ONE DAY ONE HADITH
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasul
SAW Bersabda :
اللَّهُمَّ
أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
“Ya Allah, perbanyaklah harta (Anas) dan
keturunannya dan berkahilah untuknya apa-apa yang engkau anugerahkan
kepadanya.” [HR Bukhari]
Catatan Alvers
Kita sering kali menemukan kata “Barokah”,
“Barakah” atau “Berkah”. Barokah di dalam doa yang dipanjatkan, bahkan terdapat
pada nama-nama usaha. Misalnya toko Barokah, CV Berkah Utama, Warung Barokah
bahkan ada gerobak kaki lima bertuliskan “Cilok Barokah”. Apa sih arti barokah
itu sendiri?. Syeikh Al-Bujairimi berkata : secara bahasa, Barokah itu artinya
“Az-Ziayadah” (bertambah) dan An-Nama’ (berkembang). Dan secara istilah,
Barokah itu adalah :
ثُبُوتُ
الْخَيْرِ الْإِلَهِيِّ فِي الشَّيْءِ
“Tetapnya
kebaikan dari Tuhan pada sesuatu”. [Hasyiyah Al-Bujairimi]
Untuk mendapatkan barokah, ada beberapa
cara yang dilakukan. Pertama, dengan berdoa. Hal ini dicontohkan oleh Nabi SAW.
Anas berkata: "Rasul SAW masuk ke dalam rumah Ummu Sulaim, maka Ummu
Sulaim pun menghidangkan kurma dan keju.
Beliau bersabda : "Masukkanlah kembali kurma dan keju kalian ke
tempatnya karena aku sedang berpuasa!" Kemudian beliau berdiri di salah
satu sudut rumah dan shalat sunnah, kemudian beliau berdoa untuk kebaikan Ummu
Sulaim dan keluarganya. Lalu Ummu Sulaim berkata:
يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي خُوَيْصَّةً
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku
memiliki permintaan “khuwayshah” (doa khusus)."
Beliau bersabda : "Apakah itu?" Ummu Sulaim menjawab:
"(untuk) Pembantumu Anas." Maka Rasul SAW berdoa dan tidak ada suatu
kebaikan dunia maupun akhirat kecuali beliau mintakan untukku. Dan Beliau
berdoa : “ya Allah, berilah ia rizki berupa harta dan anak, dan berkahilah
padanya." Maka aku termasuk orang yang paling banyak hartanya dari
kalangan sahabat anshar.[HR Bukhari]
Dan Anas berkata :
فَوَاللَّهِ
إِنَّ مَالِي لَكَثِيرٌ وَإِنَّ وَلَدِي وَوَلَدَ وَلَدِي لَيَتَعَادُّونَ عَلَى
نَحْوِ الْمِائَةِ الْيَوْمَ
"Demi Allah, hartaku sungguh banyak,
dan anak-anakku serta cucu-cucuku jumlahnya pada hari ini sekitar seratus
orang." [HR Muslim]
Imam an-Nawawi berkata : “Anas bin Malik
adalah sahabat yang paling banyak memiliki anak... Abul Aliyah berkata tentang
Anas : Ia memiliki sebuah kebun yang setiap tahun berbuah dua kali (di saat
kebun lainnya setahun sekali), dan di dalamnya ada tanaman raihān (sejenis
harum-haruman) yang baunya seperti bau misk (kasturi)... Adapun tentang panjang
umur Anas : Telah tetap dalam riwayat sahih bahwa ketika hijrah ia berusia
sembilan tahun... dan disebutkan oleh Khalifah (bin Khayyath) bahwa ia berusia
103 tahun”. [Fathul Bari]
Tidak hanya lewat doa, dahulu para sahabat
juga mencari barokah dari Nabi SAW dengan sarana air. Dalam hadits shahih, Anas
RA menceritakan :
“Rasul SAW apabila selesai shalat Subuh,
para pelayan Madinah datang membawa bejana-bejana mereka yang berisi air”.
