إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ

"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain." [HR Muslim]

أَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا : مَنْ لاَ يَرَى قَدْرَهُ ، وَأَكْبَرُ النَّاسِ فَضْلاً : مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah melihat kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah melihat kemuliannya (merasa mulia).” [Syu’abul Iman]

الإخلاص فقد رؤية الإخلاص، فإن من شاهد في إخلاصه الإخلاص فقد احتاج إخلاصه إلى إخلاص

"Ikhlas itu tidak merasa ikhlas. Orang yang menetapkan keikhlasan dalam amal perbuatannya maka keihklasannya tersebut masih butuh keikhlasan (karena kurang ikhlas)." [Ihya’ Ulumuddin]

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [HR Muslim]

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”[HR Ahmad]

Senin, 26 Februari 2018

KONSEKWENSI CERAI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :
ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَ هَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النّكَاحُ وَ الطَّلاَقُ وَ الرَّجْعَةُ
Ada tiga perkara yang mana sungguh-sungguhnya jadi sungguhan dan main-mainnya menjadi sungguhan. Yaitu nikah, thalaq dan ruju’ . [HR Abu Daud]

Catatan Alvers

Merupakan sunnatullah, ada siang ada malam, ada atas ada bawah, ada jauh ada dekat dan ada pertemuan ada perpisahan. Ketika Rasul SAW menikahkan Sayyinda Ali dengan Siti fatimah, beliau dalam khutbahnya mengingatkan :
ولا يجتمع اثنان ولا يفترقان إلا بقضاء وقدر وكتاب من الله قد سبق
Tidaklah dua orang berkumpul (menikah) atau berpisah (bercerai) melainkan dengan qadha dan qadar-Nya serta ketetapan dari Allah telah terdahulu. [I’anatut Thalibin]

Dalam membangun hubungan rumah tangga pastilah ada permasalahan. Ada rumah tangga yang mampu bertahan namun tak jarang yang bubar karenanya. Hidup ini adalah realita dan bukan mimpi indah layaknya sinetron cinta. Menyadari realita ini, Islam tidak hanya menetapkan aturan pernikahan namun menetapkan juga perceraian.

Perceraian layaknya emergency exit dari masalah keluarga yang dihadapi sehingga ia digunakan ketika kondisi darurat saja. Maka dari itulah Rasul SAW bersabda:
أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلاَقُ
“Perkara yang paling dibenci Allah Ta’ala adalah thalak.” [HR Abu Daud]
Bahkan dalam doktrin agama kristen disebutkan bahwa Ikatan sebuah pernikahan di dalam iman Kristen yang sudah ditetapkan Allah merupakan ikatan seumur hidup. Pernikahan sendiri bukanlah hanya bersifat sementara namun seumur hidup hingga maut memisahkan. Dalam Matius 19:6 disebutkan : ”Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.”.  [tuhanyesus.org]

Perceraian membawa konsekwensi masa iddah untuk wanita. Masa pasca perceraian adalah masa dimana wanita tersebut dilarang keluar rumah, bersolek dengan make-up, berbusana yang menarik perhatian lelaki,  mengenakan perhiasan. Dan dalam masa iddah dilarang bagi pria lain untuk menikahinya bahkan sekedar untuk melamarnya karena dalam masa itu suami yang telah mentalak masih punya hak untuk rujuk (kembali) kepada istrinya.

Adapun lama masa iddah berbeda-beda sesuai dengan situasi kondisi wanita sebagaimana perincian berikut. Wanita Yang Diceraikan jika ia masih bisa mengalami haidh maka Masa ‘iddahnya adalah tiga kali suci, sebagaimana firman Allah SWT :
وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ
Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’ (suci) [al-Baqarah/2: 228]

Jika Wanita tersebut belum pernah haidh atau sudah manopause. (tidak lagi haidh) Maka ‘iddahnya adalah tiga bulan, Allah swt berfirman:
وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ
Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. [at-Thalaq/65:4]

Wanita yang ditinggal mati suaminya, Jika ia tidak hamil maka masa ‘iddahnya terdapat dalam firman Allah swt :
وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah Para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. [al-Baqarah/2: 234]

Sedang jika dalam kondisi hamil maka iddahnya dijelaskan dalam firman Allah SWT :
وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ
Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. [ath-Thalaq/65:4].
Dalam hal ini sama dengan iddah wanita cerai hidup, Jika ia dalam kondisi hamil maka iddahnya hingga ia melahirkan.

