Monday, January 19, 2026

BERKAH DARI NABI

 

ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Rasul SAW Bersabda :

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

“Ya Allah, perbanyaklah harta (Anas) dan keturunannya dan berkahilah untuknya apa-apa yang engkau anugerahkan kepadanya.” [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Kita sering kali menemukan kata “Barokah”, “Barakah” atau “Berkah”. Barokah di dalam doa yang dipanjatkan, bahkan terdapat pada nama-nama usaha. Misalnya toko Barokah, CV Berkah Utama, Warung Barokah bahkan ada gerobak kaki lima bertuliskan “Cilok Barokah”. Apa sih arti barokah itu sendiri?. Syeikh Al-Bujairimi berkata : secara bahasa, Barokah itu artinya “Az-Ziayadah” (bertambah) dan An-Nama’ (berkembang). Dan secara istilah, Barokah itu adalah :

ثُبُوتُ الْخَيْرِ الْإِلَهِيِّ فِي الشَّيْءِ

Tetapnya kebaikan dari Tuhan pada sesuatu. [Hasyiyah Al-Bujairimi]

 

Untuk mendapatkan barokah, ada beberapa cara yang dilakukan. Pertama, dengan berdoa. Hal ini dicontohkan oleh Nabi SAW. Anas berkata: "Rasul SAW masuk ke dalam rumah Ummu Sulaim, maka Ummu Sulaim pun menghidangkan kurma dan keju.  Beliau bersabda : "Masukkanlah kembali kurma dan keju kalian ke tempatnya karena aku sedang berpuasa!" Kemudian beliau berdiri di salah satu sudut rumah dan shalat sunnah, kemudian beliau berdoa untuk kebaikan Ummu Sulaim dan keluarganya. Lalu Ummu Sulaim berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي خُوَيْصَّةً

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki permintaan “khuwayshah” (doa khusus)."

 

Beliau bersabda : "Apakah itu?" Ummu Sulaim menjawab: "(untuk) Pembantumu Anas." Maka Rasul SAW berdoa dan tidak ada suatu kebaikan dunia maupun akhirat kecuali beliau mintakan untukku. Dan Beliau berdoa : “ya Allah, berilah ia rizki berupa harta dan anak, dan berkahilah padanya." Maka aku termasuk orang yang paling banyak hartanya dari kalangan sahabat anshar.[HR Bukhari]

Dan Anas berkata :

فَوَاللَّهِ إِنَّ مَالِي لَكَثِيرٌ وَإِنَّ وَلَدِي وَوَلَدَ وَلَدِي لَيَتَعَادُّونَ عَلَى نَحْوِ الْمِائَةِ الْيَوْمَ

"Demi Allah, hartaku sungguh banyak, dan anak-anakku serta cucu-cucuku jumlahnya pada hari ini sekitar seratus orang." [HR Muslim]

 

Imam an-Nawawi berkata : Anas bin Malik adalah sahabat yang paling banyak memiliki anak... Abul Aliyah berkata tentang Anas : Ia memiliki sebuah kebun yang setiap tahun berbuah dua kali (di saat kebun lainnya setahun sekali), dan di dalamnya ada tanaman raihān (sejenis harum-haruman) yang baunya seperti bau misk (kasturi)... Adapun tentang panjang umur Anas : Telah tetap dalam riwayat sahih bahwa ketika hijrah ia berusia sembilan tahun... dan disebutkan oleh Khalifah (bin Khayyath) bahwa ia berusia 103 tahun. [Fathul Bari]

 

Tidak hanya lewat doa, dahulu para sahabat juga mencari barokah dari Nabi SAW dengan sarana air. Dalam hadits shahih, Anas RA menceritakan :

 

“Rasul SAW apabila selesai shalat Subuh, para pelayan Madinah datang membawa bejana-bejana mereka yang berisi air”.

فَمَا يُؤْتَى بِإِنَاءٍ إِلَّا غَمَسَ يَدَهُ فِيهَا

“Tidaklah didatangkan sebuah bejana pun melainkan beliau mencelupkan tangannya ke dalamnya”. [HR Muslim]

 

Dan Anas melanjutkan : “Kadang mereka datang kepadanya pada pagi yang dingin, lalu beliau tetap mencelupkan tangannya ke dalamnya.” [HR Muslim]

Imam Nawawi berkata : “Di dalam hadits itu terdapat bukti kesabaran Nabi SAW menanggung kesulitan demi kemaslahatan kaum muslimin.  Beliau memenuhi permintaan orang yang meminta kebutuhan atau keberkahan, dengan cara menyentuhkan tangannya atau mencelupkannya ke dalam air, sebagaimana disebutkan dalam riwayat.

