إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ

"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain." [HR Muslim]

أَرْفَعُ النَّاسِ قَدْرًا : مَنْ لاَ يَرَى قَدْرَهُ ، وَأَكْبَرُ النَّاسِ فَضْلاً : مَنْ لَا يَرَى فَضْلَهُ

“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah melihat kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah melihat kemuliannya (merasa mulia).” [Syu’abul Iman]

الإخلاص فقد رؤية الإخلاص، فإن من شاهد في إخلاصه الإخلاص فقد احتاج إخلاصه إلى إخلاص

"Ikhlas itu tidak merasa ikhlas. Orang yang menetapkan keikhlasan dalam amal perbuatannya maka keihklasannya tersebut masih butuh keikhlasan (karena kurang ikhlas)." [Ihya’ Ulumuddin]

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا

"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur." [HR Muslim]

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ.

“Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”[HR Ahmad]

Selasa, 31 Mei 2016

JILBAB PRODUK BUDAYA?



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW beliau bersabda :
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَمْثَالِ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيْرةٍ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Hadits di atas menerangkan adzab bagi orang yang mengenakan pakaian tapi tidak sesuai dengan aturan islam, lalu bagaimana dengan orang yang sengaja membuka auratnya?.  Salah satu sarana menutup aurat bagi wanita adalah jilbab atau penutup rambut kepala. Menariknya ada intelektual muslim yang berpendapat bahwa wanita muslimah tidak wajib memakai jilbab (penutup kepala) karena jilbab adalah produk budaya, bukan dari ajaran islam. Ketahuilah dalam hal ini terdapat pengkaburan fakta yang perlu dicermati :

Minggu, 29 Mei 2016

MANAJEMEN INFORMASI



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Bahwa Rasul SAW bersabda :

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
Mudahkanlah dan jangan kamu persulit. Gembirakanlah dan jangan kamu membuat lari”. [HR. Bukhari]

Catatan Alvers

Kehidupan di dunia tidak terlepas dari baik dan buruk, suka dan duka. Setiap orang memiliki fitrah untuk senang kabar baik dan membenci kabar buruk. Maka suatu hal yang sangat berat jika kita terpaksa memberikan kabar buruk yang menimpa seseorang. Meskipun tidak akan merubah apa yang terjadi, penyampaian informasi akan berdampak pada penerimanya. Jika kita menyampaikannya dengan cara yang tepat maka si penerima info akan legawa dan menerima kabar tersebut dengan ikhlas. Namun sebaliknya, jika cara yang tidak tepat dalam menyampaikannya akan menambah beban berat si penerima informasi.

Dalam Hadits di atas, Rasul SAW bersabda : Gembirakanlah. Ini bukan berari kita tidak boleh menyampaikan berita buruk yang membuat orang lain susah akan tetapi hadits itu anjuran kepada kita supaya tetap meringankan orang lain betapapun ia sedang tertimpa musibah seperti dengan metode penyampaian yang baik. Maka menyampaikan berita buruk haruslah dengan cara yang terbaik.

Rabu, 25 Mei 2016

TERAPI EMOSI



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya, Rasul SAW bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ
Barang siapa menahan emosinya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah Azza wa jalla akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan semua makhluk untuk diberi kesempatan memilih bidadari yang disukainya. [HR Abu Dawud]

Catatan Alvers

Secara terotis, Emosi didefinisikan sebagai perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian.  Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu. [situs wikipedia] Dengan demikian Emosi bisa berupa emosi positif seperti bahagia, gembira, suka, ceria, semangat, cinta, kekaguman dan lain sebagainya. Sebaliknya, emosi juga bisa berupa emosi negatif seperti sedih, benci, kecewa, marah, dan masih banyak yang lainnya. Namun dalam tataran praktisnya, emosi lebih banyak dimaksudkan kepada pengertian yang negatif seperti marah dan kecewa.

