Rabu, 02 September 2020

SABAR, ALLAH SAJA DI-BULLY



ONE DAY ONE HADITH

 

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, Rasul SAW bersabda :

مَا أَحَدٌ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنْ اللهِ يَدَّعُونَ لَهُ الْوَلَدَ ثُمَّ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ

“Tidak ada seorang pun yang lebih sabar terhadap gangguan yang ia dengar daripada Allah. Manusia menyatakan Allah memiliki anak. Lalu Allah masih memberi keselamatan dan rizki pada mereka.” [HR Bukhari]

 

Catatan Alvers

 

Di dunia ini tidak ada seorangpun yang terbebas dari bully-an (Perkataan yang tak menyenangkan), ucapan jelek, nyinyiran dan fitnah dari orang lain. Maka janganlah bersedih jika engkau di bully. Ja’far bin Muhammad (As-Shadiq) berkata :

إِذَا بَلَغَكَ عَنْ أَخِيْكَ شَيْءٌ يَسُوْءُكَ فَلَا تَغْتَمَّ فَإِنَّهُ إِنْ كاَنَ كَمَا يَقُوْلُ كَانَتْ عُقُوْبَةً أُجِّلَتْ وَإِنْ كاَنَتْ عَلَى غَيْرِ مَا يَقُوْلُ كاَنَتْ حَسَنَةً لَمْ تَعْمَلْهَا

Jika ada kabar orang menjelek-jelekkanmu dari saudaramu maka janganlah kau susah karena jika ucapannya itu benar maka hal itu akan menjadi hukuman yang disegerakan untukmu dan jika ucapannya tidak benar maka akan menjadi pahala kebaikan (secara cuma-cuma) tanpa engkau (susah-susah untuk) beramal. [Ad-Durrul Mantsur]

 

Maka hadapi bully-an dengan senyuman karena hal itu merupakan perkara yang lumrah dan pasti menimpa setiap kita bahkan seringkali menimpa setiap kita. Jangankan manusia yang berlumur dosa seperti kita, Nabi Muhammad SAW saja yang maksum, dijaga dari dosa dan memiliki akhlak yang super mulia, beliau tidak lepas dari bully-an di sekitarnya. Pernah beliau diejek terkait dengan pembagian ghanimah perang hunain. Ini menarik karena hal tersebut bukanlah terjadi pada awal periode dakwah, namun terjadi pada tahun 8 H dimana Nabi SAW sudah memiliki banyak pengikut dan diakui kemuliaannya, namun demikian beliau masih saja mendapat perkataan pedas dan menyakitkan dari orang-orang sekitarnya. Allah SWT berfirman :

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan [QS Al-Hijr : 97]

 

Abdullah bin Mas’ud RA mengisahkan bullying yang menimpa beliau. Suatu ketika Nabi SAW membagi pembagian (ghanimah perang hunain Tahun 8 H) lalu ada seseorang berkata; "Sungguh pembagian ini tidak dimaksudkan untuk mengharap keridlaan Allah”. Lalu aku ('Abdullah) mendatangi Nabi SAW dan memberitahukan apa yang dikatakan laki-laki itu, maka Beliau marah hingga aku lihat tampak kemarahan pada wajah Beliau. Beliau lalu bersabda:

يَرْحَمُ اللَّهَ مُوسَى قَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ

"Semoga Allah merahmati Musa, karena dia pernah disakiti lebih banyak dari ini namun dia tetap sabar". [HR Bukhari]

 

Rasul SAW pernah mengisahkan bahwa “Nabi Musa AS adalah seorang pemuda yang sangat pemalu dan senantiasa badannya tertutup sehingga tidak ada satu pun dari bagian badannya yang terbuka karena sangat pemalunya. Pada suatu hari ada orang-orang dari Bani Isra'il yang mengolok-oloknya. Mereka berkata;

مَا يَسْتَتِرُ هَذَا التَّسَتُّرَ إِلَّا مِنْ عَيْبٍ بِجِلْدِهِ إِمَّا بَرَصٌ وَإِمَّا أُدْرَةٌ وَإِمَّا آفَةٌ

"Sesungguhnya tidaklah dia ini menutupi tubuhnya melainkan karena kulit tubuhnya sangat jelek, bisa jadi karena menderita sakit kusta, bisul atau penyakit-penyakit lainnya".

 

Sungguh Allah ingin membebaskan Nabi Musa dari apa yang mereka katakan terhadap Musa, sehingga pada suatu hari dia mandi sendirian dengan talanjang dan meletakkan pakaiannya di atas batu. Maka mandilah dia dan ketika telah selesai dia beranjak untuk mengambil pakaiannya namun batu itu telah (menggelinding) melarikan pakaiannya. Maka Musa mengambil tongkatnya dan mengejar batu tersebut sambil memanggil-manggil;

ثَوْبِي حَجَرُ ثَوْبِي حَجَرُ

"Pakaianku, wahai batu. Pakaianku, wahai batu".

