Rabu, 03 Juni 2020

AGAR RUMAH MENJADI BERKAH



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas Bin Malik RA, Rasul SAW bersabda :
يَا بُنَيَّ، إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ يَكُونُ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ
“Wahai anakku, jika engkau memasuki (rumah) keluargamu, ucapkanlah salam biar datang berkah padamu dan juga pada keluargamu.” [HR Tirmidzi]

Catatan Alvers

Rumah adalah impian setiap orang terlebih bagi yang sudah berkeluarga dengan harapan bisa menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan keluarganya. Dalam bahasa Arab, Rumah disebut dengan kata “bait” yang berarti tempat tinggal untuk “mabit” (menginap di waktu malam) dan disebut pula dengan kata “maskan” yang berarti tempat untuk mendapatkan “sakinah” (ketenangan). Allah SWT berfirman :
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا
Dan Allah menjadikan “bait” sebagai “maskan” untuk kalian. [QS an-Nahl : 80]

Namun pada kenyataanya betapa banyak rumah yang didalamnya justru terdapat perselisihan dan kegelisahan di dalamnya. Maka supaya rumah kita menjadi sumber ketenangan bahkan menjadi berkah perlulah kita membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan hal-hal yang diajarkan oleh Nabi SAW. Diantaranya adalah berdzikir dengan mengingat Allah ketika masuk rumah. Masuk rumah mengingatkan kita masuk liang kubur. Bukankah bentuk rumah itu mirip seperti kuburan karena rumah kita dikelilingi oleh tanah layaknya kuburan. Genteng yang berada di atas kita terbuat dari tanah, batu bata yang berada mengelilingi kita dari tanah dan bangunan rumah berdiri di atas tanah. Dengan berdzikir ketika masuk rumah maka rumah kita akan steril dari setan yang menjadi biang kerok rumah tangga. Nabi SAW bersabda :
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ
“Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.”
Dan Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” [HR Muslim]

Dan dzikir ketika masuk rumah telah diajarkan oleh Nabi SAW. Beliau bersabda: Jika seseorang memasuki rumahnya, maka hendaknya ia membaca :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
“Ya Allah, aku memohon sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Atas nama-Mu kami masuk dan atas nama-Mu kami keluar. Dan kepada Allah Tuhan kamilah kami bertawakal.”
Lalu hendaknya ia mengucapkan salam kepada keluarganya. [HR Abu Daud]

Selanjutnya, biasakan pula mengucapkan salam ketika masuk rumah sebagaimana anjuran Nabi SAW pada hadits utama diatas. Allah SWT berfirman :
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. [QS An-Nur : 61]

Abdullah Ibnu Abbas RA berkata : Jika kalian masuk rumah yang didalamnya sedang tidak ada seorangpun di dalamnya maka ucapkanlah
اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلىَ عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ
Semoga keselamatan atas kami dan hamba-hamba Allah yang shalihin. [Al-Muntaqa]

Dan Jalaluddin Al-Mahalli berkata :
فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَرُدُّ عَلَيْكُمْ
Maka Sesungguhnya malaikat akan menjawab salam kalian. [Tafsir Jalalain]

Dengan mengucap salam ketika masuk rumah maka kita mendapat jaminan diberikan rejeki dan kecukupan oleh Allah. Rasul SAW bersabda :
ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ إِنْ عَاشَ رُزِقَ وَكُفِيَ وَإِنْ مَاتَ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ مَنْ دَخَلَ بَيْتَهُ فَسَلَّمَ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ وَمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ
Ada tiga golongan orang yang mendapat jaminan dari Allah. Jika ia masih hidup maka akan diberi rejeki dan dicukupi kehidupannya dan jika ia meninggal maka Allah akan memasukkanya ke dalam surga yaitu : (1) Orang yang masuk ke dalam rumahnya seraya mengucapkan salam maka ia mendapat jaminan dari Allah (2) Orang yang keluar rumahnya untuk pergi ke masjid maka ia mendapat jaminan dari Allah (3) Orang yang keluar rumah dengan tujuan (jihad) di jalan Allah maka ia mendapat jaminan dari Allah. [HR Ibnu Hibban]

