Senin, 17 Februari 2020

DIBENCI MALAIKAT


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ قَالَ فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ قَالَ فَيُبْغِضُونَهُ ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ
Apabila Allah SWT membenci seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril dan berseru kepadanya: “Sesungguhnya Aku membenci si fulan maka bencilah ia”.Rasulullah SAW bersabda: Lalu malaikat Jibril berseru kepada penduduk langit : “Sesungguhnya Allah SWT membenci si fulan maka bencilah ia!" Kemudian para penduduk langit membencinya. Setelah itu iapun dibenci di muka bumi. [HR Muslim]

Catatan Alvers

Tidak hanya manusia yang tercipta dengan memiliki perasaan, malaikatpun demikian. Mereka memiliki perasaan seperti cinta, benci dan marah. Namun tentu saja berbeda karena semua yang dilakukan malaika adalah karena perintah Allah SWT semata. Sebagaimana hadits di atas, Para malaikat diperintahkan untuk benci kepada seseorang. Sebagaimana pula Para malaikat diperintahkan untuk cinta kepada seseorang seperti dalam rangkaian awal dari hadits di atas yaitu :
إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ قَالَ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ قَالَ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ
Sesungguhnya apabila Allah mencintai seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril seraya berseru: “Hai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai si fulan maka cintailah ia!”  Rasulullah bersabda: maka orang tersebut pun dicintai Jibril. Setelah itu, Jibril berseru di langit :  “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah ia!” Kemudian para penduduk langit pun mencintainya pula.Rasulullah SAW bersabda:  Setelah itu para penduduk bumi-pun mencintainya [HR Muslim]

Betapa beruntungnya orang yang dicintai Allah dan malaikat-Nya dan sebaliknya betapa meruginya orang-orang yang dibencinya. Berikut beberapa hal yang dibenci malaikat.

Pertama, Rumah yang tedapat anjing atau patung di dalamnya. Rasul SAW bersabda :
لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ, يُرِيدُ التَّمَاثِيلَ الَّتِي فِيهَا الْأَرْوَاحُ
Para malaikat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing dan ada gambar. Perawi, Abu Thalhah : maksud Rasul adalah patung yang memiliki ruh.” [HR. at-Turmudzi dan Abu Dawud].

Hal ini pernah menimpa rumah Rasul SAW. Sayyidah 'Aisyah berkata ; Jibril berjanji akan datang berkunjung kepada Rasulullah SAW pada suatu waktu yang ditentukan. Ketika waktu itu telah tiba, ternyata Jibril belum datang. Di tangan beliau ada sebuah tongkat. Maka diletakkannya tongkat itu sambil berkata: Allah dan Rasul-Nya tidak menyalahi janji. Beliau menoleh, tiba-tiba beliau melihat seekor anak anjing kecil di bawah tempat tidur. Beliau bertanya: Hai, 'Aisyah! Sejak kapan anak anjing itu masuk ke sana?  Aisyah menjawab: Wallahi! Aku tidak tahu! Rasulullah menyuruh agar anak anjing itu dikeluarkan. Maka datanglah Jibril. Rasulullah SAW bertanya: Engkau berjanji akan datang pada waktu yang telah ditentukan. Aku telah menunggu-nunggu tetapi engkau tak kunjung tiba. Jibril menjawab:
مَنَعَنِي الْكَلْبُ الَّذِي كَانَ فِي بَيْتِكَ إِنَّا لَا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ
Aku terhalang oleh anjing yang masuk dalam rumah engkau. Kami (bangsa Malaikat) tidak mau masuk ke dalam rumah yang di situ ada anjing dan gambar-gambar. [HR Muslim]

