Jumat, 03 Juli 2020

BAROMETER KESUKSESAN



ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia berkata :
كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW adalah Ya Allah, Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sukses diartikan sebagai berhasil atau beruntung. [kbbi web id] namun demikian ketika ditanya mengenai ukuran kesuksesan kepada 10 orang boleh jadi ada 10 jawaban yang berbeda karena setiap orang punya standar kesuksesan yang berbeda sesuai dengan pengalaman dan lingkungan hidup dimana mereka berada. Seorang nelayan dikatakan sukses kalau dia berhasil menangkap banyak ikan, seorang petani dikatakan sukses kalau dia berhasil mendapatkan hasil panen yang melimpah dan seorang karyawan dikatakan sukses kalau dia berhasil naik jabatan. Dan seterusnya.


Standar kesuksesan boleh jadi berubah-ubah sesuai dengan fase kehidupannya. Seorang balita dikatakan sukses kalau dia tidak mengompol di atas ranjang. Seorang anak yang duduk di bangku sekolah dikatakan sukses kalau dia lulus dengan mendapat nilai tertinggi. Seorang mahasiswa dikatakan sukses kalau dia mendapat IPK 4. Seorang sarjana dikatakan sukses kalau dia sudah mendapat pekerjaan yang layak. Seseorang yang sudah mapan dalam pekerjaannya dikatakan sukses kalau dia menikah. Seseorang yang sudah menikah dikatakan sukses kalau dia sudah punya anak atau punya rumah sendiri. Dan akhirnya seorang yang sudah lanjut usia dikatakan sukses kalau dia tidak ngompol di atas kasurnya.

Ada pula yang menetapkan standar kesuksesan dengan cara membandingkan dengan teman sebayanya ataupun saudaranya. Jika ia lebih tinggi jabatan atau lebih kaya dari teman sebayanya maka ia dikatakan sebagai orang yang sukses. Cara seperti ini secara tidak sadar akan mendatangkan kesombongan jika ia memiliki kelebihan dan akan mendatangkan minder bahkan frustasi jika tidak lebih tinggi dari temannya baik dalam jabatan dan kekayaannya.

Maka ada baiknya kita meniru pembalap yang ia berpacu untuk mengalahkan rekornya sendiri. Jika ia menang dalam satu pertandingan namun ia tidak lebih cepat dari rekornya sendiri maka ia merasa belum mendapatkan kemenangan sesungguhnya. Maka sebaiknya dalam mengukur kesuksesan kita membandingkan dengan diri sendiri antara hari kemaren dengan hari ini. Jika kita hari ini lebih baik dari hari kemaren maka itu artinya kita sukses dan sebaliknya kita sama saja bahkan lebih turun dari hari kemaren itu artinya kita gagal. Dengan demikian kita terhindar dari perasaan sombong atau merasa lebih baik dari orang lain. Abdul Aziz bin rawwah menceritakan pesan Nabi dalam mimpinya :
مَنِ اسْتَوَى يَوْمَاهُ فَهُوَ مَغْبُونٌ وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
Barang siapa yang kedua harinya (hari ini dan kemaren) sama maka ia adalah orang yang rugi dan barang siapa yang harinya (ini) lebih jelek dari pada kemaren maka ia terlaknat. [Tadzkiratul Mawdlu’at]

Demikian pula para motivator level duniapun juga berbeda-beda dalam memberikan definisi kesuksesan. Milliarder asal amerika kelahiran 1930, Warren Buffett mengatakan sukses adalah ketika orang-orang dekatmu bahagia dan mencintaimu. Brian Tracy , Motivator asal Kanada kelahiran 1944 mengatakan Sukses adalah menjalani hidup sesuai dengan keinginan, melakukan apa yang ingin dinikmati, dikelilingi keluarga, teman dan orang yang dihormati. Orang paling berkuasa di Dunia peringkat ke-21 asal Afsel kelahiran 1971, Elon Musk mengatakan sukses adalah dapat melakukan berbagai hal menyenangkan dalam hidup. Seorang penulis Amerika, dan motivator kelahiran 1926, Zig Ziglar mengatakan sukses adalah standar pribadi, meraih yang tertinggi yang ada di dalam diri kita, menjadi semua yang kita bisa. Pendiri CNN, Ted Turner asal amerika kelahiran 1938 mengatakan sukses adalah berperilaku dengan benar dan mampu menempatkan diri sebaik-baiknya. [idntimes com]

Sukses atau beruntung di dalam bahasa arab disebut dengan “Falah”, “Fauz”, “Najah”. Dan di dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat yang menyinggung tentang kesuksesan, diantaranya :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman [QS Al-Mu’minun : 1]

Dalam ayat selanjutnya disebutkan karakteristiknya : (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara salatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. [QS Al-Mu’minun : 2-11]

Begitu pula, Allah SWT berfirman :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman) dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat [QS Al-A’la : 14-15]

Dan dalam ayat yang lain :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwanya dari dosa) [QS As-Syams : 9]

Dan menyinggung tentang indikator kesuksesan, Rasul bersabda :
أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: قَلْبٌ شَاكِرٌ، وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ، وَبَدَنٌ عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرٌ، وَزَوْجَةٌ لَا تَبْغِيهِ خَوْنًا فِي نَفْسِهَا وَلَا مَالِهِ
Ada empat perkara, barang siapa yang mendapatkannya maka berarti ia telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat. Pertama, Orang yang mempunyai hati yang bersyukur. Kedua, orang yang lisannya selalu dzikir. Ketiga, orang yang selalu bersabar ketika mendapatkan bala’. Keempat, Orang yang mempunyai istri shalihah yang tak berkhianat pada dirinya dan harta suaminya. [HR Thabrani]

Jadi menurut hemat kami, kunci kesuksesan di dunia terdapat dalam firman Allah SWT:
وَمَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kesuksesan yang besar. [Al-Ahzab Ayat 71]

Dan inti kesuksesan di akhirat difirmankan Allah SWT :
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah sukses... [QS Ali-Imran: 185]

Adapun kesuksesan yang hanya bertumpa pada materi duniawi maka itu adalah kesuksesan yang semu. Allah SWT melanjutkan firman-Nya :
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ
... dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [QS Ali-Imran: 185]

Dan kesuksesan dunia akhirat itulah yang senantiasa dipanjatkan oleh Nabi dalam doa beliau sebagaimana dikisahkan oleh Anas bin Malik RA di atas. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati kita untuk senantiasa mentaati Allah dan Rasul-Nya sehingga kita mendapatkan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat.

Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.
Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada supaya sabda Nabi menghiasi dunia maya dan semoga menjadi amal jariyah kita semua.

0 komentar:

Posting Komentar