Selanjutnya, jangan pernah lupa untuk membaca surat Al-Ikhlash satu kali ketika masuk rumah. Rasulullah SAW bersabda
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حِينَ يَدْخُلُ مَنْزِلَهُ نَفَتِ الْفَقْرَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْمَنْزِلِ وَالْجِيرانِ
Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas ketika memasuki rumahnya, maka kefakiran akan hilang dari penghuni rumah tersebut dan dari tetangganya. [HR Thabrani]

Syeikh Syamsuddin Al-Qurtubi meriwayatkan bahwa Sahl bin Sa’d As-Sa’idy berkata : Ada seseorang yang mengadu kepada Rasulullah Saw mengenai kefakiran dan kesulitan ekonominya. Maka Rasulullah SAW bersabda :
إِذَا دَخَلْتَ الْبَيْتَ فَسَلِّمْ إِنْ كَانَ فِيْهِ أَحَدٌ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ أَحَدٌ فَسَلِّمْ عَلَيَّ وَاقْرَأْ قُلْ هُوَ الله أَحَدٌ مَرَّةً وَاحِدَةً
“Jika kamu masuk rumah, maka ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya. Jika tidak ada seseorang, maka ucapkanlah salam padaku dan bacalah surat al-Ikhlas satu kali”.
Lantas orang tersebut mengerjakannya dan Allah melimpahkan rezeki kepadanya hingga meluber kepada tetangganya. [Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an]

Lalu supaya rumah menjadi lebih berkah, hiasilah dengan bacaan al-Qur’an. Jangan mencari waktu luang untuk membaca al-Qur’an namun luangkanlah waktu untuk membaca al-Qur’an. Rasul SAW berpesan :
أَكْثِرُوا مِنْ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ فِي بُيُوتِكُمْ
Perbanyaklah membaca al-Qur’an di rumah-rumah kalian.. [HR Daruquthni]

Di dalam hadits lain, Rasul SAW bersabda :
فَإِن الْبَيْتَ الَّذِي لَا يُقْرَأُ فِيهِ الْقُرْآنُ يَقِلُّ خَيْرُهُ وَيَكْثُرُ شَرُّهُ وَيَضِيْقُ عَلَى أَهْلِهِ
Sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan al-Qur’an di dalamnya maka akan menjadi sedikit kebaikannya dan banyak kejelekannya dan terasa sempit bagi penghuninya. [HR Daruquthni]

Mengapa terasa sempit? Rasul SAW bersabda :
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَفِرُّ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” [HR Ahmad]

Sebaliknya, rumah akan terasa lapang jika didalamnya dibacakan al-Qur’an. Rasul SAW bersabda :
إِنَّ الْبَيْتَ لَيَتَّسِعُ عَلَى أَهْلِهِ وَتَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ وَتَهْجُرُهُ الشَّيَاطِينُ، وَيَكْثُرُ خَيْرُهُ أَنْ يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ، وَإِنَّ الْبَيْتَ لَيَضِيقُ عَلَى أَهْلِهِ وَتَهْجُرُهُ الْمَلائِكَةُ، وَتَحْضُرُهُ الشَّيَاطِينُ، وَيَقِلُّ خَيْرُهُ، أَنْ لَا يُقْرَأَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan di datangi malaikat, dijauhi setan, dan akan dibanjiri pula kebaikan di dalamnya. Jika  didalamnya dibacakan al-Qur’an. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat, dan akan didatangi setan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan al-Qur`an. [HR Ad-Darimi]

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati kita untuk senantiasa melakukan ajaran Nabi SAW ketika masuk rumah sehingga rumah kita menjadi sumber ketenangan dan berkah.

Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.
Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada supaya sabda Nabi SAW menghiasi dunia maya dan semoga menjadi amal jariyah kita semua.

0 komentar:

Posting Komentar