Selasa, 24 Mei 2016

DAHSYATNYA TURI PUTIH



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari 'Athiyah dari Abu Sa'id berkata: Rasulullah SAW memasuki tempat shalat lalu beliau melihat orang-orang  sepertinya tertawa hingga terlihat gigi-giginya, beliau bersabda:
أَمَا إِنَّكُمْ لَوْ أَكْثَرْتُمْ ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ لَشَغَلَكُمْ عَمَّا أَرَى فَأَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ لَمْ يَأْتِ عَلَى الْقَبْرِ يَوْمٌ إِلَّا تَكَلَّمَ فِيهِ فَيَقُولُ أَنَا بَيْتُ الْغُرْبَةِ وَأَنَا بَيْتُ الْوَحْدَةِ وَأَنَا بَيْتُ التُّرَابِ وَأَنَا بَيْتُ الدُّودِ.... إِنَّمَا الْقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ
"Ingatlah, sesungguhnya bila kalian banyak-banyak mengingat pemutus segala kenikmatan niscaya kalian tidak sempat melakukan yang aku lihat, karena itu perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yakni kematian, sesungguhnya tidaklah ada suatu hari melewati kuburan melainkan ia berbicara; aku adalah rumah keterasingan, aku adalah rumah kesendirian, aku adalah rumah (berupa) tanah, aku adalah rumahnya cacing.... "Sesungguhnya kubur adalah salah satu taman surga atau salah satu liang neraka." [HR Tirmidzi]

Catatan Alvers

Beberapa hari lalu saya mengalami pembengkakan pada sekitar kuku dikarenakan ada bagian kecil ujung kuku yang menancap dan masuk ke dalamnya. Setelah mencari info kesana kemari maka saya temukan obat tradisional untuk pembengkakan kuku yaitu dengan menggunakan kembang turi putih. Turi Putih yang nama ilmiahnya dikenal dengan sesbania grandiflora merupakan salah satu tumbuhan pelindung yang bisa kita jumpai di sawah, kebun, maupun di pekarangan- pekarangan rumah pedesaan. Spesies dari keluarga fabaceae ini banyak tersebar dari India Timur hingga ke benua Australia. Ia merupakan salah satu tanaman yang memiliki tekstur kayu yang lunak dan memiliki umur yang pendek. Kita seringkali menjumpai kembang turi dalam berbagai jenis masakan nusantara, misalnya saja dalam pecel. Disamping untuk pelengkan masakan, turi putih bermanfaat untuk kesehatan dan obat seperti untuk mengobati pembengkakan pada kuku di atas. Bahkan turi putih dengan berbagai kandungan zatnya bermanfaat juga untuk Membantu proses penyembuhan luka, Mengobati rabun senja, sariawan, radang tenggorokan, keputihan, batuk, Demam dll.

Senin, 23 Mei 2016

INOVASI




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas RA, Ia berkata :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ فَقَالَ لَوْ لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ قَالَ فَخَرَجَ شِيصًا فَمَرَّ بِهِمْ فَقَالَ مَا لِنَخْلِكُمْ قَالُوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا قَالَ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
bahwa Nabi SAW melewati suatu kaum (di madinah) yang sedang mengawinkan pohon kurma lalu beliau bersabda: "Sekiranya kalian tidak melakukannya, niscaya kurma itu akan menjadi bagus." Tapi setelah itu, ternyata kurma tersebut tumbuh dalam keadaan jelek. Hingga suatu saat Nabi SAW melewati mereka lagi dan melihat hal itu beliau bertanya: 'Ada apa dengan pohon kurma kalian? Mereka menjawab; Bukankah anda telah mengatakan bla bla bla...? (menyuruh tidak mengawinkan pohon kurma tapi hasilnya jelek) Beliau lalu bersabda: 'Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian. [HR Muslim].

Catatan Alvers

Kata inovasi atau innovation berasal dari bahasa latin innovatio yang berarti renewal atau renovation, berdasar pada novus (new). Dalam situs Wikipedia diartikan sebagai “proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Dengan pengertian di atas, maka “inovasi” dalam islam adalah satu hal di “restui” untuk urusan duniawi seperti rekayasa penyerbukan pada kejadian hadits di atas. Inovasi merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan duniawi karena manusia bersifat bosan dan selalu menginginkan hal baru. Dalam sebuah maqalah disebutkan :
الطباع مجبولة على حب المتجدد
Tabiat manusia itu senang terhadap hal yang baru.

