Rabu, 27 Maret 2019

BIANG KORUPSI


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Ka’b Bin Malik Al-Anshari RA, Rasul SAW bersabda :
مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ
 Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidaklah lebih merusak daripada sifat tamaknya seseorang terhadap harta dan kedudukan,  keduanya sangat merusak agamanya.
 [HR Tirmidzi]

Catatan Alvers

Kata korupsi begitu familier di telinga kita sebab setiap hari hampir tidak luput layar kaca dan mass media memberitakan pejabat yang tertangkap karena melakukan tindak pidana korupsi. Korupsi dalam bahasa inggris “corruption” memiliki arti : jahat, busuk, mudah disuap. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Korupsi didefinisikan sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. [KBBI web id]


Dalam literature Islam, Korupsi diidentikkan dengan Ghulul. Di Zaman Rasul, Ghulul (Korupsi) pernah terjadi selepas perang khaibar dimana budak beliau yang bernama Mid’am tewas terkena sebuah anak panah nyasar. Orang-orangpun berkata, “Selamat! Dia meraih syahid”. Maka Rasul SAW bersabda,
بَلْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ الشَّمْلَةَ الَّتِي أَصَابَهَا يَوْمَ خَيْبَرَ مِنَ المَغَانِمِ لَمْ تُصِبْهَا المَقَاسِمُ لَتَشْتَعِلُ عَلَيْهِ نَارًا
“Tidak! Demi Allah yang jiwaku di tanganNya! Sesungguhnya selimut yang dia korupsi dari ghanimah Khaibar, yang belum dibagi, akan menyalakan api padanya. [HR. Al-Bukhari]

Orang se-shalih apapun jika di masih korupsi maka dia akan masuk neraka, bahkan yang mati syahid sekalipun seperti kasus mid’am di atas. Jikapun harta korupsi dibuat sedekah maka sedekahnya tertolak. Rasul SAW bersabda:
لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
Shalat tanpa bersuci tidak akan diterima, demikian juga sedekah dari korupsi.  [HR Muslim]

Dan di hari kiamat akan di adzab dengan harta korupsinya, Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa meng-korupsi dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikorupsinya (untuk dikalungkan dilehernya) [QS Ali Imran : 161]

Jika ditelisik, korupsi disebabkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Inilah biang korupsi.
Yang pertama, Faktor internal seperti tamaknya seseorang terhadap harta dan tidak pernah mensyukurinya. Allah SWT berfirman :
وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. [QS Al-‘Adiyat :8]

Mulai yang muda hingga yang tua, semua cinta harta. Rasul SAW bersabda:
قَلْبُ الشَّيْخِ شَابٌّ عَلَى حُبِّ اثْنَتَيْنِ طُولُ الْحَيَاةِ وَحُبُّ الْمَالِ
Hati orang yang tua renta senantiasa muda dalam mencintai dua perkara: hidup yang panjang dan cinta terhadap harta.[HR Muslim]
Kecintaan terhadap harta akan semakin menjadi di akhir zaman ini. Nabi SAW bersabda:
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَلَا يَزْدَادُ النَّاسُ عَلَى الدُّنْيَا إِلَّا حِرْصًا وَلَا يَزْدَادُوْنَ مِنَ اللهِ إِلَّا بُعْدًا
Hari Kiamat semakin dekat, dan tidak bertambah (kemauan) manusia kepada dunia melainkan semakin rakus, dan tidak bertambah (kedekatan) mereka kepada Allâh melainkan semakin jauh. [HR Al-Hakim]
Hal ini akan terus berlangsung hingga ajalnya tiba. RAsul SAW bersabda :
لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Sungguh, seandainya anak Adam memiliki satu lembah dari emas, niscaya ia sangat ingin mempunyai dua lembah (emas). Dan tidak akan ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah.’ Kemudian Allâh mengampuni orang yang bertaubat [HR Bukhari]

Maka supaya kita selamat, hendaklah kita senantiasa sadar bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar saja dan kematian selalu mengintai kita. RAsul SAW bersabda :
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ
Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. [HR Ibnu Majah]

Faktor kedua adalah ekstrernal , yaitu faktor lingkungan diantaranya seperti istri yang banyak menuntut.  Hasan al-Bashri mengisahkan bahwa ada seorang pedagang kain di Mekkah yang dulunya menghalalkan segala cara demi melariskan dagangannya namun beberapa tahun kemudian ia berubah menjadi penjual yang shalih.  Ia pun bercerita:”Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit. Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:
يا فلان ! اتَّقِ الله ولا تطعمنا إلاّ طيّباً  إن جئتنا بقليلٍ كثّرناه وإن لم تأتنا بشيءٍ أعنّاك بمغزلنا .
’Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’. [al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm]

Maka sesayang apapun kepada istri, hendaklah suami tidak menuruti kemauan yang jelek dari istrinya. Allah SWT berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” [QS At-Taghabun : 15]

Justru kewajiban suami sebagai imam haruslah bisa menasehatinya dan menuntunnya ke jalan yang diridloi Allah SWT. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita agar selalu waspada akan harta dunia dan bujuk rayuannya.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Abdullah Alhaddad]

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Mondok itu Keren!

0 komentar:

Posting Komentar