Itu semua berlaku untuk wanita yang sudah berhubungan suami istri, jika belum terjadi hubungan badan maka tidak ada ‘iddah baginya, Allah swt berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka 'iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya.  [QS Al-Ahzab : 49]

Hal ini dikarenakan tujuan wanita menjalani iddah adalah untuk memastikan apakah wanita tersebut sedang hamil atau tidak sehingga terjaga garis keturunan. Dan di sisi lain, iddah tersebut menunjukkan betapa agung dan mulianya sebuah akad pernikahan sehingga tidak mudah-mudah nikah cerai. Masa ‘iddah juga disyari’atkan agar kaum pria dan wanita berpikir ulang jika hendak memutuskan tali kekeluargaan, terutama dalam kasus perceraian. Dan dalam kasus wanita yang dicerai sedang hamil, maka masa ‘iddah disyari’atkan untuk menjaga hak janin berupa nafkah dan lainnya.

Adapun wanita yang kehilangan kabar suaminya (imra’atul Mafqud) maka menurut ibnu Abbas dan ibnu Umar berkata :
تربص أربع سنين ثم يطلقها ولي زوجها ثم تربص أربعة أشهر وعشرا
Menunggu empat tahun kemudian wali dari suaminya menjatuhkan talak kemudian ia ber’iddah empat bulan sepuluh hari.” [Mushannaf Abi Syaibah]

Perceraian tidak hanya terjadi karena kehendak suami, namun boleh jadi itu kehendak sang istri. Inilah yang dinamakan khulu’. Dahulu, Habibah binti sahl menikah dengan Tsabit bin Qais bin Syammas yang mana ia adalah lelaki pendek lagi jelek rupanya. Habibah mengadu kepada Rasul SAW. Habibah berkata :
يا رسول الله والله لولا مخافة الله إذا دخل علي لبصقت في وجهه
“Wahai Rasulullah, seandainya aktu tidak takut kapda Allah, niscaya jika ia masuk ke kamarku maka aku ludahi mukanya”
Mendengar aduan ini maka Rasul Saw bersabda “Maukah kamu mengembalikan kepadanya kebunnya (mas kawinnya)?” lalu ia menjawab: “Ya.” Maka ia pun mengembalikan kebun tersebut kepadanya dan kemudian Rasul menceraikan keduanya. [HR Ibnu Majah] Dan ini adalah khulu’ pertama dalam sejarah islam. [Musnad Ahmad]

Sekedar intermezzo, bahwa Tsabit bin Qais bin Syammas disamping berwajah jelek, ia juga bersuara lantang dalam setiap bicaranya sehingga ia pernah bersedih ketika ayat ke 2 dari surat Al-Hujurat diturunkan yakni mengenai larangan mengeraskan suara di hadapan Nabi dengan ancaman dileburnya semua amalan baiknya. Ia merasa ayat tersebut ancaman untuk dirinya dan ia takut jika ia termasuk ahli neraka. Namun sesampainya kabar itu kepada Nabi saw maka beliau bersabda :
لَا بَلْ هُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Tidak, akan tetapi ia adalah ahli surga [HR Ahmad]

Mengenai syariat iddah ini, Robert Guilhem, seorang pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College dikabarkan masuk Islam. Semula ia mengadakan penelitian yang hasilnya bahwa hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan dan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Dan akhirnya tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang diceraiakan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Ketika ia mengadakan penelitian di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.  Sementara di perkampungan non muslim Amerika, wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Dan akhirnya, ia melakukan penelitian kepada istrinya sendiri dan hasilnya sungguh mengagetkan bahwa istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki. Dan dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya. [Republika co id] Meskipun kisah mengenai Robert Guilhem ada yang meragukan kebenarannya namun saya kira tidak ada salahnya kita sampaikan karena mereka mengatakannya berdasarkan dugaan tanpa disertai bukti kongkrit. Diperkuat lagi, bahwa islamnya seorang tokoh dari kalangan yahudi pastilah akan dirahasiakan dan ditutup-tutupi keberadaannya. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari semakin membuka hati kita untuk menerima hikmah dari ajaran islam yang rasional dan membuka pintu hidayah bagi mereka yang belum menerimanya.

