• WhatsApp Channel : One Day One Hadith

    Bergabunglah bersama Saluran WhatsApp One Day One Hadith

  • Penerimaan Santri Baru 2026/2027

    Monggo nderek-nderek Nyethak Sholihin Sholihat dengan mendaftarkan putra putri jenengan ke PPW An-Nur 2 Al Murtadlo

  • Tadarus Akbar

    Tadarus Akbar oleh ribuan santri putra Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo

  • Sholat Tarawih Akbar

    Sekitar 3.000 santri putra melaksanakan Tarawih Akbar di Lapangan Utama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. Sabtu malam, 21 Februari 2026, lapangan center An-Nur II penuh dengan 24 saf santri berbaju putih

  • Bersama KAPOLRI

    Bersama Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo - KAPOLRI dan Majelis Keluarga An-Nur 2

SUDAH TAHAJJUD GAES?


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA, Ia berkata :
أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُومُ مِنْ اللَّيْلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ تَصْنَعُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَفَلَا أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا
Sesungguhnya Nabi SAW melakukan shalat malam sehingga bengkak kakinya. Aku berkata kepadanya, Mengapa kau melaukan ini, wahai Rasululallah?, padahal Allah telah mengampuni kesalahanmu, baik yang terdahulu maupun yang akan datang. Beliau menjawab, Apakah aku tidak suka menjadi seorang hamba Allah yang bersyukur?, [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Junaid Al-Baghdadi dijumpai dalam mimpi setelah kewafatannya. Ia ditanya : Apakah yang dilakukan Allah kepadamu wahai Junaid? Ia Menjawab: “Hilanglah semua isyarat, ibarat, ilmu bahkan tulisan yang aku berikan kepada manusia dan tidak ada manfaatnya serta tidak kutemukan pahalanya. Tidaklah bermanfaat kepadaku selain beberapa rekaat pendek yang aku lakukan ketika waktu sahur di saat manusia terlelap tidur. Itulah yang kutemukan pahalanya untukku. [Al-Bajuri,1,257]
Share:

BANGUN YUK!



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.
“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. [HR Muslim]

Catatan Alvers

‘Abdullah Ibnu ‘Umar RA berkata: Saat aku muda aku tidur di dalam masjid lalu aku bermimpi seakan dua Malaikat membawaku ke Neraka. Ternyata Neraka itu berupa sumur yang dibangun dari batu dan memiliki dua tanduk. Di dalamnya terdapat orang-orang yang aku kenal. Aku pun berucap, ‘Aku berlindung kepada Allah dari Neraka!’ Ibnu ‘Umar melanjutkan ceritanya, ‘Malaikat yang lain menemuiku seraya berkata, ‘Jangan takut!’ Akhirnya aku ceritakan mimpiku kepada Hafshah dan ia menceritakannya kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda:
نِعْمَ الرَّجُلُ عَبْدُ اللهِ، لَوْ كَانَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ.
‘Sebaik-baik hamba adalah ‘Abdullah seandainya ia melakukan shalat pada sebagian malam.’
Akhirnya ‘Abdullah tidak pernah tidur di malam hari kecuali hanya beberapa saat saja.” [HR Al-Bukhari]
Share:

QUNUT UIGHUR


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata:

قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَالصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنْ الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ يَدْعُو عَلَيْهِمْ عَلَى حَيٍّ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ أَرْسَلَ إِلَيْهِمْ يَدْعُوهُمْ إِلَى الْإِسْلَامِ فَقَتَلُوهُمْ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ وَقَالَ عِكْرِمَةُ هَذَا كَانَ مِفْتَاحَ الْقُنُوتِ
Rasulullah pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, (yaitu) ketika beliau mengucap “Sami’Allahu liman hamidah” di raka’at yang terakhir, beliau mendo’akan kebinasaan atas kaum yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri’l, Dzakwan dan ‘Ushayyah, dan orang-orang di belakang beliau mengucapkan amin. Rasul mengutus mereka (para da’i) untuk mengajak mereka (kabilah-kabilah itu) masuk Islam, tapi malah mereka membunuh para da’i tersebut. ‘Ikrimah berkata: Inilah pertama kali qunut (nazilah diadakan). [HR Abu Daud]
Share:

MENDOAKAN GURU



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ubadah Bin Shamit RA, Rasul SAW bersabda :
لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” [HR Ahmad]

Catatan Alvers

Socrates dalam bukunya The Republic menyebut dua profesi yang harus sarjana dimana saat itu (2.000 tahun sebelum Masehi) sarjana diidentikkan dengan orang yang luas pengetahuannya, arif dan bijaksana. Siapakah mereka? yang pertama adalah anggota parlemen, Mengapa? Karena parlemen berwenang membentuk aturan untuk hidup bersama dengan baik. Dan yang kedua adalah guru. Mengapa demikian? karena guru bertugas mencetak generasi masa depan dan penerus perjuangan. Pasca Hiroshima dan Nagasaki dibom atom dan akhirnya Jepang takluk kepada Sekutu, Kaisar Hirohito bertanya berapa jumlah guru yang tersisa. Dengan sekitar 250.000 guru yang masih hidup, Kaisar Jepang menyatakan tekad, dalam satu generasi, Jepang akan lebih maju dari kondisi sewaktu ditaklukan. Pada tahun 1960-an, Jepang membuktikan dapat lebih unggul dalam teknologi dan ekonomi dari banyak negara Barat penakluknya. [nasional kompas com]
Share:

RASUL SAW JUGA MANUSIA


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Mas’ud RA, Rasul SAW bersabda:
إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي
 Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku bisa saja lupa sebagaimana kalian semua bisa lupa. Maka jika aku lupa, ingatkanlah aku. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Rasul SAW adalah manusia yang sempurna dan paripurna. Kesempurnaan beliau tercermin dalam akhlak yang membuat Sang Khalik-pun memujinya. Allah SWT berfirman :
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. [QS Al-Qalam: 4].

Share:

REBO WEKASAN


*CATATAN ALVERS*
 
*DEFINISI*

Rabu Wekasan (Jawa) adalah ritual (sholat, dzikir, doa tertentu dll ) yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Shafar dengan keyakinan sebagai usaha untuk menghindarkan diri dari 320.000 (tiga ratus dua puluh ribu) macam bala’ dan malapetaka yang diturunkan pada malam tersebut.

Ulama berbeda pendapat mengenai hukum sholat rebo wekasan. Karena hukumnya demikian maka kita tidak boleh saling menyalahkan. Masing-masing punya dalil dan kita bisa memilih pendapat mana yang kita yakini. Tulisan ini merupakan ringkasan pendapat pro kontra mengenai hukum sholat rebo wekasan *untuk bahan pengetahuan bukan untuk diperdebatkan.*
Share:

MENGHADAPI CACIAN



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Ia berkata :
أَنَّ رَجُلًا شَتَمَ أَبَا بَكْرٍ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْجَبُ وَيَتَبَسَّمُ
Terdapat seseorang ia mencaci maki Abu Bakar sedangkan Nabi SAW duduk (di dekatnya) Nabipun kagum (atas kesabaran Abu bakar yang tidak membalas caciannya) dan Beliau tersenyum... [HR. Ahmad]

Catatan Alvers

Suatu ketika ada seorang ayah bersama anaknya hendak pergi ke kota. Keduanya menaiki seekor himar. Di tengah perjalanan keduanya mendengar orang-orang berkata
ما اشدة قسوة هذا الرجل ,الاثنان يركبان الحمار المرهق
Betapa kerasnya orang itu (tidak punya belas kasihan), (bagaimana bisa) dua orang menaiki satu himar yang lemah (tidak kuat dinaiki dua orang)?
Share:

POLITISASI AYAT



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu Abbad RA, Rasul SAW bersabda :
وَمَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Barangsiapa berkata tentang Al Qur’an dengan logikanya (semata), maka silakan ia mengambil tempat duduknya di neraka. [HR. Abu Dawud]

Catatan Alvers

Dikisahkan di zaman orde baru terdapat seorang juru kampanye yang mengutip ayat :
وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ
.... Dan dengan bintang itulah mereka mendapat petunjuk. [QS A-Nahl : 16]
Ayat ini dikutip bukan untuk menjelaskan makna tafsiran Al-Qur’an namun karena hendak menarik massa agar memilih dan mendukung partai berlambang bintang.
Share:

PRAY FOR JT-610


ONE DAY ONE HADITH


Diriwayatkan dari Jabir bin Atik RA, Rasul SAW bersabda :
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللهِ : الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
Mati syahid selain yang tewas dalam peperangan membela agama Allah, ada tujuh, mati karena penyakit tha’un (lepra) adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena luka dalam bagian perutnya adalah syahid, mati karena sakit perut adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tertimpa bangunan (benturan keras) adalah syahid, dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan) adalah syahid” [HR. Abu Dawud]

Catatan Alvers

Sebagaimana kita ketahui, Pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT610 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Senin, (29/10/2018) pukul 06.20 WIB. Namun, 13 menit setelah take off tepatnya pukul 06.33 WIB mengalami hilang kontak dan akhirnya pesawat yang membawa 189 orang itu dinyatakan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. [Detik com]

Share:

KEBENARAN SUBJEKTIF



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Amr Bin Auf RA, Rasulullah SAW bersabda:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. [HR Malik]

Catatan Alvers

Hujat menghujat menjadi budaya baru yang tak terelakkan utamanya di dunia medsos belakangan ini. Seakan akan seseorang tidak bisa masuk surga kalau belum menghujat kubu-kubu yang berseberangan dengan kelompoknya bahkan ketika presiden melarang rakyatnya saling menghujat, pidatonyapun dibuat olok-olokan mereka .

Share:

HAKIKAT SANTRI


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA, Rasul SAW bersabda:
مَرْحَبًا بطالبِ الْعِلْمِ، طَالِبُ الْعِلْمِ لَتَحُفُّهُ الْمَلائِكَةُ وَتُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِهَا، ثُمَّ يَرْكَبُ بَعْضُهُ بَعْضًا حَتَّى يَبْلُغُوا السَّمَاءَ الدُّنْيَا مِنْ حُبِّهِمْ لِمَا يَطْلُبُ
Selamat datang penuntut ilmu. Penuntut ilmu dihargai dan disanjung oleh malaikat dan dilindunginya dengan sayapnya. Kemudian mereka belomba-lomba untuk mencapai langit dunia karena senang kepada apa yang ia tuntut. [HR Thabrani]

Catatan Alvers

Dalam bahasa arab, tidak ditemukan istilah santri karena memang bukan berasal dari bahasa arab. Kata Santri dalam artian penuntut ilmu dalam bahasa arab disebut “thalibul ilmi”. Maka semua sahabat Nabi, mereka itu adalah penuntut ilmu dari nabi SAW. Rasul SAW memberi ucapan selamat datang kepada penuntut ilmu. Shafwan bin Assal Al-Muradi berkata: aku mendatangi Rasulullah SAW waktu itu beliau sedang bersandar kepada mantelnya di masjid.Aku berkata kepadanya: Ya Rasulullah! Saya datang untuk menuntut ilmu. Beliau bersabda sebagaimana dalam hadits utama di atas. : "Selamat datang penuntut ilmu. Penuntut ilmu dihargai dan disanjung oleh malaikat dan dilindunginya dengan sayapnya. Kemudian mereka belomba-lomba untuk mencapai langit dunia karena senang kepada apa yang ia tuntut". [HR Thabrani]

Dalam penelusuran kami, ada beberapa arti etimologi dari kata santri sebagai berikut :

(1) “sattiri” (bahasa tamil) berarti orang yang tinggal di sebuah rumah miskin (Zuhud) atau bangunan keagamaan secara umum (pondok) [Kapita Selekta PAI]

