Rabu, 25 April 2018

SYA’BAN ISTIMEWA


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid ra, beliau berkata : “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam suatu bulan sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?” Maka beliau SAW bersabda :
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Itu adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang manusia lalai darinya. Dan ia adalah bulan yang padanya segala amalan akan diangkat kepada penguasa semesta alam. Maka aku senang amalanku diangkat sementara aku sedang berpuasa. [HR An-Nasa’i]

Catatan Alvers

Kita berada di bulan sya’ban, bulan yang biasa namun terasa luar biasa karena diapit oleh dua bulan mulia, Bulan sebelumnya adalah Rajab yang merupakan salah satu bulan asyhurul hurum [lihat HR Bukhari] dan bulan setelahnya yaitu bulan ramadhan yang digelari sebagai sayyidus Syuhur (bulan terbaik). [lihat HR Thabrani dalam Mu’jam Kabir]

Di satu sisi keberadaannya yang diapit oleh dua bulan mulia menjadikannya istimewa sehingga Nabi bersabda  “Itu adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan”, namun di sisi lain keberadaannya yang demikian justru menjadikannya ia biasa-biasa saja bahkan cenderung dilupakan banyak orang sebagaimana Baginda Nabi SAW bersabda “...yang manusia lalai darinya”.


Keberadaan lalainya kebanyakan orang dari dzikir dan ibadah mestinya tidak menjadikan kita ikut-ikutan lalai, sebab kondisi demikian jika kita tetap berdzikir dan beribadah akan menjadikan amalan kita istimewa di sisi Allah SWT. Itulah kiranya mengapa Nabi SAW berbuat demikian. Hal ini sebagaimana sabda beliau :
ذاكر الله في الغافلين بمنزلة الصابر في الفارين
Kedudukan orang yang mengingat Allah di tengah-tengah kalangan orang-orang yang sedang lalai dari mengingatnya seperti kedudukan orang yang sabar (terus maju di medang perang) di tengah-tengah kalangan orang-orang yang melarikan diri (dari medan perang) [HR Thabrani dalam Al-Awsath dengan sanad “la Ba’s Bih”]

Dengan ini kita pahami bahwa beribadah di tengah kalangan yang lalai akan mendapatkan pahala yang jauh lebih besar. Dan itulah mengapa doa masuk pasar “la ilaha Illallah..dst” [HR Turmudzi dan dinilai oleh al-Mundziri sebagai hadits dengan sanad muttashil hasan dan periwayatnya terpercaya] memiliki pahala yang sangat besar. [Lihat Odoh dengan judul “Pasar, antara pahala dan dosa”]

Faktor Keistimewaan berikutnya dari bulan sya’ban adalah keberadaannya yang disabdakan Nabi SAW “Dan ia adalah bulan yang padanya segala amalan akan diangkat kepada penguasa semesta alam”. Dan dari keistimewaan inilah maka Rasul termotivasi untuk berpuasa “Maka aku senang amalanku diangkat sementara aku sedang berpuasa”. Statement ini dibuktikan dengan kesaksian ‘Aisyah RA :
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” [HR Bukhari]

Perlu kiranya di sini kami sampaikan status hadits utama di atas dengan menukil pendapat dari kalangan yang lazimnya kontra dengan amaliyah Sya’ban. Syeikh Al-Albani, ulama kalangan wahabi mengomentari hadits di atas :
وهذا اسناد حسن رجاله ثقات رجال الشيخين غير ثابت ابن قيس قال النسائي : (ليس به باس) وقال أحمد ثقة .
Sanad hadits ini hasan (baik) dan perawinya terpercaya, para perawinya aladah para perawi bukhari muslim hanya saja tsabit bin qais dinilai oleh an-Nasai sebagai perawi “tidak bermasalah” sementara imam Ahmad menilainya sebagai perawi yang terpercaya. [Irawa’ul Ghalil]

Keistimewaan bulan sya’ban berikutnya adalah malam nisyfu sya’ban dimana banyak hadits yang meriwayatkan tentang keutamaannya. Supaya meminimalisir pro kontra, saya kutipkan penjelasan ulama panutan wahabi, Syeikh Al-Albani berikut :
فما نقله الشيخ القاسمي رحمه الله تعالى في " إصلاح المساجد ص 107  عن أهل التعديل
و التجريح أنه ليس في فضل ليلة النصف من شعبان حديث صحيح فليس مما ينبغي
الاعتماد عليه و لئن كان أحد منهم أطلق مثل هذا القول فإنما أوتي من قبل
التسرع و عدم وسع الجهد لتتبع الطرق على هذا النحو الذي بين يديك . و الله
تعالى هو الموفق .
Statement yang dinukil oleh Syeikh Al-Qasimi Rahimahullah dalam kitab islahul masajid halaman 108 yang bersumber dari para peneliti hadits bahwa tidak ada hadits shahih mengenai keutamaan nisyfu sya’ban merupakan perkara yang seyogyanya tidak dibuat pedoman. Jika ada salah seorang dari ulama yang mengatakan hal yang mirip dengan statement tersebut maka bersumber dari ketergesaan dan tidak mendalami untuk meneliti jalur-jalur periwayatannya seperti yang ada dihadapan anda. Dan Allah ta’ala adalah dzat pemberi bimbingan (hidayah). [As-Silsilah As-Shahihah 3/218]

Adapun yang palsu itu adalah hadits khusus tentang sholat nisyfu sya’ban sebagaimana disebutkan :
أمَّا الصَّلاَةُ المَعْرُوفَةُ لَيْلَةَ الرَّغَائِبِ وَنِصْفَ الشَّعْبَانِ وَيَومَ عَاشُرَاءَ فَبِدْعَةٌ قَبِيْحَةٌ وَاَحَادِيْثُهَا مَوْضُوعَةٌ.
Adapun shalat yang dikenal pada lailatur ragha’ib (Malam Jum’at Awal Rajab) dan pada malam nisfu Sya’ban serta hari Asyura’ maka hal itu adalah bid’ah yang jelek, dan hadits-haditsnya adalah palsu”. [Fathul Mu’in dan I’anatut Thalibin]

Namun demikian tidak ada larangan orang memperbanyak ibadah pada malam nisyfu sya’ban yang mulia, baik dengan cara membaca al-Quran, dzikir, sholat dan ibadah lainnya. Maka jangan tergesa-gesa mencela ibadah orang lain. Wallau A’lam. Semoga Allah Al-Bari menjadikan kita sebagai kaum muslim yang saling menguatkan bukan saling melemahkan dengan terburu-buru menyalahkan amalan kaum muslim lainnya.

Salam Satu Hadits,
DR.H.Fathul Bari. SS., M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jawa Timur Indonesia

Artikel lain bisa anda dapatkan versi bukunya dalam
BUKU ONE DAY ONE HADITH
sistem SPAA (Singkat, Padat, Akurat). SINGKAT karena  Didesain sekali duduk bisa selesai baca satu judul ::PADAT karena  Tidak bertele-tele :: AKURAT karena disertai referensinya dan AKTUAL karena membahas fenomena yang sedang terjadi.

0 komentar:

Posting Komentar