Minggu, 22 Mei 2016

AKIBAT KERASNYA HATI



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ ، صُقِلَ قَلْبُهُ ، فَإِنْ زَادَ ، زَادَتْ ، فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ : كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Sesungguhnya seorang Mukmin jika melakukan dosa, maka akan ada bintik hitam di hatinya. Jika dia bertaubat dan berhenti (dari dosa tersebut) serta memohon ampunan, maka hatinya akan mengkilap. Apabila dia terus melakukan dosa, maka bertambah pula noktah hitam itu (sehingga hati tertutup noktah hitam itu). Itulah “ar-ran” (penutup) yang disebutkan oleh Allah di kitab-Nya [QS al-Muthaffifîn:14]: ‘Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka [HR Ibnu Majah]

Catatan Alvers

al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan karena ia adalah firman Allah dan sumber hidayah sekaligus obat untuk penyakit dhohir maupun bathin. Selayaknya obat terkadang memberikan reaksi keras kala berinteraksi dengan penyakit. Balita yang diimunisasi harus mengalami panas beberapa hari sebagai reaksi obatnya. Nenek tua yang tidak paham boleh jadi marah dan mengatakan kepada ibu muda: “lha wong arek waras kok malah digawe loro” (anak sehat kok dibuat sakit).

KENIKMATAN MENGKAJI HADITS



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit RA, Rasul SAW bersabda :
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ
Mudah-mudahan Allah menjadikan orang yang mendengarkan hadits dariku berseri-seri wajahnya (baik akhlaknya) lalu menjaganya untuk disampaikan, berapa banyak orang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih berilmu, dan berapa banyak pembawa ilmu yang tidak berilmu."  [HR Abu Dawud]

Catatan Alvers

Membaca ilmu pengetahuan menjadi jendela dunia dan membaca ajaran agama adalah cahaya dalam kegelapan, teman dalam kesendirian dan pembantu dalam setiap kejadian sekaligus menjadi sarana paling penting dalam menuntut ilmu dan meraihnya. Para Salaf, menjadikan buku-buku sebagai taman dan kebun. Mereka selalu membacanya, berpindah dari satu taman ke taman yang lain, dari satu kebun ke kebun yang lain. Mereka merasakan nikmatnya membaca dan belajar melebihi semua kenikmatan dari dunia yang fana ini. Ibnul Jauzi berkata, "Jalan mencari kesempurnaan belajar ilmu adalah membaca buku-buku yang telah ditulis. Perbanyaklah membacanya. Karena anda akan melihat ilmu seseorang dan semangatnya yang tinggi. Apa yang tidak terlintas di benak, dan akan menggerakkan keinginan untuk belajar. Tidak ada kitab yang tidak memiliki manfaat." Ibnul Jauzi sendiri dam Shaidul Khathir disebutkan merasakan manisnya menuntut ilmu.

Sabtu, 21 Mei 2016

ADA APA DENGAN NISYFU SYA’BAN?



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Siti Aisyah ra bercerita bahwa pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW. Ia lalu mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’ (al-Gharqad) sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” [HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah]

Catatan Alvers

Malam Nishfu Sya’ban berbeda dengan malam yang lain, Ia memiliki keutamaan- keutamaan yang istimewa di antaranya adalah melimpahnya pengampunan Allah yang maha pengasih dan penyayang sebagaimana keterangan hadits di atas. Maka tidaklah mengherankan jika Al-Syafi’i berkata: bahwa permohonan akan dikabulkan dalam lima malam, salah satunya adalah malam Nishfu Sya’ban.” [Al-Umm].  Banyaknya Pengampunan Allah pada malam itu diumpamakan dengan jumlah yang lebih banyak dari jumlah bulu domba-domba yang dimiliki oleh kabilah yang terkenal memiliki banyak domba yaitu bani kalb.