Di Zaman Rasul SAW, ada sebuah bangunan  yang dikenal dengan nama shuffah. Pada awalnya shuffah ini menjadi tempat tinggal bagi orang yang datang berhijrah dari mekkah dan tidak memiliki harta. Dikisahkan oleh Abu Hurairah :
قَدْ رَأَيْتُ سَبْعِينَ مِنْ أَصْحَابِ الصُّفَّةِ مَا مِنْهُمْ رَجُلٌ عَلَيْهِ رِدَاءٌ إِمَّا إِزَارٌ وَإِمَّا كِسَاءٌ قَدْ رَبَطُوا فِي أَعْنَاقِهِمْ فَمِنْهَا مَا يَبْلُغُ نِصْفَ السَّاقَيْنِ وَمِنْهَا مَا يَبْلُغُ الْكَعْبَيْنِ فَيَجْمَعُهُ بِيَدِهِ كَرَاهِيَةَ أَنْ تُرَى عَوْرَتُهُ
Sungguh, aku melihat sekitar tujuh puluh orang dari Ashabush Shuffah, tidak ada seorangpun dari mereka yang memiliki rida' (selendang), atau kain, atau baju panjang kecuali mereka ikatkan dari leher mereka. Di antara mereka ada yang kainnya sampai ke tengah betisnya dan ada yang sampai ke mata kaki. Kemudian dia lipatkan dengan tangannya karena khawatir auratnya terlihat. [HR Bukhari]
Namun dalam perkembangannya, sahabat dari kalangan Anshar juga ada yang tinggal di sana kendati mereka memiliki rumah di Madinah dan memiliki harta yang cukup. Diantaranya adalah Ka’ab bin Malik al-Anshari RA, Hanzhalah bin Abi ‘Amir RA, dan Haritsah bin Nu’man RA.

Begitu pula keadaan santri di pondok pesantren, mereka diajari untuk hidup sederhana dan qana’ah, mulai dari makan setiap hari dengan menu yang sederhana. Pakaian sederhana, kasur dan alat tidur yang sederhana pula. Santri ketika pulang ia akan merasakan bahagia dengan apapun kondisinya karena sudah terbiasa hidup sederhana.

(2) "cantrik" (bahasa jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru kemanapun ia pergi dengan tujuan belajar dari gurunya mengenai suatu keahlian. Dikalangan sahabat Nabi, Abu hurairah adalah orang yang sering bersama Nabi dan banyak belajar dari beliau.   Abu Hurairah berkata; "Sesungguhnya kalian telah mengatakan bahwa Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak menyampaikan hadits dari Rasulullah SAW dan kalian juga mengatakan tentang sahabat Muhajirin dan Anshar yang menyampaikan hadits dari Rasulullah SAW dengan tidak sebanyak yang disampaikan oleh Abu Hurairah”. Beliau melanjutkan :
وَإِنَّ إِخْوَتِي مِنْ الْمُهَاجِرِينَ كَانَ يَشْغَلُهُمْ صَفْقٌ بِالْأَسْوَاقِ وَكُنْتُ أَلْزَمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلْءِ بَطْنِي فَأَشْهَدُ إِذَا غَابُوا وَأَحْفَظُ إِذَا نَسُوا
Sungguh saudara-saudaraku dari kalangan Muhajirin mereka disibukkan dengan berdagang di pasar-pasar sedangkan aku selalu mendampingi (mulazamah) Rasulullah SAW dalam keadaan perutku hanya terisi makanan pokok sehingga aku hadir saat mereka tidak hadir dan aku dapat menghafal hadits ketika mereka lupa. [HR Bukhari]

Di lain riwayat, Abu Hurairah RA berkata :
صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثَلاَثَ سِنِينَ ، لَمْ أَكُنْ فِى سِنِىَّ أَحْرَصَ عَلَى أَنْ أَعِىَ الْحَدِيثَ مِنِّى فِيهِنَّ
“Saya (Abu Hurairah) menemani Rasulullah SAW selama 3 tahun, tidaklah ada dari usiaku yang lebih gigih untuk memahami hadits kecuali pada kurun waktu 3 tahun tersebut. [HR Bukhari]

Seperti itu pula keadaan santri, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk belajar karena ia tidak disibukkan bermain seperti game online, menonton sepakbola atau kegiatan keluarga sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk menuntut ilmu dan juga mereka tidak dipalingkan niatnya oleh TV, Radio dan medsos

 (4) "shastri" (bahasa sansekerta) yang berarti melek huruf sebagai lawan kata buta huruf. Kata shastri merupakan derivasi dari kata shastra yang berarti kitab suci. Sehingga dikhususkan untuk orang yang melek huruf-huruf dalam kitab suci. [Indonesia: whiter islam]

Pada zaman Nabi, Shuffah di atas juga difungsikan sebagai tempat untuk aktifitas pendidikan membaca dan menghafal al-Qur’an secara benar dan hukum Islam di bawah bimbingan nabi secara langsung. Maka seperti itu pula pesantren digunakan untuk mempelajari Al-Qur’an hadits serta kitab kuning.

