahai Tuhan, bagaimana caranya aku memberi-Mu minum, padahal Engkau Tuhan penguasa semesta alam? Allah berfirman: hamba-Ku, si Fulan, minta minum kepadamu tetapi engkau tidak mau memberinya minum. Ketahuilah, sekiranya engkau memberinya minum, pasti engkau akan menemui balasannya di sisi-Ku. [HR. Muslim]  

Maka sesungguhnya Allah tidaklah membutuhkan pertolongan sedikitpun dari hamba maupun makhluk-Nya karena Dia adalah Yang maha Kuat lagi Maha Perkasa. Namun Allah swt hanya ingin menguji diantara hamba-hamba-Nya mana yang memang layak untuk mendapatkan pertolongan dari-Nya. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk memahami wahyu-Nya dengan pemahaman yang benar.

Salam Satu Hadith,
DR.H.Fathul Bari, Malang, Ind

ONE DAY ONE HADITH
On WhatsApp Group
Klik
https://chat.whatsapp.com/9xzo0EXdkAtGzUlvuOjHIi