 

Hingga akhirnya dia sampai ke tempat kerumunan para pembesar Bani Isra'il dan mereka melihat Musa dalam keadaan telanjang yang merupakan sebaik-baiknya ciptaan Allah. Dengan kejadian itu Allah membebaskan Musa dari apa yang mereka katakan selama ini. Akhirnya batu itu berhenti lalu Musa mengambil pakaiannya dan memakainya. Kemudian Musa memukuli batu tersebut dengan tongkatnya. Sungguh demi Allah, batu tersebut masih tampak bekas pukulan Musa, tiga, empat atau lima pukulan. [HR Bukhari] Inilah di antara kisah Nabi Musa AS seperti difirmankan Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا

"Wahai orang-orang beriman janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang mengolok-olok (menyakiti) Musa lalu Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. "[QS al-Ahzab : 69]

 

Sebagai seorang nabi, Nabi Musa juga pernah dicuekin oleh kaum-Nya yaitu ketika beliau mengajak kaumnya untuk masuk ke tanah suci (palestina) dan berperang dengan kaum “jabbarin” (perkasa) yang saat itu menguasai palestina, maka kaumnya menolak perintah tersebut dan mereka berkata :

فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. [QS Al-Maidah : 24]

 

Pernah Nabi Musa tidak tahan menerima cacian kaumnya sehingga beliau selaku “Kalimullah” (orang yang bisa berkomunikasi dengan Allah) lantas mengadukan hal itu kepada Allah SWT. Maka ia bermunajat :

يَا رَبِّ ، أَسْأَلُكَ أَنْ لَا يَذْكُرَنِي أَحَدٌ إِلَّا بِخَيْرٍ

Wahai tuhanku, Aku memohon kepadamu agar tidak ada seorangpun yang menceritakan tentang diriku kecuali kebaikan.

 

Maka Allah SWT menjawab :

مَا فَعَلْتُ ذَلِكَ لِنَفْسِي

Aku tidak melakukan hal itu untuk diriku sendiri. [Ad-Durrul Mantsur]

 

Benarlah demikian, Allah-pun tidak luput menjadi sasaran bully-an. Bukankah orang Yahudi mengatakan “Tangan Allah itu terbelenggu” (Allah itu bakhil dan tidak dermawan) [QS Al-Maidah : 64] Bahkan mereka mengatakan Uzair adalah anak Allah dan orang-orang Nasrani mengatakan Isa al-Masih adalah anak Allah. [QS At-Taubah : 30] serta orang-orang musyrik sebelum mereka berkata bahwa para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah dan kaum majusi menganggap matahari dan rembulan sebagai dua anak Allah. [Darjud Durar]

 

Sungguh perkataan tersebut amat menyakitkan dan membuat Allah murka. Sebagaimana Allah murka ketika manusia menjelek-jelekkan masa. Allah SWT berfirman :

يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ ، يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ

“Manusia telah menyakiti-Ku, mereka mencela waktu, padahal Aku-lah (yang mengatur) waktu” [HR Bukhari]

 

Mereka bahkan mencela Allah SWT. Allah SWT berfirman :

شَتَمَنِى ابْنُ آدَمَ وَمَا يَنْبَغِى لَهُ أَنْ يَشْتِمَنِى ، وَتَكَذَّبَنِى وَمَا يَنْبَغِى لَهُ ، أَمَّا شَتْمُهُ فَقَوْلُهُ إِنَّ لِى وَلَدًا . وَأَمَّا تَكْذِيبُهُ فَقَوْلُهُ لَيْسَ يُعِيدُنِى كَمَا بَدَأَنِى

“Manusia telah mencela-Ku dan tidak pantas baginya mencela-Ku. Dan manusia mendustakan-KU dan tidak pantas baginya berbuat seperti itu. Celaan manusia pada-Ku yaitu Aku dikatakan memiliki anak. Sedangkan mereka mendustakan-Ku dengan mengatakan bahwa Aku tidak mungkin menghidupkannya kembali sebagaimana Aku telah menciptakannya.” [HR Bukhari]

 

Namun demikian Allah tetap bijaksana sehingga Nabi SAW bersabda sebagaimana hadits utama di atas : “Tidak ada seorang pun yang lebih sabar terhadap gangguan yang ia dengar daripada Allah. Manusia menyatakan Allah memiliki anak. Lalu Allah masih memberi keselamatan dan rizki pada mereka.” [HR Bukhari]

 

Subhanallah, itulah ajaran Allah dan Rasul-Nya dalam merespon bully-an. Benarlah perkataan orang bijak “Barang siapa yang menyangka bahwa dirinya bisa terbebas dari ucapan jelek orang lain maka ia adalah orang gila. Bagaimana tidak, Allah saja dikatakan sebagai ketiga dari tiga tuhan, Nabi SAW dituduh sebagai tukang sihir dan majnun. Lantas bagaimana dengan manusia biasa nan hina seperti kita?.” Bully-an itu seperti batu yang datang kepada kita maka janganlah kita menaruhnya di atas kepala dengan memasukkan ke dalam fikiran, jangan pula memikulnya dengan memasukkan ke dalam hati akan tetapi taruhlah batu-demi batu itu di bawah kaki kita dengan mengabaikannya niscaya kita akan tinggi karena bebatuan yang banyak itu akan membentuk sebuah bukit dan kita berada di atasnya. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk terus bersabar atas bullying dan ucapan jelek orang lain serta terus istiqamah dalam melakukan kebaikan sampai mengahdap Allah SWT.

 

Salam Satu Hadits

Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

 

Pondok Pesantren Wisata

AN-NUR 2 Malang Jatim

Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata

Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

 

NB.

“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada. Al-Hafidz Ibnul Jawzi berkata : _Barang siapa yang ingin amalnya tidak terputus setelah ia wafat maka sebarkanlah ilmu (agama)._ [At-Tadzkirah Wal Wa’dh]

0 komentar:

Posting Komentar