(4) “santri” (bahasa tamil) berarti guru mengaji [Tradisi Pesantren]
Di antara sahabat Nabi, ada sahabat yang ditugaskan mengajar. Ubadah bin Shamit RA berkata : Saya dulu mengajarkan Ahli Shuffah cara menulis, dan membaca Al-Quran [HR Ahmad]
Di pesantrenpun demikian, para santri senior diberi tugas mengajar baik di dalam pondok maupun di luar pondok (masyarakat).

(5) “Sant-Tra” (gabungan dua kata) yaitu "sant" yang berarti manusia baik dan "tra" berarti suka menolong [Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia]

Para sahabat nabi mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi hingga mendapat pujian dari Allah swt :
وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
mereka (kaum Anshar) mengutamakan (Kaum Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)...[QS. Al-Hasyr: 9]
Di Dalam pesantren, seorang santri akan berada dengan puluhan santri lain dalam satu ruangan kamar. Kebersamaan inilah yang akan menumbuhkan jiwa sosial, saling membantu satu sama lain. Sering kali ditemukan, orang tua yang mengirim makannan untuk anaknya akan tetapi yang ikut senang adalah teman-temannya.

Dengan demikian, Saya bisa katakan bahwa secara terminologi, santri itu adalah orang yang tinggal di pondok pesantren, bisa baca kitab suci atau bahasa arab, meneladani kyai (guru) dalam akhlaqul karimah serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Maka jamak saya temukan motivasi orang tua memondokkan anaknya karena melihat anak tetangga yang mondok memiliki tatakrama kepada orang tua dan berakhlakul karimah. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati para orang tua berikut putra putrinya agar mau memondokkan dan mondok di pesantren. Ayo Mondok, Nggak Mondok Nggak keren!

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Abdullah Alhaddad]

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Nggak Mondok Nggak Keren!


Share:

PEMBOHONG TAK BISA DIPERCAYA




ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Mas’ud RA, Rasul SAW bersabda :
وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta mengantarkan seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Ada sebuah kisah menarik saya temukan dalam buku “Al-Arabiyyah Lin Nasyi’in” dengan judul “Ar-Ra’i Wad Di’b wa Ahlul Qaryah” (Anak gembala, Serigala dan orang-orang kampung). Seorang anak gembala menggembalakan domba milik tuannya di dekat hutan yang tidak jauh dari kampungnya. Tak jarang ia merasa bosan dan bete sehingga tampak bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya untuk mengusir rasa bosannya.
Share:

FENOMENA “AL-FATEKA”


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA, Rasul SAW bersabda :
الَّذِيْنَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ فِيْهِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِيْنَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ شَاقٌّ عَلَيْهِ لَهُ أَجْرَانِ
“Seseorang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir, ia bersama malaikat yang diutus, yang mulia lagi senantiasa berbuat taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan kesulitan akan mendapatkan dua pahala.” [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Al-Quran tidak hanya memiliki kedudukan mulia di sisi kaum muslimin karena ia mejadi pedoman hidup (way Of Life) namun Al-Quran yang merupakan mukjizat itu di sisi lain menjadi sumber pahala ketika dibaca. Para Ulama mendefinisikan Al-Quran :
القرآن هو كلام الله تعالى، المنزل على محمد صلى الله عليه وسلم، المتعبد بتلاوته
"Quran adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw. Yang membacanya merupakan suatu ibadah." [Madkhal Ila Tafsiril Quran Wa Ulumih]
Share:

POSTINGAN

Powered by Blogger.

Pengunjung Ke-

Translate

ANNUR 2 YOUTUBE

YOUTUBE ODOH

Recent Posts