فَمَا
يُؤْتَى بِإِنَاءٍ إِلَّا غَمَسَ يَدَهُ فِيهَا
“Tidaklah didatangkan sebuah bejana pun
melainkan beliau mencelupkan tangannya ke dalamnya”. [HR Muslim]
Dan Anas melanjutkan : “Kadang mereka
datang kepadanya pada pagi yang dingin, lalu beliau tetap mencelupkan tangannya
ke dalamnya.” [HR Muslim]
Imam Nawawi berkata : “Di dalam hadits itu
terdapat bukti kesabaran Nabi SAW menanggung kesulitan demi kemaslahatan kaum
muslimin. Beliau memenuhi permintaan
orang yang meminta kebutuhan atau keberkahan, dengan cara menyentuhkan
tangannya atau mencelupkannya ke dalam air, sebagaimana disebutkan dalam
riwayat.
وَفِيهِ
التَّبَرُّك بِآثَارِ الصَّالِحِينَ
“Hadits ini juga menunjukkan bolehnya
bertabarruk dengan bekas orang‑orang shaleh”.
“Dan menjelaskan bagaimana para sahabat
bertabarruk dengan bekas Nabi SAW, termasuk dengan mencelupkan tangan beliau
yang mulia ke dalam bejana air”. [Syarah Muslim]
Barokah juga didapat dengan mengusap
kepala sambil berdoa. Al-Walid bin Uqbah berkata : “Ketika Nabi Allah SAW menaklukkan Makkah,
penduduk Makkah membawa anak anak mereka kepada beliau”.
فَيَدْعُو
لَهُمْ بِالْبَرَكَةِ وَيَمْسَحُ رُءُوسَهُمْ
Beliau mendoakan mereka dengan keberkahan
dan mengusap kepala mereka”. [HR Abu Dawud]
Dan Al Walid melanjutkan : Lalu aku pun
dibawa kepadanya, sedangkan aku memakai khaluq (Parfum wanita). Maka beliau
tidak menyentuhku karena khaluq itu.” [HR Abu Dawud]
Abu Musa RA berkata: "Aku bersama
Rasul SAW ketika singgah bersama Bilal di Ji'ranah, yaitu suatu wilayah antara
Makkah dan Madinah. Tak lama kemudian, seorang Arab badui datang dan berkata:
“Tidak kau melaksanakan apa yang telah kamu janjikan kepadaku?” Maka Rasulullah
pun bersabda kepadanya : “Ada berita gembira untukmu”. Namun orang itu malah
berkata : “Kamu sudah banyak mengatakan kepadaku : Ada kabar kabar gembira
untukmu”.
Kemudian Rasul berpaling darinya dan
menghadap kepada Abu Musa dan Bilal seperti sikap orang yang sedang marah
seraya bersabda : “Dia menolak berita gembira dariku. Sebaiknya kalian saja
yang menerima kabar gembira itu”. Kedua sahabat itu menjawab : “Kami bersedia
menerimanya ya Rasulullah!”.
Lalu Rasul meminta bejana berisi air. Lalu
beliau basuh kedua tangan dan wajah dengan air tersebut. Kemudian beliau
meludah ke dalam air itu seraya bersabda :
اشْرَبَا
مِنْهُ وَأَفْرِغَا عَلَى وُجُوهِكُمَا وَنُحُورِكُمَا وَأَبْشِرَا
“Minumlah dari air ini dan tuangkanlah ke
wajah dan leher kalian. Kemudian sampaikanlah kabar gembira!.”
Keduanya mengambil bejana tersebut dan
melaksanakannya. Kemudian Ummu Salamah berkata dari balik tabir : “Sisakanlah air tersebut untuk ibu kalian!
(Ummu Salamah, Ummul Mu’minin)”. [HR Bukhari]
Dalam program “Bisikan Pagi Ini” kami tulis : “Barokah itu tidak selalu berupa materi tetapi
bertambahnya kebaikan dalam segala kondisi. Ketika rizki banyak, jadi banyak
pula syukurnya. Ketika rizki sedikit, sedikit pula mengeluhnya. Pun ketika
diuji dengan sakit maka iapun lulus karena sabarnya. Wabarikli Fima A'thoiyt
(Ya Allah, berkahilah pada semua pemberian-Mu)”.
Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-bari
membuka hati dan pikiran kita untuk semakin mendalami
ajaran Islam dengan tidak melulu mengandalkan akal pikiran namun dengan apa
yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Semoga berkah!
Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag
Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!
NB.
Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan
Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu
dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya
hilang”. [Al-Majmu’]






0 komentar:
Post a Comment