Imam Al-Khatthabi berkata :
يريد الملائكة الذين ينزلون بالبركة والرحمة دون الملائكة الذين هم الحفظة فإنهم لا يفارقون الجنب وغير الجنب
Maksud dari malaikat (yang enggan masuk rumah) itu adalah malaikat yang menurunkan berkah dan rahmat, bukan malaikat hafadzah (pencatat amal) karena mereka tidak akan jauh dari orang yang junub maupun orang tdak junub. [Aunul ma’bud]

Kedua, Lonceng. Rasul SAW bersabda:
لَا تَصْحَبُ الْمَلَائِكَةُ رِفْقَةً فِيهَا كَلْبٌ أَوْ جَرَسٌ
Para malaikat tidak menyertai suatu kafilah (rombongan musafir) yang membawa serta anjing atau lonceng. [HR Abu Daud]

Ketiga, tiga orang yang disabdakan Nabi SAW berikut :
ثَلاَثَةٌ لاَ تَقْرَبُهُمُ المَلاَئِكَةُ بخير : السَّكْرَانُ وَ المتَضَمِّخُ بِالخَلُوْقِ وَ الحائض والجُنُبُ
Ada tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat dengan kebaikan: (1) orang yang mabuk, (2) lelaki yang memakai wewangian khaluq (Parfum khusus wanita), (3) orang yang haidh (yang sudah suci namun tidak segera bersuci) atau junub.” [HR. Al Bazzar]

Keempat, bau yang menyengat dan tidak nyaman.  Nabi SAW bersabda :
مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
Siapa yang makan bawang merah dan bawang putih serta daun bawang, janganlah mendekati masjid kami, karena malaikat terganggu sebagaimana halnya anak Adam terganggu. [HR Muslim]

Kelima, memutus tali silaturrahmi. Nabi SAW bersabda :

لَا تَنْزِلُ الملائكة عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ
Malaikat (rahmat) tidak turun kepada kaum yang didalamnya terdapat orang yang memutus tali silaturrahmi. [HR Thabrani]

Keenam, mengumpat sahabat nabi. Rasul SAW bersabda :
                                                 مَنْ سَبَّ أَصْحَابِي فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ , وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Barang siapa yang menngumpat kepada sahabat-sahabatku maka dia akan dilaknat oleh Allah, malaikat bahkan semua manusia. [HR Thabrani]

Ketujuh, mengancam dengan senjata tajam (sajam). Rasul SAW bersabda :
مَنْ أَشَارَ إِلَى أَخِيهِ بِحَدِيدَةٍ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى يَدَعَهُ
Barang siapa yang mangacungkan senjata tajam kepada saudaranya maka malaikat melaknat sehingga ia mau meninggalkannya. [HR Muslim]
Rasul Juga bersabda :
لَا يُشِيرُ أَحَدُكُمْ عَلَى أَخِيهِ بِالسِّلَاحِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِي يَدِهِ فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنْ النَّارِ
Janganlah salah seorang diantara kalian mengacungkan senjata kepada saudaranya, karena ia tidak tahu boleh jadi setan menarik tangannya (yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan) sehingga ia masuk ke jurang neraka. [HR Muslim]

Kedelapan, memalsukan nasab. Rasul SAW bersabda :
وَمَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا
Barang siapa yang mengaku-ngaku nasab kepada selain bapaknya
atau (budak yang) menisbatkan kepada selain majikannya maka dia akan dilaknat oleh Allah, malaikat bahkan semua manusia. Dan Allah tidak akan menerima ibadahnya wajib maupun sunnat di hari kiamat. [HR Thabrani]

Kesembilan, istri yang menolak ajakan suaminya. Rasul SAW bersabda :
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
Jika seorang suami mengajak isterinya ke tempattidur, lalu ia enggan untuk memenuhi ajakan suaminya, maka ia akan dilaknat Malaikat hingga pagi. [HR Bukhari]
Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita untuk menjauh dari perilaku yang menjadikan para malaikat menjauh dari kita dan keluarga.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren Lho!

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. *Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini*. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang  lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Alhaddad]

0 komentar:

Posting Komentar