Salam Satu Hadits,
DR.H.Fathul Bari. SS., M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jawa Timur Indonesia

Dapatkan artikel ODOH versi bukunya dalam
BUKU ONE DAY ONE HADITH
sistem SPA (Singkat, Padat, Akurat). SINGKAT karena  Didesain sekali duduk bisa selesai baca satu judul ::PADAT karena  Tidak bertele-tele dan  AKURAT karena disertai referensinya

ONE DAY#1 *INDAHNYA HIDUP BERSAMA RASUL SAW* ISBN : 9786027404434
ONE DAY#2 *MOTIVASI BAHAGIA DARI RASUL SAW* ISBN : 9786026037909
ONE DAY#3 *TAMAN INDAH MUSTHAFA SAW* ISBN : 9786026037923
(Pre Order) ONE DAY#4 *TAFAKKUR ZAMAN NOW*, ISBN: 978-602-60379-5-4
Bisa dapat harga promo dan kirim via tiki/JNE silahkan hub. Ust. Muadz 08121674-2626

Mari UMRAH RAMADHAN 13 Hari bersama Pesantren Wisata An-Nur 2, Tanggal : 10 Mei 2018 Hotel Mekkah : Al-Masa, Madinah : Al-Mukhtara Pesawat Saudia hanya 30 Jutaan. Seat terbatas. Info SMS. 08121-686-1111


Selasa, 13 Februari 2018

HARI KASIH SAYANG




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, Rasul bersabda :
والذي نفسي بيده لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تَرَاحَمُوا » قالوا : يا رسول الله كلنا رحيم . قال : « إِنَّهُ لَيْسَ بِرَحْمَةِ أَحَدِكُمْ وَلَكِنْ رَحْمَةُ الْعَامَّةِ رَحْمَةُ الْعَامَّةِ
“Demi Allah, Sekali-kali tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian saling mengasihi.” Wahai Rasulullah, “Semua kami pengasih,” jawab mereka. Rasulullah Berkata: “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang kepada salah seorang tertentu di antara kalian, tetapi bersifat universal, bersifat universal (untuk seluruh makhluk-Nya).” [HR Al-Hakim]

Catatan Alvers

Agama Islam adalah agama kasih sayang. Bagaimana tidak, agama ini berasal dari tuhan yang disifati sebagai ar-rahman dan ar-rahim (maha pengasih lagi maha penyayang). Maka semua kasih sayang di dunia ini adalah bersumber dari-Nya. Rasul SAW bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ مِائَةَ رَحْمَةٍ أَنْزَلَ مِنْهَا رَحْمَةً وَاحِدَةً بَيْنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالْبَهَائِمِ وَالْهَوَامِّ فَبِهَا يَتَعَاطَفُونَ وَبِهَا يَتَرَاحَمُونَ وَبِهَا تَعْطِفُ الْوَحْشُ عَلَى وَلَدِهَا وَأَخَّرَ اللَّهُ تِسْعًا وَتِسْعِينَ رَحْمَةً يَرْحَمُ بِهَا عِبَادَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Dari 100 rahmat tersebut, hanya 1 yang di turunkan Allah kepada jin, manusia, binatang jinak dan buas. Dengan rahmat tersebut mereka saling mengasihi dan menyayangi, dan dengan rahmat itu pula binatang buas dapat menyayangi anaknya. Adapun 99 rahmat Allah yang lain, maka hal itu ditangguhkan Allah karena akan diberikan kepada para hamba-Nya pada hari kiamat kelak. [HR Muslim]

Senin, 12 Februari 2018

SAAT MENSTRUASI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:
مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Barangsiapa yang menyetubuhi istri yang sedang haidh atau menyetubuhi istri di duburnya, atau mendatangi dukun maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. [HR Tirmidzi]

Catatan Alvers

Haidh didefinisikan sebagai peristiwa fisiologis dan siklis pada wanita dalam masa reproduksi dengan keluarnya darah dari rahim sebagai akibat pelepasan selaput lendir rahim, yang biasanya awal terjadi pada wanita antara umur 10—14 tahun. Haidh lazim disebut juga dengan menstruasi atau datang bulan. [Web KBBI]

Masa lama terjadinya hadih berbeda-beda namun ulama memberikan batasannya, yaitu :
وأقل الحيض يوم وليلة وأكثره خمسة عشر يوما وغالبه ست أو سبع
Minimal masa haidh yaitu sehari semalam, maksimalnya 15 hari dan rata-rata (biasanya) selama 6 atau 7 hari [Taqrib]