Minggu, 15 Mei 2016

PASAR AKHIRAT



ONE DAY ONE HADITH

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ: وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً. فَيَقُولُونَ: وَأَنْتُمْ وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً
Sesungguhnya di surga ada pasar yang didatangi penghuni surga setiap Jumat. Bertiuplah angin dari utara mengenai wajah dan pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan tampan. Mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan telah bertambah indah dan tampan. Keluarga mereka berkata, ‘Demi Allah, engkau semakin bertambah indah dan tampan.’ Mereka pun berkata, ‘Kalian pun setelah kedatangan kami dari pasar semakin bertambah indah dan cantik’ [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kata Pasar Didefinsikan sebagai tempat orang berjual beli. Pasar dalam bahasa arab disebut dengan “SUUQ” yang berasal dari tashrif “Saaqa Yasuuqu Sawqan” yang berarti menggiring . Al-Mubarakfuri mengatakan :
سميت بها ؛ لأن التجارة تجلب إليها والمبيعات تساق نحوها ، والمراد العير .
Pasar dinamakan suuq (menggiring) dikarenakan perdagangan itu ditarik (masuk) ke sana dan barang dagangan (beserta kafilah unta yang membawanya) digiring ke sana. [Tuhaftul Ahwadzi]

Jumat, 13 Mei 2016

JAIM PUBLIK FIGUR

ONE DAY ONE HADITH

Sufyan berkata : Aku mendengar az-Zuhri menceritakan Ali Bin Husain, Ia berkata :
أَنَّ صَفِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ فَلَمَّا رَجَعَتْ مَشَى مَعَهَا فَأَبْصَرَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا أَبْصَرَهُ دَعَاهُ فَقَالَ تَعَالَ هِيَ صَفِيَّةُ وَرُبَّمَا قَالَ سُفْيَانُ هَذِهِ صَفِيَّةُ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ قُلْتُ لِسُفْيَانَ أَتَتْهُ لَيْلًا قَالَ وَهَلْ هُوَ إِلَّا لَيْلٌ
Bahwa Shafiyah RA (istri Rasul SAW) mendatangi Nabi SAW ketika Beliau sedang ber-i'tikaf. Ketika kembali, Beliau berjalan bersama Shafiyah RA. Kemudian ada seorang dari Kaum Anshar melihat Beliau dan setelah Beliau melihatnya, Beliau memanggil orang itu lalu berkata: "Kemarilah, Wanita ini adalah Shafiyah ". Barangkali Sufyan berkata, "Ini adalah Shafiyah. Sesungguhnya syetan itu berjalan pada diri manusia lewat aliran darah". Aku (Ali bin Abdullah ibnul Madiny, Guru Imam bukhari) bertanya kepada Sufyan: "Apakah Shafiyah RA menemui Beliau SAW pada malam hari?" Sufyan berkata: Memang, tidak lain kecuali di malam hari".[HR Bukhari]

Catatan Alvers

Berbuat kejelekan adalah suatu kesalahan dan termasuk kesalahan juga adalah berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain berbuat kejelekan. Hal inilah yang ingin disadarkan oleh Rasul pada hadits di atas. Ketika Rasul berjalan bersama seorang wanita boleh jadi orang yang melihatnya akan berprasangka buruk. Misalnya timbul persangkaan bahwa rasul bersama wanita ajnabiyah, Maka untuk mencegah orang lain berprasangka buruk dengan segera Rasul SAW menjelaskan siapa sosok wanita yang bersama beliau. Prasangka buruk bisa berlaku kepada siapa saja dan atas siapa saja, Rasul bersabda dalam hadits di atas: “Sesungguhnya syetan itu berjalan pada diri manusia lewat aliran darah”.

DOA TERTOLAK KARENA MAKANAN HARAM

ONE DAY ONE HADITH

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً – وَقاَلَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ .

Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmanNya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Rabb, Yaa Rabb, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan. [HR Muslim].

Catatan Alvers

Banyak orang berkata "Mencari yang haram saja susah, apalagi mencari yang halal" mereka melegalkan segala cara untuk mendapatkan makanan yang haram padahal gara-gara makanan, doa kita bisa tidak diterima oleh Allah. Ibnu Abbas berkata bahwa Sa'ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah." Apa jawaban Rasulullah SAW,

Rabu, 11 Mei 2016

APAPUN KONDISINYA, UCAPANNYA ALHAMDULILLAH



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Aisyah RA, Ia berkata :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Jika Rasulullah menyaksikan hal-hal yang beliau sukai maka beliau mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat” (Segala puji bagi Allah yang mana dengan-Nya semua kebaikan menjadi sempurna). Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal.” (Segala puji bagi Allah atas semua kondisi). [HR Ibnu Majah]