وَفِيهِ التَّبَرُّك بِآثَارِ الصَّالِحِينَ

“Hadits ini juga menunjukkan bolehnya bertabarruk dengan bekas orang‑orang shaleh”.

“Dan menjelaskan bagaimana para sahabat bertabarruk dengan bekas Nabi SAW, termasuk dengan mencelupkan tangan beliau yang mulia ke dalam bejana air”. [Syarah Muslim]

 

Barokah juga didapat dengan mengusap kepala sambil berdoa. Al-Walid bin Uqbah berkata :  “Ketika Nabi Allah SAW menaklukkan Makkah, penduduk Makkah membawa anak anak mereka kepada beliau”.

فَيَدْعُو لَهُمْ بِالْبَرَكَةِ وَيَمْسَحُ رُءُوسَهُمْ

Beliau mendoakan mereka dengan keberkahan dan mengusap kepala mereka”. [HR Abu Dawud]

Dan Al Walid melanjutkan : Lalu aku pun dibawa kepadanya, sedangkan aku memakai khaluq (Parfum wanita). Maka beliau tidak menyentuhku karena khaluq itu.” [HR Abu Dawud]

 

Abu Musa RA berkata: "Aku bersama Rasul SAW ketika singgah bersama Bilal di Ji'ranah, yaitu suatu wilayah antara Makkah dan Madinah. Tak lama kemudian, seorang Arab badui datang dan berkata: “Tidak kau melaksanakan apa yang telah kamu janjikan kepadaku?” Maka Rasulullah pun bersabda kepadanya : “Ada berita gembira untukmu”. Namun orang itu malah berkata : “Kamu sudah banyak mengatakan kepadaku : Ada kabar kabar gembira untukmu”.

 

Kemudian Rasul berpaling darinya dan menghadap kepada Abu Musa dan Bilal seperti sikap orang yang sedang marah seraya bersabda : “Dia menolak berita gembira dariku. Sebaiknya kalian saja yang menerima kabar gembira itu”. Kedua sahabat itu menjawab : “Kami bersedia menerimanya ya Rasulullah!”.

 

Lalu Rasul meminta bejana berisi air. Lalu beliau basuh kedua tangan dan wajah dengan air tersebut. Kemudian beliau meludah ke dalam air itu seraya bersabda :

اشْرَبَا مِنْهُ وَأَفْرِغَا عَلَى وُجُوهِكُمَا وَنُحُورِكُمَا وَأَبْشِرَا

“Minumlah dari air ini dan tuangkanlah ke wajah dan leher kalian. Kemudian sampaikanlah kabar gembira!.”

Keduanya mengambil bejana tersebut dan melaksanakannya. Kemudian Ummu Salamah berkata dari balik tabir : Sisakanlah air tersebut untuk ibu kalian! (Ummu Salamah, Ummul Mu’minin). [HR Bukhari]

 

Dalam program “Bisikan Pagi Ini” kami tulis : “Barokah itu tidak selalu berupa materi tetapi bertambahnya kebaikan dalam segala kondisi. Ketika rizki banyak, jadi banyak pula syukurnya. Ketika rizki sedikit, sedikit pula mengeluhnya. Pun ketika diuji dengan sakit maka iapun lulus karena sabarnya. Wabarikli Fima A'thoiyt (Ya Allah, berkahilah pada semua pemberian-Mu)”.

 

Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-bari membuka hati dan pikiran kita untuk semakin mendalami ajaran Islam dengan tidak melulu mengandalkan akal pikiran namun dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Semoga berkah!

 

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

Jangan pelit berbagi ilmu. Sufyan Ats-sauri berkata : “Barang siapa pelit berbagi ilmu maka ia akan ditimpa satu dari tiga perkata : (1) lupa, (2) wafat tanpa manfaat dan (3) catatan ilmunya hilang”. [Al-Majmu’]

0 komentar:

Post a Comment