Kamis, 27 Februari 2020

AKIBAT BAKHIL



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Jabir Bin Abdillah RA, Nabi SAW bersabda:
وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ
...Jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena kikir telah mencelakakan umat sebelum kalian, yang mendorong mereka untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan bagi mereka. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Suatu ketika ada seorang perempuan datang kepada Salah satu Istri Rasul dan berkata : mohon do’akan supaya Allah membebaskan (menyembuhkan) tanganku. Istri Rasul bertanya : Kenapa tanganmu? Ia menjawab: Aku punya dua orang tua, bapakku kaya banyak berbuat baik da banyak sedekah namun ibuku sebaliknya, ia tidak pernah bersedekah melainkan satu kali yakni ketika kami menyembelih seekor sapi lalu ibuku memberi lemak kepada seorang miskin dan sebuah baju yang telah usang/robek. Keduanya telah meninggal dunia dan aku melihat ayahku berada di atas sungai memberi minuman kepada banyak orang. Aku bertanya kepadanya: Ayah, apakah engkau melihat ibu? Ayah menjawab: Tidak, apakah ibumu telah meninggal?  Aku menjawab : Iya. Setelah aku mencarinya maka aku temukan ibuku berdiri dengan telanjang, ia hanya mengenakan selembar pakaian yang robek sambil memegang lemak yang dipukul-pukulkan ke tangan satunya lalu menggigitnya. Ia berkata: Haus!. Lalu aku menawarkan untuk mencarikan minuman untuknya. Akupun mendatangi ayahku untuk meminta air minum ibuku. Lalu aku memberi minuman kepada ibuku dan tiba-tiba ada yang berkata:
من سقاها أشل الله يده
Barang siapa yang memberi minuman kepadanya maka Allah akan menjadikan tangannya lumpuh.

Lalu ketika aku terbangun aku menemukan tanganku lumpuh seperti ini. [HR Hakim]
Begitulah akibat sifat kikir, pelit alias bakhil. Maka jauhilah sifat bakhil karena orang yang beriman pantang bersifat bakhil. Rasulullah SAW bersabda:
لاَ يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَ اْلإِيْمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا
Sifat kikir dan iman tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.” [HR Ahmad]

Rasulullah SAW juga bersabda:
الْمُؤْمِنُ غِرٌّ كَرِيمٌ وَالْفَاجِرُ خِبٌّ لَئِيمٌ
Seorang mukmin itu senantiasa berlapang dada dan dermawan, sedangkan seorang fajir itu bakhil dan berakhlak buruk.“ [HR Tirmidzi]

Rasul SAW mengajarkan kita untuk berlindung dari sifat bakhil dalam doa yang beliau ajarkan yaitu :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur. [HR Bukhari]
Orang yang bakhil mengira dengan kebakhilannya akan mendatangkan kebaikan dan kekayaan padahal sebaliknya. Allah SWT berfirman :
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. [QS Ali Imran : 180].

Allah tidak tinggal diam melihat perilaku bakhil dan Allah akan membalasnya dengan hal yang sama. Dari Asma’ binti Abu Bakar ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak memiliki sesuatu kecuali apa yang diberikan oleh Zubair kepadaku, apakah aku harus bersedekah dengannya?” Nabi menjawab:
نَعَمْ وَلَا تُوكِي فَيُوكَى عَلَيْكِ يَقُولُ لَا تُحْصِي فَيُحْصَى عَلَيْكِ
Ya, dan janganlah engkau bakhil, maka Allah akan bakhil kepadamu. [HR Tirmidzi]

Orang bersedekah tidak harus memiliki banyak uang, namun bersedekah dengan apa yang dimilikinya.  Ibnu Umar RA berkata :
مَنْ كانَ له مالٌ ، فليتصدَّق من ماله ، ومن كان له قوَّةٌ ، فليتصدَّق من قوَّته ، ومن كان له عِلمٌ ، فليتصدَّق من عِلْمِه
Barangsiapa memiliki harta, maka bersedekahlah dengan hartanya. Barangsiapa yang punya kekuatan, maka bersedekahlah dengan kekuatannya. Barangsiapa yang memiliki ilmu, maka bersedekahlah dengan ilmunya.” [Jami’ul Ulum wal Hikam]

Rasul SAW memberikan perumpamaan orang yang dermawan dengan orang yang bakhil. Beliau bersabda :
 مَثَلُ الْبَخِيلِ وَالْمُنْفِقِ كَمَثَلِ رَجُلَيْنِ عَلَيْهِمَا جُبَّتَانِ مِنْ حَدِيدٍ مِنْ لَدُنْ ثَدْيَيْهِمَا إِلَى تَرَاقِيهِمَا فَأَمَّا الْمُنْفِقُ فَلَا يُنْفِقُ شَيْئًا إِلَّا مَادَّتْ عَلَى جِلْدِهِ حَتَّى تُجِنَّ بَنَانَهُ وَتَعْفُوَ أَثَرَهُ وَأَمَّا الْبَخِيلُ فَلَا يُرِيدُ يُنْفِقُ إِلَّا لَزِمَتْ كُلُّ حَلْقَةٍ مَوْضِعَهَا فَهُوَ يُوسِعُهَا فَلَا تَتَّسِعُ وَيُشِيرُ بِإِصْبَعِهِ إِلَى حَلْقِهِ
"Perumpamaan orang yang bakhil dengan orang yang suka berinfak adalah seperti dua orang yang padanya terdapat baju besi yang terbalut dari dada hingga tulang selangkanya. Maka bagi orang yang berinfak, tidaklah ia berinfak kecuali besi itu akan semakin longgar dari kulitnya hingga dan semakin panjang hingga menutupi ujung jarinya serta menghapus jejak langkah kakinya. Adapun orang yang bakhil, maka ketika ia tidak ia mau berinfak maka baju besi itu akan semakin menempel pada hampir semua bagian anggota badannya. Ia berusaha melebarkannya namun tidak bisa." Beliau memberi isyarat dengan jarinya ke arah lehernya. [HR Bukhari]

Maksudnya, orang dermawan akan dilindungi dengan baju besi yang meliputi semua badannya sehingga ia akan aman dari mara bahaya dunia dan akhirat dan baju besinya menghapus jejak langkahnya maksudnya Allah mengampuni semua dosanya. Adapun si bakhil maka ia memakai baju besi yang kecil hanya sebatas dadanya lagi sempit dilehernya. Ini artinya ia tidak aman dari mara bahaya dan kebakhilannya membuatnya tersiksa di dunia maupun akhirat. Artikel ini merupakan lanjutan dari Edisi odoh sebelumnya, Kikir stadium empat. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita untuk berinfaq sesuai kemampuan kita masing-masing dan menjauhkan diri kita dari sifat kikir yang akan mendatangkan kerugian dunia dan akhirat.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren Lho!

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Alhaddad]

0 komentar:

Posting Komentar