Catatan Alvers

Allah SWT yang maha sempurna dan bijaksana telah mengatur alam semesta dan semua kejadian di dalamnya dengan sebaik-baiknya maka seorang hamba yang sadar akan hal ini ia akan selalu memuji Allah dalam kondisi apapun sehingga “apapun kondisinya, ucapannya alhamdulillah”.  Hamba yang bersyukur akan menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna sehingga ia tidak mengeluh akan suatu kekurangan bukankah setiap manusia memiliki kekurangan. Selanjutnya ia akan melihat bahwa di sisi lain sesorang yang memiliki kekurangan ternyata masihlah beruntung dan patut untuk tetap bersyukur kepada Allah swt.

MEMBUKA AIB PASANGAN

ONE DAY ONE HADITH

Dari Abu Said Al-Khudri RA, Nabi SAW bersabda :
إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا
Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Tidak ada keluarga yang sempurna namun tidak ada kesempurnaan tanpa keluarga. Itulah kata-kata penutup dari host ternama di sebuah acara kuis tv swasta. Ya, memang demikianlah tidak ada keluarga yang sempurna. Dengan menyadari hal ini maka setiap pasangan haruslah saling menjaga dan merawat kepercayaan, menjaga aib pasangan dan keluarganya sebagaimana ia tidak membuka aibnya sendiri kepada siapapun.

Hadits di atas pada dasarnya melarang suami membicarakan rahasia istrinya di atas ranjang namun sebenarnya dipahami bahwa larangan ini berlaku juga kepada istri. Setiap pasangan janganlah menyebar aib pasangannya kepada orang lain. Banyak istri memiliki kebiasaan curhat kepada teman kerja atau sahabat bahkan ada yang mengobral aib pasangannya melalui sosial media. Secara sadar atau tidak, hal ini akan membuat masalah semakin keruh dan runyam serta sulit diuraikan bahkan tak jarang mendatangkan keretakan rumah tangga.

Senin, 09 Mei 2016

DAHSYATNYA KIBLAT



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari sayyidah Aisyah RA bahwa Rasul saw bersabda:
إِنَّهُمْ لَا يَحْسُدُونَا عَلَى شَيْءٍ كَمَا يَحْسُدُونَا عَلَى يَوْمِ الْجُمُعَةِ الَّتِي هَدَانَا اللَّهُ لَهَا وَضَلُّوا عَنْهَا وَعَلَى الْقِبْلَةِ الَّتِي هَدَانَا اللَّهُ لَهَا وَضَلُّوا عَنْهَا وَعَلَى قَوْلِنَا خَلْفَ الْإِمَامِ آمِينَ
Sesungguhnya mereka (orang yahudi) tidaklah dengki kepada kita (orang islam) atas sesuatu seperti kedengkian mereka atas hari jumat, dimana kita diberi petunjuk untuk menghadap mengagungkan hari jumat sedangkan mereka sesat darinya, dan atas kiblat yang mana kita diberi petunjuk untuk menghadap kiblat sedangkan mereka sesat darinya, dan atas ucapan “amin” kita di belakang imam. [HR Ahmad]

Catatan Alvers

Kiblat (ka’bah) adalah lambang persatuan ummat islam yang tidak dimiliki oleh ummat lain. Inilah yang menyebabkan mereka iri dan hasud atas agama islam dan mereka mengatkan bahwa Tuhannya orang Islam adalah batu, karena di waktu sholat pasti mereka menghadap ke arah Ka'bah, dan ka'bah itu sendiri hanyalah sebuah batu yang disusun. Mereka menyelipkan keraguan kepada hati orang awam dengan berkata “Jika Islam memang menentang penyembahan berhala, lalu mengapa umat Islam menyembah dan sujud kepada Ka'bah?” Lantas bagaimana nasib orang-orang yang dulu shalatnya menghadap baitil maqdis dan mereka telah mati?.