PETAKA ADIK IPAR


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ
“Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita.” Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” Beliau menjawab, “Hamwu (ipar)adalah maut.” [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Terdapat kisah nyata, seorang lelaki bernama khalid yang divonis mandul oleh dokter padahal ia telah memiliki tiga orang anak dari istrinya.  Setelah memeriksa sampel darah semua anak, istri dan adiknya sendiri; hamad yang tinggal dalam satu rumah, sang dokter berkata :
في كثير من الأحيان تكون الحقيقة أليمة قاسية مريرة!! لكن لابد من معرفتها ومواجهتها!! فإن الهروب من المواجهة لا يحل مشكلة ولا يغير الواقع. خالد أنت عقيم لا تنجب!! والأطفال الثلاثة ليسوا أطفالك بل هم من أخيك حمد.
“Dalam banyak kasus, kebenaran itu pahit dan menyakitkan, meski demikian ia harus diketahui dan dihadapi dengan lapang dada. Lari dari diri masalah tidak akan menyelesaikan masalah dan tidak akan mengubah kenyataan. Khalid, Anda mandul dan tidak dapat mempunyai keturunan. Ketiga anak tersebut bukanlah anak anda, mereka adalah anak saudaramu, Hamad.”

Jumat, 09 Februari 2018

PERTOLONGAN SELAIN ALLAH?




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Abbas RA, Suatu ketika Aku berada di belakang Nabi SAW dan beliau bersabda dalam hadits yang panjang. Diantara isinya adalah :
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ
Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. [HR Turmudzi]

Catatan Alvers

Hadits utama di atas jamak dipahami secara letterlijk sebagai larangan meminta pertolongan kepada selain Allah sehingga mereka yang berpaham demikian akan memandang sinis kepada mereka yang meminta pertolongan kepada wali atau orang yang shalih atau mendatangi kuburan mereka.

Jika kita hanya boleh meminta pertolongan kepada Allah saja karena Allah saja yang memberi pertolongan dan kita tidak boleh menjadikan selain Allah sebagai pertolongan, lantas bagaimana dengan firman Allah berikut :
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. [QS Al-Baqarah : 45]

Senin, 05 Februari 2018

PAHAM YANG SALAH




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasul SAW bersabda :
اتَّقُوا الْحَدِيثَ عَنِّي إِلَّا مَا عَلِمْتُمْ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ وَمَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Berhati-hatilah mengenai hadits-ku, kecuali jika terhadap apa yang telah engkau ketahui, maka barang siapa yang berdusta atas namaku maka silahkan mengambil tempat duduknya di neraka, dan barang siapa yang berkata mengenai isi Al-Qur'an dengan pendapatnya sendiri, maka silahkan mengambil tempat duduknya di neraka [HR Turmudzi]

Catatan Alvers

Tulisan odoh edisi kali ini adalah pasangan dari judul sebelumnya yaitu salah paham. Salah paham terjadi kepada siapa saja dan dilakukan secara tidak sengaja. Qudamah bin Mazh’un sebagai contohnya, ia meminum Khamar dan mabuk pada masa khalifah Umar RA karena ia salah paham mengenai ayat al-Quran. Menurut riwayat, setelah khalifah Umar RA menerima laporan bahwa Qudamah bin Mazh’un meminum Khamar dan mabuk maka Umar mendatanginya seraya berkata kepada Qudamah “Aku akan menghukummu”. Qudamah berkata “jika memang aku meminum khamar maka kamu tidak berhak menghukumku”. Umar berkata “kenapa?”. Qudamah menjawab “karena Allah SWT berfirman :
لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
“Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan Amal shalih karena memakan makanan yang telah mereka makan, apabila mereka bertaqwa dan beriman dan mengerjakan amalan-amalan shalih”[QS Al-Maidah : 93].

Jumat, 02 Februari 2018

SALAH PAHAM



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasul SAW bersabda :
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Setiap anak adam banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat. [Referensi ODOH]

Catatan Alvers

Setiap anak adam tidaklah luput dari kesalahan bahkan bapak kita, Adam AS juga demikian. Maka manusia yang terbaik bukanlah ia yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun manusia yang terbaik jika bersalah maka ia segera sadar akan kesalahannya, memperbaiki kesalahannya lalu  selanjutnya bertaubat. Allah swt  berfirman dalam hadits Qudsi:
يا عبادي إنكم تخطئون في الليل والنهار وأنا أغفر الذنوب جميعاً فاستغفروني أغفر لكم
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat salah pada malam dan siang, dan Aku mengampuni semua dosa, maka minta ampunlah kepada-Ku niscaya Aku akan mengampuni kalian” [Referensi ODOH]