Minggu, 08 Mei 2016

PUASA QABLIYAH RAMADHAN

ONE DAY ONE HADITH

Aisyah RA berkata:
وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
 “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Bulan Sya’ban telah datang, bulan di mana saat itu banyak manusia lalai dari beramal shalih, bulan di mana saat itu amal-amal dihaturkan kepada Allah tuhan  semesta alam. Kiranya alasan inilah Rasul memperbanyak berpuasa. Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid R.A, ia bertanya : “Wahai Rasulullah, kenapa aku tidak pernah melihat Anda berpuasa sunnah dalam satu bulan tertentu yang lebih banyak dari bulan Sya’ban?, Beliau SAW menjawab:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفِلُ النَّاسُ عَنْهُ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَال إِلى رَبِّ العَالمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عملي وَأَنَا صَائِمٌ
“Ia adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku senang apabila amal-amalku diangkat kepada Allah saat aku mengerjakan puasa sunnah.” [HR. An-Nasai]

Jumat, 06 Mei 2016

MULTI LEVEL PRILAKU

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Mundzir bin Jarir dari Ayahnya, Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Barang siapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barang siapa yang memberikan contoh jelek dalam islam maka ia akan mendapat dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka”.[HR Muslim]

Catatan Alvers
Ketika mendengar kata “MLM” (Multi Level Marketing), apa yang ada di pikiran anda? Pastilah yang terbayang adalah profit yang akan berlipat ganda untuk up-line yang berhasil merekrut down-line sebanyak-banyaknya. Bisnis MLM memang sangat menggiurkan karena dengan modal yang relatif kecil seseorang bisa mendapatkan profit dan bonus yang sangat-sangat besar. Profit dan bonus yang didapat dari MLM adalah uang dan fasilitas duniawi. Ternyata, Bila dilihat secara konsep dan strategi, Multi level juga terdapat dalam ajaran islam. Namun bukan untuk mendapat profit dan bonus duniawi, profit dalam Multi level islam ini berupa profit pahala dan bonus ukhrawi.

Rabu, 04 Mei 2016

BLACK BOX ISRA’ MI’RAJ


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Tsabit Al-Bunani, Anas bin Malik RA berkata :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ قَالَ فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ قَالَ ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجْتُ فَجَاءَنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ فَاخْتَرْتُ اللَّبَنَ فَقَالَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْتَرْتَ الْفِطْرَةَ
bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “(Jibril) telah datang kepadaku bersama Buraq, yaitu hewan putih yang tinggi, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari baghal (keturunan silang antara kuda betina dan keledai jantan), yang dapat meletakkan kakinya (melangkah) sejauh pandangannya.” Beliau bersabda: “Maka aku menaikinya hingga sampailah aku di Baitul Maqdis, Beliau bersabda: lalu aku mengikatnya dengan tali yang biasa dipakai oleh para Nabi.” Beliau bersabda: “Kemudian aku masuk ke masjid al-Aqsha dan aku shalat dua raka’at di sana, lalu aku keluar. Kemudian Jibril AS membawakan kepadaku satu gelas khamr dan satu gelas susu, maka aku memilih susu, lalu Jibril berkata kepadaku: ‘Engkau telah memilih fitrah (kesucian).”[HR Muslim]

Senin, 02 Mei 2016

SI KIKIR VS DERMAWAN

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA, Rasul SAW Bersabda :
السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ الْجَنَّةِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ عَالِمٍ بَخِيلٍ
Seorang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga dan pula dekat dengan manusia serta jauh dari neraka. Adapun orang yang kikir, ia jauh dari Allah, jauh dari surga dan jauh pula dari manusia serta dekat dengan neraka. Seorang yang bodoh tapi dermawan lebih disukai Allah daripada seorang alim tapi kikir. [HR Turmudzi]

Catatan Alvers

Hadits di atas ditemukan juga dalam Kitab Syu’abul Iman dengan berbeda redaksi pada bagian akhirnya, yaitu :
وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ من عابد بخيل
Seorang yang bodoh tapi dermawan lebih disukai Allah daripada seorang tekun beribadah tapi kikir. [HR Baihaqi]
Di dalam kitab Tahdzibul Atsar, hadits tersebut terdapat tambahan lagi pada akhirnya yaitu :
وأكبر الداء البخل
Dan penyakit terbesar adalah kikir [HR Thabari]